Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
(S2) Page 80 ~ Flashback


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...


Kenapa di judul kasih flashback karena menunggu sadarnya Leo, Radith dan Resmi terlebih dahulu,, para penghianat di siksa oleh anak buah Gava dan Leo untuk sementara waktu.


Masih ingat gak episode 61 - 65 dimana Gava, Leo dan keempat anaknya liburan selama seminggu tanpa gangguan yang lain.


Episode 61 Gava, Leo, Keempat anaknya, Anita, Ben, Malik dan Hide serta Fira dan Dewa berada di Villa sebelah Barat.


Gava dan Fira sedang menyiapkan sarapan pagi dibantu dengan Leo dan Dewa. Gava membuat sarapan untuk kedua anak bungsunya yaitu Neira dan Bintang sedangkan Fira membuat sarapan untuk semuanya.


Saat masih membuat sarapan pagi, Gava memerintahkan Hide, Ben, Malik dan Anita ke pintu warna Biru untuk sarapan juga. Setelah sarapan sudah siap kedua pasangan berbeda usia membangunkan anak-anak terlebih dahulu. Gava kebagian membangunkan anak bungsunya yaitu Bintang.


Di kamar Bintang, Gava teringat saat dia melahirkan anak kembar berjumlah 4 orang dengan kelahiran prematur dan hanya Bintang berada di inkubator selama sebulan penuh sedangkan ketiga kembarannya sudah tidak bisa diselamatkan lagi.


Flashback 5 tahun yang lalu episode 72 (Season 1) dimana waktu pernikahan 5 tahun Leo membawa Gava ke Villa pinggir kota Negara A untuk bulan madu tanpa gangguan anak-anaknya selama 2 minggu.


Hari pertama bulan madu, malam hari Leo memberikan kejutan spesial yaitu makan malam ditepi pantai dekat gazebo dengan diiringi cahaya lampu kecil berbentuk love disekitar meja kemudian iringan musik klasik menambah suasana makin romantis.


Setelah makan malam, Gava dan Leo menuju kamar pribadi mereka tanpa pelayan sedikit pun. Gava juga memberikan kejutan spesial yaitu memakai pakaian jaring laba-laba terkesan seksi dan hot.


Gava berjalan berlenggak-lenggok dengan pakaian jaring laba-laba terkesan seksi. Leo berada di atas ranjang hanya meneguk saliva kasar dengan jakun naik turun. Tubuh Gava perlahan-lahan naik ke atas ranjang dan berada di atas Leo. Gava dengan agresif menyerang Leo membuat Leo mengeluarkan suara geraman.


Leo yang merasakan kalo boy sudah berontak langsung membalikkan keadaan dan menyerang Gava dengan agresif dan liar. Gava mengeluarkan suara merdunya bahkan Gava malah mengeluarkan cairannya berkali-kali.


"Kau siap baby." serak Leo dengan mata berkabut. Gava menganggukkan kepalanya.


Akhirnya penyatuan Gava dan Leo diiringi suara keras Gava dan geraman Leo. Leo sangat agresif dan lincah membuat Gava mengeluarkannya berkali-kali. Setelah beberapa ronde, Leo akhirnya mengeluarkan cairannya di rumah Gava dengan suara merdu yang amat panjang dan puas.


Gava dan Leo melakukan itu selama seminggu di berbagai tempat berbeda. Selama seminggu juga Gava dan Leo hanya memakai selimut dan makanan diantar oleh pelayan di Villa sebelah.


Beberapa bulan kemudian, di pagi hari kamar pasutri.


Hoek Hoek Hoek


Leo memuntahkan cairan bening beberapa kali dikamar mandi membuat Gava terbangun. Gava berjalan ke arah kamar mandi dengan keadaan tubuh polos. Gava memijit tengkuk Leo dengan telaten.


"Baby kenapa?"


"Pusing baby." rengek Leo lemes.


Gava berusaha mengangkat tubuh besar Leo perlahan-lahan ke arah ranjang kingsize. Saat Gava ingin ke walk in closet, tangan Gava ditarik oleh Leo. Leo mencium bibir Gava bahkan **********. Sekali lagi terjadilah pertempuran antara Gava dan Leo.


Beberapa jam kemudian, Gava dan Leo memeriksa diri ke dokter kandungan karena atas perintah Fira. Akhirnya Gava dinyatakan hamil kembar 4 membuat Leo memeluk Gava dengan hati senang dan gembira.


Tetapi selama kehamilan Gava, yang mengalami ngidam dan morning sick adalah Leo. Berbeda dengan Gava terus nempel ke Leo kemanapun pergi membuat seluruh mansion RR siap siaga.


Bahkan Gava selalu mengajak Leo untuk berolahraga jika mereka sedang berduaan atau dilain kesempatan. Contohnya saat ini, Gava dan Leo berolahraga selama hampir 1 jam, setelah mengeluarkan masing-masing cairan Gava maupun Leo kelelahan bahkan boy Leo masih dirumah Gava.


"Baby."


"Ya."

__ADS_1


"Terima kasih."


"Buat?"


"Semuanya. Terima kasih sudah menjadi istri dan ibu untukku dan anak-anak kita."


Gava menganggukkan kepalanya bahkan Leo mulai bergerak lagi sehingga Gava mengeluarkan suara merdua kemudian dibungkam Leo dengan bibirnya.


Saat berusia 9 bulan tepat menjelang hari kelahiran, Leo lagi dan lagi menjadi samsak untuk Gava. Saat melahirkan anak pertama tidak ada tangis bayi membuat para dokter langsung melakukan sesuatu agar bayi mau menangis. Selang beberapa menit, bayi kedua juga tidak menunjukkan tangisannya bahkan bayi ketiga pun sama. Berbeda dengan bayi keempat Gava, menangis sangat kencang.


"Selamat tuan muda Leo, nyonya muda Ayya. Kalian mendapat jagoan lagi. Jagoan anda harus berada diinkubator selama sebulan." Ucap dokter kandungan itu memberi selamat. "Tetapi untuk ketiga putri anda, saya nyatakan tidak selamat." lanjut dokter tersebut dengan perasaan bersalah.


Gava mengeluarkan air matanya saat mendengar ketiga putrinya tidak ada yang selamat berbeda dengan jagoan mereka yang selamat tetapi harus diinkubator.


Sebulan kemudian, jagoan Gava dan Leo baru saja keluar dari inkubator membuat Fira, Dewa dan yang lain berbahagi terutama Gava dan Leo. Gava dan Leo mengikhlaskan kepergian 3 putrinya yang lain.


Keempat anak Gava dan Leo juga diberitahukan kalo ketiga adik mereka sudah berada di surga awalnya menangis histeris tetapi karena ada satu adik lagi yang bisa bertahan membuat keempat anak Gava dan Leo bahagia.


Flashback OFF untuk episode 72 Season 1, setelah ini baca kembali episode 61 😉


Episode 63 mengulang sedikit : Di hari kedua liburan Villa Barat Gava, Leo, keempat anak mereka serta Hide, Malik, Anita dan Ben tanpa Fira dan Dewa.


Setelah sarapan pagi, Leo mengajak keempat anaknya serta Anita, Hide, Ben dan Malik berada di ruang keluarga dekat kamar mereka. Leo membantu ketiga anaknya yang sedang belajar online dibantu Anita, Hide, Malik dan Ben. Baru 3 Jam, Leo membantu ketiga anaknya suara cempreng dan menggelegar Gava membuatnya menghentikan aktivitas.


Radith dengan pengertian dan dewasa menyuruh Leo datang ke kamar pasutri. Leo bangkit dari tempat duduk dan berjalan ke arah kamar pasutri.


Di kamar pasutri, Leo memasuki dengan wajah cemas dan panik melihat Gava meringis kesakitan didekat ranjang kingsize.


"Kamu kenapa baby?"


"Kamu yang kenapa?" kesal Gava.


"Seharusnya tungguin aku bangun baru kamu pergi?"


"Punyaku sakit akibat ulahmu."


"Kamu harus gendong aku selama beberapa hari ini karena aku gak bisa jalan."


Cerocos Gava panjang lebar.


Wajah Leo tersenyum mendengar Cerocosan Gava seperti suara alarm di setiap waktu.


"Leo !!! kenapa kamu tersenyum begitu." tegur Gava ingin bangkit tetapi terbaring kembali karena punyanya masih sakit.


Leo menggendong tubuh polos Gava ala bridal style menuju arah kamar mandi. Gava mengalungkan kedua tangannya di leher Leo.


Di dalam kamar mandi, Leo dengan telaten dan cekatan mengurus Gava dari bathup sampai pakaian bahkan memberikan salep untuk Gava agar tidak meringis kesakitan.


Setelah selesai, Leo menggendong Gava ala bridal style. Sebelum itu memberikan selimut untuk melindungi bagian bawah istrinya.


Di ruang keluarga, Gava didudukkan di dekat dirinya. Bintang melihat hal itu memeluk Gava dari samping membuat Leo mendengus kasar dan menghembuskan napasnya.


"Hide, apa mereka sudah menerima proyek manusia robot?" tanya Gava membuat keempat anak Gava-Leo serta Leo menatap dengan penuh tanda tanya.


"Sudah, nona Ayya." balas Hide datar.


"Telepon perusahaan Oliver, kalo perusahaan Sanjaya percayakan sama Kenan dan Fidel yang paham proyek ini."

__ADS_1


"Baik."


Hide menekan sebuah tombol lalu turunlah sebuah layar besar menghadap Gava, Leo dan keempat anak mereka.


"Halo semuanya. Apa kabar?" Sapa Gava dengan tersenyum manis.


"Halo kak/nona Ayya. Kami baik."


"Apa sudah diterima berkas gue?"


"Sudah kak Ayya. Tetapi proyek ini keuntungannya sangat besar hampir 80% di dunia perbisnisan terus uangnya mencapai 1 triliyun." Sahut Hilda protes.


"Terus lo maunya apa?"


"Bisa gak proyek ini gak jadi." Cicit Hilda melihat wajah nona besar Ayya polos.


"Mana bisa. Gue mikir ratusan eh salah ribuan kali lipat untuk membuat proyek ini."


"Tapikan kak Ayya, proyek ini keuntungannya tidak sebanding dengan konsekuensi yang akan dijalani perusahaan."


"Derita mereka kalo mereka mau lihat pembuatan, silahkan. Gue gak larang kok tetapi khusus kalian cuman boleh investasi saham tanpa datang ke proyek itu."


"Kenapa?" tanya Athaya datar seperti tidak mengerti, Lusi yang disebelah Athaya juga menatap nona besar Ayya dengan berbagai pertanyaan.


"Kalian akan tau nanti setelah perusahaan robot manusia itu berdiri." smrik Gava.


"Baiklah, kami akan mengikuti saran kak Ayya."


"Bagus Lya. Ingat tuan Athaya dan lo, Lus. Jangan sesekali ke perusahaan manusia robot kecuali gue, suami gue atau anak-anak gue yang minta. Nanti selama pembangunan berlangsung orang organisasi AZZA akan berada disana."


Hilda menganggukkan kepala saja, Lusi dan tuan Athaya juga sama padahal tidak mengerti pembicaraan ini.


"Gue juga sudah mengirimkan berkas proyek ini ke Kenan dan Fidel."


"Apa?!"


"Mereka paham apa yang harus mereka lakukan. Ooo ya,, 3 hari lagi gue dan suami gue akan mengirimkan 3 bocah ke mansion kalian."


"Apa?! 3 bocah. Siapa?" Tanya mereka bertiga berbarengan.


"Bintang, Gilang dan Kenzo bersama Anita dan Ben. Lya, lo jagain mereka juga dan berhati-hati. Karena musuh-musuh gue sepertinya bekerja sama dengan barter dan Gama."


"Saya akan perketat penjagaan nona besar." Ucap tuan Athaya tegas.


"Bukan perketat tetapi saling menjaga dan melindungi satu sama lain."


Hilda, Lusi dan tuan Athaya saling pandang. Lalu dengan seenak jidat Gava mematikan VCnya.


"Ma, proyek itu sebenarnya untuk siapa?" tanya Neira polos.


"Buat kalian. Saat kalian besar nanti, salah satu dari kalian akan memimpin proyek manusia robot."


"Benarkah?!"


Gava menganggukkan kepalanya lalu memeluk Bintang yang sudah terlelap dipelukannya. Gava menyuruh ketiga anaknya untuk tidur siang.


...🔜🔜🔜🔜🔜🔜...

__ADS_1


...Author fokus namatkan novel ini dulu ya baru novel sebelah 😊😘 Kalo dua novel langsung author gak kuat,, sibuk di dunia nyata dan dunia perhaluan membuat author kecapean dan kurang tidur, bahkan author beberapa kali drop 😔 Jadi author mutuskan novel yang ini dulu baru novel sebelah 👌...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...


__ADS_2