Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
chapter 46


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


Arah Timur Negara A


Di tengah hutan, sebuah mobil van hitam memasuki mansion tak terurus. Alan dan Alana menyuruh anak-anak berusia 7-10 tahun untuk diam. Anak-anak berusia 7-10 tahun mengangguk. Mereka percaya pada kedua bocah kembar yang menyelinap tiba-tiba tanpa ketahuan. Pintu van terbuka menampilkan 2 orang sangar yang penuh tato.


"Kalian semua keluar. Jangan ada menangis, melawan ataupun berusaha kabur." Bentak orang tato 1 mengancam.


Anak-anak berusia 7-10 tahun yang di culik paksa mengangguk menuruti saja karena ketakuan luar biasa. Mereka turun secara perlahan-lahan.


Kedua bocah kembar kemana? Setelah mobil berhenti mereka membuka pintu van hitam untuk melihat situasi dan kondisi. Bocah kembar itu bersembunyi di semak-semak pohon agar tidak ketahuan orang-orang tadi.


Sementara 10 buah mobil, Gava dkk dan Leo dkk sedang menuju ke titik merah.


"Ditengah hutan? Astaga bocah kembar ini?!." Geram Gava sambil menghembuskan napasnya.


"Tenanglah sayang." Sahut Leo menepuk pundak istrinya.


"Leo, Kak Adam, kak Zafar. Kenapa instingku merasakan kalo ini berhubungan dengan Aaron." Ucap Gava merasakan perasaan tak nyaman.


"Nona Gava. Si tua bangka itu tidak mungkin melakukan ini." Logika Adam datar.


"Entahlah. Gue gak tau kak. Lebih baik kita percepat, kak Zafar." Geleng Gava kemudian memerintahkan Zafar.


Zafar mempercepat laju mobilnya. Tubuh Gava bersandar di dada bidang Leo. Tetapi Leo menariknya agar Gava di pangkuannya. Leo berusaha menenangkan ke khawatiran Gava.


Mata Leo yang tajam melirik ke kanan dan kiri seperti ada beberapa sniper yang mengarahkan ke mobilnya.


"Zafar, tekan tombol anti peluru. Adam, keluarkan senapan di bawah kursimu. Sayang, tetaplah bersamaku." Perintah Leo datar kemudian memeluk Gava yang berada dipangkuannya.


Gava yang melihat situasi saat ini memasang earphone.


"Kalian mendengarku." Panggil Gava.


"Ya."


"Amel, rombongan lo harus ke titik merah ini. Titik merah itu tempat si kembar berada. Ceilo, kau harus mengikuti rombongan Amel. Papi, ikutlah dengan rombongan Amel. Ryker ikut dengan kami. Vori, Lou dan Grace ikutlah dengan kami." Jelas Gava tenang seperti nada perintah.


"Baik."


Leo semakin jatuh pada pesona Gava. Sebenarnya dia ingin memberitahukan ke mereka. Tetapi Gava terlebih dahulu yang menjalankannya.


"Sayang, apa kau membawa botol?" Tanya Leo lembut.


"Ya, ada di tas kecilku. Ada apa?" Angguk Gava dan tanya balik.

__ADS_1


"Keluarkan sayang." Lembut Leo.


Gava mengeluarkan beberapa botol tetapi berbeda warna. Leo melotot karena botol yang diambil istrinya adalah sebuah racun mematikan. Orang-orang yang terkena racun itu tidak sampe 10-15 detik sudah tak bernyawa.


"Istriku sayang, kenapa kamu ngambil botol isinya racun 10-15 detik semua." Batin Leo meringis.


"Nona Ayya, kenapa malah ambil botol racun sih?! Astaga pasti musuh-musuh tuan Leo langsung pada koid lagi." Batin Zafar mengelengkan kepala.Β 


Gava menyerahkan beberapa botol itu ke Leo. Leo mengambilnya sedikit saja.


"Sebagian botol aku kasih ke kamu. Itu akan berguna nanti." Bisik Leo.


Dor dor dor dor


4 tembakan melesat tetapi terpantul karena kaca mobil anti peluru. Leo, Gava dan Adam bersiap dengan senjata masing-masing.


"Zafar, mode otomatis." Perintah Leo.


Zafar menekan mode otomatis. Dia sudah mempersiapkan pistolnya sejak tadi. Gava mematikan earphone agar tidak ada menganggunya bermain mangsa.


"Leo, dibelakang ada sniper. Apa kaca belakang bisa di buka otomatis?" Tanya Gava saat melihat ada dua orang dibelakang mobil ingin membidik Leo dan dirinya.


"Ya, ada tombol agar kau bisa menembak dengan tepat sayang." Sahut Leo dengan pandangan tajam.


"Leo, aku tetap dipangkuanmu. Kau diam saja jangan bergerak. Ka Adam fokus ke sisi kanan kiri, ka Zafar fokus ke sisi depan. Biarkan dibelakang aku dan Leo." Lembut Gava sedikit mengangkat tubuhnya dimana kepala leo tepat di depan gunung kembarnya terus memberi perintah.


"Sayang, kau menggodaku." Goda Leo saat disodorkan gunung kembar tepat di wajahnya.


Dor dorΒ 


Gava menembak dua orang dibelakang mobil mereka tepat di jantung mereka. Leo yang menoleh ke belakang hanya berkata.


"Wow, istriku jago juga ya." Sahut Leo tersenyum amat tipis.


"Siapa dulu Ayya." Bangga Gava sombong.


Leo terkekeh kemudian menurunkan tubuh Gava. Saat wajah Gava tepat di hadapan wajah Leo. Leo langsung mencium bahkan melahap bibir Gava rakus.


Zafar dan Adam melihat hal itu hanya fokus ke orang-orang yang ingin menembak mobil mereka.


Dor dor dor dor


4 tembakan dari Adam dan Zafar mengenai jantung para sniper baik arah kanan maupun arah kiri. Leo dan Gava menyudahi acara mereka kemudian menyeringai.


"Sebaiknya kita harus cepat ke arah sini. Sepertinya rombongan Amel sudah bersama si kembar." Sahut Gava.


Adam dan Zafar mengangguk kemudian menjalankan mobilnya kecepatan penuh agar sampai ke titik merah yang agak berbeda.


...β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†...


Sementara 3 buah mobil berhenti beberapa ratus meter dari titik merah tersebut. Rombongan Amel, rombongan Ryker dan Dewa baru saja tiba.

__ADS_1


"Ayah Dewa." Panggil Amel.


"Amel, Miko, King, Agra, Ceilo. Ayah akan bersama kalian. Kita temukan si kembar dulu." Jelas Dewa datar.


Mereka semua mengangguk. Ryker, Agung dan Shafa juga mengikuti ke enam orang tersebut.


Baru beberapa meter, si bocah kembar terlihat disemak dengan seorang wanita berusia 19an.


"Kak Miya/Miya." Panggil Ceilo, Shafa, Ryker dan Agung.


Gadis itu menoleh menampilkan wajah lembut dan teduhnya.


"Opa Dewa, aunty, uncle." Riang Alana dan Alan.


Dewa mendekati kedua cucunya lalu memeluk kedua cucunya dengan sayang.


"Apa kalian terluka?" Tanya Dewa lembut.


"Tidak opa. Kami baik-baik saja." Balas Alina ceria.


"Kenapa kalian tiba berada disini?" Tanya Miko menyelidik.


"Anak-anak diculik aunty Miko." Balas Alan datar.


Semuanya melotot dan kaget, anak-anak diculik terus si kembar korban penculikan.


"Di culik?! Kalian tidak apa-apakan?! Apa kalian terluka?! Terus kalian bisa kabur bagaimana?!" Cerocos Amel beruntun dengan nada panik.


Alana dan Alan melongo mendengar kalimat bak rel kereta api.


"Sayang, kalo nanya satu-satu." Peringat King. King pun memulai interogasi si kembar.


"Apa kalian diculik?"


"Gak."


"Terus kenapa kalian ada disini?"


"Menolong anak-anak yang diculik."


"Kalo kalian menolong kenapa kalian bisa lolos?"


"Pernah di ajarin daddy Lou, uncle Vori dan mama bela diri kalo kami terjadi apa-apa."


King mengangguk, sama halnya dengan yang lain.


"Sebentar lagi Nona Gava, tuan Leo, Kak Adam, tuan Zafar lalu yang lainnya akan kesini." Ucap Miko memberi kabar ke Gava.


Selang beberapa menit, mobil yang di tumpangi .......


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2