Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 08 [REVISI]


__ADS_3

...โš ๏ธ Warning โš ๏ธ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐Ÿคซ๐Ÿคญ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Œ๐Ÿค—...


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


"Alan Putraku." Lirih Gava tersenyum lembut.


Tubuh Gava benar-benar kelelahan di dekapan Leo, bahkan mata Gava menutup sempurna.


"Sayang. bangun sayang." Lembut Leo khawatir saat mata Gava tertutup sempurna.


Alan yang berada di dekat tubuh Gava hanya memandang beraca-kaca. Adam, Shafa, Grace dan Lou mendekati tubuh Gava. Grace langsung memeriksa tubuh Gava.


"Bagaimana?" Lirih Leo.


"Kak Gava tidur tuan Leo." Jawab Grace tersenyum lembut.


"Mommy tidak boongkan?" tanya Alan memastikan.


"Iya, Lan. Mamamu sedang tidur, sepertinya mamamu asyik banget olahraga." Jawab Grace mengelus pucuk kepala Alan.


"Son, jagalah mama. Biarkan papah yang mengurus berandal ini." lembut Leo menyerahkan tubuh Gava dengan hati-hati.


"Baiklah papa. Alan akan jaga mama. Kalo papa butuh bantuan, Alan siap kok." tegas Alan sambil tersenyum polos dan manis.


"Tidak, boy. Kau cukup jaga mama agar mama tidak terbangun dari tidurnya. Biarkan si tikus ini papa yang mengurusnya." Tolak Leo lembut.


Alan mengangguk saja dan mengeratkan pelukannya dari Gava. Leo memandang Agus dengan wajah dan aura iblisnya. Seketika tubuh dan wajah Agus membeku dan terdiam bak mayat hidup.


"Pah, tolong jangan di bunuh ya, mangsanya. Aku ingin main." lirih Gava terbata-bata.


"Mama !!! sejak kapan mama sadar?" kaget dan tanya Alan.


"Sejak papahmu memindahkan tubuh Mama ke pangkuan kamu." lirih Gava merajuk.


Alan dan Leo meneguk saliva kasar saat wajah Gava merajuk bak anak kecil. Leo lupa kalo Gava sangat suka aroma tubuhnya. Leo mendekati tubuh Gava yang berada di pangkuan Alan.


"Baby, istirahatlah. Aku janji gak akan bunuh si tikus ini, aku akan buat pingsan saja." lembut Leo mencium kening Gava.


Gava tersenyum manis walaupun wajahnya lelah dan ingin tidur tapi matanya tetap terjaga karena keenam anaknya berada di medan pertempuran. Tubuh Leo bangkit dan wajahnya kembali dingin dan datar, auranya sangat kelam dan suram. Tubuh Agus seketika bergetar hebat saat berhadapan langsung dengan Leo.


"Tuan Agus." Dingin Leo dengan aura pembunuh pekat.


Tubuh Alan seketika agak bergetar. Gava melihat tubuh putranya seketika mengusap lengan Alan.


"Jangan takut dengan aura papa. Dia seperti ini jika mama atau kalian terluka. Kau akan lihat kelihaian papa saat membunuh para musuhnya." Ucap Gava lembut sampai menenangkan Alan.


"Bagaimana dengan kelima adikmu?" Lanjutnya bertanya.

__ADS_1


"Mama tenang saja. Mereka di dalam mobil dijaga ketat oleh Ben, Agung dan Tom. Alana juga berada disana mama." Jelas Alan lembut.


"Seharusnya kelima adikmu tidak melihat hal ini?! Tetapi kelima adikmu malah ikut terutama Neira dan Bintang sangat menikmati pertunjukkan ini?!" Ucap Gava miris saat melihat mobil yang ditempati kelima anaknya yang lain.


"Mama jangan merasa bersalah kepada kami. Mama adalah ibu terbaik buat kami. Papa juga menjadi ayah terbaik buat kami. Inilah jalan kami, papa dan mama selalu membuat kami seperti anak-anak pada umumnya. Kami bangga mah memiliki orang tua seperti kalian." Ucap Alan terkesan dewasa.


Hati Gava menghangat saat ucapan Alan yang begitu pengertian dan dewasa. Seketika telinga Gava dan Alan mendengar suara :


Bagh bugh bagh bugh


Kkrraakk


Aarrrgghhh


uuuuhhhhuuukkk


Tubuh Agus tersungkur ke tanah bahkan mulutnya memuntahkan darah segar akibat pukulan Leo yang berada di titik vital.ย 


"Sepupu es balok, hentikan sialan. Si tikus ini bisa mati ditempat." Lerai Lou sambil menangkap tubuh Leo.


"Iya, tuan Leo. Anda harus menahan serangan anda." Ucap Adam menahan bobot tubuh Leo.


"Lepaskan aku, lepaskan aku, Lou. Adam." Murka Leo seperti iblis ngamuk dimana Lou dan Adam kewalahan menghentikan tubuhnya.


Tubuh Agus sudah di tangkap oleh 2 orang anak buah organisasi AZZA.


"Turun tangan lagi kan gue?! gue bilang tahan, malah gak didengerin?! gue capek suami mesum?!" batin Gava menggerutu.


"Lan, bantu mama berdiri agar papamu tidak ngamuk bak iblis. Mama takut daddy lou dan uncle Adam jadi samsak papa mu." Lirih Gava terbata.


"Gak mah. Mama istirahat saja. Mama juga kelelahan biarkan daddy Lou dan Uncle Adam meredam kemurkaan papa." Tolak Alan sambil menggelengkan kepalanya.


Gava mengumpulkan tenaganya ke tangan yang berada di lengan Alan. Gava mencengkram lengan Alan sangat kuat.


"Aauuuu ..... Mama !!!" Teriak Alan membuat kebrutalan Leo seketika menghilang.


Wajahnya menoleh ke arah istri dan putranya. Lou dan Adam menghela napas saat tubuh Leo tenang kembali. Tubuh Leo berjalan ke arah Gava dan Alan kemudian berjongkok. Kedua tangan Leo mendekap tubuh Gava.


"Sayang kau tidak papa?" Tanya Leo cemas dan khawatir.


Tak


"Sayang." Ringis Leo saat salah satu tangan Gava menyentil dahinya agak keras.


Gava berusaha duduk, Alan memberikan minuman untuk Gava. Gava meminumnya setengah botol, lalu setengah botol Gava gunakan untuk membersihkan wajahnya yang penuh darah akibat pertarungan sengit tadi.


Setelah, wajah Gava tak tersisa lagi darah. Mata Gava mendelik marah dan kesal membuat Alan meneguk saliva kasar kemudian memandang ke arah mobil dimana para saudaranya melihat dirinya serta kedua orangtuanya.


"Sepertinya papa akan tidur diluar." Ucap Alan tanpa suara seperti kode ke para saudaranya.


Sementara di dalam mobil Alana, Radit dan Resmi kecuali Neira dan Bintang seketika menghela napas. Pasti akan ada drama baru antara orang tua mereka nanti.

__ADS_1


"Kak Ana, Kak Lesmi. Mama baik-baik aja kan?! Mama gak lukakan?! Tangtang takut mama telluka?!" cadel Bintang bertanya bak rel kereta api.


"Mama baik-baik saja tangtang. Mama gak terluka sama sekali." Jawab Alana lembut.


"Kalo mama baik-baik saja. Kenapa tubuh mama banyak dalah?! Lalu tadi bang Alan teliak manggil mama?!" lanjutnya cadel dengan nada beruntun.


Alana, Radit maupun Resmi hanya menghela napas kasar karena bintang ini kalo sudah kepo akut pasti akan menanyakan sampe tuntas.


"Tangtang." Sahut Neira lembut.


"Ya Aa Neila." cadel Bintang polos.


"Tadi saat mama bertarung ada luka gak?"


"Gak ada malahan, si om om jahat itu yang beldalah-dalah." Cadel Bintang polos sambil menggelengkan kepalanya.


"Tubuh mama tidak ada luka sama sekali. Jadi darah yang berada di tubuh mama adalah darah om om itu." Jelas Alana lembut.


"Benalkah? Wah, mama sepelti wondelwoman. Kalo tangtang udah besal, tangtang akan sepelti mama jadi wondelman." cadel Bintang ceria dan polos.


Alana, Radit dan Resmi sweetdrop saat ucapan bintang. Anita, Agung dan Tom hanya melongo.


"Malaikat berwujud iblis di masa depan." Pikir Anita, Agung dan Tom.


"Kak, Aa, Abang, tangtang lihat mama manggil kita." Sahut Neira ceria menunjukkan arah dimana Alan, Gava di dekapan Leo.


Bintang langsung membuka pintu mobil dan turun dengan berlari.


"Bintang !!! Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan !!!" Teriak Alana, TwinR dan Neira dari dalam mobil.


"Siapa suluh cuman bengong wle.. tangtang duluan,, bye bye..." ledek Bintang cadel.


Tubuh Alana, TwinR, dan Neira keluar dari mobil dan berlari ke arah Gava, Leo dan Alan.


Gava merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Bintang. Gava gemes sekali melihat tubuh gempal putra bungsunya dimana pipi bak bakpao dan badan berisi kalo berlari pasti pantat terguncang.


"Mama" manja Bintang dipelukan Gava disusul oleh Alana, TwinR, dan Neira.


Gava memeluk kelima anaknya dengan penuh kasih sayang. Setelah melepas rindu, tubuh Gava masih bersandar di tubuh Leo, dia melihat mata Neira yang sembab.


"Nei, kau baik-baik saja?" Lembut Gava.


"Seharusnya Nei yang nanya ke mama. Bukan mama yang nanya ke Nei. Nei, baik-baik aja kok." Cebik Neira pura-pura marah sambil mengangguk.


"Mama baik kok." Balas Gava agak melotot.


"Kalo mama baik-baik saja. Ayok ma, bangun. Jangan nyander di tubuh papa." Cibir Neira polos.


Semua yang ada disana terkekeh saat perdebatan .......


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...

__ADS_1


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like dan koment agar author semangat up ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿคฉ๐Ÿ˜˜...


__ADS_2