Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 21 [Revisi]


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Hari minggu, hari surganya dunia untuk melakukan aktivitas malas gerak. Ini terjadi di Mansion Utama AG di pagi hari, para penghuni mansion melakukan aktivitas masing-masing tanpa merugikan penghuni lain. Si kembar pergi ke kebun binatang bersama Fira dan Dewa. Leo dan Zafar melakukan perjalanan bisnis ke negara J 4 hari yang lalu. Vori dan Lou melakukan perjalanan ke pulau Negara Y. Adam pergi berlibur ke villa untuk menenangkan diri.


Di ruang keluarga mansion Utama AG, Gava sedang kesal, galau dan gregetan melihat empat pasang sejoli yang asyik bermesraan tak tau tempat di mansion.


"Kalian gak ngedate?! kan mumpung weekend?!" Ucap Gava sambil menyantap cemilan tango ke dalam mulutnya.


"Males Gav. Gue mau di mansion aja. Santai-santai." Ucap Amel menggelengkan kepalanya.


"Kalo males bisa kan jangan mesra-mesraan di hadapan gue." sindir Gava kesal.


"Hahaha iri ya lo, hahaha." ejek Amel tertawa.


"Makanya nona Ayya, kemaren kan sudah di ajak tuan Leo. Tetapi nona Ayya jual mahal." sindir King halus memeluk Amel di sampingnya agar menunjukkan kemesraan di hadapan Gava.


Amel malah memeluk balik dengan wajah mengejek. Sedangkan pasangan Agra dan Miko pun sama saling memeluk di hadapan Gava.


"Ya Allah mereka mesra-mesraan pas si om es balok gak ada disini lagi. Kenapa waktu om es balok ngajak gue malah di tolak. Leo cepat balik, gue kangen." Batin Gava iri.


Pasangan Miko-Agra dan Amel-King malah menampilkan kemesraan membuat Gava ingin memukul dan menendang tubuh mereka.


Beberapa menit kemudian, Calis datang membawa cemilan dan minuman. Gava melihat cemilan Calis yang bentuknya unik sangat tergoda. Amel, King dan Agra pun sama.


"Kak, Calis buat Kue kering. Silahkan di coba." polos Calis dengan tersenyum ramah.


"Wah, Calis gue mau dong." Ucap Gava mencomot kue kerinv itu.


Gava memasukkan satu kue kering kemulutnya. Rasa kue kering itu gurih, manis dan lembut membuat Gava mencomot lagi kue keringnya. Samahalnya Amel, Agra dan King juga merasakan apa yang dirasakan Gava.


Saat empat pasang sejoli itu ingin mengambil kue kering lagi. Gava malah menarik satu piring penuh ke pangkuannya.

__ADS_1


"Gav, itu kue buat makan sama-sama woy. Bukan buat lo doang." Ucap Amel tak terima.


"Iya nona Ayya. Aku, Agra, Amel dan Miko mau juga." Melas King.


"Gak, ini buat gue. Kalian cukup satu aja." Pelit Gava sambil mengunyah makanan.


"Kak Amel, Kak King, Kak Agra, Kak Miko. Kuenya Calis banyak di dapur. Kalo mau ambil aja. Calis bikinnya 5 toples." Polos Calis.


Empat pasang sejoli itu berbinar saat Calis membuat kue yang banyak. Amel bangkit dari tempat duduknya tetapi: "Sisakan buat yang lain." Sindir Gava.


"Iya iya kami tau, gak kaya lo RAKUS." Sindir Amel berlalu.


Amel ke dapur untuk mengambil setoples kue bikinan Calis. Dia menganga tak percaya 5 toples ukuran besar ada di meja bar. Dia mengambil salah satu toples itu dan menuju ruang keluarga.


"Apa?! Itu kue yang dibikin Calis?!" Kaget Gava melihat setoples kue ukuran besar.


Amel mengangguk. Kelima orang tersebut memandang Calis dengan bertanya-tanya.


"Tadi kan Calis ke dapur. Nah, karena Calis bingung mesti ngapain jadi Calis coba aja bikin kue. Ternyata bahannya lengkap. Jadi Calis memanggil beberapa maid untuk membantu Calis." Terang Calis polos dan lugu.


"Gimana kalo kamu kerja di Cafe TwinA, lumayan ada kerjaan." Tawar Amel watados.


"Lo ada dendam apa sih sama gue, Gav?" Sinis Amel tak terima.


"Lo mikir kampret, kalo si Calis yang polos dan lugu itu kerja di Cafe TwinA, pawangnya bakalan ngamuk?! Lo kan tau si mayat hidup sangat protektif dan posesif sama calon istrinya." Terang Gava gregetan.


"Oo iyaiya hehehe gue lupa." cengenges Amel.


Calis duduk di sebelah Gava. Dia sebenarnya ingin bertanya sesuatu hal ke Gava.


"Kak Gava." Panggil Calis ragu-ragu.


"Ya." Sahut Gava menoleh.


"Calis nanya sesuatu tetapi jangan tertawa ya. Kita ke kamar aku aja yuk." Ucap Calis polos dan lugu.


Gava mengangguk, dia menatap keempat pasangan ini. King dan Agra yang paham ini urusan perempuan. Seketika mempersilahkan Amel dan Miko mengikuti Gava dan Calis ke kamarnya.

__ADS_1


Saat di kamar Calis, Calis membuka bajunya dan gunung kembarnya terbungkus kain mini. Amel, Gava dan Miko menganga tak percaya saat melihat tanda merah di daerah gunung kembar Calis.


"Calis, yang lakuin hal ini siapa?" kaget Miko.


"Kak Vori, kak. Sehari sebelum keberangkatan ke negara Y." Jawab Calis polos.


"Apa Vori sering melakukannya?" selidik Amel


"Gak, biasanya hanya mencium bibir Calis aja tiap hari. Tapi sehari sebelum ke berangkatan ke Negara Y, Kak Vori malah memberikan tanda ini disekitar gunung kembar Calis." Polos Calis jujur.


"Cium bibir tiap hari?" gagap Gava.


"Iya kak cium bibir. Tapi lama sambil Calis ke habisan oksigen dan bibir Calis bengkak." jujur Calis polos dan lugu.


Gava menghembuskan napas terus menerus. Amel berusaha menenangkan pundak Gava agar tidak meledak.


"Calis, kalo ka Vori mencium kamu atau melakukan sesuatu seperti ini tolak saja kalo bisa tendang masa depannya. Soalnya kalian sudah melakukan dosa." Nasehat Miko seperti menasehati putrinya.


Calis yang polos dan lugu hanya mengangguk saja. Amel, Gava dan Miko hanya memijit kepala akibat frustasi dengan kepolosan, kejujuran dan keluguan Calis terhadap Vori.


"Awas aja si mayat hidup mencari kesempatan dalam kesempitan dengan kepolosan dan keluguan Calis. Gue akan membuat lo jadi samsak latihan gue." batin Gava marah dan kesal menjadi satu.


"Yuk kita ke ruang keluarga lagi." ajak Miko lembut.


Calis mengangguk kemudian menggandeng tangan Gava. Miko dan Amel hanya menggelengkan kepalanya karena Calis sangat lengket ke Gava bahkan kadang mulai manja.


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


Hotel Negara J


Di kamar hotel, Leo terus bergumam tak jelas karena selama 4 hari Leo tidak bisa memeluk gadis kecilnya. Zafar terus mengelus dada sabar akibat tingkah Leo bak anak kecil.


"Baby, kenapa kamu menolak ajakanku." Batin Leo memandang wallpaper foto Gava yang tersenyum manis.


"Sebentar lagi meeting tuan." Ucap Zafar datar.


Leo bangkit dari kursinya dan keluar kamar hotel. Perusahaan Ramos Corp bekerja dengan perusahaan Mahatama Crop. Leo sebenarnya malas kalo berurusan dengan Clarinta Ramaniya Mahatama, Ceo Mahatama Corp karena selama meeting terus saja mencari kesempatan dalam kesempitan.

__ADS_1


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up 🥰😍🤩😘...


__ADS_2