Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 31


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🧊🧊🧊🧊🧊🧊🧊...


Neira Pov On


Akhirnya setelah 30 episode berlalu, ada juga pov khusus buatku, makasih thor muach muach 😘😘


Setelah kak Resmi pergi meninggalkan kantin untuk ke kantor perusahaan mama. Aku memikirkan sebuah ide untuk melakukan sesuatu yang membuat semua orang pasti akan panik dan kalang kabut.


Aku melirik bang Dith, Amzar, dan Bang Akbar yang fokus memperhatikan perdebatan Kak Intan dan Ahsan sedangkan Bang Noe dan Alfa juga sesekali ikut menimpali omongan kak Intan dan Ahsan.


"Nei, main bentar gak apa-apakan." batin Neira tersenyum manis.


Tet tet tet


Bunyi bel masuk kelas terdengar nyaring di seluruh SD Internasional Ramos. Kami semua bangkit dari tempat duduk menuju kelas masing-masing.


Di ruang kelas 4 aku, Amzar, Ahsan dan Alfa lebih tepatnya hanya Ahsan yang sedang asyik bersenda gurau dengan Alfa, berbeda denganku dan Amzar yang hanya diam memandang Ahsan dan Alfa bergantian.


Beberapa menit kemudian, ibu guru Bahasa Indonesia datang ke kelas kami. Baru 30 menit ngajar aku ijin ke toilet bentar untuk memulai rencanaku tanpa di ketahui oleh siapapun.


"Bu, saya ijin ke toilet. Mau buang air kecil." sahutku angkat tangan.


"iya, Silahkan nak Alneira." ucapnya mempersilahkanku.


"mau ditemenin gak Nei?" tanya Ahsan sebelum tubuhku bangkit.


"gak deh San, aku bisa sendiri." tolakku menggelengkan kepala.


"Nih anak kalau ikut bisa kacau rencanaku." batinku.


Akupun keluar dari dalam kelas menuju toilet cewek. Setiba di toilet cewek dengan gesit dan lincahnya aku menatap dan melihat sekitar lalu mendapat jackpot karena ada sebuah atap dimana terdapat sebuah celah yang bisa membuatku kabur.


Aku yang memiliki keterampilan bela diri dengan santai menaiki celah tersebut. Setelah memasuki celah tersebut, terdapat lorong yang sangat panjang membuat aku merangkak layaknya tentara.


Tidak sampai 15 menit, ada sebuah cahaya dan tepat di dekat tembok belakang sekolah yang ada CCTV tetapi rusak.

__ADS_1


Aku turun dari celah tersebut lalu dengan santainya memanjat pohon dan tembok besi padahal memakai rok sekolah. Setelah terbebas dari sekolah, aku berjalan santai ke arah timur tanpa mempedulikan sekitar.


Hampir dua jam, aku berjalan ke arah timur ternyata diriku tersesat bak anak orang hilang. Aku yang tidak membawa uang cash merasa lapar dan haus sekali. Aku berjalan ke arah taman yang terdekat lalu terduduk di kursi panjang.


Aku memegang perutku yang meronta karena kelaparan. Tanpa aku sadari, ada seorang pria berusia 35an mendatangiku.


"Hai anak kecil, kamu kenapa disini?." sapa dan tanya pria berusia 35an.


Aku menatap dengan wajah polos dan manis sebenarnya waspada kepada pria berusia 35an.


"kamu bolos ya?" tanyanya sekali lagi melihat seragam sekolahku.


Yang aku jawab hanya menggelengkan kepala seketika suara bunyi perutku bergema:


Kkkrruuyyuuukkk


"Kamu lapar ternyata, yuk ikut om ke restoran depan. Lalu kamu hubungi keluargamu. Om bukan orang jahat. Om hanya ingin membantumu saja." ucapnya lembut saat melihat tatapanku tak bersahabat.


"nama om siapa?! jadi Nei akan bilang ke keluarga Nei?!" tanyaku polos lebih tepatnya berpura-pura polos.


"Om namanya Jacob Hale Athlon, panggil saja Jacob." sahut Jacob. (Nahkan, Neira ketemu sama Jacob 😂)


"Okey, namaku Alneira, panggil aja Neira." Ucapku tersenyum manis.


Neira Pov Off


...🛑🛑🛑🛑🛑🛑...


Alana Pov On


Di ruang kelas XII MIPA 1 aku, Alan, Sekar dan Yudis sedang fokus melihat pak guru berkepala botak mata pelajaran kimia menjelaskan di depan kelas sambil menuliskan campuran-campuran bahan kimia. Tiba-tiba saja pintu kelas di buka oleh uncle Agung membuat satu kelas berjengkit kaget.


"Uncle Agung." gumamku dan Alan bersamaan.


Uncle Agung mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas dan menemukan 4 orang anak di pojok kanan kelas.


"Ada apa tuan Agung?" tanya pak botak itu.


"maaf pak, saya meminta ijin untuk membawa tuan muda Alan, nona muda Alana, serta nona muda Sekar." jawabnya tegas.


Aku, Sekar dan Alan saling pandang kemudian bangkit dari kursi masing-masing dan memasukkan semua peralatan tulis. Alan menarik lembut tangan Sekar dan aku menuju depan kelas.

__ADS_1


Kami di ijinkan untuk pulang lebih cepat karena uncle Agung memberitahukan bahwa keluarga mereka memanggil mereka.


Di perjalanan menuju parkiran khusus, aku melihat Kak Ceilo, tunanganku juga berada disana. Kak Ceilo keluar dari mobil sportnya.


"Ada apa kak? Kenapa wajah kakak terlihat cemas dan panik? Apa terjadi sesuatu?" Aku bertanya tanpa merem dengan nada cemas dan khawatir.


"Neira menghilang sekitar 3 jam yang lalu." jawabnya kusut.


Jjeeddeeerrr


Jantungku, Alan dan Sekar berdegub kencang saat mendengar Neira menghilang selama 3 jam.


"Kenapa adikku Neira bisa menghilang, kak? Bukannya sekolah ini sangat ketat dan CCTV di sebar di seluruh sekolah kecuali toilet." racauku.


Sekar menepuk pundakku dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Uncle Agung, apa yang terjadi sebenarnya?! kenapa adikku menghilang?!" tanyaku menuntut jawaban.


"Saya tidak tau pasti bagaimana kronologinya, nona muda. saat itu nona muda Neira sedang ijin ke toilet. Karena 30 menit tak kunjung datang ke kelas, seorang guru menyuruh salah satu siswa cewek untuk memeriksa keadaan toilet cewek. Ternyata sekembalinya siswa cewek tersebut mengatakan bahwa Alneira sama sekali tidak ada." jelas Uncel Agung panjang lebar.


Aku menarik napas dalam saat mendengar penjelasan Uncle Agung. Kak Ceilo memelukku menggantikan Sekar. Sekar menenangkan Alan saat ini. Karena kami kembar, ikatan batin kami terhubung satu sama lain.


"Sebaiknya kita mencarinya secara terpisah." jawab Alan datar dan dingin.


"Na, Kak Ceilo, ingat kalian harus benar-benar mencari Neira, jangan sampai terulang kembali di saat kejadian kalian kencan beberapa hari yang lalu membuat kalian khilaf dan hampir kebobolan. Gue gak tau hukuman apa yang akan di lakukan mama papa." lanjutnya tegas sambil memberi kami nasehat.


Aku dan Ceilo saling pandang saat mendengar nada tegas dan nasehat Alan saat ini.


"Lo tenang aja Lan, gue janji gak akan kebobolan lagi. Tetapi apabila gue gak tahan, gue akan bawa Alana ke kantor catatan sipil." Ucap Kak Ceilo tegas dan serius menggungkapkan isi hatinya.


Tiba-tiba saja, jantung gue berdebar saat mendengar kata-kata Kak Ceilo yang tegas dan Serius.


"Gue pegang kata-kata lo." Ucap Alan gak kalah tegas dan berwibawa.


Alan dan Sekar masuk ke mobil, Aku dan Kak Ceilo masuk ke mobil Sport. Kami mencari secara terpisah. Aku dan Kak Ceilo ke arah Barat sedangkan Alan dan Sekar ke arah Timur.


Alana Pov OFF


...⚜⚜⚜⚜⚜⚜...


...Maksud perkataan Alan kenapa yak 🤔 Liat aja nanti episode selanjutnya 🤭🤭...

__ADS_1


...Jangan lupa tekan Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤❤, like 👍👍👍 dan komentar 💬💬💬 agar author semangat update 🥰😍🤩😘...


__ADS_2