
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโก...
Perusahaan Rajendra Corp
Ruangan Ceo saat ini, dua orang pria tampan dan gagah berbeda setahun sedang di ruangan Ceo. Salah satunya duduk di kursi ceo.
"Berkas sebanyak ini harus dibaca terus ditanda tangani. Astaga, bisa botak kepala gue. Benar-benarnya lo, Gav. Lantas lo sering bergumam gak jelas, alasannya karena ngerjain berkas ini. Tapi kok bisa ya, lo dapat suami macam balok es." Gumam pria 20an mengomel tak jelas sambil membaca berkas yang diserahkan oleh asisten Gava yang lain.
Pria 19an berwajah datar dan flat hanya duduk tenang sambil mengerjakan berkas dari perusahaan Everson Crop.
"Vori, loh kok anteng banget ya ngerjain berkas perusahaan loh. Gak ada gerutuan atau apapun gitu." Ucapnya agak kesal.
"Lebih baik kita kerjain kak Lou, daripada kakak lembur." singkat Vori datar tanpa menoleh.
Lou hanya mendengus dan melanjutkan kembali memeriksa berkas di atas meja. Tiba-tiba saja seorang gadis 18an datang bak setan dan tak elit.
Bbraaakkkk
Pintu ruangan di dobrak sangat keras membuat Lou dan Vori terjengkit kaget bahkan tangan Lou hampir saja mencoret berkas yang di bacanya.
"Grace !!! Bisa gak sih buka pintu jangan asal dobrak, syukur nih berkas gak ke coret. kalo ke coret lo yang harus tanggung jawab." Omel Lou sambil mengelus dada dengan tangannya.
Vori diam saja tetapi wajahnya benar-benar tak bersahabat.
"Mangap, mangap. Gue gak tau kalo kak Lou dan kak Vori lagi sibuk ngerjain berkas." Sahut Grace cengengesan.
"Lo ngapain kesini?" Tanya Lou curiga.
"Di suruh si kakak Flat agar susulin lo." Balas Grace mendengus.
"Calis." Singkat Vori.
"Di mansion lagi sama Kak Amel. Kan bentar lagi nikah sama kak King." Balas Grace.
Vori mengangguk saja yang penting calon istrinya di mansion utama RR.
"Buat apa kakak sepupu ipar gue nyuruh lo kesini?" Tanya Lou kepo.
"Bantuin ngecek berkas. Kakak sepupu ipar dan kakak sepupu lo lagi ada urusan." Balas Grace mendekati meja Lou.
Grace mengambil beberapa berkas dua perusahaan sekaligus yaitu Rajendra dan Everson.
Baru beberapa menit, Shafa dan Ceilo juga merusuh ke perusahaan Rajendra Corp atas paksaan Gava.
"Lah kenapa si bocah dan si kutub datang?" heran Grace dan Lou bersamaan.
__ADS_1
"Temenin kak Lou, kak Grace dan Kak Vori agar nyelesain berkas biar gak lembur." Jawab Ceilo polos.
"Serius bocah bau kencur ini bantuin kita?" Ceplos Lou gak percaya.
"Kak Lou gila, seenaknya ngatain Ceilo bocah bau kencur. Cei, ini udah lulus sekolah S2 waktu umur 12 tahun." Sombong Ceilo sekaligus mencibir.
Bbraakk
"Apa??!!" Teriak Lou tak percaya sambil mengebrak meja.
"Kak Lou bisa gak jangan asal gebrak. Syukur berkas ditanganku gak ke coret." Omel Grace mengelus dada.
"Mangap, mangap." Sahut Lou santai banget.
"Triple rusuh." Batin Shafa dan Vori.
"Grace emang benar gak si bocah bau kencur bin alay sudah lulus S2?" Tanya Lou penasaran.
"Bener kak. Tanya aja deh sama kak Gava, Kak Adam, Ryker dan Agung." Balas Grace membenarkan.
"Kak Adam aja deh. Kalo Ryker dan Agung masih sungkan gue." Sahut Lou.
Lou, Vori, Shafa, Grace dan Ceilo mengerjakan dokumen bersama-sama dua perusahaan sekaligus.
...โโโโโโโ...
Mansion Utama RR
Tiba di ruang makan, kepala maid dan beberapa maid menyiapkan makan untuk tuan dan nyonya muda.
Sebenarnya Gava merasa risih dengan salah satu maid dimana beberapa kesempatan memandang Leo seperti pandangan menggoda. Gava ingin sekali membuka kedok wajah tembok maid ini.
"Baru aja beli di mansion ini malah ada bibit pelakor. Suami gue emang tampan dan rupawan, perempuan mana yang gak kepincut wajah suami gue. Hanya perempuan buta aja." Batin Gava cemburu.
"Baby kenapa?" Tanya Leo lembut.
Gava menggelengkan kepalanya. Dia tersenyum manis dan lembut. Leo yang mengenal ekspresi Gava seperti menahan sesuatu mengedarkan pandangan matanya yang tajam dan dingin ke seluruh ruang makan. Dia mendapati seorang maid menatap dirinya menggoda.
"Baby, kau cemburu. Hahaha.. Kalo kamu cemburu kau sangat menggemaskan. Coba aja bukan diruang makan udah aku terkam kamu habis-habisan." Batin Leo terkekeh.
"Leo." Panggil Gava menyadarkan Leo dari lamunannya.
"Ada apa?" lembut Leo.
"Habis ini kita jalan-jalan ya." Manja Gava.
"Iya sayang." angguk Leo.
Gava senang sekali saat akan keluar mansion. Leo akan melakukan apapun untuk kebahagian Gava. Sebelum menikah, Leo harus ektra sabar atas kelakuan Gava bahkan cemburu akut saat Gava sedang bertemu dengan klien berjenis laki-laki dari luar negeri.
"Gav, baru selesai hibernasi lo?" Tanya seorang gadis agak meledek diikuti seorang calon suaminya disampingnya.
__ADS_1
"Nanti juga lo hibernasi seperti gue." Balas Gava santai.
"Nona Ayya, aku gak semesum itu sama Amel." Sindir King.
"Bullshit, gak akan semesum itu. Hati-hati lo king, omongan lo bisa kenyataan." Ucap Gava gak percaya sama sekali dan membalikkan fakta.
"Gav, enak gak si hibernasi di kamar?" Tanya Amel kepo.
"Nanti lo akan tau setelah nikah mel. Gue males cerita, ini privasi gue dan suami gue." Balas Gava memutarkan matanya malas.
"Kak Gava, Kak Leo. Kalian mau kemana?" Tanya seorang gadis polos.
"Jalan-jalan Calis menikmati bulan madu." Prontal Gava.
Mata Calis seketika berbinar saat di sebut Jalan-jalan.
"Calis boleh ikut gak?" Tanya Calis memohon.
"Calis. Bukannya gue gak mau ngajak lo. Gue mau berduaan sama suami gue." Tolak Gava halus.
Seketika wajah Calis meredup karena tidak di ajak.
"Calis, gue mau nanya?" Tanya Amel mengalihkan pembicaraan.
"Ya kak Amel." Balas Calis lirih.
"Calis tau bulan madu itu apa?" Tanya Amel hati-hati.
"Bulan madu kan kaya tamasya kak." Balas Calis polos dan lugu.
Gava, Amel, Leo dan king sweetdrop mendengar jawaban Calis polos dan lugu. Gava dan Amel bingung cara menjelaskan ke Calis apa arti bulan madu.
"Kalo disuruh menjelaskan gue nyerah deh. Masa iya gue bilang en*-en*." Batin Gava memberi kode ke Amel.
Amel menggelengkan kepalanya karena bingung menjawab apa.
"Calis, bulan madu itu emang seperti tamasya tetapi berbeda. Bulan madu itu perjalanan biasa yang dilakukan pasangan suami istri yang baru saja menikah." Balas seorang gadis lain.
Gava dan Amel menoleh melihat Miko dan Agra baru saja tiba. Mereka menghela napas karena dewi pertolongan membantu mereka.
"Jadi Calis harus menikah dong baru bisa bulan madu?" Tanya Calis polos.
"Iya, kan 2 minggu lagi kamu dan Vori akan menikah jadi kamu bisa bulan madu." Balas Miko menatap Gava dan Amel.
Gava dan Amel mengangkat jempolnya di saat Miko selalu datang waktu yang tepat.
"Semuanya gue pamit ya, gue mau pergi dulu sama suami gue. Dadah." Sahut Gava menarik tangan Leo agar Calis tidak bertanya macam-macam.
King, Amel, Miko, Agra dan Calis hanya mengangguk saja.
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...
__ADS_1