Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 27


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...🌿🌿🌿🌿🌿🌿...


"Pak, kalo bapak membuat gue tewas disini, siap-siap ya pak. Seseorang itu gak akan memaafkan bapak." lanjutnya tegas dan dingin.


Gadis itu mengatakan tanpa merasa takut sekalipun. Lou menarik pedang tajamnya. Sama halnya Vori yang menyimpan pistolnya.


"Gue selamat, gue aman, syukur leher gue masih utuh. Dasar gila, nih orang seenak jidat ngasih pedang di leher cantik gue. kak Gava, kak Adam kenapa gak suruh kak Ryker. Kan selama ini yang ngawasin nih dua human selalu kak Ryker." Batinnya menggerutu dan sumpah serapah.


Flashback On


Sehari sebelum keberangkatan Lou dan Vori ke negara Y. Di markas organisasi Zero Zone Gava, Adam, Agung, Grace serta seorang manusia robot sedang rapat penting.


"Hah?! Maksud kalian gue gitu jaga kak Lou dan Kak Vori?! Kak Gava biasanyakan Ryker yang selalu ngawasin mereka berdua. Kenapa harus gue sih kak?! Kakak gak salah nih pilih orang?!" Cerocos Grace beruntun dan protes saat mendengar perintah dari Gava.


"Gue pilih lo agar lo bisa melindungi mereka dari dekat. Kalo gue pilih Ryker akan ketahuan disana juga ada Lucas buat jaga kalian bertiga. Pulau di negara Y juga bukan pulau sembarangan. Lo pasti akan paham seluk beluk pulau itu saat kalian jadi partner." Balas Gava memegang winenya.


"Ya udah deh." Sahut Grace pasrah.


"Jangan jatuh cinta ya selama misi." Ejek Ryker datar.


"Kalo lo jatuh cinta, gue dukung kok lo jadi adek ipar gue." Ejek Gava mengerlingkan matanya.


"Diberi lampu hijau tuu Grace." Goda Agung datar.


"Gak mungkinlah jatuh cinta, ketemu aja belum pernah. Amit-amit cabang bayi." Ucap Grace mengelengkan kepalanya amit-amit.


"Sebaiknya lo cepat berangkat deh. Ke negara Y butuh hampir 1 hari penuh." Sahut Gava.


"Ok deh kak. Dadah semuanya jangan kangen Grace yang imut dan cantik ini." Sahut Grace sambil kiss bye.


Grace keluar dari ruang tersebut. Sementara Agung dan Ryker pamit untuk mengerjakan sesuatu. Di dalam ruangan hanya Gava dan Adam. Gava meminum winenya dengan tenang.

__ADS_1


"Nona apa kamu yakin untuk mengijinkan Grace bersama tuan Lou?! Sedangkan sifat mereka bertolak belakang." khawatir Adam.


"Aku sangat yakin kak Adam. Sikap Grace hampir sama dengan kekasih Lou yang meninggal." Lirih Gava ketika mengingat dimana Lou frustasi akibat kekasihnya meninggal didepan matanya dengan cara sadis yaitu diperk*** bergilir.


Gava, Adam, Vori, Amel dan Miko menyaksikan adegan itu sehingga Lou menjadi sekarang yang susah ditebak bak bunglon.


Flashback off


"Woy!!" Teriak Lou saat menyadarkan gadis itu sambil menepuk pundaknya.


Gadis itu sadar dari lamunannya. Gadis itu tersenyum polos dan cengengesan. Lou melihat wajah polos dan imut sempat tertegun dan jantungnya berdetak.


"Kenapa tiba-tiba saja jantung gue berdetak cepat seperti ini?! Gak mungkinkan cinta pandangan pertama?! Hati gue kan sudah lama mati?!" Batin Lou memegang jantungannya menggunakan tangan yang berdegup kencang.


"Woy!!!" Teriak gadis itu mengagetkan Lou yang sedang melamun.


"Lo gak kesambetkan?" Tanyanya khawatir.


"Nama?" Singkat Lou acuh.


"Nama lo supaya gue tau." Acuh Lou.


"Grace Sofiya, nama gue Grace." Jawab Grace polos dan imut.


"Louvain Rian, Lou. Dia Alvori Christopher, Vori." Ucap Lou memperkenalkan diri.


"Gue panggil lo pak Lou. Lagipula umur lo tua dari gue deh." Tebak Grace polos.


Lou sweetdrop mendengar kata Pak. Biasanya kakak, abang atau boss. Nih kata 'pak'. Vori tersenyum tipis dan anak buah mafia Askala terkekeh.


"Panggil gue kakak bukan bapak. Gue berasa TUA." Kesal Lou.


"Ooh okelah kalo begitu KAK Lou." Balas Grace mengangguk.


"Gue panggil lo apaan. Mercon, bocil atau apa." sahut Lou bingung.


"Grace aja. lo jangan panggil gue bocil." Balas Grace gak terima dipanggil Bocil.

__ADS_1


"kalo aja mau dipanggil bocil." ejek Lou.


"Jangan panggil gue bocil, Lou." kesal Grace.


Perdebatan Grace dan Lou membuat Vori ingin sekali menjedot kepala mereka berdua. Sama-sama keras kepala dan tak mau saling mengalah satu sama lain.


"Kalian bisa gak DIAM." datar Vori terkesan marah sambil menekan kata DIAM.


Perdebatan Grace dan Lou langsung berhenti saat menutup mulut mereka masing-masing. Vori hanya tersenyum tipis.


Perjalanan pun berlanjut, Grace melihat sebuah bangunan seperti rumah terbengkalai ditengah hutan. Rumah itu masih terlihat utuh dan bagus.


"Lou, Vori lihat deh." Sahut Grace sambil menunjuk rumah terbengkalai. Lou dan Vori mengikuti arah tunjukan Grace mengernyitkan dahi.


"Rumah ditengah hutan?! Bukannya pulau ini gak berpenghuni?! Aneh sekali?!" Batin Lou waspada disertai curiga dan tanda tanya.


Seketika jiwa psikopat Lou muncul. Wajah Lou sangat berbeda sekali terkesan dingin, datar dan aura intimidasi sangat pekat. Dia mendekati rumah terbengkalai secara perlahan-lahan. Di ikuti Vori dan Grace di belakangnya serta beberapa anak buah mafia Askala.


Grace menatap wajah Lou yang sama sekali tidak takut berbeda dengan yang tadi pedas dan bermulut lemes.


"Apa benar perkataan kak Adam, bahwa nih human satu memiliki sikap tersembunyi bahkan dapat mengancam nyawanya sekalipun." Batin Grace bertanya-tanya.


Lou, Vori dan Grace terus saja mendekati rumah terbengkalai itu dengan hati-hati dan penuh waspada.


Tinggal beberapa meter lagi, sebuah robot manusia sedang berpatroli. Grace menarik tangan Lou agar bersembunyi di balik semak-semak. Lou yang tiba-tiba saja ditarik oleh Grace. Terduduk begitu saja dimana Grace di pangkuannya, dimana wajah Lou tepat di hadapan gunung kembar Grace. Samahalnya Vori dan anak buah mafia Askala juga bersembunyi.


Lou menahan napas melihat pemandangan yang menggiurkan dihadapannya kemudian dia sadar bahwa ini bukan waktunya main-main. Wajah Lou menoleh kebelakang untuk melihat situasi dan kondisi sekitar.


"Robot apa itu?! Seperti manusia sungguhan?! Siapa yang melakukannya?!" Gumam Grace bertanya-tanya tetapi masih di dengar Lou.


Grace dan Lou sama-sama mengawasi gerak-gerik robot itu. Saat robot itu menjauh dan tak terlihat. Tangan Lou tiba-tiba saja mengangkat tubuh Grace di depannya. Grace yang kaget langsung melingkarkan kakinya di pinggang Lou. Vori mentap heran sedangkan anak buah Askala menatap cengo mereka berdua.


"Lo ngapain hah?! Turunan gak?!" Bisik Grace berontak.


Buugh


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2