
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโก...
Gava menunjukkan arah villa untuk Aaron, dimana Villa itu sudah dikepung oleh suaminya dan anak buah suaminya, organisasi Zero Zone kecuali Ceilo dan Grace, serta Amel dkk kecuali Calis.
Selang beberapa menit, Aaron dan Gava sampai ke villa yang ditunjukkan Gava. Aaron dan Gava turun dari mobil kemudian mereka masuk beriringan. Gava memberi kode ke Leo agar mempersiapkan robot manusia yang menyerupai dirinya.
Di ruang tamu, Gava dan Aaron duduk bersebelahan. Sedangkan Leo menahan cemburu sejak tadi menguasai dirinya.
"Ini villa anda nona?" Tanya Aaron melihat sekitar.
"Ya." Angguk Gava membenarkan.
"Ya kali villa gue yang seperti tak terurus, ini villa sebenarnya mau gue hancurin tapi gue ingat lo, tua bangka." Batin Gava menyeringai.
"Mau minum apa tuan?" Tanya Gava basa basi
"Seterah anda saja." Jawab Aaron genit.
Gava bangkit kemudian dia berjalan ke arah dapur membuat kopi untuk Aaron, dimana Gava memasukkan sedikit dosis obat halusinasi dan perang***g bersamaan.
Lalu seseorang memeluk Gava dari belakang dan mendaratkan bibirnya di leher Gava serta memainkan gunung kembar favorit dari luar baju Gava. Gava berbalik kemudian mengalungkan tangannya.
"Apa robot manusia itu sudah sampai?" Tanya Gava manja.
"Lihatlah di belakangku." Lembut Leo.
Gava menengok ke belakang tubuh Leo. Dia melihat seorang gadis seperti dirinya sendiri.
"Kau bisa kan melakukan ini?" Tanya Gava tersenyum manis.
Robot manusia itu mengangguk mengikuti perintah tuannya. Gava melihat pakaiannya robot manusia itu berbeda dan sangat menggoda.
"Kasih kopi ini ke tua bangka itu. Kalo dia sudah berhalusinasi dan bergairah layani dia." Perintah Gava mutlak.
Robot manusia itu mengangguk kemudian mengikuti perintah atasannya.
Di ruang tamu, Aaron melepaskan pakaiannya kecuali celana pantai. Aaron sangat tidak sabar untuk menikmati tubuh Gava. Dia menoleh saat Gava mengantarkan minuman kopi untuknya.
Aaron meneguk saliva kasar saat Gava memakai pakaian menggoda. Aaron langsung meminum kopinya sampai habis, syukur kopi hangat coba panas melepuh tuh bibir ๐คฃ
__ADS_1
5 menit kemudian, Aaron merasakan panas ditubuhnya. Obat yang dimasukkan Gava ke minuman Aaron cepat bereaksi.
"Sayang, kenapa kau ada disini?! Apa kau menemui ku sayang?!" Racau Aaron berhalusinasi saat melihat robot manusia di depannya.
Aaron langsung saja mendekap dan membungkam bibir robot manusia Gava akibat obat peran****g. Gava dan Leo mengintip di balik tembok. Rencana mereka berhasil. Mereka bersembunyi saat Aaron membawa robot manusia Gava ke sebuah kamar dengan.
"Wow si tua bangka langsung nyosor sayang." Ceria Gava sambil menoleh.
Cup cup cup
Leo mencium bibir Gava tiba-tiba. Gava cemberut karena Leo termasuk suami mesum nyosor tak tau tempat.
"Syukur gue dan Leo aja disini. Yang lain lagi fokus ke Aaron." Batin Gava mengumpat.
Leo menarik tangan Gava untuk menuju kamar sebelahnya. Kamar sebelahnya hanya terhubung sebuah dinding dengan kaca transparan. Gava menganga tak percaya kemudian menatap Leo penuh selidik.
"Kamu yang buat ini?" Tanya Gava curiga.
"Ya, dari pada lewat CCTV." Balas Leo acuh.
"Ish ... dasar mesum." Umpat Gava.
Leo membungkam mulut Gava dengan bibirnya.
"Jangan mengumpat suami sayang. Dosa." Terang Leo bijak.
"Normal kok?! Gak sakit?!" Ucap Gava polos dan jujur
Leo mendengus mendengar perkataan Gava polos dan jujur. Semua yang mendengar hal itu terkikik karena ucapan Gava yang polos.
Gava dan Leo langsung mematikan earphonenya. Semua yang mengetahui ada tertawa, tersenyum tipis kalo Lou dan Zafar terbahak-bahak.
"Sebaiknya kita mengawasi mereka sayang." Sahut Leo.
Gava dan Leo duduk berpangkuan sambil mengawasi Aaron dan robot manusia Gava sedang berolahraga ranjang. Salah satu tangan Leo membuka kancing kemeja Gava satu persatu tetapi dihentikan oleh Gava.
"Kau mau apa Leo?" Tanya Gava menangkap tangan Leo.
"Main sayang." Serak Leo puppy eyes.
"Tidak Leo, aku tidak mau. Kalo mau keluarin di kamar mandi sana. Pakai sabun." Tegas Gava datar. "Kalo kau menolak, jangan menyentuhku selama sebulan." Lanjut Gava mengancam.
"Nolak apa gak ya?! Kalo gak, punya aku dianggurin selama sebulan. Kalo nolak, pasti punyaku masuk sangkar tiap malam. Tolak aja deh, demi masa depan." Batin Leo berkecamuk.
Leo menghela napasnya pasrah dan mengangguk.
__ADS_1
"Kalian yang mengawasi lewat CCTV. Matikan CCTV sekarang, kita akan terhubung dengan walkie talkie." Gava memberi peringatan ke semua orangnya.
Sementara diruang CCTV, Amel berdecak sebal.
"Dasar Pasangan mesum tak tau tempat, sumpah ya orang lagi ngawasin Aaron malah mau en*-en*." Protes Amel melepaskan eaephonenya.
Agra mematikan kamera CCTV kamar Gava dan Leo.
"Tuan Leo sama nona Gava apa selalu seperti ini?" Tanya Miya.
"Ya, syukur kita diberi peringatan untuk mematikan CCTV di kamar mereka. Kalo tidak tuan Leo akan mengamuk." Sahut Zafar menghela napas pasrah.
Semuanya membenarkan perkataan Zafar. Leo mengamuk sangat mengerikan berbeda dengan Gava kalo mengamuk masih bisa di tenangkan walapun tubuh mereka yang dijadikan samsak.
Di kamar Gava dan Leo. Leo melepaskan semua pakaiannya. Gava melihat hal itu kemudian bangkit.
"Kyaaaaaa suami mesum leo Jangan di lepas disini. Di kamar mandi kan bisa." Teriak Gava sambil menutup matanya dengan kedua tangan. Syukur kamar mereka kedap suara ๐
Leo mendekati tubuh Gava yang berdiri dan melepaskan tangan Gava. Gava merasakan tangannya digenggam Leo. Saat Gava mulai membuka matanya, dia syok dan kaget tubuh Leo benar-benar polos. Kepemilikkan Leo bak tiang listrik siap tempur.
"Sayang, aku haus." Serak Leo.
"Minum, itu ada botol mineral." Balas Gava polos.
"Bukan air mineral, tetapi air dibagian bawahmu." Frontal Leo mengkode.
"Hah?! Dibawah aku?! Mana?!" Sahut Gava polos dan LOLA.
Tubuh Leo mendekati tubuh Gava kemudian melepaskan rok serta celana pantai Gava. Gava menunduk saat Leo dengan santainya melepaskan rok serta celana pantai.
Tubuh Gava disandarkan hati-hati di atas sofa dimana posisi kaki Gava melebar. (Selebihnya mereka lah yang tau, jangan berimajinasi ๐คฃ)
Kembali lagi ke ruang CCTV
Zafar, Amel dkk sedang merekam dan melihat olahraga ranjang antara Aaron dan robot Manusia Gava.
"Gila, si tua bangka itu kuat juga ya. Syukur yang di hadapannya robot manusia. Coba manusia bisa pingsan + koid." Sahut Amel tak percaya.
"Mel, aku merasa ngeri ngelihat ini. Sumpah baru pertama kali melihat manusia yang nafsunya melebihi hewan. Ini sudah hampir 4 jam, si Aaron masih bermain robot manusia itu." Ucap Miko bergidik ngeri.
"Jangankan lo, Mik. Gava dan es balok melihat langsung aja pasti sudah di ubun-ubun antara jijik dan berna**u." Jelas Amel melihat CCTV lagi.
Zafar juga bergidik ngeri melihat pemandangan CCTV. Kenapa Zafar bisa disini? Karena Zafar memiliki seorang bawahan yang bisa menjaga dan melindungi Leo palsu di perusahaan Ramos corp.
Kembali ke kamar Gava dan Leo. Leo sudah berada .........
__ADS_1
...โคโคโคโคโคโคโคโคโค...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...