
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโก...
"Kak Kin, kau berpura-pura bersikap ramah saja. Terus buat nona Feli jatuh cinta." Terang Gava.
Seketika wajah Leo melayangkan protes tetapi Gava menatap tajam ke arah Leo membuatnya menciut seketika.
"Jangan protes, baby. Ikutilah rencanaku." Bisik Gava mengancam.
Kin yang diseberang sana terkikik melihat tuan mudanya ciut kalo berhadapan sama istrinya.
"Baik nona muda." Tegas Kin.
Kin mematikan sambungan telponnya. Sekali lagi Leo menatap Gava dengan pandangan protes.
"Sini aku bisikin sayang." Sahut Gava.
Leo mendekatkan telinganya agar Gava memberitahukan rencananya. Akhirnya Leo menyetujuinya. Dalam rencana Gava kali ini dibantu manusia robot ciptaan Gava, Grace dan Shafa agar mengelabui Aaron dan para anteknya.
Sebulan sudah Gava dan Leo melakukan rencana ini. Bahkan Aaron dan para anteknya termakan rencana yang dibuat mereka sendiri.
Saat ini, Aaron sudah berada di atas awan disebabkan Gava takluk kepadanya padahal yang bersama Aaron hanya boneka robot manusia yang diciptakan Gava, Grace dan Shafa. Feli pun sama, selama ini dia bersama robot manusia berwajah Leo.
Siang hari di restoran twinA, 3 pasang suami istri sedang berbincang di ruangan VVIP.
"Gav, gak berasa sebulan ya kita merencanakan perburuan ini. Lo gak mau percepat gitu perburuan ini agar cepat selesai?" greget Amel saat melihat wajah santai Gava.
"Ya gak berasa. Gue mau pelan-pelan mel. Ikuti aja rencana gue, biarkan mereka di atas awan lalu boom jatuh sampai dasar." Jelas Gava menyeringai.
"Rencana lo emang ya Gav. Bikin gue semangat hahahaha." Senang Amel tertawa.
"Wajar lo senang. Kita bikin surga dulu baru neraka." seringai Gava bak psikopat.
Ceklek
Pintu ruangan restoran VVIP di buka, muncullah Dua pasang pria dan wanita sedang bergandengan tangan. Raut wajah mereka seperti menyiratkan sesuatu.
"Lou, Grace, Calis, Lou. Duduk." datar Gava terkesan marah.
__ADS_1
Amel, King, Agra dan Miko hanya saling pandang. Mereka heran kenapa Gava menatap mereka datar dan marah. Keempat pasangan itu duduk di kursi yang sudah disediakan oleh Gava.
"Ceritakan Lou, Grace. Gue udah tau semuanya. Kalian berdua sudah buat saya kecewa." Datar Gava memandang mereka tajam.
Leo yang disebelah Gava mengusap punggung Gava agar dapat meredakan emosinya.
"Ada apaan sih Gav? Kenapa wajah Lo emosi?" tanya Amel heran dan bingung.
"Tanyakan pada mereka mel." datar Gava.
Amel memandang mereka satu persatu, membuat Grace semakin menundukkan kepalanya. Lou melihat Grace seperti itu memberanikan diri.
"Semuanya, gue dan Grace udah menikah secara diam-diam kemaren." Jujur Lou lantang.
Amel, King, Agra dan Miko melotot tak percaya mendengar kabar mengejutkan itu. Leo memeluk Gava saat air mata Gava lolos di kedua matanya. Leo mengelus pucuk kepala Gava sambil menenangkannya.
"Lou, apa ucapan lo serius? jangan bercanda lou, pernikahan bukan untuk main-main?" cecar Amel tak percaya.
"Maafin gue. Gue ...." tenggorokan Lou tercekat.
"Kak Lou udah mengambil harta berhargaku." lirih Grace melanjutkan.
Amel dan yang lain menahan napas saat mendengar fakta bahwa Lou dan Grace melakukan hubungan suami istri tanpa ikatan pernikaha.
"Ceritakan." Dingin Amel dengan nada kecewa.
"Aku akan menjelaskannya semuanya, Kak Lou tidak mengingat sama sekali." Tawar Vori datar.
"Jelaskan secara detail." dingin Amel menatap 4 pasang di depannya.
Flashback on 3 hari sebelum kejadian
Lou dan Vori sedang memeriksa berkas Perusahaan Rajendra Corp. Lou dan Vori mengadakan rapat di hotel XX karena Clari, ceo perusahaan Mahatama Corp mengajak meeting disana.
Saat sampai di lobby hotel XX, Clari memesan makanan dan minuman agar meeting berjalan lancar.
"Makanlah tuan Lou. Saya sudah memberikan obat pera*****g." Batin Clari menyeringai.
Lou dan Vori sama sekali tidak tau hal ini. Setelah makan dan meeting selesai. Lou merasakan tubuhnya mulai aneh dan tidak nyaman.
Vori yang menyadari bahwa Lou tidak nyaman membantu Lou agar pergi ke kamar yang sudah di pesan tiba-tiba. Vori memberitahukan Grace lewat earphone. Grace terkejut saat Vori memberitahukan bahwa keadaan Lou tidak baik.
Clari berusaha membantu Lou tetapi Vori menjauhkan tubuh lemas Lou dari Clari dan menatap tajam sambil memanggil pengawal mereka. Clari mendengus karena rencananya gagal untuk pertama kali. Dia pergi dengan perasaan kesal, jengkel dan marah.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Lou dan Vori tiba dikamar hotel.Kemudian membaringkan tubuh Lou di atas ranjang. Lou terlihat tidak nyaman sekali. Vori dan Grace melakukan segala usaha agar Lou tidak tersiksa.
Hampir dua jam, keadaan Lou tetap sama tidak nyaman. Seketika ide Grace sangat menentang keputusan Vori dan Lou. Grace berusaha menyakinkan Lou dan Vori untuk melakukan hubungan suami istri.
"Aku dan Kak Lou akan melakukan hubungan suami istri. Hanya ini cara satu-satunya. Vori, keluarlah."Ucap Grace mantap.
"Tidak Grace. Aku tidak mau mengambil resiko. Pasti ada cara lain untuk menyadarkan tuan Lou." Tolak Vori datar dan khawatir
"Hanya ini jalan satu-satunya. Obat yang dikasih jalang itu sangat kuat." Ngotot Grace.
Vori dilema karena bingung mau ngapain. Di satu sisi dia tidak mau melihat sepupu tuannya murka, di satu sisi dia tidak mau tuannya tersiksa.
"Vori, kita haru membuat keputusan dengan cepat." Desak Grace.
Vori benar-benar menghela napas. Mau tidak mau dia mengangguk atas keputusan Grace.
"Kau siap?" Tanya Vori menyakinkan.
"Ya." Jawab Grace mantap.
"Lakukanlah. Aku akan pergi." Sahut Vori beranjak keluar kamar.
"TIDAK !!! VO, JANGAN LO SURUH GRACE BERADA DI DEKAT GUE?! SH**, SIAL. PANAS." murka Lou saat mendengar kesepakatan Vori dan Grace.
Lou sebenarnya menyukai Grace. Dia tidak mau merusak masa depan Grace. Lou melihat Vori keluar bersama anak buah Askala. Grace mendekati ranjang Lou yang menatapnya seperti tersiksa dan meminta pertolongan.
"Grace keluarlah." Serak Lou tersiksa.
"Kak Lou, aku akan membantu kakak." lirih Grace mantap.
"Apa tidak ada cara lain." Pinta Lou tersiksa.
"Tidak kak Lou. Ini cara yang ampuh." Sahut Grace sambil mengelus pipi Lou.
"Grace, setelah ini aku akan menikahimu." Serak Lou memcium bibir Grace.
Akibat obat kuat itu, Lou sangat liar sampai-sampai Grace kewalahan. Sementara di luar kamar, Vori mendengar suara burung bersahutan antara Grace dan Lou. Vori merasa bersalah dalam hal ini, dihatinya mengucapkan kata-kata maaf berulang kali.
Flashback off
Vori menjelaskan semuanya tanpa terkecuali. Seketika wajah Gava menjadi ceria kembali dan bangkit dadi kursinya. Tubuh Gava memeluk Grace yang mana Grace terdiam dengan raut wajah bingung dan heran.
...โคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโค...
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...