Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 26


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


Beberapa menit kemudian, Leo sudah selesai bersih-bersih kemudian dia menoleh ke ranjang dimana sebuah pakaian lengkap dengan jasnya di siapkan oleh maminya. Selesai berpakaian, Leo keluar dari kamar tamu. Dia menoleh kesana kemari mencari keberadaan orang sekitar.


"Kenapa mansion sepi?! Kemana pengawal dan para maid?! mami, papi juga kemana?!" Batin Leo bertanya-tanya.


Sebenarnya Leo bingung ke arah mana terlebih dahulu. Tetapi mata Leo melihat sebuah tanda panah dan tubuh Leo mengikuti arahan tersebut. Arahan itu menuju taman belakang.


Mata Leo membulatkan terkejut, matanya melihat sesosok gadis cantik dan manis duduk manis sambil melambaikan tangannya. Wajahnya yang cerah tak terlihat sama sekali pucat. Apalagi tubuhnya tak ada terpasang apapun alat-alat medis.


Gadis itu sekali melambaikan tangannya agar Leo mendekatinya. Kaki Leo repleks mendekat ke arah gadis itu.


Saat tubuh Leo berada didepan tubuh gadis itu. Gadis itu bangkit dari kursi duduknya kemudian memeluknya penuh kerinduan. Leo juga membalas pelukan gadis itu penuh kerinduan mendalam seakan-akan gadis itu pergi dari hadapannya.


Selamat Ulang Tahun yang ke - 26 tahun


Teriak semua orang yang sejak tadi bersembunyi sambil mengucapkan selamat ulang tahun. Leo melepaskan pelukan Gava dengan menampilkan raut bingung sambil memandang orang-orang sekitar.


Gadis itu melihat raut wajah bingung Leo, kedua tangan gadis itu menangkup wajah Leo agar menghadapnya. Wajah dan Mata Leo menatap wajah gadis itu yang dipenuhi senyuman.


"Sayang. Ini kejutanku di hari ulangtahunmu. Aku yang membuat kejutan ini." Sahutnya tulus.


"Jadi ini kejutanku darimu sayang?" Tanya Leo LOLA.


Gadis itu gemes lalu menjentikkan jarinya ke dahi Leo. Salah satu tangan Leo mengusap dahinya akibat jentikkan jari gadis itu sungguh PEDAS.


"YA!!! Kau kira aku kecelakaan apa?! Ya kali. Aku melakukan ini untukmu, kamu janjinya hanya 3 hari tapi ini hampir seminggu kamu di negara J. Mana gak ada kabar dari?! Apa kau lupa beberapa hari lagi hari bahagia kita?!" Cerocos gadis itu kesal.


"Terus sms waktu itu?!" Tanya Leo Lola.


"Leo, sms itu cuman boongan agar kamu pulang cepat." Jawabnya cemberut.


Leo mendengar hal itu memajukan bibirnya untuk mendekati bibir gadis itu tetapi ditahan oleh gadis itu.

__ADS_1


"Leo, jangan nyosor ada Alana dan Alan bahkan banyak orang." Cegah Gava melotot sambil menutup bibir Leo dengan kedua tangannya sambil melirik bocah Kembar tetapi matanya ditutupi Amel dan King.


Leo menoleh dan sedikit memerah. Wajahnya langsung disembunyikan diceruk leher gadisnya. Banyak godaan dari orang-orang sekitar.


"Yang ultah siapa? Yang romantis siapa?"


"Astaga .. gak malu apa ada bocah. Main sosor aja."


"Belum SAH woy ,, nanti nyosornya."


"Prince sabarlah. 5 hari lagi kamu bisa melakukan apapun untuk Ayya."


"sabar son, bentar lagi buka puasa."


Leo benar-benar malu, wajahnya tetap diceruk leher Gava. Gava hanya mengelus kepala Leo dengan sayang.


"Terimakasih sayang kejutannya hari ini." Bisik Leo sambil mengecup leher Gava.


"Kejutan yang sangat menyenangkan bukan?" Bisik Gava bertanya.


"Menyenangkan sekaligus menjengkelkan." Bisik Leo terkekeh.


"Terima kasih prince, princess." Sahut Leo tulus sambil mengecup pipi kanan dan kiri dua bocah kembar itu.


Ulang tahun Leo kali ini sangat dirayakan sederhana tetapi penuh kehangatan, kekeluargaan dan keakraban.


Pulau Tak Berpenghuni Negara Y


Vori, Lou serta beberapa anggota mafia Askala sedang menyelidiki para detektif hilang secara misterius.


"Vo, lo merasa aneh gak sih sama nih pulau? Gue dari tadi merasa aneh? masa iya detektif hilang? pulaunya kan gak ada penghuni sama sekali?" Cerocos Lou bertanya-tanya sambil melihat sekeliling yang hutan belantara.


"Aku tidak tau kak." Balas Vori datar.


"Bawahan tidak tau sopan santun. Atasannya bertanya panjang lebar. Asistenya cuman jawab 4 kata doang." batin Lou kesal.


Lou dan Vori terus menyelusuri hutan belantara di pulau Y ini. Tiba-tiba saja sebuah suara gemericik di hutan belantara menambah kesan misterius.


Sreekk sreeekkk

__ADS_1


Itu suara berisik tadi di hutan belantara, membuat Lou dan Vori berhenti tiba-tiba. Lou memandang sekitar dengan penuh waspada.


"Suara apaan tuh?! Hewan apa setan?! Kan kata polisi setempat pulau ini emang gak berpenghuni?! Masa iya setan?! Ya Allah bantu hamba?!" Batin Lou berdoa sambil melihat sekitar dengan waspada.


"Suara apaan ya?! Manusia apa hewan?! Kalo manusia gak mungkin?! Pulaunya pun gak pernah ditinggalin manusia?!" Batin Vori waspada.


Seketika pemikiran batin Vori dan Lou berbeda, yang satu hewan apa setan, yang satunya manusia apa hewan πŸ˜‚


Sssrrrrreeekk ssrreeeekk ssreeekkkk


Suara itu makin jelas, membuat suasana makin mencekam padahal masih siang hari dan terang berderang. Lou yang emang mudah takut malah memberi kode ke Vori untuk mendekatinya.


"Lou, nih pulau gak ada setan kan?" Bisik Lou ketakutan.


"Gak tau." Bisik Lou datar tetapi jahil.


Lou yang mendengar ucapan Lou langsung merapatkan tubuhnya ke tubuh Vori.


Bugh Bugh Bugh


Suara seseorang terjatuh membuat Vori dan Lou saling pandang. Mereka mengeluarkan sebuah pistol dan pedang kemudian berjalan mendekati arah suara itu. Mereka melihat sesosok gadis berusia 18 tahun mengaduh kesakitan.


"Ssshhh.. bokong cantik gue." Ringisnya sambil mengusap bokongnya.


"Siapa?" Tanya Lou datar dan dingin sambil mengacung pedang ke leher gadis itu.


Gadis itu kaget saat sebuah pedang tajam berada di lehernya.Β Apalagi bokong cantiknya masih sakit.


"Eeett.. pak bisa gak sih pedang tajam bapak di singkirkan dulu. Gue baru jatuh dari atas pohon ini." Ucapnya cengengesan.


Wajahnya yang imut dan polos tetapi tidak takut sama sekali dengan pedang tajam Lou membuat Vori takjub dibalik wajah datar dan dinginnya. Para anak buah mafia Askala malah ternganga tak percaya.


Lou malah menekan pedangnya ke leher gadis itu. Ada sedikit goresan keluar dari leher gadis itu sehingga setetes demi setetes darah keluar dari luka gores yang disebabkan Lou.


"Di bilangin minggir dulu nih pedang malah ngeyel nih bapak-bapak." ucapnya kesal dengan suara dingin.


"Pak, kalo bapak membuat gue tewas disini, siap-siap ya pak. Seseorang itu gak akan memaafkan bapak." lanjutnya tegas dan dingin.


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2