
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🧊🧊🧊🧊🧊🧊🧊...
Episode ini ada adegan 🔞 Anak-anak silahkan menyingkir, author gak tanggung jawab 🤭 Author juga masih polos dan gak bisa berfantasi liar jadi kalo kurang hot dan kurang ... jangan tanyakan author 😌🤐
Kita Flashback beberapa hari yang lalu dimana pasangan Alana dan Ceilo serta Alan dan Sekar ngedate. Pov Alan dulu baru Pov Alana 😊
Alan PoV On
Masih ingat tidak Pov Ku (Page 27 ~ Season 2) yang yang mana berada di parkiran khusus lalu digangguin Alana lalu datanglah seorang pria berusia 25an dengan mobil sport menyebut kata baby. Pria berusia 25an yang menjemput Alana itu adalah Kak Ceilo, tunangan Alana.
Alana pernah kasih peringatan ke aku dan Sekar : "Kalian jangan khilaf, tunggu sudah NIKAH."
Lalu Alana menaiki mobil sport Kak Ceilo kemudian Alana dan Kak Ceilo sama-sama melambaikan tangan.
"Itu Kak Ceilo, tunangan Alana, baby?" tanya Sekar polos.
"Iya." anggukku lembut.
"Emang berapa umurnya?"
"25."
"hah?! 25 !!! Ya Allah, om om pedo." kaget dan teriak Sekar tak percaya.
"beda 7 tahun aja baby." Ucapku santai.
Puk
"Aauu sayang." ringisku mengelus lengan kiri akibat dipukul keras oleh Sekar.
"Biarpun beda 7 tahun, tetapikan Alana masih remaja seperti kita berbeda dengan kak Ceilo yang sudah dewasa. Mama Gava, gak masalah kalo Alana memiliki suami yang sudah dewasa?" jelas Sekar kemudian bertanya.
"Cinta tak akan memandang usia sayang, mau dia tua atau muda. Mama gak masalah asal pria yang akan menjadi suaminya bertanggung jawab." Jelasku memeluk Sekar.
"Iya juga sih. Berarti mama Gava dan papa Leo merestui hubungan Alana dan Kak ceilo?" angguk Sekar lalu bertanya sambil mendongakkan kepalanya.
"Iya, mama papa daddy mommy merestui hubungan mereka." anggukku sambil mencium dahi Sekar agak lama.
"Ohya, katanya mau ke tempat rahasia kapan berangkat kita?" rengek dan tanya Sekar.
"Hahaha ... bentar ada yang ingin ku berikan padamu." tawaku lalu mencubit hidungnya.
Aku melepaskan pelukan dari tubuh Sekar. lalu memasuki mobil dan mengambil paperbag.
"Nih." Ucapku menyerahkan paperbag.
Sekar menyambut paperbag itu lalu melihat isi paperbag ternyata pakaian wanita.
"Kamu duluan berganti pakaian dan dandan yang cantik di dalam mobil, nanti aku juga akan berganti pakaian." Ucapku.
Sekar menganggukkan kepala lalu masuk pintu belakang mobil. Hampir 30 menit, aku menunggu Sekar berganti pakaian.
"Lama juga ya kalo cewek ganti pakaian dan dandan lama juga." batinku sambil melirik jam tangan.
Pintu belakang mobil dibuka dan bersamaan tubuh Sekar yang keluar. Aku memandang Sekar tanpa kedip karena pakaian yang melekat pada tubuh Sekar benar-benar pas dan anggun.
"Hei, baby." Sahut Sekar melambaikan tangannya di depan wajahku.
__ADS_1
"Aaa yaaa ... aku akan masuk baby." Sahutku tersadar dari lamunan lalu berjalan ke pintu belakang mobil yang terbuka.
Di dalam mobil aku bergegas berganti pakaian. 15 menit kemudian, aku keluar dari dalam mobil.
"Ganteng juga calon suamiku." goda Sekar.
Aku terkekeh saat Sekar menggodaku. Lalu aku dan Sekar memasuki mobil dan keluar dari parkiran khusus sekolah.
Di perjalanan kami mampir ke Shopemart terlebih dahulu untuk membeli beberapa cemilan menuju arah Barat. Selesai membeli cemilan, kami melanjutkan kembali perjalanan.
Sejam kemudian, kami baru sampai di tempat rahasia yaitu sebuah danau terkenal damai, sejuk dan indah. Sekar melihat pemandangan di depannya bergegas keluar dari dalam mobil.
"Wahhhhh .... sejuk sekali ....." teriaknya senang dan berputar-putar.
"Kamu senang?"
"Ya aku senang baby."
Sekar menarik tanganku untuk mendekati tepi danau itu. Bahkan sepatunya di lepas begitu saja dan mencelupkan kedua kakinya di danau itu.
Aku tersenyum senang saat melihat wajah Sekar yang sangat bahagia dan senang. Saat asyik mengamati Sekar, ponselku bergedar di saku celana.
Aku merogohnya lalu melihat siapa yang menelponnya.
"Mama."
Satu kata yang membuatku kebingungan. Tetapi aku juga merasakan hal tak biasa di dalam hatiku karena teringat Alana. Alan meloudspeaker ponselnya, Sekar mendatangi Alan yang tiba-tiba saja serius.
"Hallo ma."
"Kau dimana?" sahut Gava di seberang ponsel.
"Di danau dekat sebelah Barat ma. Ada apa?" tanyaku heran sambil menatap Sekar.
"Maksud mama?! Alana kan bersama Kak Ceilo?!"
"Justru itu prince,, mereka ke arah Barat terus mama mendapat kabar ada sebuah Villa kosong. Mereka masuk ke dalam sana. Mama takut mereka kebobolan, kamu tau sendiri Alana dan Kak Ceilo masih tunangan belum terikat."
"Iya, mah aku akan kesana."
"Bawa Sekar, kau akan sangat membutuhkan Sekar."
"Iya, mama Gava."
"Cepatlah !!!"
Tut
Aku mematikan ponsel secara sepihak, lalu aku dan Sekar bergegas masuk kemobil. Aku menyetir 2 km dari danau atas arahan mama dan GPS yang aku jalankan.
Alan POV Off
...🌐🌐🌐🌐🌐🌐🌐...
Alana Pov ON
Saat ini gue berada di dalam mobil sport bersama kak Ceilo. Kami sedang bercanda dimana kak Ceilo terus saja menggoda gue padahal wajah gue sudah seperti kepiting rebus.
Gue melihat kak Ceilo menepikan mobil sport di parkiran restoran TwinA.
"Kita makan dulu ya, sweety." sahut kak Ceilo menepikan mobil sportnya.
"Hem." angguk gue semangat.
__ADS_1
Sebelum keluar dari dalam mobil, kak Ceilo menyerahkan paperbag berupa pakaian ganti untuk gue. Gue menerima dengan senang hati.
Gue dan kak Ceilo keluar dari dalam mobil sport dimana dengan posesif salah satu tangan kak Ceilo merengkuh pinggang gue.
Para pelayan restoran sangat tau siapa yang datang. Mereka menunduk hormat kepada pasangan yang baru saja masuk.
Gue dan Ceilo berpisah karena gue ingin berganti seragam sekolah sedangkan kak Ceilo ke ruang VVIP. Setelah gue berganti pakaian di ruang ganti pemilik restoran, gue bergegas ke ruang VVIP.
Ceklek
Pintu VVIP terbuka, kak Ceilo terkesima dan terpesona saat melihat penampilan gue dengan pakaian gaun selutut lengan pendek.
Gue berjalan ke kursi yang sudah di siapkan lalu makan bersama dengan kak Ceilo. Setelah selesai makan kami keluar dari restoran TwinA.
Gue dan kak Ceilo langsung masuk mobil sport dan kak Ceilo menyetir ke arah Barat. Hampir sejam kami baru saja tiba disebuah Villa kosong tetapi masih terawat.
Tangan gue ditarik oleh Kak Ceilo untuk memasuki Villa tersebut. Kak Ceilo menuntun gue ke arah sofa panjang yang masih bagus.
"Kak ini Villa siapa?" tanya gue melihat sekitar.
"Villa kakak. Kakak baru beli kemaren sekaligus mau di renovasi."
"Benarkah?! wah kakak hebat ya !!!." seru gue takjub.
Tanpa gue sadari kak Ceilo sudah mencium bibir gue. Kak Ceilo terus saja mencium bibir gue intens dan menuntut membuat gue terbuai dalam ciuman kak Ceilo.
Di sela-sela ciuman itu, Salah satu tangan kak Ceilo menyentuh gunung kembar gue di luar pakaian. Gue benar-benar hanyut dalam ciuman memabukkan kak Ceilo.
Tanpa sadar kak Ceilo dan gue sudah tak mengenakan pakaian lagi hanya tersisa pakaian dalam untuk gue dan celana pendek untuk kak Ceilo.
Gue menepuk dada kak Ceilo karena kehabisan napas. Kak Ceilo menyudahi ciuman panas dan hot kami.
Gue mengambil napas dalam bahkan tubuh gue bersandar di sofa panjang. Kak Ceilo tak tinggal diam, dia meloloskan celana bikini gue dengan mudah.
Kepalanya sudah berada di rumah gue bahkan bermain disana membuat gue mendesah tak karuan bahkan kedua kaki gue berada di kedua pundak kak Ceilo.
Permainan kak Ceilo benar-benar membuat rumah gue banjir dan tubuh gue benar-benar lemes tak berdaya.
"berdirilah sayang." seraknya.
Gue yang lemes dibantu kak Ceilo menuju sebuah kursi single yang sedikit tidak rapat.
"Kak Cei, aku takut." ucap gue bergetar ketakutan.
"Tenanglah, kakak akan bertanggung jawab." bujuk kak Ceilo mengecup pucuk kepala gue.
Di hati gue sebenarnya sudah ketakutan yang luar biasa, gue meminta bantuan dengan cara membatin ke Alan : Lan, bantu gue untuk menyadarkan kak Ceilo.
Kak Ceilo mengarahkan kedua tangan gue di sisi kursi untuk berpegangan dimana kaki gue sedikit dibuka. Tubuh Kak Ceilo mensejajarkan dengan tubuh gue agar boy bisa leluasa. Saat boy sudah berada di luar rumah gue.
"Sayang, apitkan pahamu agar boy dan rumahmu bisa terus bersama." titah kak Ceilo serak.
Gue mengikuti saran kak Ceilo. Kak Ceilo memaju mundurkan boynya dari pelan sampai cepat. Membuat gue mendesah kenikmatan walaupun rumahnya tidak dimasuki boy kak Ceilo. Kak Ceilo juga sama mendesah kenikmatan bahkan kedua tangan kak Ceilo sudah berada di gunung kembar gue yang terbebas dari bikini.
Hampir 30 menit, gue dan kak Ceilo Alan bersama mengalami pelepasan. Gue terduduk lemes sehingga Kak Ceilo yang sudah terbakar gairah ingin memasukkan boynya ke rumah gue.
Bag bug bag bug
...⚜⚜⚜⚜⚜⚜...
...Akhirnya Selesai juga, part terpanjang dan baru dapat ide 🤭😊...
...Aduh Kak Ceilo ingin ... 🙄🙄...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤❤, like 👍👍👍 dan komentar 💬💬💬 agar author semangat update 🥰😍🤩😘...