
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโก...
Mansion Utama RR
Pagi hari di kamar pengantin baru, Gava dan Leo masih terlelap di balik selimut. Pergerakan tubuh Leo membuat mata Gava mengerjap dan terbuka perlahan-lahan. Dia memandang wajah tampan suaminya.
"Nikmat mana lagi yang kau dustakan, Ya Allah. Tiap hari saat bangun tidur dapat asupan wajah tampan bak anak kecil suami gue." Batin Gava memandang wajah Leo terlelap terkesan anak kecil.
Tangan Gava terangkat mengelus rahang tegas suaminya. Leo sebenarnya sudah bangun tetapi dia biarkan tangan istrinya bergerilya.
"Leo, wajahmu kalo tertidur terkesan damai dan tenang banget. Tetapi saat kamu membuka mata mata tajam terkesan datar, rahang tegas dan hidung mancungmu seperti mau menerkam mangsa." Batin Gava mengelus rahang tegas Leo.
Wajah Gava tersentak kaget saat tangan Leo menangkap tangan Gava kemudian mencium punggung tangannya. Mata Leo terbuka dan menatap mata Gava dengan penuh cinta.
Saat mata Leo dan mata Gava terkunci, semakin lama semakin dekat wajah mereka sehingga bibir mereka bersentuhan, ciuman yang panas dan hot serta intens membuat suasana pagi awalnya dingin menjadi panas. Kedua tangan Leo tidak tinggal diam.
Di sela-sela ciuman Leo yang menuntut, Wajah Gava memerah karena pasokan oksigen membuat tangan Gava menepuk dada bidang Leo agar mau berhenti. Leo melepaskan ciuman mereka.
"Hosh .... hosh ... hosh ..." Gava menghirup napas rakus.
"Morning k**s yang sangat panas sayang. Mau morning s** sayang." Goda Leo mengerlingkan matanya.
Blusssh
Wajah Gava seketika memerah mendengar nada frontal Leo.
"Gak, gak. Di bawah baru saja enakkan." Tolak Gava saat Leo bergairah dan onfire.
"Aku tidak menerima penolakan sayang. Cukup diam dan nikmati saja. Aku yang akan bergerak." Sahut Leo mesum.
__ADS_1
Leo melancarkan aksi morning s** pagi hari untuk pertama kali. Gava hanya bisa pasrah di bawah kungkungan Leo yang bergairah pagi-pagi.
Sementara di kamar lain, Fira sejak tadi membujuk Dewa untuk menyiapkan sarapan pagi. Tetapi Dewa yang posesif dan keras kepala menolak mentah-mentah.
"Suamiku posesif amat ya. Kan cuman masak bukan mau perang." Batin Fira tak menyerah meminta ijin.
"Boleh ya baby?"
"Gak sayang." Sahut Dewa lembut.
"Aku pengen masak sama mantu kita. Ya ya." Rajuk Fira mengelus dada bidang suaminya.
Dewa yang di elus dadanya oleh tangan lembut istrinya sedikit mulai sedikit gairahnya naik.
"Sayang aku mengijinkan kamu memasak." Serak Dewa tetapi dia memiliki ide agar Fira bermain pagi terlebih dahulu.
Fira yang mendengar lampu hijau dari suaminya. Mengerjapkan matanya berulang kali.
"Serius sayang. Kamu tidak bohongkan?" Tanya Fira senang mendongakkan kepalanya.
"Ada udang dibalik batu ternyata. Suamiku mesum juga. Pagi-pagi sudah onfire, tadi malam kurang apa. Syukur istrimu ini berbakti." Batin Fira cemberut saat menatap mata bergairah suaminya.
Dewa yang melihat istrinya melamun dan mempoutkan bibirnya seketika bibir Dewa langsung membungkam bibir Fira dengan menuntut, panas dan hot.
(Baru dua pasangan sudah menikah melakukan morning s**, belum lagi tiga pasangan selanjutnya yang akan menikah akan melakukan morning s**. Adakah pasangan yang normal nanti yang tidak semesum pasangan Dewa-Fira dengan Leo-Gava ~ Author masih belum nikah ya allah ๐)
Masih di kamar pasutri paruh baya, Dewa dan Fira hanya melakukan satu ronde dengan durasi singkat. Lalu satu ronde lagi di kamar mandi dengan durasi sangat lama. Kamar Dewa dan Leo di modifikasi berbeda dari kamar lain. Setelah selesai bermain di kamar mandi. Fira keluar kamar menuju kamar pengantin baru.
Saat didepan kamar pengantin baru, Fira menempelkan telinganya samar-samar mendengar suara ranjang bergoyang dan burung bersahutan.
"Dasar pengantin baru, pagi-pagi udah main. Gak lama akan ada bocah Rajendra dan Ramos. Lalu aku akan di panggil oma." Batin Fira senang.
"Aku harus bikin jamu kuat agar Ayya tidak kelelahan dalam melayani Leo. Habisnya Leokan keturunan Dewa apalagi sifat mesumnya." Batin Fira lagi dengan wajah memelas.
"Bunda Fira." Sahut seorang pemuda ceria.
__ADS_1
Fira menjauhkan acara mengupingnya dan melotot kaget melihat Ceilo datang ke arah kamar pengantin baru.
"Waduh ... gawat ... ada anak dibawah umur. Lebih baik gue ajak menjauh dari area ini. Jangan sampe Ceilo yang polos terkontanimasi otaknya." Batin Fira menjauhi kamar pengantin baru.
Fira mendekati Ceilo kemudian menarik tangan Ceilo menjauhi kamar pengantin baru. Ceilo menampilkan wajah bingung. Sebenarnya dia hanya menegur Fira saja tanpa tau apa di dalam pengantin baru.
"Loh bunda, Cei. Kalian sudah bangun? Mau kemana?" Tanya seorang gadis.
"Cei aja gak tau kak ...." balas Ceilo bingung siapa nama gadis didepannya ini.
"Panggil Amel, Cei. Panggil Amel." Sahut Amel ngegas.
"Iya ya kak Amel. Jangan ngegas." Sahut Ceilo ngegas.
Wajah Amel seketika naik pitam dan ingin memukul kepala bocah nakal tak tau sopan santun di depannya ini.
"Sudah sudah. Kalian jangan seperti kucing dan tikus." Lerai Fira saat ingin Amel mendekati Ceilo tetapi Ceilo yang gesit berlari ke arah belakang Fira agar terlindungi dari amukan macan betina.
"Dasar bocah tau tau tata krama." Gumam Amel sengit tetapi hanya didengar Fira.
"Ya Allah syukur ada bundadari baik hati yang lindungi si Cei dari amukan macan betina." Gumam Ceilo agak keras.
"Apa kamu bilang macan betina?" Tanya Amel marah.
"Gak kok, Kak Amel cantik dan baik hati. Ceilo gak bilang apa-apa. Iyakan bunda?" Elak Ceilo sekaligus meminta bantuan ke Fira.
Fira hanya mengangguk dan terkikik saat elakan Ceilo meminta bantuan padanya. Amel tersipu malu dan melayang saat pujian ceilo.
"Benar apa yang dikatakan si bocah ini bun?" Tanya Amel tersipu malu.
Fira hanya mengangguk saja. Kemudian mendengar bisikan Ceilo yang tulus.
"Terima kasih bundadari. Ceilo selamat dari amukan macan betina." Gumam Ceilo berbisik.
Fira tersenyum tulus dan teduh. Kemudian menarik salah satu tangan Amel dan Ceilo menjauh dari kamar pengantin agar tidak menganggu suasana pagi pengantin baru.
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...