
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโก...
Leo kemudian bangkit dan berlari-lari menuju kamar istrinya. Di hatinya sekarang tak karuan mendengar hal ini. Dia benar-benar takut kalo istrinya bernasib sama dengan kakak ipar perempuannya.
Balik ke kamar AG yuk!!!
Sebelum Leo ke ruang pertemuan, Leo dan Gava berada di kamar AG. Gava sebenarnya sudah bangun. Dia hanya pura-pura tidur.
"Gue ingin liat reaksi Leo deh. Tahan gak ya kalo gue lepas semua pakaian gue kecuali pakaian dalam gue." Batin Gava jahil saat matanya masih terpejam rapat.
Mata Gava yang tertutup rapat seperti orang mengigau berusaha duduk. Tangan Gava mulai melepaskan semua pakaiannya satu persatu hanya tersisa pakaian dalam saja. Kemudian mata Gava berusaha sedikit melirik wajah Leo. Dia tersenyum tipis saat Leo meneguk salivanya.
"Hahahaha suami gue ternyata tergoda juga. Sabar ya bang, nanti adek akan melayani abang. Lebih baik gue ganti pakaian jaring laba-laba deh." Batin Gava tertawa keras kemudian sebuah ide lain terlintas di benaknya.ย
"Leo." Serak Gava tersenyum seperti habis bangun tidur.
"Ya, ada apa?" Tanya Leo agak serak seperti menekan sesuatu.
"Kau saja yang menghadiri pertemuan ini, aku mau istirahat." Balas Gava polos.
Leo dengan patuh mengangguk menyetujuinya. Gava tiba-tiba kaget saat wajah Leo langsung mencium bibirnya dengan intens. Wajah Gava memerah karena hampir kekurangan oksigen, Leo melepaskannya bibirnya dan bibir Gava sehingga Gava menghirup udara rakus.
"Kau kebiasaan Leo." Rajuk Gava manja.
"Hahahaha maaf sayang." Leo terkekeh kemudian memeluk tubuh Gava.
"Sebaiknya aku ke pertemuan segera. Kau tau Amel seperti apa." Lembut Leo.
"Ya. Pergilah." Angguk Gava.
Gava merebahkan tubuhnya. Sekali lagi leo mencium bibir Gava.
__ADS_1
"Setelah pertemuan ini. Siap-siap saja kau yang aku makan sayang." Bisik Leo menggoda.
"Aku tunggu sayang." Bisik Gava genit dan sens**l.
Leo keluar dari kamar AG menuju ruang pertemuan. Gava menunggu langkah kaki Leo semakin jauh bangkit dari ranjang. Dia mengambil laptopnya. Dia meretas CCTV diruang pertemuan dan menyimak pembicaraan mereka.
"Hahahaha kok gue kasian ya sama wajah Kak Zafar. Lou, Lou lo mengkambing hitamkan Kak Zafar. Astaga,, gue jadi ingat waktu itu. Saking Leo gak tahan lalu si bocah kembar tidur di kamar gue dan Leo. Mau tidak mau memanggil Zafar untuk menjemput si bocah kembar yang tertidur pulas." Batin Gava tertawa sambil mengingat hal yang sebenarnya memalukan bagaimana ekspresi wajah Zafar dan Lou.
Flashback On
Di kamar Gava dan Leo, si kembar tertidur bersama kedua orangtuanya di tengah-tengah mereka. Gava memancing Leo dengan gerakan sens***l. Jakun Leo naik turun saat melihat gerakan Gava menurutnya sen***l.
Leo bangkit ke sisi ranjang dan berjalan pelan. Saat tiba di samping ranjang Gava, Leo merebahkan tubuhnya.
"Sayang, aku ingin." Serak Leo penuh cinta.
Bibir Leo langsung mencium bibir Gava intens. Kedua tangan Leo sudah bermain dengan tubuh Gava. Gava hanya mengeluarkan suara merdu dengan sangat kecil.
"Aku akan memanggil Zafar agar membawa si kembar dari kamar kita. Aku ingin mendengar suara indah dan merdumu sayang." Seringai Leo menekan salah satu interkom dikamar AG.
Leo yang tak tahan membuka kaki Gava lebar-lebar agar kepemilikkan Leo memasuki rumah Gava. Saat Leo dan Gava asyik memadu kasih di balik selimut tiba-tiba saja pintu di ketok.
Tok tok tok
Leo menyuruh Zafar masuk. Saat Zafar memasuki kamar AG, wajahnya syok dan kaget melihat pemandangan tak ingin di lihat, dimana Gava di bawah sedangkan Leo di atas tetapi masih ditutupi selimut. Zafar berusaha tenang dan menampilkan wajah biasa.
"Bawa kedua anakku ke kamar mereka. Aku tidak ingin mereka melihat hal yang belum di ketahui oleh anak kecil." Perintah Leo serak dan datar.
Zafar mengangguk saja kemudian berjalan kearah ranjang Kingsize. Dia mengangkat tubuh Alan. Saat ingin mengangkat tubuh Alana, si Lou masuk tanpa di undang. Dia ingin teriak tetapi menciut saat Gava dan Leo menatapnya tajam.
Gava menyuruh Lou untuk mengambil Alana. Lou tidak perlu bertanya. Dia berjalan kearah ranjang kingsize dan mengambil tubuh Alana dengan hati-hati.
"Es balok, Gav. gue kasih saran ya. dengerin nih. Kalo kalian mau en*-en*, jangan sampai anak-anak tau. Awas aja nanti para otak keponakan gue jadi me**m kaya es balok." Bisik Lou bijak.
"Gue juga gak akan mau kali. Makanya gue nyuruh lo sama kak Zafar bawa nih anak-anak gue." Bisik Gava sengit.
Lou dan Zafar keluar. Mereka menutup kuping kedua anak kembar itu agar tidak mendengar suara laknat yang dihasilkan oleh kedua orangtua mereka.
__ADS_1
Flashback Off.
Gava kemudian bangkit dan menuju walk in closetnya. Dia mengambil pakaian jaring laba-laba yang sangat seksi.
Kemudian dia menuju ranjang dan mendengar percakapan di ruang pertemuan itu. Dia tercekat saat Adam menceritakan hal kelam waktu 6 tahun yang lalu.
Gava mematikan laptopnya. Dia terisak saat gagal menyelamatkan kakak kandungnya dan istrinya dari sekapan si tua bangka itu.
Bbrrraaaaakkkkkk
Leo membuka pintu kamar AG dengan keras. Gava menoleh, dia melihat wajah Leo dengan pandangan tak bisa di artikan.
Leo memeluk tubuh Gava erat. Dia menangis dalam diam saat mendengar cerita masa lalu istrinya yang kelam.ย Gava sebenarnya tau hal ini tetapi berpura-pura agar tidak ada yang curiga. Dia berusaha menenangkan tubuh Leo.
"Kenapa kau menyembunyikan hal ini sayang?" Tanya Leo lirih sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Gava.
Gava mendengar nada lirih Leo, seketika memeluk erat tubuh Leo. Dia kembali ke masa lalu, dimana saat itu masih berusia 15 tahun melihat hal yang menggenaskan untuk kedua kalinya dalam hidupnya. Keluarga direnggut oleh Aaron sekarang kakak satu-satunyalah yang menjadi sumber kebahagian juga direngut paksa.
"Aku hiks aku hiks." Lirih Gava mengeluarkan air matanya dengan tenggorakan tercekat.
Hatinya kembali sakit dan ingatan itu terus berputar bak kaset rusak. Leo melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Gava dengan tangannya. Tatapan Gava memancarkan kesakitan luar biasa, depresi, frustasi yang sangat dalam.
Bibir Leo tiba-tiba saja mencium bibir Gava. Leo ingin merasakan kesakitan istrinya lewat bibir mereka. Ciuman panas Leo dan Gava berbeda dari biasanya tidak menuntut melainkan ciuman kesakitan, penderitaan, depresi serta kefrustasian.ย
Leo terus saja membungkap bibir Gava terus menerus bahkan tubuh Gava di rebahkannya. Gava merasakan oksigen yang ada ditubuhnya menipis mencengkram erat kedua tangan Leo.
Leo melepaskannya ciuman bibir mereka. Gava menghirup oksigen dengan rakus. Leo memeluk tubuh Gava.
"Menangis lah sayang." Sahut Leo.
Gava menangis terisak dan menyayat hati. Bahkan dia terus memukul dadanya sesak, Leo yang tak tega membungkam bibir Gava untuk menyalurkan kehangatan, ketenangan serta kenyamanan.
Setelah itu, Leo melepaskan bibirnya dengan bibir Gava. Wajah Gava mendongak menatap wajah Leo saat ini. Leo terus memeluk Gava .........
...โโโโโโ...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...
__ADS_1