Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 63


__ADS_3

...โš ๏ธ Warning โš ๏ธ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐Ÿคซ๐Ÿคญ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Œ๐Ÿค—...


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


Mansion Utama RR


Pagi hari kepala maid syok + kaget saat memeriksa dapur mansion seperti kapal pecah.


"Kenapa dapur seperti kapal pecah?! Siapa melakukan semua ini?! Daripada diri saya menerka-nerka lebih baik saya periksa di Cctv." Batin kepala maid bertanya-tanya.


Kepala maid bergegas menuju ruang CCTV untuk memeriksa dapur bak kapal pecah. Setelah melihat CCTV, ternyata kepala maid melihat 3 pasutri sedang membuat makanan. Kepala maid mengernyit saat Leo memasakkan untuk Gava. Wajah kepala maid itu memasang tak bisa digambarkan.


"Ternyata dalanglah para tuan muda dan nyonya muda yang sedang ngidam. Tuan muda Leo sama seperti tuan besar Dewa selalu siap siaga." Batin kepala maid takjub melihat Leo memasak untuk Gava.


Kepala maid akhirnya selesai memeriksa CCTV dapur. Kepala maid menyuruh para maid untuk membersihkan dapur. Kepala maid sudah memberikan penjelasan bahwa 3 pasutri baru datang ke dapur.


Kamar Utama Leo dan Gava


Gava terusik karena suara burung berkicau. Gava mulai membuka matanya perlahan-lahan. Gava tersenyum saat Leo masih memeluknya erat. Gava memindahkan tangan Leo di perut agak buncitnya.


"Kau ingin membangun papamu dengan cara ekstrim sayang." Gumam Gava saat melihat wajah damai Leo.


Gava bangkit dari ranjang kingsizenya. Dia menuju peralatan makeupnya. Dia mengambil lipstik, earliner, perona pipi dan pensil alis. Gava kembali ke ranjang kingsizenya. Dia membuat lukisan di wajah Leo.


"Bagus juga wajahmu sayang. Kau senang nak." Gumam Gava tersenyum saat melihat maha karya di wajah Leo sambil mengelus perut agak buncitnya.


Wajah Leo benar-benar hancur. Bibir merah menyala, kedua alis disatukan, di bikin perona merah marun di kedua pipi, dihidungnya di kasih bulatan merah besar lalu kumis agak panjang. Sebenarnya Gava tidak tega tetapi keinginan anak kembarnya. Dia melakukan hal itu.


Setelah itu Gava ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah membersihkan diri, Gava keluar dari kamar untuk memasak sarapan untuk keluarganya.


"Pagi bi." Sapa ceria Gava saat kepala maid sedang mempersiapkan sarapan pagi.


"Pagi nyonya muda." Sapa kepala maid tersenyum sopan.


"Ada yang bisa Gava bantu?" Tanya Gava antusias.


"Semuanya sudah siap nyonya muda. Anda tinggal duduk saja sambil menunggu yang lain datang." Balas Kepala maid sopan.


Gava mengangguk kemudian dia menuju kursinya.

__ADS_1


"Bi, apa pesanan Gava sudah siap?" Tanya Gava lagi.


"Iya nyonya muda. Kalo boleh tau pesanan itu buat siapa?" Balas kepala maid dan bertanya balik.


"Buat seseorang." Seringai Gava bak iblis tetapi berwajah malaikat.


Kepala maid dan beberapa maid hanya bergidik ngeri. Beberapa menit kemudian, semuanya datang menuju meja makan untuk sarapan pagi kecuali Leo.


"Ayya, mana Leo?" Tanya Fira kesana kemari mencari keberadaan sosok Leo.


"Tidur mi." Balas Gava polos.


"Tidur. Tumben, biasanya selalu ada disebelah Ayya. bak anak kucing." Batin Fira mengernyitkan dahi.


"Gav, hari ini kita ke markaskan?" Antusias Amel baru saja masuk ke ruang makan.


"Ya. Malahan gue ada kejutan buat si tua bangka itu." Balas Gava tak kalah antusias.


Di kepala Gava banyak sekali ide-ide bertebaran dimana-mana.


"Sayang." Sahut seorang pria tampan dan gagah tetapi dengan wajah penuh coretan.


Semuanya menoleh seketika tertawa menyembur di mulut mereka masing-masing saat melihat wajah pria itu. Pria tampan yang ditertawakan hanya menampilkan wajah tanda tanya.


"Hahaha Leo hahahaha kau tidak cuci muka dulu hahahaha." Ucap Fira sambil tertawa terbahak-bahak melihat wajah putranya.


"Kak es balok hahahaha mukanya lucu hahahaha" ucap Ceilo terbahak-bahak.


Wajah Leo benar-benar bingung saat Fira, Amel dan Ceilo mengomentari wajahnya.


Gava, si pelaku hanya tertawa terbahak-bahak. Kepala maid, para maid dan bebeberapa pengawal hanya menunduk menahan tawa.


"Tuan Leo coba anda ke cermin, lihatlah wajah anda seperti badut." Ucap Zafar terkikik.


Leo berjalan ke arah cermin kemudian melotot kaget. Dia meraba wajahnya dimana alisnya disatukan oleh pensil alis, hidungnya dibuat bulatan merah pake lipstik, bibirnya dipoles merah merona bak sengatan lebah, terus pipinya di beri rona merah.


Leo membalikkan tubuhya dimana dia melihat istrinya tertawa. Leo menyeringai bak iblis membuat beberapa disana membeku terutama Gava, si pelaku.


Kaki Leo terus saja berjalan ke arah Gava. Gava menatap Fira, dewa dan yang lain meminta pertolongan tetapi mereka semua hanya menggelengkan kepala.


Tubuh Gava tepat di sebelah istrinya. Tubuh Gava menegang saat Leo membisikinya.


"Kamu nakal sayang. Ayok kita ke kamar aku akan memberikanmu hukuman." Bisik Leo.

__ADS_1


Gava meneguk salivanya kasar saat Leo menggendongnya ala bridal style.


"Kyaaa.... leo turunin aku. Aku hanya ingin mengikuti keinginan anak kita." Mohon Gava di gendongan Leo.


Telinga Leo seakan-akan tuli mendengar nada permohonan Gava.


"Mami, papi, Amel, Miko, Lou tolongin gue." Teriak Gava dengan nada memohon.


"Leo jangan kasar-kasar ingat Ayya lagi hamil." Peringat Fira semangat tanpa membantu.


"Iya mi. Twin kalian berangkat ke sekolahnya sama uncle Agung." Ucap Leo kemudian menoleh kearah twin.


Si kembar hanya menganggukkan kepalanya saja. Toh, hampir dua bulan mereka mulai terbiasa melihat adegan romantis orang tuanya.


Leo berlalu membawa Gava di gendongannya. Beberapa menit kemudian, Gava dan Leo berada di kamarnya. Leo menuju arah kamar mandi. Leo mendudukkan tubuh Gava di closet.


"Bersihkan sayang." Perintah Leo dingin.


Gava hanya meneguk saliva kasar saat Leo mengeluarkan nada dingin. Akhirnya Gava membersihkan wajah Leo.


20 menit, wajah Leo kembali seperti semula. Leo tersenyum puas.


"Maaf hiks." Lirih Gava.


Leo mendengar nada lirih istrinya langsung memeluk tubuh istrinya.


"Kenapa kamu nangis?"


"Maaf hiks.. gara-gara aku hiks ... ngidam hiks.."


"Sayang, aku tidak marah. Kau lakukan apapun pada tubuhku juga gak papa. Asal hanya kita berdua."


Gava mendongak wajahnya. Leo mengusap air mata Gava. Leo mencium bibir Gava penuh cinta dan ketenangan. Setelah melepaskan ciuman mereka. Gava memeluk tubuh Leo dan mencium aroma tubuh Leo.


"Kita sarapan dulu. Aku tidak mau anak kita kelaparan." Lembut Leo.


"Kau lebih baik mandi dulu. Baru kita sarapan." Manja Gava sambil memeluk tubuh Leo.


Leo menurunkan tubuh Gava dengan hati-hati. Gava keluar dari kamar mandi dan mempersiapkan pakaian suaminya. Gava menunggu suaminya selesai mandi. Tiba-tiba saja Gava menginginkan sesuatu.


"Twin, apalagi yang kau inginkan. Kau ingin menyiksa papamu memakan makanan mangga muda tetapi langsung dari pohon. Astaga, nak. Papamu mana pernah naik pohon mangga." Batin Gava mengelus perut agak buncitnya dengan sayang.


Leo selesai mandi kemudian keluar dari kamar mandi. Dia melihat wajah Gava yang melamun kemudian ....

__ADS_1


...โ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™ค...


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿคฉ๐Ÿ˜˜...


__ADS_2