
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
Tiap episode author kasih bocoran tapi dikit banget soalnya war antara Gava melawan Jeslin,, nanti ada flashback dalam flashback,, maksudnya di judul flashback di dalam cerita juga flashback 😊
Yuk kita ke cerita lagi 👉👉👉
Helikopter yang membawa Zafar dan yang lain tiba dilandasan mansion Utama RR lebih tepatnya rumah sakit pribadi. 3 orang dokter serta 10 perawat sudah menunggu kedatangan mereka.
Saat tubuh Zafar keluar pertama kali sambil menggendong Alfa dibelakangnya Miya. Mereka syok dan menahan napas saat melihat tubuh Alfa yang dipenuhi luka.
Lalu disusul tubuh Lou menggendong Amzar dibelakangnya Vori. Jantung mereka hampir lepas saat melihat tubuh Amzar lebih parah ketimbang tubuh Alfa.
2 orang dokter dan 4 perawat bergegas memeriksa keadaan Alfa dan Amzar di brangkar.
"Tuan Zafar, Tuan Lou. Kita harus segera ke ruang tindakan agar tuan muda Alfa dan tuan muda Amzar bisa betahan." Ucap kedua dokter tersebut.
"Lakukan yang terbaik untuk putraku." Ucap Zafar dan Lou bersamaan.
Dua brangkar memasuki rumah sakit pribadi khusus organisasi AZZA diikuti Zafar, Miya, Lou dan Vori. Di perjalanan, kedua dokter berada di atas brangkar Amzar dan Alfa untuk melakukan pertolongan pertama di dorong oleh beberapa pengawal.
Sesampai di ruang UGD, pasangan Zafar-Miya, Lou dan Vori menunggu. Salah satu ketua pengawal yang bertugas di rumah sakit pribadi organisasi AZZA menghubungi salah satu ketua pengawal di rumah duka untuk memberi kabar.
"Yang, apa Alfa dan tuan muda Amzar akan selamat?" lirih Miya dipelukan Zafar.
"Berdoalah sayang. Semoga dokter akan menyelamatkan mereka." Ucap Zafar mengelus pucuk kepala istrinya.
Miya terus terisak karena memikirkan putranya. Lou terduduk dengan kepala menunduk.
Sementara di rumah duka Grace dan yang lain mendengar bahwa Amzar dan Alfa berada di rumah sakit pribadi organisasi AZZA bergegas keluar dari rumah duka tanpa Akbar dan Noe.
Beberapa menit kemudian, beberapa derap langkah di setiap lorong UGD berbunyi. Lou dan Vori bangkit dari kursi untuk menyambut sang istri tercinta.
Grace memeluk erat tubuh Lou dengan isakan lirih dan menyanyat hati.
"Hiks ... putraku hiks... putraku hiks...." tangis Grace di dekapan Lou.
"Sayang, putra kita akan baik-baik saja." Ucap Lou serak dan berusaha menenangkan Grace padahal hatinya benar-benar hancur disaat kedua putranya mengalami hal buruk seperti ini di usia hendak 9 tahun.
Alana dan Sekar memeluk Ceilo dan Alan dengan air mata terus mengalir deras. Masalah bertubi-tubi di waktu yang berbeda membuat mental mereka terpukul berat. Musuh mereka kali ini benar-benar beringas untuk pertama kali dalam masalah pasangan Gava dan Leo.
Tidak jauh dari lorong UGD, sepasang anak berusia 11an dengan pakaian serba hitam sedang mengawasi Lou dan yang lain. Mereka juga terisak mendengar kabar mengejutkan ini.
"Bang, aku ingin memeluk mommy Grace dan daddy Lou untuk mengabarkan bahwa salah satu anak mereka juga kritis akibat racun yang disebabkan oleh penghianat." Isak gadis kecil berusia 11an itu dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Gak kamu aja. Abang juga ingin memeluk mereka. Tetapi kalo kita muncul sekarang, takutnya akan terjadi masalah. Lebih baik kita pantau saja." Ucap pemuda kecil berusia 11an itu memeluk gadis kecil berusia 11an.
Ddddrrrrrtttttt
Ponsel pemuda kecil itu berbunyi.
__ADS_1
"Halo"
"Tuan muda, nona muda. Anda harus ke markas sekarang, kita menemukan obatnya." Ucap seseorang dibalik ponsel.
"Ya." singkat pemuda kecil itu.
Tut
"Ada apa?" tanya gadis kecil itu ke pemuda kecil setelah mematikan ponsel secara sepihak.
"Mereka sudah menemukan obat untuk adik kita. Ayok." Balasnya menarik gadis kecil itu.
Sepasang anak berusia 11an tak luput dari penglihatan pasangan Alana-Ceilo dan Alan-Sekar. (Ayok siapa sepasang anak itu ??? tebak sendiri 🤣)
3 jam kemudian, Pangeran Ello dan yang lain datang ke rumah sakit pribadi organisasi AZZA membawa tubuh Leo yang sudah pucat di atas brangkar menuju UGD agar di periksa meninggal apa belum.
Sebelum masuk ke ruang UGD, Alana berlari dan menahan brangkar Leo.
"Papa !!!!!!" teriak Alana menangis sambil menggoyangkan tubuh Leo yang sudah pucat dan mulai kaku.
Zafar melihat tubuh Leo seketika kaku dan terdiam dengan air mata mulai memanas. Alan menangis dalam diam sambil memeluk Sekar. Sekar juga menangis melihat sang mertua dengan kondisi pucat dan kaku.
Ceilo mengambil tubuh Alana dan mendekapnya membuat para dokter langsung memasukkan brangkar Leo ke UGD.
"Sayang hiks ... papa hiks ..." Isak Alana dipelukan Ceilo.
Ceilo berusaha menenangkan Alana. Alana terus memanggil sang papa lama kelamaan tidak ada suara membuat Ceilo panik.
"Alana, sayang. Bangun." Ucap Ceilo melihat mata Alana tertutup rapat alias pingsan.
"Mom, dad. Alan pingsan." panik Sekar lirih.
"Sebaiknya bawa ke ruang rawat Sekar, Ceilo." Lirih Lou.
Dua orang dokter dan 4 perawat datang dengan membawa dua brangkar. Ceilo meletakkan Alana di atas brangkar. Adam membantu Sekar untuk meletakkan Alan di atas brangkar.
Brangkar yang membawa Alan dan Alana di dorong oleh 2 dokter dan 4 perawat ke ruang rawat diikuti Ceilo, Sekar, Adam dan Shafa.
...🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬...
Gedung tua lain arah Selatan Negara A
Di sebuah ruangan yang sudah dirubah oleh Jacob, Jeslin dan Meli. Dimana sepasang anak kembar dan Neira di kurung dalam kurungan yang berbeda. Gava berada ditengah-tengah mereka dengan kondisi tak sadarkan diri serta tubuh, kaki dan tangan diikat jangan lupakan mulut di lakban.
Tidak jauh dari tempat Gava dan anak-anaknya, ada ruangan kecil diisi sebuah kasur dan kamar mandi.
"Ma bangun mah." panggil Neira terisak melihat kondisi Gava yang tidak sadarkan diri.
"Ma, bangun mah." panggil sepasang anak kembar itu juga terisak.
Jacob, Meli dan Jeslin serta Gita dan Hansa memasuki ruangan tersebut. Senyum sinis dan meremehkan terbit di bibir Jacob, Meli dan Jeslin.
"Jeslin,, ternyata benar perkataanmu kalo ratu Ayya memiliki tubuh yang menggairahkan dan wajah yang cantik." Ucap Jacob menatap lapar ke arah Gava.
"Tapi honey kamu harus hati-hati, ratu Ayya sangat licik. Dibalik wajah polos dan manisnya itu seperti ular berbisa." peringat Jeslin.
__ADS_1
"Ya, aku tau honey." Ucap Jacob mencium bibir Jeslin sekilas.
Mmmmmm
Gava mulai sadar dari pingsannya, obat bius yang disuntikkan ke leher Gava dosisnya sudah habis. Gava perlahan-lahan membuka matanya dan menyesuaikan cahaya.
Kepala Gava mendongak dan membulatkan mata saat melihat Jeslin, Meli dan Jacob dalang dari semua ini. Gava juga mengedarkan pandangannya ke arah lain seketika jantungnya hampir lepas karena melihat ketiga anak-anaknya berada disini.
Meli mendekati Gava dan membuka lakban di mulut Gava dengan kasar membuat Gava meringis.
"🤬🤬🤬" Umpat Gava dengan wajah marah dan berusaha melepaskan ikatan yang berada ditubuhnya. (Author sensor ya 🤣, daripada gak lolos 🤭)
"Hahahaha .... kaget ratu Ayya." angkuh Jeslin.
"Iya, kak Jes hahahaha ... seperti sebuah kejutan untuk Ratu Ayya." Ucap Meli dengan wajah senang dan menyeringai.
"Lepaskan anak-anak gue, sialan. Mereka tidak tau apa-apa tentang masalah ini." murka Gava berusaha melepaskan ikatan yang melekat ditubuhnya.
"Lepasin anak-anak anda, jangan mimpi. Justru itu, saya akan menyiksa anak anda terlebih dahulu agar anda tersiksa lahir dan batin." Ucap Jeslin memegang dagu Gava membuat Gava mendongak.
Cuih
Gava meludah tepat di wajah Jeslin.
Plak
Jeslin menampar pipi kiri Gava agak keras membuat wajah Gava tertoleh ke samping dan sudut bibir kiri Gava robek.
"Teruslah Jeslin, terus siksa Gava, setelah ini kalian semua akan kaget." batin Gita tersenyum tipis.
Sementara salah satu pengawal yang memiliki wajah dingin dan datar menatap Jeslin, Jacob dan Meli bergantian dengan senyum simpul yang tidak bisa diartikan. "Permainan dimulai."
"Apa yang lo lakuan setan?!" murka Gava dengan wajah penuh amarah.
"Anda yang apa-apaan. Anda dengan seenak jidat meludahi saya dengan mulut bau anda." sinis Jeslin tak mau kalah.
"Gue lakuin itu karena lo udah usik keluarga gue, setan. Jadi wajar gue meludahi lo karena wajah lo menjijikkan." Ucap Gava tanpa takut dan sinis.
Jeslin yang murka langsung menjambak rambut Gava membuat kepala mendongak dengan suara meringis.
"Anda harus membayar yang sudah keluarga anda lakuin kepada keluarga saya." Ucap Jeslin dengan wajah murka.
"Keluarga Anda pantas mendapatkan hukuman penggal karena sudah berkhianat dengan kerajaan." sarkas Gava sinis.
"Sudah ditawan tapi mulutmu masih sama-sama seperti ular berbisa." Sindir wanita paruh baya diikuti pria paruh baya dibelakangnya.
Meli, Jacob, dan Jeslin tersenyum mengembang berbeda dengan Gita, Neira, sikembar R, dan salah satu pengawal membulatkan mata dan mengepalkan salah satu tangan mereka lalu membatin dengan satu kata : PENGHIANAT
...📽📽📽📽📽📽...
...Sampai disini dulu ☺...
...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...
__ADS_1