
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโกโกโก...
Permainan terus berlanjut bahkan Laila dan Clari tak sadarkan diri saking tersiksanya. Alg*** yang di bayar Gava benar-benar tidak main-main. Gava meminta bantuan adik sepupunya bernama Othello Raiden Atmaja.
Othello Raiden Atmaja, di sapa Ello oleh Gava dan Lou. Pemuda tampan dan gagah berusia 18an. Sikapnya misterius, dingin dan datar, irit bicara serta acuh pada sekitar. Ello memiliki perusahaan Atmaja Corp di negara S bahkan memiliki organisasi bernama Levator, organisasi legal baik di dunia hitam atau putih.
"Aaron lihat kedua putrimu. Mereka benar-benar menikmati permainanku." Sinis Gava datar.
"Sialan kau jalang keparat. Lepaskan ikatanku lebih baik kita duel." Murka Aaron di kursi.
Gava melihat Aaron dengan sinis. Dia melihat kepemilikkan Aaron tegak bak tiang listrik di balik celananya.
"Hahahaha Aaron, Aaron. Di mulutnya berkata ini tetapi di tubuhmu reaksi berbeda Aaron hahahaha." Sinis Gava terbahak-bahak.
Gava sedang mempermainkan emosi Aaron. Leo tersenyum sinis saat Gava dengan beraninya mempermainkan emosi Aaron.
"Sh** kau jalang." Murka Aaron menahan nafsunya.
Tubuh Gava bergerak ke arah meja kemudian dia mengambil suntikan obat perang***g. Tubuh Gava menuju arah Kiran.
"Mau kau apakan putriku ja***g." Murka Aaron saat Gava membawa suntikan ke arah Kiran.
"Memberi obat agar dia meminta lebih Aaron." Sinis Gava menyeringai.
Alg**o yang tau bahwa atasannya sedang melakukan sesuatu. Dia menghentikan aksinya. Dia melepaskan Kiran. Gava menyuntikkan obat perang***g lewat kulit kiran.
"Kau akan puas tuan alg***. Tunggu 5 menit lagi." Senyum manis Gava.
Alg*** itu mengangguk senang. 5 menit kemudian tubuh Kiran bereaksi. Al**** itu senang bukan main kemudian berolahraga sampai benar-benar puas.
"Para Al**** nikmatilah tubuh mereka. Wahai dokter, ini saya ada beberapa suntikan yang sudah saya siapkan. Lakukan dengan baik. Bye bye Aaron selamat menikmati neraka." Perintah Gava ke para Alg*** dan dokter kemudian tersenyum manis ke Aaron.
Gava dan yang lain keluar. Lou dan Vori sudah memasang CCTV di ruang penyiksaan.
...โกโกโกโกโกโกโกโกโกโก...
Kamar AG mafia Askala
Gava sedang bermanja ria ke tubuh Leo. Bahkan dia menyuruh Leo melepaskan semua pakaiannya kecuali celana pantai. Gava juga melepaskan pakaian luarnya kecuali kain mini dan celana pantai.
Gava dan Leo hanya melihat dari CCTV saja. Gava benar-benar puas melihat wajah Aaron tersiksa seperti itu.
"Kau puas sayang?" Lembut Leo sambil melepaskan pengait di belakang kain mini Gava.
"Ya sangat puas. Membunuh Aaron perlahan-lahan itu lebih menyenangkan dari pada membunuh langsung." Balas Gava membiarkan tangan Leo asyik dengan gunung kembar.
__ADS_1
"Setelah Aaron meninggal apa yang kau lakukan sayang?" Tanya Leo lembut.
"Aku ingin hidup normal sayang. Sebagai ibu dan istri yang baik buatmu." Balas Gava mencium bibir Leo singkat.
"Sayang bolehkah kita?" Tanya Leo hati-hati.
"Ya. Tapi pelan-pelan. si kembar ingin di jenguk papanya." Balas Gava manja dan sen****.
Leo yang diberi lampu hijau langsung saja tak membuang kesempatan itu. Leo dan Gava berolahraga menuju surga dunia.
...โโโโโโโโโโ...
Ruang CCTV markas Askala
Zafar bergidik ngeri melihat ruang penyiksaan Aaron dan para anteknya.
"Tuan Adam. Apa sebaiknya para jalang itu diberi waktu istirahat agar mereka bisa bermain dengan para al****." Sahut Zafar bergidik ngeri.
"Yang bisa menghentikannya hanya nona Gava, tuan Zafar. Saya masih belum memiliki wewenang penuh." Sahut Adam datar.
"Tapi kak Adam. Aku merasakan ada sedikit rasa kasian sama nona Laila dan nona Clari. Setelah mereka sadar dari pingsan, al**** berolahraga lagi dengan nona Laila dan Nona Clari." Sahut Miya mengalihkan wajahnya dari ruang penyiksaan.
"Aku tidak bisa menghentikannya Miya. Nona Gava sekarang seperti setengah iblis dan setengah malaikat. Waktu penyiksaan pun nona Gava hanya menatap datar dan penuh dendam di matanya." Terang Adam menerawang.
"Begitulah Gava. Kalian baru pertama kali melihat wajah Gava seperti itu. Aku sering melihat wajah Gava seperti itu jadi aku membiarkannya saja." Balas Lou datar dan dingin.
Beberapa orang di ruangan tersebut meneguk salivanya kasar. Pandangan Gava dan Lou sama-sama datar, dingin dan penuh dendam.
Ruang Penyiksaan di markas Askala
3 hari sudah Aaron dan para anteknya di siksa di ruangan tersebut. Aaron sekarang benar-benar gila dan menderita melihat kedua putrinya di siksa oleh para al****.
Gava yang berada di ruangan tersebut hanya memandang datar dan tak berperasaan.
"Nona, dia sudah tidak bernyawa." Sahut Al**** datar sambil menunjuk Laila terbaring kaku.
"Kak Adam, Kak Ryker. Ambil tubuhnya. Kuburkan dia baik-baik." Perintah Gava datar.
Adam dan Ryker mengangguk. Mereka membungkus tubuh tak bernyawa Laila.
"Kau sungguh iblis." Murka Aaron.
"Iblis?! Iblisan saya atau anda Aaron." Sinis Gava datar.
"*Sayang, kau sungguh berbeda sekarang. A*ku sama sekali tidak mengenalimu sayang." Batin Leo sendu memandang Gava saat ini.
"Apa aku terlambat Kak." Sahut seorang pemuda berusia 18an.
Gava menoleh sama halnya Lou. Wajah mereka melotot kaget.
"ELLO." teriak Gava dan Lou dengan suara toa.
__ADS_1
"Kak Gava, Kak Lou. Jangan teriak, telingaku gak budek." Omel Ello sambil menutup telinganya.
Gava berjalan cepat kemudian memeluk adik sepupunya yang lain. Leo memasang wajah cemburu.
"Bang Leo, kau jangan cemburu. Aku ini adik sepupu kak Gava." Sahut Ello santai dan peka saat melihat raut wajah tak senang Leo.
Gava memandang Leo dengan penuh ancaman. Leo hanya menghela napas pasrah. Ello terkikik saat melihat pasangan fenomenal di depannya ini.
"Sebegitu senangnya lo ngetawain Abang ipar lo." Ucap Lou geleng-geleng kepala.
"Hehehe Kak Lou bisa aja." Ello cengengesan.
"Kapan kau datang?"
"Kemaren sore Kak. Malahan aku istirahat di hotel."
"Kenapa gak ke mansion? Kau tidak kangen sama kedua keponakanmu."
"Nanti saja kak. Aku hanya ingin melihat siapa yang sudah mengusik keluargaku." Dingin Ello sambil menatap Aaron.
Aaron menatap Ello. Tubuhnya gemetar saat Ello menatapnya tajam, dingin, datar seperti malaikat pencabut nyawa.
Keluarga Atmaja merupakan keluarga dari bunda Azka dan Gava. Keluarga Atmaja bukan keluarga sembarangan. Keluarga Atmaja ini berbeda dari keluarga Rajendra. Keluarga Atmaja merupakan keturunan kekaisaran Moonlight dipimpin oleh kaisar bernama Awan Khawas Atmaja.
"Apa dia yang melakukan pembunuhan di keluarga Rajendra kak Lou, kak Gava?" Tanya Ello dingin.
"Ya." Singkat Gava tersenyum manis.
Ello hanya menganggukkan tanda mengerti.
"Apa sudah ada korban?"
"Laila Zanna White."
"Siapa?"
"Salah satu putri si tua bangka itu."
Ello menoleh melihat Aaron dengan wajah tertekan dan Amarah. Wajah Ello sangat tenang setenang lautan. Bahkan Ello hanya mengangkat bahu acuh.
Ponsel Ello berbunyi menandakan bahwa Awan datang ke negara A. Ello hanya menghela napas pasrah kemudian memandang Gava dan Lou bergantian. Gava yang memandang wajah Ello memelas.
"Kak Awan kesini." Tebak Gava.
"Iya kak, Kakak kaisar Awan membawa .....
...โคโคโคโคโคโคโคโคโค...
...Author sedang bikin cerita baru tapi masih tahap pengetikan, kapan di upload pun gak tau. malahan Hot Young Mom and King Mafia season 2 sudah ada author ketik ๐๐...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...
__ADS_1