
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🦄🦄🦄🦄🦄...
Mulai episode ini sampai seterusnya mama Gava dan papa Leo di novel sebelah agar tidak terjadi pengulangan dalam novel 😊🤗😘
Senin pagi di mansion utama RR benar-benar penuh keributan dan keribetan hakiki oleh anak-anak Gava dan Leo.
Beberapa menit yang lalu di lantai 3 depan kamar Resmi, 3 orang berbeda usia yaitu Radith, Alana dan Alan terus saja mengedor pintu kamar. Tapi sang empu seolah-olah tak terusik sama sekali.
Duk duk duk duk
"RESMI !!! BANGUN DEK !!! UDAH PUKUL 06.20 !!! NANTI TELAT SEKOLAH !!!" teriak Alana nyaring.
"RESMI !!! BANGUN, RES !!!" teriak Radit dan Alan bersamaan dan hampir frustasi.
"Gimana nih bang, kak. Resmi belum bangun sama sekali. Udah kita gedor tetap aja gak ada pergerakan. Apalagi nih anak bisa-bisanya pintu kamarnya di kunci dari dalam lagi." Frustasi Radith menatap Alana dan Alan begantian dengan wajah memelas.
"Kakak juga gak tau Dit. Kamu tau sendiri kalo kembaranmu saat tidur seperti beruang hibernasi yang cuman NAPAS doang." Sahut Alana memijit kepalanya.
"Loh Alana ... Alan ... Radith ... Kenapa Kalian masih berada disini?! mana Resmi?! apa adik kalian masih belum bangun?!" pertanyaan beruntun Grace yang baru saja datang.
"Resmi, mom. Masih di dalam. Iya, mom susah banget di bangun seperti beruang hibernasi." Jawab Radit cepat dengan bibir melengkung ke bawah.
Grace menggelengkan kepala heran dan mulutnya terkekeh karena tiap pagi seluruh penghuni mansion akan berusaha membangunkan 3 beruang hibernasi keluarga Ramos yaitu Gava, Resmi dan Bintang.
"Begini saja. Mommy yang akan membangunkan Resmi. Kalian sarapan sana di lantai bawah nanti telat sekolah. Kalian masuk pukul 08.00, sekarang pukul 06.30." lembut Grace mengambil kunci cadangan dari saku bajunya.
Alana, Alan dan Radith dengan patuh mengiyakan, mereka bertiga menuju kamar masing-masing kemudian keluar bersama menuju ruang makan di lantai dasar menggunakan Lift.
Ceklek
Pintu kamar Resmi di buka. Bibir Grace tersenyum lucu saat melihat gundukan di balik selimut berwarna biru laut. Kaki Grace mendekati ranjang berukuran queensize lalu duduk di tepi ranjang dimana tubuh Resmi masih di balik selimut bahkan hanya terdengar dengkuran halus dan helaan napas naik turun.
"Gak kamu, Bintang, mamamu kalo tidur benar-benar seperti beruang hibernasi dan harus ekstra membangunkan kalian bertiga." batin Grace tersenyum simpul.
Salah satu tangan Grace mencari remote kontrol untuk membuka tirai jendela otomatis. Setelah menemukan remote kontrol tersebut, jari Grace berselancar ria menekan tombol berwarna hijau, otomatis jendela yang tertutup tirai perlahan-lahan terbuka membuat sinar matahari masuk ke dalam kamar Resmi.
__ADS_1
Grace juga membuka selimut agar tubuh Resmi merasakan sinar matahari menembus tubuhnya. Resmi mulai merasa terusik karena ada sinar matahari. Resmi beberapa kali mengerjapkan mata berusaha agar terbuka walaupun berat.
Setelah penglihatan dan nyawa Resmi terkumpul sempurna, dia mengedarkan pandangannya ke samping dimana terlihat tubuh Grace di tepi ranjang dengan tersenyum lembut dan hangat.
"Mommy." seraknya khas bangun tidur.
"Iya. Ayok bangun nanti kamu telat sekolah." Lembut Grace.
"Hmm." gumamnya bangkit dari ranjang queensize.
Resmi berjalan dengan langkah gontai menuju kamar mandi. Kedua tangan Grace dengan cekatan menyiapkan keperluan sekolah untuk Resmi.
Beberapa menit kemudian, Grace merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya. Aroma maskulin tercium di hidungnya.
"Lou, kenapa kau berada disini?" tanya Grace mengusap kedua tangan seorang itu.
"Aku kesini karena kamu belum keluar kamar Resmi beberapa menit yang lalu." manja Lou membalikkan tubuh Grace untuk menghadapnya.
Saat tubuh Grace berbalik menghadapnya, Lou langsung memberikan morning kiss di bibir Grace dengan sangat intens.
"Kalian kalo mau ehem-ehem jangan di kamar Resmi." sindir Seorang pria berusia 25an yang baru saja melewati kamar calon adik iparnya.
Grace dan Lou yang kepergok langsung melepaskan tautan bibir mereka. Grace langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Lou. Lou mengusap pucuk kepala istrinya.
Ceilo hanya mengedikkan bahu acuh kemudian berlalu begitu saja.
Ceklik
Pintu kamar mandi terbuka, Resmi keluar dengan seragam sekolah lengkap. Dia mengernyitkan dahinya saat Grace dan Lou berpelukan.
"Mommy, daddy, kok kalian pelukan." polos Resmi.
Sekali lagi Grace dan Lou melepaskan pelukan mereka akibat kepergok putri mereka alias sang keponakan. Grace dan Lou tersenyum kikuk kemudian Lou menghampiri keponakannya.
"Daddy hanya kangen sama mommymu sayang." Ucap Lou mengelus pucuk kepala Resmi.
"Kangen, bukannya tiap hari ya ketemu." polos Resmi.
"Resmi, sebaiknya kita turun kebawah yah. Sekarang pukul 07.00." ajak Grace merangkul pundak Resmi keluar dari kamarnya.
Sementara di ruang makan berkumpul para orang tua dan anak-anak sedang sarapan pagi.
__ADS_1
"Dith, kembaranmu mana?! sekarang sudah pukul 07.00?! Dia harus sarapan dulu." tanya Fira tidak melihat Resmi.
"Di urus Mommy Grace, Oma." jawab Radit memakan sarapannya.
"Na, nanti saat pulang sekolah aku jemput." Ucap Ceilo ke Alana, tunangannya.
"Iya, Kak." angguk Alana senang.
"Lan, kamu berangkat pake apa?" tanya Dewa.
"Pake mobil, Opa. Anter para adikku dulu baru aku ke sekolah." jawab Alan meminum susu vanilla hangat.
"PAGI ALL !!!" teriakan Resmi memasuki ruang makan di ikuti Grace dan Lou hanya menggelengkan kepala saja.
Bbyyyuurrr
Uuuuhhhuuukkk
Alan, Ceilo, Zafar dan Ahsan hampir tersedak saat minum. Alana langsung menepuk punggung kembaran dan tunangannya, Miya juga melakukan hal yang sama dan Shafa juga menepuk punggung Ahsan.
"Kak Res, kalo mau teriak liat tempat dong, syukur hanya tersedak minum. Kalo tersedak makanan yang ada kami koid." protes Ahsan kesal.
"Iya, nona muda Resmi. Apa yang di katakan tuan muda Ahsan." timpal Zafar mengambil tisu dan mengusap mulutnya.
"Little Princess." tegur Fira dengan menatap galak cucu perempuannya.
Resmi cengar-cengir saat mendengar teguran dari Ahsan, Zafar dan Fira. Lalu Resmi duduk di sebelah Radith.
"mau makan apa nona muda?" tanya Miya.
"Ini, ini, lalu itu." jawab Resmi sambil menunjukkan makanan kesukaannya.
Miya dengan cekatan mengambil sarapan untuk nona mudanya. Resmi akhirnya makan dengan tenang dan damai.
Beberapa menit kemudian, jam sudah menunjukkan pukul 07.20. Mereka semua bangkit untuk bekerja dan kesekolah.
Hari ini Alan yang mengemudi mobil mobil untuk mengantar adik-adiknya. Di samping kemudi duduk Alana dengan wajah anteng. Di kursi tengah ditempati Neira, Ahsan dan Amzar, di kursi belakang ditempati Noe dan Alfa.
Di mansion utama RR hanya tersisa Dewa, Fira dan Gilang. Pasangan Zafar-Miya menuju perusahaan Ramos Corp, pasangan Adam-Shafa menuju perusahaan AG corp sedangkan Grace-Lou menuju perusahaan Rajendra Corp, Ceilo menuju perusahaan Franklin Corp.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
__ADS_1
...Akhirnya selesai juga, sampai ketemu lagi hari Senin 😙😙😙 Kan udah janji si mama Gava dan papa Leo di novel sebelah 😊😊...
...Jangan lupa tekan Favorit lalu Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤❤, like 👍👍👍 dan komentar 💬💬💬 agar author semangat update 🥰😍🤩😘...