
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€ππ...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran π€ππ€...
...πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ...
Kamar pasutri di Villa Barat
Pagi yang sejuk, dingin dan tenang membuat Gava yang berada di atas tubuh Leo malah mempererat pelukkan bahkan boy Leo masih berada di rumahnya.
Leo sejak tadi sudah bangun tetapi dia membiarkan istrinya tertidur pulas tanpa terganggu sekalipun. Gava si beruang hibernasi menggerakkan pinggangnya membuat Leo mendesah lirih.
"Baby, bangunlah. Sudah pagi." panggil Leo serak sambil mengusap pucuk kepala Gava dengan sayang dan lembut.
Namanya juga Gava dengan sebutan si beruang hibernasi tidak terganggu sama sekali panggilan suaminya. Suara Leo yang lembut dianggapnya pengantar tidur.
Akhirnya Leo dengan seribu akalnya membalikkan tubuh Gava dimana Gava sekarang berada dibawah kukungan Leo. Bahkan boy Leo sudah siap tempur.
Leo perlahan-lahan menggerakkan boynya, Gava hanya mendesah dengan mata terpejam membuat Leo gemes dan mencium bibirnya lama.
Sejam kemudian, pertempuran antara Leo dan Gava akhirnya berakhir seimbang dan boy Leo sudah keluar dari rumahnya.
"Terima kasih sarapan paginya baby." Ucap Leo dengan wajah segar dan semangat sambil mencium bibir Gava.
Leo bangkit dari ranjang menuju kamar mandi dengan tubuh polos. Lalu merapatkan selimut sampai sebatas leher Gava. Gava sudah tertidur pulas akibat kelelahan karena digempur Leo habis-habisan.
15 menit kemudian, Leo keluar dari kamar mandi hanya menggunakan jubah mandi saja. Dia berjalan mendekati ranjang. kemudian duduk ditepi ranjang dimana Gava masih terbungkus selimut.
"baby, istirahatlah. Anak-anak aku yang urus." Ucap Leo mengecup pucuk kepala istrinya.
Leo bangkit dan menuju walk in closet. Setelah memakai pakaian santai. Dia keluar dari dalam kamar meninggal Gava yang tertidur nyenyak.
...β€β€β€β€β€β€...
Di ruang makan, Villa Barat
Leo melihat keempat anaknya sarapan bersama Anita, Ben, Hide dan Malik. Dia tidak melihat kedua orang tuanya.
"Papa." panggil Bintang ceria.
Leo tersenyum lebar dan manis terkesan lembut dan hangat. Ingat, Leo itu akan sangat hangat, lembut dan cerewet kalo bersama kedua orangtuanya, istri dan keenam anaknya. Kalo bersama orang terdekat cuman hangat tetapi datar. Kalo sudah diluar akan terkesan dingin, datar dan intimidasi.
"Oma sama opa mana, baby?" tanya Leo lembut sambil mengusap pucuk kepala putra bungsunya.
"Pelgi ke lual negeli. Kata oma ketemu klien penting." balas Bintang cadel dan polos.
Leo menganggukkan kepala saja lalu mengambil sarapan pagi.
__ADS_1
"Mama, kemana pah?" tanya Resmi mencari sang bunda tercinta.
"Mama kalian istirahat jadi selama seminggu ini papa akan bersama kalian."
"Horeeeeeee." sorak keempat anak Gava-Leo.
Leo tersenyum hangat dan lembut saat melihat wajah keempat anaknya begitu antusias dan ceria.
"Kalian habiskan sarapan terlebih dahulu. Kita bermain didekat kamar papa mama. Takutnya mama mencari kita." Ucap Leo memberi perintah.
Keempat anak Gava-Leo mengangguk antusias bahkan mereka senang dan gembira.
"Anita, Hide. Anak-anak. Ben, Malik. Perusahaan." singkat Leo datar dan dingin memberi kode.
Anita, Hide, Ben dan Malik menganggukkan kepala tanda mengerti. Setelah sarapan, Leo dan keempat anaknya serta Anita dan Hide berada di ruang keluarga dekat kamar Gava.
Sebenarnya ada puluhan ruang keluarga di villa Barat. Tiap puluhan ruang keluarga diberi kamar dan nama masing-masing. Gava dan Leo lebih luas dan besar ruang keluarganya karena memiliki 6 orang anak.
Di ruang keluarga, Leo membantu ketiga anaknya yang sedang belajar online dibantu Anita dan Hide. Ben dan Malik juga berada di ruangan tersebut.
Hampir 3 jam, Leo membantu ketiga anaknya tiba-tiba suara teriakan dari dalam kamar pasutri membuat Leo, keempat anak Gava-Leo dan Keempat robot manusia menghentikan aktivitas mereka.
"BABY !!!!!! LEO !!!!! KAMU DIMANA !!!!!!"
"Pah, mamah manggil papah tuh, samperin aja. Kan ada aunty Anita, uncle Hide, Uncle Ben dan Uncle Malik." Ucap Radith pengertian.
Leo menganggukkan kepalanya kemudian bangkit dan menuju kamar Gava-Leo.
Kamar Gava dan Leo, Villa Barat
Di ranjang kingsize, Gava tiba-tiba saja ingin ke kamar mandi. Salah satu tangan meraba ranjang sebelah terlihat yang sudah dingin. Gava berusaha membuka matanya dan melihat sekitar dimana rambutnya sudah seperti singa.
"Aduh ... sakit." Gava meringis saat ingin duduk.
"Baby, kemana sih. Gue mau ke kamar mandi udah gak tahan." lanjutnya celingak celinguk mencari keberadaan sang suami.
"BABY !!! LEO !!! KAMU DIMANA !!!!" teriak Gava.
Ceklik
Pintu terbuka, Gava melihat Leo memasuki kamar mereka dengan wajah khawatir dan cemas. "Kamu kenapa baby?"
"Kamu yang kenapa?" kesal Gava. "Seenaknya kamu menghilang begitu saja setelah kamu mendapat jatah?"
"Seharusnya tungguin aku bangun baru kamu pergi?"
"Punyaku sakit akibat ulahmu."
"Kamu harus gendong aku selama beberapa hari ini karena aku gak bisa jalan."
__ADS_1
Cerocos Gava panjang lebar.
Wajah Leo senyam senyum mendengar Cerocosan Gava seperti suara alarm di setiap waktu.
"Leo !!! kenapa kamu senyum-senyum." tegur Gava ingin bangkit tetapi terbaring kembali karena punyanya masih sakit.
Leo menggendong tubuh polos Gava ala bridal style menuju arah kamar mandi. Gava mengalungkan kedua tangannya di leher Leo.
Di dalam kamar mandi, Leo meletakkan Gava di bak mandi lalu memutar kran air hangat untuk istrinya. Leo juga memberikan sabun aroma rasa mint campuran vanilla agar Gava lebih relaks dan santai. Leo sangat telaten memanjakan Gava.
"Apa punyamu masih sakit?" tanya Leo menampilkan wajah bersalah. Gava menganggukkan kepalanya.
"Dimananya?"
"Semua tubuhku terutama gunung kembar dan rumah." vulgar Gava tak tau malu.
"Nanti aku kasih salep dan ramuan ya agar kamu tidak merasa sakit. Makanan sudah disiapkan kepala pelayan."
15 menit berendam, membuat Gava menyudahinya. Leo mengambil jubah mandi milik Gava. Dia mengangkat tubuh Gava ala bridal style dan keluar dari kamar mandi.
Leo meletakkan tubuh Gava dengan hati-hati seolah-olah kaca yang mudah retak. Tubuh Gava disandarkan ke sandaran ranjang. Leo mengambil ramuan dan salep untuk mengobati kesakitan Gava.
"Baby, aku akan membuka kakimu pelan-pelan."
Leo perlahan-lahan membuka kedua kaki Gava. Gava sesekali meringis. Leo membulatkan matanya saat melihat kepunyaan Gava yang lecet.
"Maafkan aku baby. Seharusnya aku menahan diri untuk tidak terus meminta jatah." isak Leo bahkan mengolesi salep perlahan-lahan.
"Baby, aku tidak apa-apa. Aku senang kamu merasa puas dan nikmat." Ucap Gava menenangkan bayi besarnya.
Leo memeluk Gava bahkan mengecup pucuk kepala Gava beberapa kali.
"Anak-anak gimana?"
"Kembar R dan Neira sedang belajar online dibantu Hide. Kalo Bintang lagi asyik bermain lego bersama Anita."
"Sebentar lagi makan siang. Aku ingin makan siang bersama kamu dan anak-anak."
Leo tersenyum hangat dan lembut kemudian mengambil pakaian istrinya berubah dress yang tertutup. Dia memasangkan dress ke tubuh istrinya dengan telaten layak ayah dan anak kemudian mengambil selimut untuk melindungi bagian bawah istrinya. Kemudian Leo menggendong Gava ala bridal style dimana disambut keempat anak mereka.
(Liburan keluarga Gava dan Leo selama seminggu gak boleh di intip sama diganggu π€π€)
...ππππππππ...
...Author ngebut, karena tadi author ada acara sampai agak sore. Jadi author istirahat sampai ketiduran cuman sejam doang π π ...
...Besok sudah senin saja, author mau istirahat karena author harus kerja di dunia real life π...
...Sampai Ketemu Lusa ππ...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...