Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 51 [Revisi]


__ADS_3

...โš ๏ธ Warning โš ๏ธ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐Ÿคซ๐Ÿคญ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Œ๐Ÿค—...


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


Setelah itu, Leo melepaskan bibirnya dengan bibir Gava. Wajah Gava mendongak menatap wajah Leo saat ini. Leo terus memeluk Gava dengan sayang. Bahkan Leo sama sekali tak menyadari bahwa Gava memakai pakaian jaring laba-laba.


Leo kemudian membaringkan Gava. Leo melepaskan pakaian luarnya hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. Leo menyelimuti mereka.


"Tidurlah sayang. Kau pasti sangat lelah." Lembut Leo sambil mengecup pucuk kepala Gava.


Mata Gava mulai menutup akibat kelelahan menangis. Leo juga menutup matanya yang mulai memberat.


Kamar Vori dan Calis, Markas Askala


Di ranjang, Vori dan Calis berpelukan di balik selimut. Mereka sama-sama diam membisu sambil berpelukan saat mendengar cerita kelam dari Adam.


"Kak Vori." Panggil Calis lembut.


Vori hanya berdehem. Calis mendongak menatap suaminya. Dia melihat ada jejak air mata di sudut mata Vori.


Calis menarik wajah Vori dan melu**t bibir Vori. Vori merespon dan membiarkan Calis merasakan sakit dan sesak yang ada di dadanya.


Ciuman mereka sama dengan ciuman Gava dan Leo. Calis menyudahi ciuman mereka. Lalu calis menghirup oksigen banyak-banyak.


"Cal." Panggil Vori lembut.


Calis mendongak kemudian Vori lagi-lagi mel***t bibir Calis. Entah kenapa malam ini menjadi malam panas untuk mereka berdua. Bahkan Calis terus saja mengeluarkan suara laknat. Vori pun juga sama. (Hanya tuhan yang tahu setelah ini ๐Ÿ˜‚)


Kamar Lou, Markas Askala


Lou berdiri di balkon kamarnya memandang langit malam. Dia menyesap secangkir wine. Lou selalu teringat kenangan buruk itu. Dia sebenarnya ingin tidur bersama Gava untuk mencari ketenangan tetapi Leo berada di sisi Gava.


"Kau benar-benar beruntung Gav. Mendapatkan Leo di sisimu. Berbahagialah, kak. Jangan pikirkan diriku." Batin Lou memandang bintang bertebaran.


Lou masuk ke kamar dan menutup balkon kemudian mematikan lampu. Dia merebahkan diri di atas ranjang. Matanya semakin lama semakin berat. Lou tertidur seorang diri di kamar.


...โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†...


Kamar AG markas Askala


Dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Leo mengerjapkan matanya. Dia menundukkan wajahnya. Dia tersenyum saat wajah Gava terlelap damai dan tenang di dekapannya.


Leo melepaskan dekapannya dan menurunkan sedikit selimut. Dia berusaha duduk di ranjang dengan bersandar di kepala ranjang.


"Pagi." Suara serak Gava khas bangun tidur.


Leo menundukkan wajahnya dan tersenyum hangat. Gava berusaha duduk sehingga Selimut yang di pakainya sudah melorot ke bawah. Leo meneguk salivanya kasar saat melihat pemandangan tubuh Gava yang menggiurkan.


"Pakaian laba-laba?! sejak kapan kau memakainya sayang?! apa sejak tadi malam?!" Batin Leo meneguk salivanya kasar.

__ADS_1


Gava sama sekali tidak menyadari bahwa wajah Leo memerah menahan gairah.


"Sayang." Panggil Gava polos.


Leo tersadar dari lamunannya. Dia memandang bibir Gava yang begitu menggoda.


"Baby, apa kau tidak merasa dingin?" ambigu Leo.


Gava mengernyitkan dahinya bingung saat mendengar nada ambigu Leo.


"Kau menunduklah sayang." Ucap Leo mengalihkan pandangannya dari tubuh Gava.


Gava mengikuti ucapan Leo kemudian wajahnya menunduk sehingga menampilkan ide cemerlang.


"Kenapa sayang?! Apa aku kurang seksi?!" goda Gava jahil.


"Seksi sekali sayang. Aku ingin menerkam." Serak Leo dengan jakun naik turun.


Bibir Gava menyunging senyum kemudian wajah Gava mendekati wajah Leo tepatnya berbisik.


"Mau morning s**." Goda Gava mendayu.


Gava menggoda Leo dengan tubuhnya. Leo melihat hal itu seketika gairahnya naik. Dia mengungkung Gava dibawah kendalinya. Terjadilah adegan kuda-kudaan di pagi hari. Tidak ada di atas ranjang tetapi disemua sudut kamar AG.


Setelah 2 jam adegan kuda-kudaan antara Leo dan Gava, kamar AG bak kapal pecah. Tubuh Gava berada diatas tubuh Leo dimana kepemilikkan Leo masih berada di rumah Gava. Leo dan Gava menarik napas akibat kelelahan. Tangan Leo terus saja mengusap pucuk kepala istrinya.


"Apa sudah selesai?" Ucap Gava berusaha bangkit dari atas tubuh Leo.


"Kau kalo lelah biarkan aku bermain kau cukup mengeluarkan suara merdumu." lanjut Leo menggerakkan tubuhnya.


Hampir 30 menit, akhirnya kepemilikkan Leo mengeluarkan di rumah Gava. Gava hanya menarik napas dalam.


"Leo." Panggil Gava lembut. Leo hanya berdehem.


"Bisakah kau melepaskan yang dibawah?" lanjut Gava hati-hati.


"Kenapa?" Lirihnya dengan mata berkaca-kaca.


"Dasar bayi besar mesum. Gue mau minta lepasin soalnya gak enak karena sesak dan ganjel." batin Gava kesal.


"Ganjel, sesak Leo. Aku gak enak." rengek Gava menggerakkan tubuhnya.


"Ssshh jangan digerakin sayang. Punyaku nanti diri lagi." ringis Leo saat Gava menggerakkan tubuhnya.


Gava yang paham maksud Leo langsung mendiamkan tubuhnya. Kemudian Leo melepaskan kepemilikkanya dari rumah Gava dengan cara mengangkat tubuh Gava.


"Apa sudah gak sesak?"


Gava menanggukkan kepalanya seketika :


Kkrrrruuuyyuuuukkk


Suara perut Gava berbunyi nyaring menandakan kelaparan membuat Gava dan Leo terkekeh.

__ADS_1


"Kau lapar?"


"Ya. Sejak tadi malam gak ada makanan masuk kedalam perutku." manja Gava.


Tubuh polos Leo bangkit dari kasur, berjalan ke arah meja dekat ranjang Kingsize. Mata Gava berbinar saat Gava melihat makanan yang dibawa Leo.


Kedua tangan Leo mengangkat piring dan memberikan ke Gava.


"Makanlah."


Gava mengangguk dan memakan makanan yang sudah di pesan Leo, suaminya. Gava menyodorkan sendoknya ke arah mulut suaminya. Terjadilah sarapan pagi romantis dimana Gava dan Leo makan satu piring berdua dengan tubuh polos tanpa di tutupi.


Tok tok tok


"Wahai pengantin hibernasi bin mesum, tolong di pending bikin adonannya. Ini lagi genting. Si kembar tuyul bin krucil lagi mencari kalian." Teriak suara cempreng di balik pintu.


Gava dan Leo yang baru saja selesai sarapan pagi, turun dari ranjang tetapi tangan Gava di cekal oleh Leo. Gava menoleh dengan pandangan bertanya-tanya.


"Kau menemui seseorang dengan tubuh seperti itu?" Tanya Leo dingin.


Gava menundukkan kepalanya. Dia cengengesan. Dia lupa bahwa tubuhnya masih polos dan banyak sekali maha karya Leo.


"Pakai kemeja ku sayang." Lembut Leo.


Gava mengangguk kemudian memungut kemeja Leo. Tubuh Gava yang mungil dimana tinggi Gava 155 cm dan tinggi Leo 180 cm. Kemeja Leo benar-benar besar bahkan sampai di dekat lutut. Lalu Gava berjalan ke arah pintu.


Ceklek


Pintu dibuka oleh Gava. Di depan pintu terlihat Amel sedang memasang wajah masam.


"Mel." Sapa Gava tersenyum.


Amel berdehem kemudian dia sedikit mengintip dimana kamar Gava dan Leo bak kapal pecah.


"Wow,, ternyata tuan Leo ngeri juga ya. Kamar Gava bak kapal pecah" batin Amel berusaha mengintip kamar Gava.


"Woyyy lo ngapain ngintip kamar gue." Sahut Gava menyadarkan Amel.


"Heh, hah."


"Heh hah heh hah, lo liat apaan? Wah lo ngintip ya?" Ucap Gava kesal sambil menuduh. Amel hanya menggelengkan kepalanya.


"Lo ngapain di depan kamar gue?" tanya Gava sekali lagi.


"Kita pulang si kembar tuyul cari lo." Terang Amel.


Gava mengangguk kemudian menutup pintu kamar. Gava kearah ranjang dimana Leo sedang bersandar di kepala ranjang. Gava merebahkan tubuhnya dan mendekap Leo.


"Apa ada masalah?" Tanya Leo lembut sambil mengecup pucuk kepala Gava.


"Kita .........


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿคฉ๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2