Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
(S2) Page 84 ~ Flashback


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🎥🎥🎥🎥🎥🎥...


Episode 70 : sebuah ruangan gedung tua terletak disebelah Selatan Negara A, Neira, Alfa, Amzar dan Ahsan di ikat dikursi dalam keadaan pingsan. Dihadapan mereka terdapat ratusan pengawal, Meli, Jeslin, Gita, Jacob dan Hansa ~ Lucas serta penghianat mantan Kaisar Awan dan mantan permaisuri Genia menatap Neira dengan pandangan sulit diartikan.


Mantan Kaisar Awan tidak percaya bahwa Jacob akan mengangkat Neira sebagai anak angkat lebih tepatnya boneka agar bisa membantu Friska, putri semata wayangnya.


Percakapan itu sebenarnya sudah diketahui oleh Yusran dan Chan, mata-mata yang berhasil masuk ke sarang musuh.


Sedangkan Meli menanyakan Ahsan, Amzar dan Alfa dijawab Jeslin untuk melakukan sesuatu rencana agar Gava murka dan terpukul padahal juga diketahui Yusran dan Chan.


Yusran dan Chan yang mengetahui rencana gila Jeslin membulatkan matanya samahalnya dengan Gava dan Leo serta si kembar R.


"Cih ... dasar musuh dalam selimut ,,, baiklah gue terima permainan kalian ... bersenang-senang dulu sebelum kehancuran kalian ..." Ucap Gita dibalik earphone Yusran dan Chan.


Jacob menyuruh Jeslin dan mantan pasutri kerajaan untuk kembali ke rumah duka agar tidak di curigai. Jeslin dan mantan pasutri kerajaan keluar dari gedung tua itu menggunakan mobil yang berbeda.


...🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬...


Di rumah duka dekat mansion cabang RR.


5 peti jenazah berjejer rapi, semua pelayat berbagai kalangan terus berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, setelah mendapat kabar dari media bahwa Dewa, Fira, Edward, Tuan Drixson dan Nyonya Drixson meninggal secara bersamaan di hari yang sama di waktu yang berbeda. Padahal hanya mayat Tuan dan Nyonya Drixson saja, tiga petinya memakai jasad yang orang lain..


Wajah Sekar sembab dan pucat terus saja mengeluarkan air mata akibat kepergian ketiga orang kesayangannya padahal tuan dan nyonya Drixson, Alan terus saja memberikan pelukan agar sang istri tegar.


Akting di mulai antara beberapa pasangan untuk menjalankan rencana


Sekar terisak sampai terus menepuk dadanya atas kematian kakek dan neneknya serta kondisi kritis daddy Edward. Bahkan Sekar menyalahkan dirinya sebagai anak pembawa sial tetapi Alan memeluknya dan memberi nasehat lembut ke istrinya. Para pelayat melihat pasutri muda itu hanya menatap iba dan kasian bersamaan.


Alana juga terisak dipelukan Ceilo setelah mendengar kabar bahwa kakek dan neneknya meninggal dunia akibat kecelakaan mobil sebenarnya tuan dan nyonya Drixson.


Wajah Gava dan Leo hanya menundukkan kepala dan mengeluarkan air mata karena merasa gagal dalam menyelamatkan tuan dan nyonya Drixson. Gava dirangkul Amel sedangkan King mengusap punggung Leo.


Miya dan Grace ditenangkan oleh Calis dan Shafa, sama halnya Zafar dan Lou juga ditenangkan oleh Adam dan Vori.


Mantan Kaisar Awan, mantan permaisuri Genia dan kaisar Ello baru saja tiba di rumah duka, jangan lupakan raja Raden Daniswara Rajendra dan ratu Freya Rajendra serta kaisar Ali Lasmana Ramos dan permaisuri Kamala Ramos.


Ratu Freya dan Permaisuri Kamala memanggil pasangan Gava dan Leo membuat mereka memeluk erat kedua wanita itu. Mantan Permaisuri Genia mendekati Gava dan mengelus punggung Gava. Akhirnya tangis Gava pecah saat Freya memeluknya samahalnya Leo.


Semua orang hampir menangis saat mendengar tangisan Gava dan Leo pecah menandakan kesedihan mendalam. Gava dan Leo sadar bahwa mantan kaisar Awan dan mantan permaisuri Genia serta Jeslin tersenyum tipis.


Kepala rumah duka memberitahukan penguburan untuk kelima peti jenazah. Gava dan Leo hanya menganggukkan kepala dibalik pelukan Freya dan Kamala. Kepala rumah duka memberikan perintah 30 anak buahnya untuk mengangkat kelima peti mati agar bisa disemayamkan.


...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...

__ADS_1


Kuburan khusus keluarga Rajendra dan Ramos bahkan kerabat selain sahabat, di sebelah hutan Barat. Seluruh penghuni mansion dan para pelayat memberikan penghormatan terakhir kepada kelima peti mati itu.


Kuburan pertama berisi peti mati Edward untuk disemayamkan tetapi terhenti karena Sekar lagi-lagi histeris alias akting agar menyakingkan kedua paruh baya penghianat dan Jeslin kalo dia sangat terpukul dan terguncang membuat Alan dan Ceilo menahan tubuh Sekar agar tidak terjatuh.


Alan juga berusaha memberikan kata-kata untuk Sekar tetapi Sekar terus berontak membuat Alan dan Ceilo mengeluarkan cukup tenaga agar Sekar bisa melepaskan peti mati Edward agar tidak ada yang curiga.


Alana melihat situasi kondisi lalu menyuruh menguburkan peti mati Edward. Kepala rumah duka akhirnya menurunkan peti mati Edward. Setelah peti mati Edward sudah berada di liang lahat. Selanjutnya peti-peti lain juga memasuki liang lahat. Setelah kelima peti mati sudah dikuburkan dan memanjatkan doa agar para orang meninggal tenang dan damai.


Satu persatu semua orang pergi dari kuburan tersebut hanya tersisa Gava, Leo, Alan, Sekar, Alana dan Ceilo. Sekar terus saja mengusap batu nisan Edward, daddynya dengan air mata terus mengalir di kedua matanya. Alan terus saja mengusap punggung istrinya.


Gava dan Leo juga melakukan hal yang sama seperti dilakukan Sekar. Bahkan Gava dan Leo memandang ketiga batu nisan dengan pandangan sulit diartikan.


Dibalik pohon, mantan kaisar dan permaisuri serta Jeslin mengawasi Gava, Leo, si kembar A, Sekar dan Ceilo dengan tersenyum puas dan mengejek karena rencana mereka berhasil dengan sangat mulus dan tanpa lecet satupun lalu akan menjalankan rencana selanjutnya. Itu tidak luput dari pandangan Hide dan Otis.


...🪞🪞🪞🪞🪞🪞...


Episode 71 tentang Pov on Gava :


Setelah pemakaman tadi sore dan insiden penculikan membuat gue dan suami gue makin down padahal geram dan ingin sekali menyerang para musuh. Malam hari setelah makan malam, gue berada di balkon kamar menikmati langit malam ditemani bulan dan bintang.


Gue memikirkan nasib anak ketiga gue saat ini sebenarnya gue dan Leo tidak mau menuruti niatnya tetapi mau bagaimana lagi mimpi yang dialami Neira sering terjadi.


flashback sehari sebelum kejadian penculikan :


Gue, suami gue dan keempat anak gue berada di ruang rahasia bersama Otis, Karim dan Imran.


"Mah." panggi Neira. Gue menoleh ke arah Neira sama halnya Leo dan ketiga anak gue yang lain.


Gue dan Leo saling pandang kemudian gue mendekati tubuh Neira dan memeluknya.


"Lakukanlah Nei. Mamah dan papah percaya sama kamu, mamah dan papah janji akan cepat menyelamatkanmu." Ucap gue. Neira memeluk gue dengan erat.


Flashback Off


Saat gue memikirkan flashback, tubuh gue merasakan pelukan Leo yang hangat dan erat dari belakang lalu hidung gue mencium aroma kayu manis dan maskulin menenangkan.


Leo selalu membisikkan kata penenang untuk gue. Gue menganggukkan kepala sambil menatap langit malam. Gue merasakan kalo pundak sebelah kanan gue basah. Gue memalingkan wajah ke sebelah kanan dimana Leo menangis dalam diam.


Gue mengangkat tangan kanan sambil mengelus pucuk kepala Leo. Gue juga merasakan hal yang sama kehilangan kedua orang tua tentu saja sakit. Apalagi sekarang mertua gue masih kritis samahalnya Edward, besan gue.


Hampir sejam, Leo menangis di pundak kanan gue membuat pundak gue terasa pegal dan kesemutan. Leo mengangkat kepalanya dari pundak kanan gue lalu menggendong gue ala bridal style. Gue dan Leo memasuki kamar lalu melihat si kembar R tidur di ranjang kingsize yang ukurannya 2× lipat.


Karena tidak ingin mengganggu tidur si kembar, Leo berjalan ke arah sofa panjang yang tidak jauh dari ranjang kingskize. Sebelum Leo menurunkan tubuh gue di sofa panjang, dia menekan salah satu tombol. Sofa panjang itu bertranformasi menjadi ranjang untuk dua orang setara ranjang queensize dilengkapi selimut, bantal dan guling tetapi ada pembatas semacam kepala ranjang.


Gue dan Leo merebahkan diri dimana piyama atas gue, kancingnya telah terlepas sempurna bahkan kain mini penutup gunung kembar lalu Leo melepas pakaian piyama atasnya saja. Akhirnya gue dan Leo merebahkan diri sambil berpelukan lalu menarik selimut. Tidak sampai beberapa menit kami sudah masuk ke alam mimpi.


Gava Pov Off


...🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬...

__ADS_1


3 hari 3 malam telah berlalu di ruang keluarga hampir 5 jam para orang tua dan para anak-anak berkumpul dengan laptop berada di atas meja untuk mencari keberadaan 4 anak diculik.


Amel, Calis dan Shafa terus berada disisi Gava, Grace dan Miya, samahalnya King, Vori dan Adam berada disisi Leo, Lou dan Zafar. Mereka tidak menyadari tatapan Gava dan Leo sedang menatap mantan kaisar Awan dan mantan permaisuri Genia dengan pandangan tidak bisa diartikan.


Pangeran Ello menemukan titik dimana para anak-anak diculik sebenarnya Leo dan Gava sudah menemukan mereka lebih dahulu tetapi tidak memberitahukan yang lain. Mereka semua menatap Pangeran Ello dengan berbagai pandangan kecuali mantan kaisar Awan dan mantan permaisuri Genia mengepalkan kedua tangannya tetapi dapat diketahui oleh Gava dan Leo.


Wajah Lou yang bahagia menanyakan ke pangeran Ello dimana letaknnya. Pangeran Ello menyodorkan laptopnya dan menekan titik tanda merah.


Lou memanggil Gava dan Leo tetapi wajah mereka masih tidak ada respon membuat Amel dan King memegang pundak Gava dan Leo membuat


mereka sadar dari lamunan lalu bertanya ada apa. Amel memberitahukan kalo putri mereka sudah bertemu.


Vori menyuruh mereka bersiap-siap dan mereka yang paham pun bangkit dari sofa masing-masing tetapi sebelum bangkit.


"Mohon para tuan besar dan para nyonya besar ada paket untuk kalian." Ucap kepala maid tergesa-gesa memasuki ruang keluarga.


Noe menawarkan diri dan berlari ke pintu utama. Lalu berteriak kencang memanggil Agra dan Miko membuat para orang tua laki-laki bergegas ke arah pintu utama.


Noe terduduk dengan tubuh bergetar hebat, dihadapannya sebuah kado besar terbuka sempurna dengan tubuh Ahsan sudah tidak bernyawa dan tanpa kepala.


Grace histeris saat melihat tubuh putra bungsunya yang dibunuh dengan cara mengenaskan kemudian pingsan dihadapan Amel dan Calis.


Agra menutup mata Noe, sedangkan Radith, Resmi, Intan, dan Akbar langsung digiring Agung dan Tom agar tidak melihat hal yang mengerikan. Lou memandang kosong saat sang putra bungsu pulang tanpa nyawa.


Leo hanya tersenyum tipis karena Chan berhasil menyelamatkan keponakannya kemudian menepuk pundak Lou agar membawa Grace ke kamar.


Mereka semua kecuali Calis, Grace dan Lou berkeremun di kotak kado besar bahkan para pengawal dan kepala maid utama langsung memberikan arahan untuk memperketat penjagaan.


Gava berada dibelakang tubuh Leo, Leo mengelus punggung suaminya. Leo melihat sebuah surat seperti surat tantangan :


"Saya kembalikan salah satu anak yang diculik dengan keadaan tidak bernyawa. Carilah kami king and queen mafia"


Mantan Kaisar Awan dan mantan permaisuri Genia tersenyum smirk saat melihat pemandangan mengasyikkan di hadapan mereka. Itupun tidak luput dari pandangan Gava memeluk Leo dari samping dan menyembunyikan di leher Leo.


"Baby, mau sekarang apa nanti?." bisik Gava manja.


"Nanti. Tunggu mereka senang dulu baru kita bermain." bisik Leo tersenyum iblis.


"Kak Gava." panggil Lou dengan wajah menahan tangis. Gava mendongakkan kepalanya, tapi air mata terus keluar dari kedua matanya.


"Bersiap-siap. Kita akan menyelamatkan ketiga anak lain." titah Gava serak dengan rahang mengeras dan menampilkan wajah datar. "Kalian berenam disini jaga anak-anak, Grace dan Calis." Lanjut Gava menatap 3 pasutri paruh baya.


"Kamu tenang saja, Gava." Lirih mantan permaisuri Genia menyakinkan.


Gava dan yang lain menggunakan puluhan mobil untuk pergi ke arah selatan negara A dimana Gava, Leo, Lou dan pangeran Ello satu mobil di supiri Hide dan Ryker.


...🔜🔜🔜🔜🔜🔜...


...Part terpanjang 😘...

__ADS_1


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...


__ADS_2