
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโกโก...
Sementara Vori berlari tak tentu arah. Tubuhnya ditarik oleh seseorang.
"Siapa kau?"
"Sst diam."
Seseorang itu menyembunyikan Vori di kamarnya. Vori mengamati kamar yang sudah menolongnya.
"kenapa kau disini?" Tanyanya duduk di ranjang.
"Bukan urusan anda." Balas Vori datar.
"Saya Lucas anak buah nona Gava." jawab Lucas.
Wajah Vori melotot tak percaya dan memandang dengan selidik.
"Anda tidak percaya sama saya." Datar Lucas kemudian bangkit dan melepaskan pakaiannya dimana tubuh Lucas polos kemudian menekan tombol di dekat jantung menampilkan layar dimana ada Gava dan Adam.
"Hai, Vo. Lo pasti kaget kan?! hahaha ... maafkan gue ya. Lucas merupakan orangku jadi kau akan aman untuk sekarang." Ucap Gava lembut di layar.
Vori tersenyum tipis saat mendengar suara Gava yang terdengar lembut.
"Dimana Lou?"
"Bersama gadis yang bernama Grace."
"Grace, Lou bersama Grace. Hahaha.... Adam akhirnya." senang Gava berjingkrak-jingkrak.
Vori hanya menatap datar Gava. Samahalnya Adam di layar juga menatap datar.
"Lucas, bawa mereka keluar dari pulau itu dengan selamat tanpa terluka satupun." perintah Gava mutlak.
"Baik nona Gava." datar Lucas tegas.
__ADS_1
Di kamar yang ditempati Lou dan Grace. Grace sedang menunggu Lou yang keluar dari kamar mandi.
"Gila ... suaranya seksi habis. Gue merasa bersalah sama dia. Tetapi gimana dong kan baru kenal. Masa iya gue bantu, gak mungkinkan kecuali gue dan dia udah menikah. Loh kok menikah sih?! aduh Grace, lo mikirin apaan sih." Batin Grace saat mendengar suara seksi dan berat Lou dari arah kamar mandi.
Hampir sejam, Lou keluar dari kamar mandi dengan wajah cerah dan bersinar. Pakaian lengkap sudah melekat ditubuhnya.
"Sudah selesai hmm?" Tanya Grace datar. Lou mengangguk saja, malas bersuara.
Grace dan Lou keluar dari ruangan itu. Banyak pasang mata melihat mereka berdua dengan berbagai pandangan. Sudah kamar gak kedap suara lalu Lou lagi mengeluarkan suara aneh.
Lou menghubungi Vori agar ke arah Barat. Vori dan Grace bergegas ke arah Barat dimana Lucas dan Vori menunggu. Lucas membawa Lou, Vori dan Grace keluar dari pulau ini hidup-hidup. Mereka menggunakan jalan rahasia. Ternyata pulau terbengkalai ini adalah markas Aaron.
Bandara Internasional Negara A
Lou, Vori, Grace serta beberapa anak buah Askala datang dengan wajah lelah dan letih. Mereka tidak bisa mengungkapkan kebenaran pulau Y itu yang merupakan markas mafia Xlevanos. Mereka menutup rapat-rapat tentang para detektif yang menghilang secara tiba-tiba sehingga para detektif, polisi serta jajarannya hanya menampilkan wajah tak bisa di gambarkan lagi.
Di dalam mobil, Grace misuh-misuh kenapa Lou tidak mau memberitahukan hal ini.
"kenapa lo gak memberitahukan mereka tentang pulau Y?" tanya Grace menuntut.
"bukan tidak mau. Gue gak mau mereka terlibat dengan mafia itu." balas Lou menyandarkan tubuhnya di kursi belakang.
"lo lebih baik diam dan gak usah ikut campur urusan gue." geram Lou marah.
"Gak usah ditutupin gue juga tau. Organisasi Zero Zone itu organisasi Rajendra turun temurun. Walaupun gue bukan keturunan Rajendra, keluarga gue secara turun temurun bekerja di organisasi itu." batin Grace kesal mengingat keluarganya turun temurun tidak pernah lepas dari organisasi Zero Zone.
"Alamat lo dimana?" Tanya Lou singkat memandang pemandangan di balik jendela mobil.
Lou tidak menyadari bahwa Grace melamun. Lou menoleh.
"astaga, nih anak ternyata melamun. gue tanya gak nyahut, lantas." batin Lou kesal.
Lou menepuk pundak Grace. Grace tersadar dari lamunan akibar tepukan Lou.
"Hah?!" Bengong Grace.
"Alamat lo dimana ?" Tanya Lou singkat.
"Mansion Utama AG." Balas Grace polos dan imut.
"Buat apa ke mansion sepupu gue?" Tanya Lou dengan pandangan menyelidik.
__ADS_1
"Ketemu Ka Adam." Balas Grace polos dan imut.
"Hah?! Ka Adam?! Ngapain?! Lo kenal sama Ka Adam dari mana hah?! Ka Adam kan anak yatim piatu?! Lagipula ka Adam bersama kami hampir 10 tahun?!" Tanya Lou beruntun.
Grace melongo mendengar pertanyaan beruntun Lou layaknya kerete api. Vori pura-pura tuli menyuruh supir untuk santai mengemudi.
"Gue jawab yang mana dulu?! Pertanyaan lo banyak banget lagi?! Gue mana bisa jawab?!" Sahut Grace menampilkan wajah bingung dan bibir mengerucut lucu.
Lou melihat wajah Grace yang seperti itu tersenyum tipis tetapi Vori melihat senyum tipis Lou juga tersenyum amat tipis.
"Serah lo lah yang mana jawabnya." Ketus Lou.
"Gimana gue mau jawab. Pertanyaan lo gak disaring dengan bener." Ucap Grace merotasikan matanya malas.
"Lo kenal Ka Adam dari mana?" Tanya Lou mengalah.
"Waktu umur gue 15 tahun bersamaan kak Gava." Jawab Grace imut dan polos.
"Berarti 3 tahun yang lalu saat sepupu gue berumur 17 tahun lalu ka Adam berumur 18 tahun." Angguk Lou.
Grace mengangguk kemudian memandang jendela untuk melihat pemandangan yang ada dijalan.
Mansion Utama AG
Di sebuah ruang keluarga, tiga pasang calon pasutri serta seorang gadis polos dan lugu asyik bercengkrama sehari setelah pulangnya Leo, calon suami Gava. Kemana si kembar, mereka sedang istirahat dikamar mereka bersama baby sitter.
Leo sama sekali tak pernah jauh dari tubuh Gava. Kemana-mana selalu mengikuti seperti layaknya anak kucing. Gava risih, gemes dan kesal karena Leo. Di mansion Utama AG juga menambah satu orang anggota baru yaitu Ryker Larry.
"Leo, bisa gak sih agak geser dikit." Jengah Gava.
"Gak." Tolak Leo manja.
"Selain mesum ternyata manja. Astaga,,, kalo gue punya anak terus sikap anak gue seperti Leo gimana." Batin Gava menggeleng kepalanya.
"Kau kenapa baby?" Tanya Leo menyadarkan lamunan Gava.
"Gak papa. Ohya kata Zafar kau punya kejutan untukku?" Tanya Gava ceria dan polos.
"Ini." Balas Leo menyerahkan sebuah berkas ke tangan Gava.
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...
__ADS_1