Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 04


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


"Kau !!!" marah Linda.


Linda melayangkan tangannya tetapi di cegat tangan Alan. Aura Alan saat ini suram dan kelam.


"Apa yang kau lakukan pada mereka?" Datar Alan dengan suara rendah.


"Sayang, bukan aku duluan tapi dia." Tuduh Linda manja di lengan Alan.


Alan menepis tangan Linda. Alan berjalan ke arah Alana dan Sekar. Salah satu tangan Alan menyentuh pipi Sekar, tunangannya dengan lembut.


"Apa kau terluka?" lembut Alan.


Sekar menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis. Alana melihat hal itu hanya tersenyum lembut.


"Baby kenapa kau membela dia?" Manja Linda ingin mendekati Alan.


Alan memandang datar + dingin + tajam ke arah Linda. Linda yang sikapnya bermuka tebal berusaha mendekati Alan.


"Baby. Kita kan pacaran masa kamu gak mengakuinya." manja Linda cemberut.


Alan mengangkat salah satu alisnya kemudian menatap Alana dan Sekar bergantian. Alana mengedikkan bahu acuh.


"Kata nih mak lampir, kamu dan dia udahΒ resmi pacaran terus kalian backstreet." polos Sekar.


"Hahaha pacaran?! Backstreet?! Halunya ketinggian hahahaha." Tawa Yudis keras sampai semua siswa di koridor menatap Yudis heran.


"Nih ya semuanya dengerin, gue bersahabat dengan Alan sejak SD. Lalu bibi Ayya emang mau punya mantu macam mak lampir. Lagipula Alan udah ada yang punya jadi kalian siap-siap saja patah hati" Jelas Yudis menatap Sekar dan Alan begantian.


"Iya ya. Benar kata lo, Dis. Bibi Ayya dan paman Leo protektif dan posesif banget sama Alan." Angguk Alana polos.


Sekar terkikik dan Alan tersenyum simpul saja. Wajah Linda menahan malu, kesal dan marah. Linda dan para anteknya pergi dari koridor dimana seluruh siswa menyorakinya.


"Yuk ke kantin. Gue laper." Manja Alana dimana tangannya sudah bertengger di lengan Alan.


Alan, Sekar dan Yudis hanya geleng-geleng kepala saja karena manjanya Alana hanya bersama orang-orang tertentu saja.


Sesampai di kantin, mereka berempat mencari tempat duduk.


"Kalian pesan apa? Gue yang pesanin?" Tanya Yudis.

__ADS_1


"Serius Dis, lo yang pesanin." Kaget Alana.


"Iya, gue serius. So, mau pesan apa?" Angguk dan tanya Yudis.


"Gue pesan 3 nasi goreng sosis, 1 martabak, 3 kentang goreng, 2 siomay, susu coklat dingin, vanilla latte, green tea, 3 botol air mineral." Pesan Alana.


"Itu, itu buat lo, Na." Gagap Yudis saat mendengar pesanan Alana.


"Gaklah, sekaligus mesenin Alan dan Sekar." Decak Alana.


Yudis mengelus dadanya lega akibat syok dan kaget saat Alana memesan porsi buat 3 orang kemudian tubuhnya berlalu. Setelah yudis berlalu, Sekar langsung menyenggol telapak tangan Alana di atas meja.


"Lo nih ya kalo pesan liat-liat tempat dong. Gak kasian apa dengan Yudis." Omel Sekar terkikik.


"Hehehe lo kan tau gue seperti apa. lo juga tau Alan bagaimana hehehe." Kekeh Alana.


"Tapi gue kasian sama yudis tiap bareng lo atau Alan pasti ada aja bikin Yudis spot jantung hehehe." Balas Sekar terkekeh.


15 menit kemudian, Yudis membawa minuman di belakangnya di ikuti dua pelayang yang membawa makanannya mereka.


Yudis, Sekar, Alan dan Alana makan dengan santai di mana ada ngobrol ringan seperti biasa. Banyak siswa yang iri dengan kedekatan Yudis, Alan, Alana dan Sekar.


...β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†...


Perusahaan Ramos Corp


Pakaian yang dikenakan Fitria sangat minim dimana belahan gunung kembar seperti mau tumpah dan make up setebal 10 cm. Leo tak mengubris sama sekali, dia menatap datar, dingin dan penuh aura intimidasi.


Bunyi ponsel Leo berbunyi dan Leo membukanya. Dia mendapat pesan dari Ben bahwa TwinR, Neira beserta Alfa menuju perusahaan Ramos corp. Leo tersenyum saat ketiga anaknya datang ke sini.


"Ada apa tuan Leonard?" Tanya Fitria centil berusaha menggoda Leo.


Leo memasang wajah datar + flat kembali. Zafar juga di kasih tau oleh Ben bahwa keempat bocah akan datang ke perusahaan Ramos Corp.


Zafar terkikik sinis saat Fitria dengan seenaknya menggoda Leo dengan terang-terangan.


"Tuan Leo bagaimana isi proposal kami?" Tanya Fitria sekali lagi dengan nada menggoda.


"Kami menyetujui isi proposal anda, nona Fitria." Balas Zafar memberikan berkas proposal Subandi Corp.


Zafar menyerahkan berkas proposal ke Leo untuk mendatangani dan Leo menyetujuinya.


"Tuan Leo ini kan jadwal makan siang?Β  Saya ingin mengajak anda untuk makan siang?" Tawar Fitria genit.


"Maaf nona Fitria. Putra putri tuan Leo sedang menuju kemari." Tolak halus Zafar.


"Baiklah. Lain kali kita akan makan siang bareng." Senyum manis Fitria berpura-pura.

__ADS_1


Fitria dengan hati dongkol beserta asistennya pergi dari ruang meeting. Leo bangkit dari kursinya menuju ruangan ceo terlebih dahulu diikuti Zafar.


Bukannya tidak mau menyambut putra putrinya tetapi melindungi berkas yang belum di periksa olehnya agar putra putrinya tidak ikut mengerjakan berkasΒ  yang menumpuk.


Leo dan Gava sepakat akan mengajarkan bisnis sesungguhnya kepada putra putri mereka saat tepat usia 15an. Gava dan Leo ingin putra putrinya seperti anak kecil pada umumnya.


Di depan perusahaan Ramos Ben, TwinR, Neira dan Alfa memasuki lobby. Para karyawan dan para staf membungkuk badan mereka karena putra putri pemilik perusahaan datang.


Neira berjalan di belakang sambil meminum susu vanila bercampur stroberry. Neira sangat memperhatikan jalan lalu ada seorang wanita pakaian mini dan makeup tebal 10 cm menabrak Neira.


Neira terjatuh bahkan susu yang ditangannya terkena pakaian mini wanita berdandan menor itu.


"Kyaaaaa pakaian mahal ku kotor. Ehh anak kecil kalo jalan hati-hati dong." Teriak dan murka wanita itu ke Neira.


Neira berdiri dengan wajah polos dan manis hanya menatap wanita itu.


"Maaf tante. Tapi ini juga bukan sepenuhnya salah Nei. Seharusnya tante yang perhatikan jalan." Sopan Neira polos + dingin.


Radit, Resmi, Ben dan Alfa langsung menghampiri Neira dan kedua wanita dimana salah satunya menabrak Neira hingga Neira jatuh terduduk.


"Nei gak apa-apakan?" Khawatir Resmi sambil membantu Neira berdiri.


"Gak apa-apa Kak." Geleng Neira manja.


"Kau kakaknya ya?" Sinis wanita menor itu.


"Ya ada apa tante?" Angguk Resmi sopan dan bertanya balik.


Resmi menyerahkan Neira ke Radith. Radith menggendong adiknya ala koala.


"Kau baik-baik aja baby?" Tanya Radith cemas dan lembut.


"Ya kak. Nei gak terluka sama sekali." Balas Neira lembut.


Radit terus mengelus pucuk kepala adik perempuannya. Salah satu karyawan segera bergegas ke ruang Ceo agar bisa meredakan kemarahan anak perempuan pemilik perusahaan.


"Maaf tante, sepertinya tante yang harus minta maaf bukan adik saya." Sinis Resmi datar + dingin.


"Saya maksudmu !!! Seharusnya adikmu yang meminta maaf bukan saya !!!" Bentak wanita itu.


Radit dan Resmi memejamkan matanya saat ini akibat ......Β 


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


...Revisi Again 🀭...


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2