Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
(S2) Page 81 ~ Flashback


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸŽ₯πŸŽ₯πŸŽ₯πŸŽ₯πŸŽ₯πŸŽ₯πŸŽ₯...


Episode 64 mengulang sedikit : tiga hari telah berlalu, hari ini tepatnya adalah hari ulang tahun si kembar Radith dan Resmi. Gava dan Leo benar-benar menutup akses ke orang lain, selain pasangan Alana-Ceilo, pasangan Alan-Sekar, dan pasangan Dewa-Fira.


Di ruang keluarga Villa bagian Barat, hanya keluarga Gava-Leo bersama keenam anaknya, Anita, Ben, Malik dan Agung.


"Selamat Ulang Tahun anak kembar mama." Ucap Gava semangat dan ceria.


"Selamat ulang tahun little boy, little girl." Ucap Leo lembut.


"Selamat Ulang tahun bang Ladith, Kak Lesmi." Cadel Bintang ceria.


"Selamat ulang tahun bang dith, kak res." Ucap Neira ceria dan tersenyum manis.


"Selamat ulang tahun adik kembar abang/kakak." Ucap si kembar A berbarengan.


"Terima kasih papa mama bang Alan, Kak Sekar, kak Alana, bang Ceilo, Neira dan Bintang." balas Radith dan Resmi tersenyum lebar dan manis.


Banyak kado yang didapat oleh Radith dan Resmi bahkan Gava dan Leo memberikan kado spesial berupa sebuah sepatu yang di modifikasi. Radith da Resmi tentu saja senang karena ini buatan oleh Gava dan Leo.


Beberapa jam kemudian, Malik dan Ben serta beberapa pengawal membawa tumpukan hadiah dari keluarga Atmaja, keluarga Ramos, Keluarga Rajendra, keluarga Amel-King, keluarga Vori-Calis, keluarga Zafar-Miya, keluarga Miko-Agra, keluarga Adam-Shafa, keluarga Lou-Grace, pasangan Dewa-Fira, serta keluarga Oliver-Sanjaya dan Hilda.


Radith dan Resmi membuka dua buah hadiah dari pasangan Dewa-Fira terlebih dahulu. Mata si kembar berbinar karena Dewa dan Fira memberikan kalo pasangan.


Gava dan Leo ikut membantu Radith dan Resmi untuk membuka seluruh hadiah dari keluarga Atmaja. Gava memicingkan matanya saat melihat botol parfum pemberian permaisuri Genia. Gava meneliti parfum itu seketika membulatkan matanya.


Gava bangkit dari sofa, berlari menuju balkon kamar diikuti Leo dan Keenam anaknya. Gava melemparkan botol parfum itu ke arah hutan.


Leo langsung mendekap Gava, Radith dan Resmi mendekap Neira dan Bintang, sedangkan Ceilo dan Alan mendekap pasangan masing-masing.


"Ada apa baby?" tanya Leo cemas.


"Lihatlah." Gava menunjuk sebuah hutan yang sudah mati saat hadiah parfum dari permaisuri Genia di lempar dari atas balkon.


Leo dan anak-anak melihat hal itu memejamkan mata rapat-rapat.


"Dasar penghianat,, mereka sudah bergerak mama." Ucap Resmi menggeram menahan amarahnya.


"Ya, kamu benar. Mantan permaisuri Genia dan mantan kaisar Awan harus segera diringkus. Baby, apa rencana kita sudah siap?" Ucap Gava dengan gigi gemeletuk sambil mendongakkan kepalanya bertanya.


Leo menganggukkan kepala dan menarik pinggang istrinya untuk menuju ruang keluarga. Gava dan Leo menjelaskan rencana mereka ke para anak-anak.


"Neira bisa kok." Ucap Neira percaya diri.


Semuanya menatap horor saat mendengar ucapan Neira yang sangat percaya diri.


"Mama, papa, abang, kakak. Tidak perlu khawatir tentang keselamatan Neira. Neira bisa jaga diri kok." Ucap Neira menyakinkan keluarganya.


Gava dan Leo saling tatap seperti berbicara lewat pandangan kemudian menganggukkan kepala.


2 hari kemudian, ulang tahun Intan keluarga Gava-Leo tidak datang dan hanya memberikan kado membuat Amel bingun dibuat pasangan Gava dan Leo. Sehari setelahnya, Kenzo berangkat bersama Gilang dan Bintang ke kota C secara diam-diam bersama Anita, Ben dan Haris.


...🎢🎢🎢🎢🎢...


Lusanya, ketiga anak Gava-Leo pulang ke mansion di antar oleh Chan. Pasangan Gava-Leo melanjutkan liburan alias bulan madu tanpa gangguan anak-anak.


Pasangan Gava-Leo sedang berada di ruang keluarga. Tubuh mereka saat ini benar-benar polos bahkan Gava terus saja mengeluarkan suara merdu akibat ulah Leo. Leo terus saja bermain di tubuh Gava bahkan tanda-tanda bekas gigitan nyamukpun ada.


Leo perlahan-lahan membuka kaki Gava untuk si boy. Boy perlahan-lahan masuk ke rumah Gava yang sangat sempit. Setiap kali si boy Leo masuk, Gava terus saja kesakitan.


Leo perlahan-lahan menggerakkan tubuhnya agar Gava tidak kesakitan. Semakin lama semakin cepat, Gava yang berada dibawah kendali Leo terus saja mengeluarkan suara merdunya membuat adrenalin Leo terpacu dan cepat.

__ADS_1


Dddrrrrrttttt


Suara ponsel menganggu aktivitas Leo dan Gava. Leo melihat ponsel tersebut.


"Siapa?"


"Adam."


"Angkat."


Leo menekan tombol hijau sehingga tersambung dengan Adam-Shafa. Leo mempercepat gerakannya membuat Gava mengeluarkan suara merdu sangat keras.


"Ada apa Adam, Shafa. Apa ada masalah?" tanya Gava mendesah.


"Iya, perusahaan asing."


"Kerja sama."


"tanpa diwakilkan."


Singkat Adam dan Shafa.


"Tolak." balas Gava tegas sekaligus mendesah.


Tut


Setelah mematikan ponsel secara sepihak, Gava dan Leo melanjutkan aktivitas mereka bahkan berbagai gaya dan sudut villa jadi saksi bisu pertempuran Gava dan Leo.


...🎼🎼🎼🎼🎼🎼...


Gava Pov On


Setelah pertempuran gue dan Leo yang sangat panas di ruang keluarga, Leo mengangkat tubuh gue ala bridal style menuju kamar kami.


Leo membuka pintu kamar dengan cara mendorongnya. Gue sama sekali tidak tau kalo Leo berjalan ke arah kamar mandi dan mandi bersama di bathup. INGAT HANYA MANDI, BUKAN LAIN-LAIN 🀭


Setelah itu, kami keluar dari kamar mandi menuju ranjang kingsize. Leo meletakkan tubuh gue secara hati-hati dan Leo merebahkan diri disamping gue alias memeluk tubuh gue dengan membuka jubah mandi dan menarik selimut.


Malam hari, gue terbangun karena suara perut gue berbunyi. Gue merasakan napas Leo berada di wajah gue. Gue meletakkan tangannya dengan hati-hati.


Gue mengikat jubah mandi agar tubuh polos gue gak keliatan. Gue melihat makan malam sudah tersaji di meja kamar gue dengan mengunakan troli. Gue yakin pasti Leo sudah mengurus segalanya.


"Baby." seraknya khas bangun tidur.


Gue menoleh ke Leo yang masih di atas ranjang dengan wajah bantal dan rambut acak-acakan menambah kesan lucu dan tampan.


"Makan di atas ranjang aja baby." lanjutnya.


Gue mengernyitkan dahi. Leo yang paham langsung menekan tombol di dekat kepala ranjang berubahlah ranjang kingsize tersebut ada sebuah meja untuk makan. Gue ternganga tak percaya.


"Sejak kapan?"


"Sejak kamu mengandung anak bungsu kita."


Gue berjalan ke arah ranjang dengan troli lalu meletakkannya di meja tersebut. Setelah makan malam sudah di atas meja, kami makan dengan lahap dengan tubuh gue berada di pangkuan Leo. Bahkan jubah mandi gue dan Leo sudah terlempar kesembarang tempat dan hanya ditutupi selimut.


Setelah makan malam selesai, gue teringat Kenan dan Vivi.


"Ada apa?"


"Mau ngomong sama Kenan dan Vivi."


Leo mengangguk dan menekan tombol yang lain membuat kepala gue pening seketika melihat banyaknya tombol. Lalu sebuah laptop berada diatas meja. Gue menghubungi tablet Kenan melalui VC.


Yang menjawab VC pertama kali adalah Vivi, istri Kenan.


"Hai nona Vivi."

__ADS_1


"Hai nona Ayya."


"Mana kenan?"


"Mandi."


"Hah?! Mandi?! Jam segini, si Kenan sedang mandi?! ngapain kalian tadi?! Apa kalian melakukan ibadah dulu?!" cerocos gue kaget.


"Nona besar, bisa tidak jangan terlalu frontal. Istriku masih belum paham kata-kata yang nona besar sebutkan tadi?" tegur Kenan datar sudah memakai pakaian santai lalu duduk disebelah Vivi sambil memeluk pinggang Vivi.


"Nona besar Ayya ngapaian anda video call dalam posisi seperti itu?!" pekik Kenan sambil menutup mata kedua istrinya.


Gue yakin apa yang dilihat Kenan saat ini adalah gue dan Leo berada di dalam selimut dimana kepala Leo berada diceruk leher gue dan gue berada dipangkuan Leo.


"Kak kok mata aku ditutup." rengek Vivi.


"Ada bahaya, honey." lembut Kenan. "Nona besar, tuan besar bisa kah dipending dulu kalo kalian mau melakukan ibadah." sarkas Kenan Vulgar.


"Tutup telinga. Jangan mendengar." titah Leo dingin dan datar.


Tiba-tiba saja Leo menyerang gue dibalik selimut. Gue bersyukur, Selimut ini tidak melorot kebawah jadi gue dan Leo hanya bersuara merdu saja bahkan sangat singkat yaitu 30 menit.


Gue dan Leo menarik napas dalam-dalam akibat aktivitas kami itu. Gue mendengar Kenan dan Vivi seperti berdebat.


"Huwek ... bisa juga lo lembut Ken, biasanya dingin dan datar macam kulkas berjalan." sarkas gue mual. "Nona Vivi, lo beneran gak tau ya apa yang tadi gue dan suami gue lakukan?" lanjut gue bertanya sampai menaik turun alis.


Vivi yang amat polos hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya tanda tidak mengerti. Kenan hanya menepuk jidatnya dan frustasi.


"Nona Vivi tanyakan aja ke suami kamu itu, dia paham kok." jahil gue dengan mengerling matanya. Kenan melototkan mata ke arah gue dan suami gue.


"Maksud nona Ayya apaan kak?" tanya Vivi polos dengan rasa ingin tau.


"Bukan apa-apa honey." balas Kenan tersenyum lembut. "Nona besar, tuan besar ada apa menghubungi saya dan istri saya?" tanya Kenan mengalihkan pembicaraan vulgar.


"Gue nitip 3 bocil ya ke mansion lo." membuat Vivi dan Kenan saling pandang.


"3 bocil?! dititipin?!" tanya Vivi beruntun.


"Iya, 3 bocil. Putra gue, Bintang. Terus putra Kak Adam dan Shafa namanya Gilang terakhir Kenzo, putra Amel dan King."


"Apa?! Nona besar Ayya serius tuan muda Gilang, dititipan ke kita?!" tanya Kenan syok.


Gue menganggukkan kepala dengan wajah polos.


"Honey, kamu kenal dengan Tuan muda Gilang sama tuan muda Kenzo?"


"Kalo tuan muda Gilang sangat mengenalnya honey. Dia anak semata wayang tuan Adan dan nona Shafa, si pasangan gunung es berjalan bahkan tuan muda Gilang lebih parah dari kedua orang tuanya. Kalo tuan muda Kenzo, hanya orang tuanya saja nona Amel dan tuan King. Tuan Kenzo aku tidak terlalu mengenal sikapnya." jelas Kenan panjang lebar.


"Wuaaahhh .... kalimat terpanjang yang pernah gue dengar. Gue kira lo seperti suami gue yang dingin dan datar macam kulkas berjalan." ejek gue bertepuk tangan.


Vivi mendengar hal itu terkikik berbeda dengan Kenan dan Leo mendengus mendengar kalimat ejekan.


"Kapan mereka akan tiba disini nona besar?"


"Gue dan suami gue sepakat akan mengirimkan trio bocil secara diam-diam. Trio bocil akan dijaga oleh Anita, Ben serta Haris."


"Baik nona besar/Ayya."


Video call gue matikan secara sepihak karena Leo beraksi lagi.


Episode 65 sedikit pengulangan : Setelah seminggu gue dan suami gue liburan keluarga sekaligus honeymoon. Gue dan suami gue datang ke mansion hari sabtu pada malam hari setelah gue menVC Kenan dan Vivi serta Leo meminta jatahnya. Liburan kali ini membuat tubuh gue lelah akibat Leo yang selalu meminta jatah.


...πŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œπŸ”œ...


...Part terpanjang 😘😘😘 ...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...

__ADS_1


__ADS_2