Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 41


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


"Disitu kamu rupanya baby girl." batin Gava menyeringai membuat para orang tua dan para anak-anak mengernyitkan dahi.


Seketika tubuh dan wajah Resmi, Amzar dan Alfa reflek memeluk permaisuri Genia, Grace serta Miya. Bahkan tubuh dan wajah Bintang yang berada di gendongan Leo pun bersembunyi di dada bidang Leo membuat Leo menepuk punggung putra bungsunya.


Lou memberanikan diri dan memegang dahi Gava lalu : "wahai arwah-arwah bergentayangan di dekat pohon mangga, keluarlah dengan perlahan dari tubuh saudara perempuanku. blablabla (pembacaan doa)"


Gava mengernyitkan dahinya heran dan bingung saat mendengar Lou membacakan doa pengusiran arwah. Salah satu tangan Gava menghempaskan salah satu tangan Lou dari dahinya.


"Kamu kenapa sih Lou tiba-tiba aja memegang dahiku lalu membaca doa? Kamu kira aku kesurupan apa?" sarkas Gava memandang sengit Lou.


"Bisa dikatakan iya bisa dikatakan tidak." balas Lou ambigu membuat Gava melotot horor.


pletak


Gava menjitak dahi Lou agak keras membuat Lou berteriak kesakitan.


"Aauuu ... Gava setan bin kampret." ringis Lou mengeluarkan kata kasar.


Lou lupa kalo ada anak-anak yang mendengar kata kasar seketika :


Pletak


Bugh


Puk


Jitakan dahi, tepukan punggung dan sentilan bibir yang didapat dari Gava, Grace dan permaisuri Genia membuat Lou berteriak kesakitan.


"Gava !!! baby !!! kak permaisuri !!!" teriak Lou kencang.


Para orang tua dan para anak-anak menutup telinga masing-masing.


"DIAM !!! BERISIK !!! NEI, MASIH NGANTUK. JANGAN GANGGU ACARA TIDUR NEI TERGANGGU YA !!!" teriakan seorang gadis kecil dari atas pohon mangga mengalihkan atensi para orang tua dan para anak-anak untuk mendongakkan kepala mereka ke atas.


Pertama yang paling utama adalah wajah Permaisuri Genia membulatkan matanya bahkan jantungnya hampir melompat kemudian berteriak : "YA ALLAH NEI !!! KAMU NGAPAIN DI ATAS POHON BABY GIRL !!!"


Dilanjutkan dengan teriakan Grace yang melengking : "YA ALLAH ANAK MOMMY YANG PALING CANTIK, MANIS DAN IMUT !!! TURUN NEIRA DARI ATAS SANA !!! NANTI JATUH GIRL !!!"


Neira yang berada di atas pohon mangga merasa mendengar nada familiar dari bawah langsung mendongakkan kepalanya kebawah.


"Loh kalian ngapain berada di bawah pohon mangga?" tanya Neira polos dan wajah tanpa dosa.


Gava yang mendengar pertanyaan polos dan watados anak ketiganya langsung menarik napas dalam dan berteriak : "NEIRA ANAK MAMA !!! BISA TURUN GAK DARI POHON MANGGA !!! JANGAN SEPERTI ANAK MONYET YANG SUKA BERGELANTUNGAN DI ATAS POHON !!!"


"Waduh, Neira lupa kalo hanya mama yang tau kegiatan ekstrim kami." batin Neira menepuk dahinya.


"IYA MAMAH NEIRA YANG PALING CANTIK DAN SEKSEH !!! NEIRA TURUN !!!" teriakan Neira di atas pohon mangga tak kalah nyaring.


Tubuh Neira dengan gesit dan lincah turun dari atas pohon mangga. Saat sudah mendarat dibawah pohon mangga, tubuh Neira berbalik dan cengengesan saat melihat Gava berkacak pinggang, wajah merah padam dan hampir meledak (kalo difilmkan keluar asap 🤣)


"Kamu ngapain diatas pohon mangga baby girl?"

__ADS_1


"bersembunyi, mah. kan tadi main petak umpet bareng saudara dan teman."


"Tapi bisakan gak harus naik pohon mangga segala."


"Yah ..... gak ekstrim mah, rencananya Neira mau bersembunyi di atas genteng atau di tempat para binatang peliharaan buas tapi Nei gak jadi takutnya akan ada spot jantung untuk seseorang mah." Ucap Neira polos dan watados.


"Ekstrim,,, ekstrim ... kamu kira ajang pencarian bakat apa." decak Gava memijit kepalanya yang tiba-tiba sakit.


Neira hanya cengengesan saja lalu memandang permaisuri Genia dengan wajah polos :"Bibi permaisuri, jantungnya gak meloncatkan?"


Permaisuri Genia menatap horor Neira. Neira yang ditatap hanya menampilkan wajah polos dan manis. Padahal di dalam hatinya tertawa terbahak-bahak.


Gava menghembuskan napasnya kasar. Gava sangat mengenal sikap keenam anaknya yang berbeda. Neira dan Bintang penyuka hal ekstrim dan sering membuat jantung seketika melompat tiba-tiba.


"Sebaiknya kita masuk ke mansion. Hari sudah mulai terik dan panas. Kasian anak-anak pasti sekarang kelaparan." Ucap permaisuri Genia melihat wajah para anak-anak yang lesu dan lelah.


Para orang tua menganggukkan kepalanya. Mereka memasuki mansion menuju ruang keluarga dimana sepasang pasutri dan 4 orang bumil menunggu kedatangan para orang tua dan anak-anak.


Baru saja para orang tua dan para anak-anak tiba diruang keluarga, tiba-tiba saja bunyi alarm tanda bahaya memenuhi seisi mansion.


"Apa yang terjadi kepala penjaga? Kenapa alarm mansion berbunyi? Apa ada penyerangan?" tanya Gava beruntun dengan nada tenang menekan interkom.


"Iya, nyonya." angguk kepala penjaga dibalik interkom.


Gava yang mendengar ada penyerangan seketika menatap para anak-anak yang berwajah polos, manis, datar dan imut.


"Alana bawa seluruh adikmu ke tempat biasa. Kak Permaisuri Genia, Putri Shira, Selir Irene dan dua keponakanku kalian ikutilah Alana." perintah Gava kepada Alana, Permaisuri Genia, Putri Shira, Selir Irene dan dua sepupu keponakan menantunya.


"Anita, kau bersama rombongan anak-anak." lanjut Gava lagi memberi perintah.


"Mama gimana? apa mama ikut bertarung?" tanya Alana agak cemas.


"Ma, kami ikut." sahut Radith mewakili ketiga adiknya.


Gava menggelengkan kepalanya. Artinya Gava tidak memperbolehkan anak-anaknya terluka.


"Kalian turuti perintah mama, jangan melanggar. Ini urusan orang dewasa." sahut Leo lembut.


Radith menatap ketiga adiknya. Mereka memiliki batin yang sama.


"Baiklah kami akan bersembunyi. Mama, papa. Jangan terluka sedikitpun dalam pertarungan ini." Radith menganggukkan kepala tanda mengerti sekaligus memberi nasehat.


Alana dan Anita membawa para anak-anak, wanita hamil dan seorang wanita ketempat persembunyian diikuti Anita dan beberapa pengawal terlatih.


Gava menatap para orang tua satu persatu lalu bergerak ke kamar masing-masing untuk mengambil berbagai senjata dan racun untuk para tikus yang tiba-tiba saja menyerang.


Di kamar pasutri utama, Gava dan Leo masing-masing berada di tempat berbeda. Gava memakai earphone yang terpasang ditelinganya untuk mengetahui situasi mansion saat ini.


Sekilas info : Tanah yang dihuni keluarga Gava-Leo sangat super duper luas. Mansion Utama RR berada di tengah-tengah mansion cabang, apartemen, bandara serta beberapa rumah mewah dan megah.


Jangan lupakan hutan dan danau yang dihuni ribuan lebih hewan buas seperti buaya, ular, serigala, harimau, singa, ikan piranha, beruang dan hyena. Bahkan tiap bangunan baik mansion utama, mansion cabang, apartemen dan rumah mewah dilengkapi berbagai teknologi agar para musuh sangat susah mendekati mansion utama.


"Bagaimana keadaan disana?" tanya Gava dibalik pintu rahasia untuk mengambil beberapa senjata.


"Kalo saya bilang sangat kacau nyonya. Hampir puluhan mafia memberontak dan bekerja sama untuk menyerang rumah mewah di depan." jelas kepala penjaga.


"Aturlah strategi, saya dan yang lain akan segera kesana." perintah Gava mengambil satu tas dimana dalamnya sudah dimodifikasi untuk berbagai senjata dan racun nanti.


Gava mematikan eraphonenya untuk sementara. Dia keluar dari ruang rahasia yang berada ditengah-tengah walk in closet dirinya dan suaminya. Leo mendekati Gava dengan memberikan jubah anti berbagai senjata dan sepasang sepatu yang sudah dimodifikasi.

__ADS_1


"Sebaiknya kita harus cepat ke rumah mewah itu sayang. Para mafia bekerja sama untuk melakukan penyerangan kepada kita." Ucap Gava mengalungkan kedua tangannya di leher Leo.


Leo menganggukkan kepalanya kemudian mencium bibir Gava agak lama bahkan jubah serta baju Gava sudah tersingkap ke atas. Leo dengan rakus memberikan tanda di gunung kembar. (mesra-mesraan dulu sebelum bertempur ya mak 😒)


Hampir 10 menit, Gava dan Leo bermesraan akhirnya keluar dari kamar.


Di ruang keluarga, Gava menatap yang lain kemudian : "ayok kita olahraga !!!!" berteriak bersemangat 45.


Pasangan Gava-Leo memimpin dengan aura yang sangat berbeda. Aura Gava malaikat berhati iblis sedangkan aura Leo iblis pencabut nyawa.


15 menit, rombongan Gava-Leo berada di dekat rumah mewah dan megah. Gava-Leo mengamati sekitar dimana puluhan mafia kecil yang berkhianat dan berani menyerang si king dan queen mafia alias penguasa para mafia.


Gava menatap yang lain dimana mereka menganggukkan kepala tanda siap menyerang.


"SERANG !!!!!!!!!!!" teriak Gava menggelegar.


Puluhan mafia kecil itu tersentak kaget saat mendengar teriakan Gava menggelegar.


"SERANG !!!!!!!!" teriak salah satu pemimpin mafia.


Trang Ssrreekk


Dor dor dor


Trang Ssrreekk


Dor dor dor


Bunyi pedang beradu dan tembakan berbunyi saat penyerangan. Pasangan Gava-Leo yang memakai jubah dan sepatu yang sudah dimodifikasi sama sekali tak terluka sedikit pun.


Para anak buah Gava-Leo juga memakai jubah yang sama hanya saja sepatu mereka berbeda. Rumah mewah dan megah hampir 300 meter (ngarang) menjadi rumah lautan darah.


Pasangan Gava-Leo benar-benar sangat brutal dan tanpa ampun dalam bertempur. Banyak musuh mafia tumbang dan terluka di akibatkan oleh pasangan Gava-Leo.


Lou dkk hanya melihat pertempuran Gava-Leo hanya meneguk saliva kasar dan terdiam layaknya menonton film action.


"Monster." batin Ello meneguk saliva kasar melihat pasangan Gava-Leo.


"Bibi, paman. liatlah putri dan menantumu sangat mengerikan. Mereka seperti perpaduan malaikat dan iblis." batin Kaisar Awan memandang ngeri pasangan Gava-Leo.


"Ya Allah Saguna, pengen muntah melihat lautan darah di depan Saguna. Bibi Ratu dan paman raja kalo di usik seperti monster yang siap menerkam kapan saja." batin Saguna menangis.


"Lama gak bertempur ya seperti ini." batin Lou memeluk pinggang Grace.


Grace berlindung didada bidang Lou saat melihat pemandangan didepan mata. Adam dan Zafar juga dipeluk oleh Miya dan Shafa.


Ceilo dan Alan terdiam kaku dan hampir tak bisa bergerak saat melihat pasangan Gava-Leo menyerang dengan begitu brutal dan tanpa ampun.


Lalu tiba-tiba earphone rombongan Gava dan Leo berbunyi dari Ryker. Ryker memberitahukan bahwa Radith, Resmi, Neira dan Bintang akan ikut dalam pertempuran. Wajah pasangan Gava-Leo seketika menyeringai saat mendengar keempat anak mereka akan ikut. (Dasar orangtua gak pernah khawatir atau cemas sama anak 😩)


Berbeda dengan Lou dkk, wajah mereka langsung menampilkan wajah cemas, khawatir dan frustasi.


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


...Apa yang dilakukan para anak kandung Gava-Leo? Apakah mereka akan ikut bertempur atau cuman nonton aja? ...


...Part terpanjang yah 1500 lebih perkata 🤭🤭 sampai ketemu lusa, soalnya author besok novel Young Grandmom 😊😊...


...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬 agar author semangat update 🥰😍🤩😘...

__ADS_1


__ADS_2