Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 70


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...


Sebuah gedung tua letaknya di sebelah Selatan Negara A, 4 orang anak berbeda gender dalam keadaan pingsan akibat di bius bahkan tubuh mereka terikat di sebuah kursi.


Di hadapan mereka terdapat ratusan pengawal, 3 orang wanita, 2 orang pria dan sepasang pasutri paruh baya. Mereka menatap keempat anak yang di culik terutama anak perempuan itu dengan pandangan sulit diartikan.


"Jacob, apa kamu serius akan mengangkat Neira, sebagai putri angkatmu?" tanya seorang pria paruh baya dengan tatapan tajam bak elang.


"Iya bang, saya serius. Saya akan mengangkatnua menjadi putri angkat saya agar kekuasaan saya semakin melebar." balas Jacob tersenyum.


"Maksudmu?" tanya pria paruh baya itu.


"Saya membutuhkan otaknya saja. Saya emang akan menjadikannya anak angkat. Tapi itu hanya alibi saja. Sebenarnya dia akan menjadi budak Friska Kurniasih Athlon, bang." jelas Jacob tersenyum manis sambil meminum winenya.


"Hahahaha ... ternyata alasanya cuman itu hahahaha ..." Ucap pria paruh baya itu tertawa.


"Kemana kamu akan membawa Neira?"


"Ke negara tempat Friska tinggal, bang."


"Bagus, bagus. Jadi Neira akan semakin jauh sama keluarganya."


Mereka tidak tau bahwa dari ratusan pengawal ada dua mata-mata yang menguping.


"Terus 3 anak ini kita apakan?" tanya Meli menatap Amzar, Ahsan dan Alfa.


"Aku ada ide. Itu akan membuat putri Ayya murka dan terpukul." Ucap Jeslin menatap mereka semua.


"Apa itu kak Jeslin?"


Jeslin membicarakan rencananya ke mereka semua sementara 2 mata-mata yang menjadi pengawal seketika membulatkan mata saat mendengar rencana Jeslin yang akan membuat seluruh keluarga Ramos, Rajendra dan Atmaja semakin down.


"Wow, rencananya yang bagus adikku tersayang. Hahahaha ... pasti Gava akan tersiksa baik lahir maupun batin akibat rasa bersalah tidak menyelamatkan mereka hahahaha.... " Ucap seorang pria paruh baya itu tertawa senang saat mendengar rencana Jeslin.


"Iya, sayang. Hahahaha .... aku sungguh tidak sabar melihat bagaimana dia tersiksa hahahaha ...." Ucap seorang wanita paruh baya itu tertawa senang dan gembira.


Jeslin, Jacob, Meli dan kedua asisten bernama Gita dan Hansa juga tertawa. Mereka tidak tau kalo kedua mata-mata sudah memberikan kabar untuk seseorang dibalik earphone.


"Cih ... dasar musuh dalam selimut ,,, baiklah gue terima permainan kalian ... bersenang-senang dulu sebelum kehancuran kalian ..." Ucap seseorang dibalik earphone.

__ADS_1


"Honey, sebaiknya kalian ke rumah duka. Aku takutnya mereka curiga kalo kamu, abang dan kKak tidak ada disana." Ucap Jacob ke Jeslin dan pasutri paruh baya.


"Ya, kamu benar Hon. Sebaiknya aku, abang dan kakak akan ke rumah duka." Ucap Jeslin menganggukkan kepala.


Jeslin dan pasutri paruh baya keluar dari gedung tua itu. Mereka menggunakan mobil yang berbeda.


...🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬...


Di rumah duka dekat mansion cabang RR.


5 peti jenazah berjejer rapi, semua pelayat berbagai kalangan terus berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, setelah mendapat kabar dari media bahwa Dewa, Fira, Edward, Tuan Drixson dan Nyonya Drixson meninggal secara bersamaan di hari yang sama di waktu yang berbeda.


Wajah Sekar sembab dan pucat terus saja mengeluarkan air mata akibat kepergian ketiga orang kesayangannya. Alan terus saja memberikan pelukan agar sang istri tegar.


"Hon hiks ... kenapa nasibku hiks ... selalu saja sial hiks ... saat kebahagian hiks ... sudah jadi milikku hiks ... daddy, oma, opa hiks ... meninggalkan aku hiks ... aku sebatang kara hon hiks ..." isak Sekar lirih sambil menepuk dadanya yang terasa sesak.


"Jangan ngomong itu honey ... ikhlaskan kepergian oma opa dan daddy. Kamu tidak sebatang kara, ada aku, Alana, Mama, papa, daddy Lou, mommy Grace dan yang lain. Mereka keluargamu Honey." Ucap Alan menenangkan istrinya padahal dihatinya juga sangat hancur.


"Hiks ... tapi hiks ... aku memang hiks ... anak pembawa sial hiks ... mommy meninggal hiks ... karena menyelamatkanku hiks ..." isak Sekar lirih bahkan menyalahkan dirinya.


Alan melepaskan pelukannya dan mengangkat wajah Sekar. Alan nenatap mata Sekar dengan sangat dalam.


"Honey, dengerin aku. Kamu bukan pembawa sial. Mommy menolongmu karena insting seorang ibu. Kamu pasti akan melakukan sesuatu jika anak kita dalam bahaya, begitu juga mommy lebih mengorbankan nyawanya ketimbang nyawa anaknya." jelas Alan lembut sambil menatap kedua manik mata Sekar yang terus saja mengalir deras.


Alana juga terisak dipelukan Ceilo setelah mendengar kabar bahwa kakek dan neneknya meninggal dunia akibat kecelakaan mobil. Alana dan Ceilo juga mendengarkan bagaimana frustasinya Sekar hanya diam tanpa bisa memberikan saran.


Jangan tanyakan bagaimana wajah Gava dan Leo. Wajah mereka terus saja menunduk dan menangis dalam diam. Gava dirangkul Amel, King juga mengusap punggung Leo.


Miya dan Grace juga ditenangkan oleh Calis dan Shafa, sama halnya Zafar dan Lou juga ditenangkan oleh Adam dan Vori.


Kaisar Awan, permaisuri Genia dan pangeran Ello baru saja tiba dirumah duka, jangan lupakan Raden Daniswara Rajendra, raja Rajendra beserta ratu Freya Rajendra dan Ali Lasmana Ramos, kaisar Ramos beserta permaisuri Kamala Ramos.


"Gava, Leo." panggil Freya dan Kamala bersamaan.


Leo dan Gava mendongakkan kepalanya diikuti yang lain. Mereka langsung memeluk Freya dan Kamala dengan erat.


Permaisuri Genia mendekati Gava dan mengelus punggung Gava. Akhirnya tangis Gava pecah saat Freya memeluknya samahalnya Leo.


Semua orang hampir menangis saat mendengar tangisan Gava dan Leo pecah menandakan kesedihan mendalam.


Mereka tidak sadar bahwa 3 orang tersebut tersenyum tipis melihat penderitaan Gava, target utama mereka.


"Nyonya muda Ayya, tuan muda Leo. Kita sebaiknya menguburkan mayat tuan besar, nyonya besar dan yang lain." Ucap kepala rumah duka yang baru saja tiba.


Gava dan Leo hanya menganggukkan kepala dibalik pelukan Freya dan Kamala. Kepala rumah duka memberikan perintah 30 anak buahnya untuk mengangkat kelima peti mati agar bisa disemayamkan.

__ADS_1


...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...


Kuburan khusus keluarga Rajendra dan Ramos bahkan kerabat selain sahabat, di sebelah hutan Barat.


Seluruh penghuni mansion dan para pelayat memberikan penghormatan terakhir kepada kelima peti mati itu.


Kuburan pertama peti mati Edward.


Saat peti mati Edward ingin dimasukkan ke liang lahat terhenti seketika.


"Pak, pak. Jangan masukin daddy saya pak. Daddy saya masih hidup pak." histeris Sekar sambil menahan peti mati Edward.


Alan dan Ceilo menahan tubuh Sekar agar tidak terjatuh.


"Honey, ikhlaskan sayang. Ikhlaskan kepergian daddy sayang." bujuk Alan menahan tubuh Sekar.


"Alan ... lepaskan aku ... Aku ingin ikut daddy Alan." histeris Sekar memberontak sekuat tenag tetapi tenaga Alan dan Ceilo yang kuat membuat pegangan Sekar ke peti mati terlepas.


Alan langsung memeluk Sekar erat. Sekar terus saja memberontak.


"Kuburkan pak." lirih Alana melihat Sekar yang terus berontak di dekapan Alan.


Kepala rumah duka akhirnya menurunkan peti mati Edward. Setelah peti mati Edward sudah berada di liang lahat. Selanjutnya peti-peti lain juga memasuki liang lahat.


Setelah kelima peti mati sudah dikuburkan dan memanjatkan doa agar para orang meninggal tenang dan damai.


Satu persatu semua orang pergi dari kuburan tersebut hanya tersisa Gava, Leo, Alan, Sekar, Alana dan Ceilo.


Sekar terus saja mengusap batu nisan Edward, daddynya dengan air mata terus mengalir di kedua matanya. Alan terus saja mengusap punggung istrinya.


Gava dan Leo juga melakukan hal yang sama seperti dilakukan Sekar.


"Mami, papi. Edward, Tuan dan nyonya Drixson. Kalian tenang saja. Aku dan Leo akan membalas mereka semua sampai mereka semua memohon untuk dibunuh secepatnya ketimbang menjadi bahan percobaan kami." batin Gava mengusap keempat nisan dengan pandangan sulit diartikan.


"Mami, papi, Tuan Edward, tuan dan nyonya Drixson. Saya akan membalas semuanya. Kalian jangan khawatir dengan kami ataupun yang lain." batin Leo menatap kelima batu nisan dengan pandangan sulit diartikan.


Sedangkan dibalik pohon 3 orang mengawasi Gava, Leo, si kembar A, Sekar dan Ceilo dengan tersenyum puas dan mengejek karena rencana mereka berhasil dengan sangat mulus dan tanpa lecet satupun. Ketiga orang itu akan menjalankan rencana selanjutnya.


...🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞...


...Selamat hari Senin 😘😘...


...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...

__ADS_1


__ADS_2