
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€ππ...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran π€ππ€...
...πΊπΊπΊπΊπΊπΊ...
Di ruang persembunyian Alana, Permaisuri Genia, Anita serta keempat wanita bumil kalang kabut karena mencari keberadaan Radith, Resmi, Neira dan Bintang tidak ada.
"bibi permaisuri, Alana takut." lirih Alana.
"Tenanglah, Alana. Kamu harus tenang. Jangan membuat panik dan cemas, kasihan anak-anak yang lain." Ucap permaisuri Genia berusaha tenang.
Sementara keempat anak Gava-Leo yang berhasil kabur dari persembunyian. Keempat anak Gava-Leo sekarang berada di kamar orang tua mereka untuk mengambil berbagai senjata.
"Bang Dith, udah ketemu belum ruang rahasia tempat persenjataan?" tanya Resmi melihat sekitar kamar pasutri.
"Abang gak tau, Res. Papa mama sangat misterius." Sahut Radith menggelengkan kepalanya.
"Anak-anak. Apa kalian dikamar papa mama? Apa kalian mendengarkan suara mama?"
Suara pertanyaan Gava di kamar pasutri menggelegar membuat Radith, Resmi, Neira dan Bintang saling pandang.
"Mah, mama. Dimana?" tanya Bintang.
"Mamah berada di area pertempuran. Apa kalian ingin ikutan?"
"Iya, mah. Kami ingin ikut tapi senjatanya tidak ada mah? Mah, katakan dimana ruangan rahasia persenjataan?" tanya Neira membujuk.
"Radith dan Bintang, Kalian pergilah ke kamar Radith. Lalu Kamu, little boy passwordnya "RaTan". Resmi dan Neira, kalian juga pergi ke kamar Resmi kemudian passwordnya "MiRa"."
Keempat anak Gava-Leo saling pandang dan paham apa yang dimaksud oleh Gava.
"Kami mengerti mah."
Keempat anak Gava-Leo keluar kamar pasutri lalu kekamar Radith dan Resmi yang bersebelahan.
...π·π·π·π·π·π·π·...
Radith dan Bintang berada di kamar Radith terkesan hitam dan putih serta maskulin.
RATAN
Teriak Radith menggelegar dikamar. Sebuah lemari sepatu di dekat walk in closet bergeser ke sebelah kanan. Setelah itu tiba-tiba saja dinding berubah 360Β° dengan menampilkan berbagai senjata rakitan dari organisasi AZZA yang aman buat anak-anak bahkan ada sebuah pakaian serba guna, sepatu dan tas serba guna.
Radith dan Bintang menganga tak percaya saat melihat pemandangan di depan mereka.
"Bang Dith, kapan mama papa membuat luangan lahasia di kamal abang?" cadel Bintang takjub dan bertanya.
"Kamu nanya sama abang? Abang nanya sama siapa?" Radith balik bertanya.
__ADS_1
Radith dan Bintang pun bergerak ke arah dinding. Bintang yang bocah menatap berbinar berbagai senjata di kamar Radith.
"Bang, bisa ambilkan pistol?" Bintang menunjuk sebuah pistol berukiran unik.
Radith mengambil pistol yang ditunjukan Bintang lalu menyerahkannya. Bintang dengan lihai mengotak-atik pistol unik tersebut.
Radith memilih beberapa pisau dan pistol berukuran kecil, lalu mengambil sebuah bom berbentuk permen karet, jangan lupakan pedang modifikasi.
Kemudian Radith menatap Bintang dengan pandangan tak percaya. Bintang mengambil pistol, bom permen karet, pedang lipat berbagai ukuran dan pisau kecil.
"Bin, bagaimana caranya kamu menyimpan senjata-senjata ini?" tanya Radith bingung.
"Abang lupa ada tas selbaguna." balas Bintang cadel mengambil tas serbaguna dibawah berbagai senjata.
Radith hanya menganggukkan kepalanya saja. Kemudian mengambil tas serbaguna itu. Bintang dan Radith menyimpan berbagai senjata di dalam tas serbaguna masing-masing. Radith dan Bintang juga memakai pakaian dan sepatu yang sudah dimodifikasi.
Sementara itu di sebuah kamar terkesan elegan dan girly, Resmi dan Neira meneriakkan kata :
MIRA
Sebuah dinding dekat walk in closet berubah 360Β° dengan menampilkan berbagai senjata rakitan dari organisasi AZZA yang aman buat anak-anak bahkan ada berbagai botol, pakaian serba guna, sepatu dan tas serba guna.
Jangan tanyakan wajah Resmi dan Neira sama seperti wajah Radith dan Bintang yaitu menganga tak percaya saat melihat pemandangan di depan mereka.
Resmi dan Neira mendekati dinding itu dengan wajah berbinar. Resmi dan Neira memilih masing-masing senjata berbeda berdasarkan keperluan mereka.
Uniknya Neira mengambil beberapa botol aneh dan menyimpannya di tas serbaguna. Resmi memilih bom berbentuk kelereng. Kemudian mengambil pakaian dan sepatu serbaguna.
"Kita harus cepat kepertempuran itu. Aku sudah tidak sabar." sahut Radith berbinar.
Ketiga adiknya menganggukkan kepala tanda menyetujui. Keempat anak Gava-Leo keluar dari mansion utama menuju rumah mewah dimana jadi area medan pertempuran.
Di medan pertempuran, Gava dan Leo terus saja bertarung tanpa henti. Lou dkk dan keluarga Atmaja hanya menyaksikan dua malaikat dan iblis tanpa niat membantu disebabkan pasangan Gava-Leo mengatakan kalo mereka lelah jadi kalian turun tangan. (Para saudara dan anak buah menjadi cadangan ya gitu π)
Di area pertarungan antara pasangan Gava-Leo sudah seperti lautan darah manusia serta mayat manusia berserakan dimana-dimana dalam keadaan mengenaskan. Pasangan Gava-Leo sama sekali tidak terluka karena dilindungi jubah.
Wajah dan aura pasangan Gava-Leo sangat mendominasi. Para anak buah organisasi AZZA sebagian sudah mengalami luka-luka.
Puluhan ketua Mafia dan anak buah mafia yang menyerang banyak yang sudah DEAD akibat ulah pasangan Gava-Leo.
Saat Gava mengayunkan pedangnya ke sebelah kiri, dia tidak melihat kalo salah satu ketua mafia menembak pistol tetapi ....
DOR TRANG
Peluru yang ingin mengenai Gava malah terlempar keluar akibat sebuah peluru yang menghalangi. Leo yang didekat Gava langsung mengangkat jubahnya agar istrinya terlindungi. Lou dkk dan keluarga Atmaja langsung ke medan pertempuran.
Gava yang berada di dekapan Leo menatap sekitar seketika tersenyum manis bahwa putra bungsunya si Bintang menyelamatkan nyawanya.
"Baby kenapa kau tersenyum?"
"putra bungsu kita menyelamatkan kita sayang. Coba kepalamu menuju arah utara, keempat anak kita sudah tiba."
__ADS_1
Kepala Leo mengikuti arahan Gava dan matanya memincing melihat wajah keempat anaknya melambaikan tangan. Leo tersenyum tipis kemudian melepaskan dekapannya dari tubuh Gava.
Keempat anak Gava-Leo berlari ke arah pasangan Gava-Leo dengan memakai jubah. Lou dkk dan keluarga Atmaja membulatkan mata mereka.
Kedua tangan Gava maupun Leo melebarkan jubah mereka akan anak-anak mereka terlindungi dari serangan.
Radith mengambil permen karet lalu melemparkan ke segerombolan musuh di dekat Lou dan Grace, sama halnya Neira menggulirkan beberapa bom kelereng ke keluarga Atmaja.
BOM DUAR
BOM DUAR
Dua ledakan besar dan bersamaan membuat segerombolan musuh terhempas bahkan banyak yang DEAD.
"Radith, kamu bersama Mama dan Bintang. Lindungi mereka. Resmi, Neira tetap berada di dekat papa." perintah Leo lembut.
BAIK PAPA !!!
Teriak keempat anak Gava-Leo bersamaan.
Radith mengeluarkan dua pedang berukuran sedang, Bintang mengeluarkan pistol, Neira dan Resmi mengeluarkan pedang.
SERANG !!! KELUARGA RAJENDRA DAN RAMOS !!!
Teriak salah satu ketua mafia memberi perintah. Hampir ratusan anak buah mafia maju menyerang keluarga Gava-Leo.
Pasangan Gava-Leo serta keempat anaknya sangat brutal layak malaikat dan iblis. Arya ~ Alter ego Bintang dan Neira malah asyik melemparkan bom permen karet dan bom kelereng sehingga tubuh puluhan mafia yang menginjak bom tersebut meledak dan tak terbentuk lagi.
Berbeda dengan Radith dan Resmi dengan santainya mengayunkan pedang diseluruh tubuh musuh bahkan tubuh yang sudah mati malah dimainkan oleh si twinR. Gava dan Leo hanya menyeringai saat melihat keempat anak mereka yang asyik bermain.
Pasangan Gava-Leo menyerang beberapa ketua mafia bahkan tubuh mereka sudah tak terbentuk lagi.
Pertempuran panas dan menegang hampir berjalan selama 3 jam. Pihak Gava-Leo hanya 10 orang yang meninggal berbeda dengan pihak musuh yang semuanya meninggal tak tersisa satupun.
"Capeknya." sahut Radith dan Resmi terduduk di tanah dengan wajah lelah.
Bintang dan Neira sama-sama menyadarkan punggung mereka dengan wajah lesu dan lelah.
Berbeda dengan pasangan Gava-Leo, Lou dkk, dan keluarga Atmaja masih terlihat memiliki tenaga. Lou memberi perintah untuk membersihkan bekas kekacauan di rumah mewah ini.
"Sebaiknya kita kembali ke mansion." Ucap Gava mengelus pucuk kepala Neira dan Bintang.
3 buah terbuka dimana Ryker dan beberapa anak buah organisasi AZZA sebagai supir dadakan untuk menjemput keluarga Gava-Leo, Lou dkk dan keluarga Atmaja.
Keluarga Gava-Leo tanpa Alan dan Ceilo berada di mobil pertama. Kaisar Awan, Ello, putra mahkota Saguna, Alan dan Ceilo berada di mobil kedua. Pasangan Lou-Grace, Adam-Shafa, Zafar-Miya berada di mobil ketiga.
...πππππππ...
...Part terpanjang π€π€ bersiap untuk besok dua novel akan author kerjakan demi hari weekend author istirahat πππ...
...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬ agar author semangat update π₯°ππ€©π...
__ADS_1