
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...♡♡♡♡♡♡♡...
Sesampai mereka di ruang meeting perusahaan, Leo dan Gava duduk di kursi kursus Ceo. Gava dan Leo menunjukkan sikap acuh tak acuh membuat Freya Abraham memasang wajah tak suka melihat Gava di samping Leo.
"Istri tuan Leo, udah gendut, polos, jelek lagi?! berbeda dengan gue cantik dan seksi?!" Batin Freya angkuh dan sombong.
"Pelakor mana lagi?! baju kekurangan bahan, make up ondel-ondel, gunung kembar mau keluar?! gini nih punya suami tampan macam artis." batin Gava cemburu dan mengeratkan cengkraman tangannya di lengan Leo.
Leo merasakan cengkraman kuat di lengannya berusaha meredakan emosi dan cemburu istrinya. Leo menampilkan wajah datar dan dinginnya. Lebih baik cari aman dari pada terkena amukan iblis berwajah malaikat.
Meeting berlangsung selama 2 jam, Gava dan Leo mendengarkan dengan seksama hasil proposal dari perusahaan Abraham.
"Isinya kok agak ganjil ya." Batin Gava heran saat mendengar isi proposal perusahaan Abraham.
"Bagaimana tuan Leo isi proposal perusahaan kami?" Genit Freya sambil menunduk dimana gunung kembar hampir tumpah di pakaiannya bak seorang jalang.
Gava mendongakkan kepalanya untuk menyetujui proposal ini melewati kode matanya. Leo mengangguk menyetujui proposal ini.
"Yeeeee ada buruan baru." Batin Gava senang sambil memeluk tubuh Leo.
Freya melihat hal itu tidak senang sama sekali. Freya tidak tau bahwa Gava memiliki perusahaan AG corp hanya saja untuk sekarang di pegang oleh Adam dan Ceilo untuk sementara.
"Nona Freya, tuan muda Leo menyetujui isi proposal anda. Nanti akan ada rapat kembali." Ramah Zafar jijik melihat aksi Freya.
"Terima kasih tuan muda Leo." Desah Freya genit.
Leo memasang wajah datar dan dingin. Dia sama sekali tak mengubris Freya yang sejak tadi menatapnya dengan menggoda. Gava terkikik dalam hati. Freya dan asisten keluar dari ruang meeting dengan wajah dongkol.
"Aku kira Ceonya profesional ternyata hanya seorang perempuan genit. Syukur aku tadi ikut jadi aku bisa melihat bagaimana jalang itu menggodamu." Dingin + Sindir Gava tajam.
"Emang aku tadi ngapain sayang?" Goda Leo.
"Diem bak patung." Polos Gava manja.
Cup
Leo mencium bibir Gava sekilas saking gemesnya melihat wajah Gava polos tetapi berisi.
"Tolong pasangan mesum di pending dulu. Disini masih single." Sindir Zafar.
Gava dan Leo sama-sama menoleh ke arah Zafar kemudian tertawa. Zafar hanya mendengus.
__ADS_1
"Mentang-mentang sudah halal jadi bisa bermesraan. Syukur aku yang liat kalo karyawan lain yang ada bak patung hidup." Batin Zafar mendengus.
Leo membantu Gava bangkit dari tempat duduknya. Gava ingin sekali membentur kepala Leo yang posesif dan protektif kepadanya.
"Leo, aku hamil 4 bulan bukan 9 bulan. Gak perlu dituntut seperti orang buta." Cibir Gava kesal.
"Tapi baby aku tidak mau kamu kenapa-kenapa lagipula perutmu tambah besar seperti 6 bulan." Kekeuh Leo.
"Kan diperutku ada 2 kecebong. Makanya besar." Kesal Gava berjalan tanpa menoleh.
"Baby, jangan terlalu cepat. Kasian kedua kecebong kita." Teriak Leo mengejar Gava yang jalan agak cepat.
"Miris sekali nasib saya melihat kemesraan tuan Leo dan Nona Ayya." Batin Zafar melihat pemandangan di depannya.
...¤¤¤¤¤¤¤¤...
Ruangan Ceo Perusahaan Ramos Corp
Gava benar-benar kesal dengan sikap Leo berlebihan. Zafar, dia menunggu Miya di luar daripada jadi nyamuk.
"Baby, jangan marah dong." Bujuk Leo.
"Awas. Jangan sentuh aku." Kesal Gava.
Leo benar-benar frustasi menghadapi mood swing bumil satu ini. Gava sedang meminta bantuan Adam untuk mencari tahu tentang identitas Freya Abraham. Adam yang ditugaskan hanya menjawab singkat, padat dan jelas.
"Gak mau apa-apa. Kerjain berkas menumpuk di meja kamu agar kamu gak lembur. Kalo sampe gak kamu kerjain, gak ada olahraga." Balas Gava santai sambil mengancam.
"Baiklah sayang. Kamu disini aja ya. Aku kerja dulu." Angguk Leo sambil mencium bibir Gava sekilas.
Gava duduk manis sambil memakan es krim rasa tomat. Ponsel Gava bergetar. Gava memeriksa ponselnya. Adam mengirimkan data Freya Abraham.
Bbbraaakkkk
Meja di depan Gava jadi sasaran tangan Gava. Leo yang sedang asyik baca berkas terlonjak kaget dan berdiri lalu menandatangi istrinya.
"Kau kenapa sayang?! Apa ada yang terluka?! Bayi kita gak papakan?! Apa kamu lapar?! Jawab sayang?!" Panik Leo duduk disebelah Gava sambil mengamati tubuh Gava dan mengelus perut buncit Gava.
Kening Gava menyatu mendengar nada panik Leo.
"Syukurlah kamu baik-baik saja." Syukur Leo menghela napas lega.
"Kamu kenapa?" Tanya Gava polos dan heran.
"Kamu yang kenapa?" Leo balik tanya.
"Aku gak papa. Tapi tadi kenapa kamu panik, apalagi pertanyaanmu yang nyeleneh banget." Balas Gava LOLA dan heran.
__ADS_1
"Tadi kamu gebrak meja kenapa?" Tanya Leo berusaha sabar.
"Nih dari Adam. Identitas Ceo Abraham si Freya Freya itu." Sahut Gava sambil memberikan ponselnya ke Leo.
Leo mengambil ponsel Gava kemudian wajahnya mengeras dan aura pembunuh pekat keluar begitu saja. Tetapi elusan lembut dan menenangkan membuatnya menoleh.
"Tenanglah. Si freya freya itu tidak akan bisa menyentuhku. Kau tau siapa aku." Lembut Gava sambil menaik turunkan alis.
"Biarkan ini urusanku sayang. Kau duduk manis dan liat saja." Mutlak Leo.
"Oke." Balas Gava mengangkat jempol tangannya.
"Aku kerja lagi berkasnya sebentar lagi selesai aku periksa." Sahut Leo bangkit.
Jas Leo di tarik Gava membuat wajah Leo menoleh sambil menatap bertanya-tanya.
"Di sini aja. Pengen manja-manja." Rajuk Gava mengerucutkan bibirnya.
"Tunggulah di sini. Aku akan mengambil laptop dan beberapa berkas yang belum aku periksa." Lembut Leo semangat 45.
Gava mengangguk dan tersenyum manis. Kaki Leo menuju arah mejanya kemudian mengambil beberapa berkas dan laptop. Leo meletakkan laptop dan beberapa berkas di depan meja. Leo duduk sambil Gava di pangkuannya. Gava melihat hasil kinerja Leo yang teliti dan cekatan.
"Kecebong, kecebong ku. Kalo kalian kerja seperti papa mama teliti dulu ya dokumen-dokumen ini agar bisa di serahkan ke para karyawan." Gumam Gava mengelus perut buncitnya.
Leo terkekeh karena gumaman Gava benar-benar lucu. Leo mendongakkan kepala Gava kemudian mencium bibir Gava dengan sangat intens.
Ceklek
Pintu ruangan terbuka masuklah sepasang pria dan wanita. Seorang pria yang lebih dulu masuk syok dan kaget karena Leo dan Gava perang mulut kemudian langsung menutup mata seorang wanita di belakangnya.
Eeekhhhheemmm
Deheman panjang menghentikan aktivitas Leo dan Gava. Leo berdecak kesal karena di ganggu.
"Kak Zafar, kenapa mata Miya ditutup. Emang ada apa?" Tanya Miya yang ditutup matanya oleh Zafar.
"Gak apa-apa kok sayang." Balas Zafar melepaskan tangannya dari mata Miya..
Miya mengangguk saja karena tidak melihat adegan di depannya tadi. Gava terkekeh sambil geleng-geleng kepala.
"Kak Gava." Panggil Miya hati-hati.
"Ya." Sahut Gava.
"Kata kak Zafar, kakak akan .......
...♤♤♤♤♤♤♤♤♤...
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up 🥰😍🤩😘...