Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 35


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...♨️♨️♨️♨️♨️♨️♨️...


Jacob Pov On


Saat ini aku dan Hansa, asisten kepercayaanku sedang memantau sebuah kegiatan ilegal kami di pelabuhan Timur negara A. Kegiatan ilegak yng dimaksud yaitu membeli senjata ilegal dan ramuan obat kuat untuk menjalankan rencana menyerang keluarga Rajendra, Atmaja dan Ramos.


"Hans, aku tidak sabar untuk mencicipi tubuh putri Alana dan Ratu Ayya." Seringaiku sambil menghisap cerutu.


"Tenanglah, tuan Jacob. Rencana anda dan nyonya Jeslin akan terlaksana dengan baik." Ucap Hansa datar.


"Iya, kamu benar. Bagaimana perkembangannya?" Tanya ku mengeluarkan asap cerutu dari mulutku.


"Saya mendapat kabar ratu Ayya dan suaminya berada di kota C akan memakan waktu yang tidak di tentukan. Apa kita meminta bantuan Barter dan Gama untuk memuluskan rencana ini?" Jawab Hansa sekaligus menawarkan.


"Otakmu cerdas juga Hansa. Hubungi mereka agar rencana kita berjalan dengan sempurna." Puji ku sambil menimang tawaran Hansa.


Hansa mengangguk kemudian pamit untuk menghubungi Barter dan Gama agar bekerja sama dengan kami dalam memuluskan rencana.


"Tuan Jacob, barang-barang kita sudah datang." SahutΒ salah satu anak buahku.


Aku mengangguk saja dengan angkuh dan sombong. Aku memeriksa secara detail puluhan kotak yang di pesan dari Jeslin.


"Letakkan di gudang markas Shadow." Titah ku datar.


Semua anak buahku melaksanakan perintah kemudian mengangkat puluhan kotak itu ke dalam 2 truk box agar bisa di alihkan ke markas Shadow.


Sejam kemudian, Hansa berada disampingku kembali dengan membawa berita.


"Bagaimana?"


"Barter dan Gama tidak menolak tawaran kita tuan Jacob."


"Bagus. Rencana Jeslin dalam membalas dendam akan terlaksana lalu rencanaku untuk memiliki keturunan juga terlaksana." Ucapku dengan wajah bahagia.


Hampir 2 jam, aku dan Hansa menunggu dan mengawasi puluhan kotak di pindahkan kedalam truk yang sudah di sediakan.


"Lapor Tuan Jacob, tuan Hansa. Puluhan kotak sudah berada di dalam box." sahut salah satu anak buahku.


"bagus. Ayok kita pergi dari sini. Aku tidak mau ada yang curiga." Ucapku mengamati sekitar lalu berlalu begitu saja.


Aku dan Hansa menuju sebuah mobil lalu Hansa membuka pintu belakang mobil dimana Hansa merangkap sebagai supir pribadi. Saat di perjalanan menuju markas Shadow, aku melihat sebuah taman.


"Hans, kita ke taman itu." titah ku di kursi penumpang.


Hansa hanya menganggukkan kepalanya mendengar perintahku. Selang beberapa menit kami tiba di parkiran taman, aku keluar dari dalam mobil.


"Kalian kasih jarak sekitar 5 meter dari tubuhku." titahku datar.


Semua pengawal dan Hansa menganggukkan kepala menuruti perintahku. Kaki ku melangkah memasuki sebuah taman indah, segar dan menakjubkan.


Senyum di bibirku terukir saat melihat sebuah keluarga yang bahagia. Hatiku merasakan iri, kosong dan kesepian karena tidak ada sesosok anak kecil yang menjadi pelengkap rumah tangga antara diriku dan Jeslin.


"Seandainya kamu bisa mengasih aku keturunan Jeslin, aku pasti akan menjadi seorang ayah yang bahagia dimuka bumi ini. Ternyata sayang rahimmu di angkat karena kamu sering melakukan hubungan ke banyak pria. Seharusnya kamu membiarkan diriku menghamili seluruh wanita atau jalang selama aku tiduri agar aku memiliki sebuah keturunan, tetapi kamu dengan egoisnya melarang diriku untuk memberikan kecebong kepada para wanita dan jalang yang aku tiduri selama ini karena sebuah misi balas dendam dimana diriku terlibat." batinku mulai berontak saat melihat sebuah keluarga bahagia di depan mataku.


Aku terus berjalan tak tentu arah sampai melihat seorang gadis kecil dengan seragam sekolah terduduk di kursi panjang sambil memeganf perutnya.


"Siapa gadis kecil ini?! Apa dia kelaparan?! kasian sekali?!" batin ku bertanya-tanya dan sedikit rasa iba merenung di hatiku.

__ADS_1


Aku tidak sadar bahwa kaki ku melangkah ke arah gadis kecil itu.


"Hai anak kecil, kamu kenapa disini?." sapa dan tanyaku agak lembut.


Gadis kecil itu menatap dengan wajah polos dan manis terkesan waspada.


"kamu bolos ya?" tanyaku sekali lagi melihat seragam sekolahnya atau hanya sekedar basa basi.


Gadis kecil itu menjawab dengan menggelengkan kepalanya seketika aku mendengar suara bunyi gadis kecil itu menggema seperti :


Kkkrruuyyuuukkk


"Kamu lapar ternyata, yuk ikut om ke restoran depan. Lalu kamu hubungi keluargamu. Om bukan orang jahat. Om hanya ingin membantumu saja." ucapku lembut saat melihat tatapan gadis kecil itu tak bersahabat.


"nama om siapa?! jadi Nei akan bilang ke keluarga Nei?!" tanya gadis kecil itu menyebutkan kata 'Nei' dengan wajah polos.


"Om namanya Jacob Hale Athlon, panggil saja Jacob." sahutku memperkenalkan diri.


"Okey, namaku Alneira, panggil aja Neira." Ucap Alneira, nama gadis kecil itu sambil tersenyum manis.


Aku dan Alneira berjalan ke restoran dekat taman. Aku sama sekali tidak risih saat Alneira berpegangan di lengan bajuku justru malah merasa bahagia.


"Begini ya menjadi seorang ayah." batinku tersenyum tipis.


Saat kami berada di restoran, aku dan Alneira duduk di dekat jendela agar melihat pemandangan taman di depan restoran.


"Mau pesan apa mas dan anaknya?" tanya pelayan restoran tersebut.


"Alneira, kamu pesan apa?" tanyaku kepada Alneira.


"Emang boleh om?" tanyanya balik dengan tampang polos dan lugu.


"Iya, pesanlah."


"Gak nyeselkan?"


Alneira memesan makanan untuk 2 porsi orang dewasa membuatku terbelalak kaget dan terkejut. Aku hanya memesan 1 makanan dan 1 minuman saja. Pelayan itu menyebutkan makanan dan minuman ku dan Alneira.


"Apa ada pesanan lagi?"


"Tidak ada. Hanya itu."


"Baik, tunggu 30 menit."


"ya."


Pelayan itu berlalu untuk mengantarkan pesanan kami. 30 menit kemudian, makanan dan Minuman pesanan kami tiba.


Aku hampir tersedak saat melihat Alneira, gadis kecil yang aku tolong tadi memakan dengan rakus dan lahap. Tidak sampai 20 menit, kami selesai makan.


"Om Jacob, Nei mau hubungin keluarga Nei. Pasti mereka mencari Nei, om." sahutnya polos dan manis.


Aku pun mengangguk dan merogoh ponselku.


"Nomornya?"


Alneira menyebutkan nomor keluarganya yang bisa di hubungi lalu aku memberikan ponselku kepada Alneira.


Beberapa menit kemudian, ponselku terhubung kepada keluarganya Alneira.


"Hal-" "Kak Alana !!!! Jemput Neira di arah timur yang ada restoran XXX (Sensor) !!!!" teriak Alana membuat diriku spot jantung.


"Nei, itu kamu dek?" tanya seorang wanita berusaha memastikan itu suara Alneira.

__ADS_1


"Iya, Kak Alana. Ini suara Neira."


"Kamu gak apa-apakan?"


"Gak apa-apa, kak. Nei baik-baik aja kok."


"terus ini nomor siapa?"


"nomor Om Jacob yang nolongin Nei, kak."


"Benarkah?! Apa om itu berada di dekatmu?"


"iya, kak."


"kakak mau ngomong?"


Alneira memberikan ponselku. Aku mengernyit heran saat ponselku di sodorkan ke arah ku.


"om Jacob, nih Kak Alana mau ngomong?" sahut Alneira.


"Kakak? jadi tadi kamu menelpon kakakmu gadis kecil?" tanyaku.


"iya, om. lebih baik om Jacob jawab nih, tangan Nei pegal banget dari tadi ponsel om mengambang." sahutnya menganyunkan tangan mungilnya.


"hahahaha iya iya. sini biarkan om yang ngomong sama kakakmu." ucapku gemes lalu mengambil ponselku dari tangannya.


"hallo, saya Jacob pemilik ponsel ini." Ucapku formal.


"Hallo tuan Jacob, terima kasih sudah menemukan adik saya."


"iya, apakah anda akan menjemput adik anda?"


"saya akan menelpon seseorang untuk menjemput adik saya. Seseorang itu sepertinya juga mengarah ke arah Timur."


"baik, saya tunggu."


Tut


Telepon di matikan secara sepihak, aku yakin wanita bernama Alana itu menghubungi seseorang yang akan menjemput Alneira.


"Bang Alan, Kak Sekar." teriak Alneira membahana membuat pengunjung restoran menatap meja kami dengan berbagai pandangan.


"Nei." teriak seorang remaja perempuan yang aku perkiraan namanya adalah Sekar karena tadi Alneira menyebutkan Kak Sekar.


Sepasang remaja itu mendekati meja kami. Remaja lelaki itu memeluk sang adik diikuti remaja perempuan.


"Kamu kemana aja? Semua orang mencarimu kemana-mana. Oma dan mommy Grace menangis saat tau kamu hilang."


"maafkan Nei ya bang Alan, kak Sekar. Nei, cuman ingin main tapi gak dibolehin bang Dith, kak Res."


"Ya sudah lain kali jangan gini, sayang. Kedua kakakmu melarangmu berarti kamu masih terlalu kecil. Nanti saat usiamu 10 tahun atau lebih pasti bang Radith dan Kak Resmi akan memperbolehkanmu." nasehat Sekar dengan lembut.


Alneira menganggukkan kepalanya dan wajahnya merasa bersalah.


"Tuan Jacob, terima kasih anda sudah menemukan adik saya." datar Alan terkesan tulus.


"Om Jacob, terima kasih makanan dan minumannya." Ucap Alneira.


Aku hanya menganggukkan kepala saja tanpa banyak bicara mereka pamit untuk pulang. Lalu Hansa mendekati mejaku bahwa Jeslin, Gita dan beberapa anak buah Shadow sudah memasuki perusahaan Ramos corp dan AG Corp tanpa di ketahui oleh sepasang pasutri.


Jacob Pov OFF


...πŸ”±πŸ”±πŸ”±πŸ”±πŸ”±πŸ”±πŸ”±πŸ”±...

__ADS_1


...Selamat datang hari Senin 😊😁 Part terpanjang lagi 🀭 Capek author, subuh-subuh ngerjain dan baru done 😡...


...Jangan lupa tekan Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀❀, like πŸ‘πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬πŸ’¬ agar author semangat update πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...


__ADS_2