
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€ππ...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran π€ππ€...
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
Seminggu telah berlalu, sore hari ruang keluarga di mansion RR pasangan Gava-Leo, Zafar-Miya, Adam-Shafa, Lou-Grace, Amel-King, Agra-Miko, tuan Athaya-Lusi, Vori-Calis, serta Hilda dan dua pasangan muda Alan-Sekar dan Alana-Ceilo berkumpul seperti biasa. Para anak-anak minus Radith dan Resmi bermain diruangan bermain.
"Nyonya Ayya kami akan kembali ke kota C." Ucap Lusi membuka percakapan membuat semuanya menatap Lusi.
"Bawalah Neira ke kota C." Ucap Gava.
"Kenapa kak Ayya?" tanya Hilda mengenyitkan dahinya.
"Neira akan menemukan seseorang disana. Kalian hanya akan memantaunya saja dari jauh. Lalu Bintang saat usianya 16 tahun juga akan ke kota C untuk membantu Neira." jelas Gava ambigu.
Mereka semua menatap Gava seperti meminta penjelasan lebih. Gava tetap bungkam samahalnya Leo juga tetap bungkam.
Beberapa hari setelah Gava keluar dari rumah sakit pribadi, Gava menceritakan mimpinya saat bersama Leo.
Flashback saat Gava tidur panjang
Di gazebo Gava berada disebuah taman luas dan dikelilingi ketiga putri kembarnya saudari Bintang namanya Bulan, Lintang dan Kejora.
Kejora, bungsu si kembar 4 duplikat Gava dari wajah sampai sifat. Lintang, lahir kedua setelah Bintang versi perempuan Leo dari wajah sampai sikap berbeda dengan Bulan, lahir ketiga setelah Bintang dan Lintang, wajah Gava dan sikap Leo.
"Mah."
"Hmm."
"Lintang, Kejora sama Bulan senang banget bisa menemui mama walaupun hanya di alam mimpi."
"Di alam mimpi?"
"iya, mah. Mamah sekarang berada di alam mimpi."
"Kalo mamah di alam mimpi? Bagaimana keadaan tubuh mama di dunia nyata?"
"Baik-baik saja kok tetapi mama akan spot jantung saat mendengar kabar dari papah tentang Bang Radith dan Kak Resmi."
"Kejutan apa Lintang?"
"Nanti mamah akan tau kejutannya."
"Mah, coba liat 6 layar dihadapan mamah." tunjuk Kejora.
Gava menatap 6 layar yang berada dihadapannya. Disana Gava melihat 12 orang anak kecil bermain di mansion RR.
"Mereka siapa?"
__ADS_1
"Para cucu mamah dan papah."
Gava membulatkan matanya menatap tidak percaya. "Maksud kalian apa?! mamah tidak mengerti?!"
"Apa mamah sudah melihat layar itu?" tanya Bulan memastikan.
"ya. Mama melihatnya."
"Mamah akan memiliki 9 cucu kandung dan 3 cucu angkat dari pasangan kak Alana dan bang Alan. Kalo 9 cucu kandung hanya akan 2 orang gadis yang akan menjadi keturunan Ramos dan Rajendra." jelas Bulan tersenyum manis.
Gava melihat takdir Neira dimana Neira dibantu Alfa, anak Miya dan Zafar serta Bintang. Gava beberapa kali meneguk saliva kasar saat melihat Alfa dewasa dengan diam-diam menghanyutkan selalu membantu Neira, putrinya.
"Miya, Kak Zafar. Putra kalian sungguh pria gentlemen. Tapi kalian harus bersabar ya, menantu kalian sangat unik dan menarik sehingga membuat kalian hampir spot jantung." gumam Gava melihat Alfa dewasa bersama seorang wanita.
Lalu Gava beralih ke layar terakhir dimana Bintang memiliki 2 orang istri sah bahkan dua orang istri sah, Bintang memiliki 4 orang anak.
"Kenapa abang kalian, Bintang bisa memiliki 2 orang istri dan 4 orang anak?"
"mah, itu takdir bang Bintang. Jadi dari 4 orang anak bang Bintang, salah satu bukan keturunan Rajendra dan Ramos."
"maksud kalian?"
"mamah akan tau nanti setelah bang Bintang sudah dewasa."
"Jika itu takdir Bintang?! Apa yang harus mamah lakukan?"
"mamah dan papah hanya perlu menjaga anak kandung bang Bintang ketimbang anak tiri bang Bintang nanti. Bang Bintang juga harus adil dalam bersikap kepada kedua istrinya nanti."
"Mah, sebaiknya mamah pulang. Sampaikan salam kami ke papah, kalo kami menyayangi dan mencintai papah."
"Ikutilah cahaya itu mamah."
Gava bangkit dari kursi lalu dituntun Kejora, Lintang dan Bulan menuju cahaya.
Flashback End.
"Nyonya besar." sapa Tuan Athaya.
"Ada apa?"
"Lo yang kenapa? Lusi dan tuan Leo manggil loe beberapa kali loe cuman diam bak patung." sarkas Amel kesal.
Gava hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali sampai Grace mengusap punggung Gava.
"Ada apa kak? Apa kakak sedang memikirkan sesuatu? Bisa beritahu kami kak?" tanya Grace lembut.
"Takdir yang dijalani Neira dan Bintang beserta Radith dan Resmi." Ucap Gava menatap ke yang lain.
"Maksud nona Gava?" tanya Miya tidak mengerti.
Gava menatap Miya lalu meraih kedua tangan Miya. Miya yang digenggam merasakan ada yang tidak beres dari Gava.
__ADS_1
"Ada nona Gava? Kenapa nona Gava menggengam kedua tangan saya?"
"Putramu, kirim putramu ke kota C saat usianya 16 tahun untuk melindungiku putriku, Neira." Ucap Gava seperti memohon.
Miya mengernyitkan dahi lalu mengangguk saja tanpa banyak kata. Zafar melihat Leo seperti meminta penjelasan tetapi Leo bungkam seribu bahasa.
...ππππππ...
Keesokan harinya, pagi hari dibandara pribadi mansion utama RR disebelah Utara. Gava memeluk tubuh Neira dengan penuh kasih sayang.
"Baby girl, tunggu sampai usiamu 18 tahun ya baru bisa pindah ke apartemen atau rumah sederhana." pesan Gava memeluk Neira seperti tidak mau melepaskan kepergian Neira.
"Iya, mamah. Neira akan sering datang kesini jika liburan tiba atau hari penting saja." balas Neira ceria.
"baby, gantian dong. Aku juga mau memeluk putri kita." cemburu Leo.
Gava dan Neira terkekeh kemudian melepaskan pelukan mereka. Neira memeluk Leo bahkan Leo menggendong Neira.
"Baby girl, kalo ada apa-apa kabarin papah mamah ya." pesan Leo.
"Buat apa pah? kan ada paman Athaya, bibi Lusi, bibi Hilda, paman Kenan, paman Fidel, dan bibi Vivi lalu jangan lupakan para paman dan para bibi yang lain." goda Neira dengan wajah polos.
Leo berdecak dan cemburu saat Neira dengan sangat polosnya menyebutkan keluarga Oliver dan Sanjaya serta para ketua organisasi AZZA. Gava menahan tawanya saat sifat jahil Neira keluar kalo bersama Leo dan kelima saudaranya.
"Aa Neira. Nanti aja ya goda papah. Papah cemburu tuh." celetuk Bintang dengan wajah polos.
Leo mendengus mendengar celetukan Bintang. Gava tertawa saat Bintang dan Neira sukses menggoda Leo.
Leo, Bintang dan Neira bagaikan tom and jerry dunia nyata. Kalo dekat pasti berantem, kalo jauh kangen.
Pesawat pribadi yang membawa Neira, Tuan Athaya, Lusi dan Hilda berbunyi. Leo dengan tidak rela melepaskan gendongannya dari Neira.
Neira berjalan diikuti Hilda, Karim, Tuan Athaya dan Lusi. Neira melambaikan tangannya berbeda dengan Hilda, Karim, tuan Athaya dan Lusi memberi hormat.
Bintang meneteskan air mata saat Neira, kakak terdekatnya juga berangkat ke kota C.
"Aa, tunggu usia Bintang 16 tahun ya."
"Baby girl, mamah berharap kamu kuat akan takdirmu ya biarpun mamah dan papah tidak ada di dekatmu tetapi ketiga saudaramu akan datang membantumu." batin Gava menatap pesawat pribadi lepas landas.
"Takdirmu dimulai baby girl. Papah dan mamah berharap kamu memiliki hati sekuat baja bukan hati kaca yang mudah pecah." batin Leo menatap pesawat lepas landas.
Akhirnya rombongan Gava dan Leo pulang ke mansion utama RR.
...ππππππ...
...Bentar lagi tamat π₯Ίπ₯Ί...
...Ini kisah Neira dan covernya ππ...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...