Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 60 [REVISI]


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...♡♡♡♡♡♡♡...


Gava dan Miko yang sadar saat mereka hamil berjalan kembali. Semua disana menggelengkan kepala. Shafa turun dari lantai dua kemudian melihat Gava dan Miko bergandengan tangan.


"Kak Gava, nona miko." Sapa Shafa datar.


"Sayang." Sahut kedua pria berlari menuju arah Gava, Miko dan Shafa.


Shafa menampilkan raut wajah heran. Shafa menatap wajah bahagia Gava dan Miko, sedangkan kedua pria tadi menampilkan wajah khawatir.


"Tuan Leo, tuan Agra." Sapa Shafa datar.


Agra membalas dengan senyuman. Sedangkan Leo flat dan datar. Leo meneliti tubuh Gava dari atas sampai bawah lalu memeluknya.


"Jangan lari-lari lagi sayang. Kau sedang hamil." Lembut Leo dengan nada peringatan.


"Maaf, aku lupa." Ucap Gava berkaca-kaca.


"Apa?! Kak Gava hamil?!" Teriak suara pemuda cempreng dari arah tangga. Gava dan Leo mengangguk.


"Ceilo, gak cuman Ayya. Miko, Calis dan Amel pun sedang hamil." Heboh Fira bahagia.


Shafa, Ceilo dan Ryker mendengar hal itu menampilkan wajah terharu dan bahagia mendengar kabar kehamilan 4 pasangan yang akan menjadi orang tua baru.


...♡♡♡♡♡♡♡...


Seminggu kemudian, waktunya perburuan Gava dkk dengan Aaron serta para anteknya. Amel sudah menangkap Kiran tanpa sepengetahuan Aaron, membawanya ke negara A. Kiran berakhir di markas Askala di negara A.


Gava merencanakan penangkapan Aaron dengan sangat matang. Gava menggunakan kehamilannya untuk memancing Aaron, dimana Gava menyuruh Aaron datang ke Villa dulu saat mereka olahraga.


Aaron senang sekali mendengar kabar bahagia, dia dan Agam pergi ke Villa dulu. Aaron maupun Agam tidak tau ada bahaya mengintai mereka.


Saat sampai di villa, Aaron dan Agam beserta beberapa anak buah Mafia Xlevanos datang. Aaron memasuki villa tersebut. Gava menunggunya di ruang tamu dengan senyum amat manis dan mengelus perutnya yang agak mulai membuncit.


Aaron mendekati Gava dan memeluknya. Dia merasa bahagia dan senang saat Gava sebagai jalang kesayangannya hamil anaknya.


"Kenapa selama seminggu ini kau tidak ada kabar sayang?" Tanya Aaron khawatir.


"Maafkan aku daddy Aaron. Selama seminggu ini aku sedang lemes karena kehamilan anak kita." Akting Gava pura-pura sedih.


Aaron langsung memeluk Gava dengan bahagia. Aaron tidak menyadari kalo Gava sudah mempersiapkan penangkapannya.


Aaaaaaaaaa


Teriak Aaron saat Gava menyuntikkan leher Aaron obat bius mengandung racun. Aaron mundur ke belakang beberapa langkah dengan wajah murka.

__ADS_1


Agam membantu Aaron saat tubuh Aaron hampir oleng.


"Apa-apaan kau jalang sialan." Murka Aaron.


"Hanya menyuntikkan sebuah cairan saja kok, sayang." Seringai Gava tak kenal takut.


"Kau, kau harus mati jalang." Murka Aaron.


"KELUAR KALIAN !!!!" teriak Gava menggelegar.


Gava juga mengeluarkan pistol di balik jubahnya. Aaron melihat sekeliling.


"Kau, bukannya kau adalah kekasih salah satu jalangku, Feli." Sahut Aaron dengan pandangan melotot saat melihat Leo bersama dengan Adam, Lou, Vori serta Zafar.


"Kekasih salah satu jalangmu Hahahaha .... tuan Leo selama ini hanya memanfaatkan kekasih jalangmu itu." Ledek Zafar sampai tertawa.


Wajah Leo masih datar dan dingin. Dia berjalan ke arah Gava. Tubuh Leo duduk di sebelah Gava. Leo mengangkat tubuh Gava yang di pangkuannya. Kepala Gava bersandar di dada bidang suaminya tetapi tangannya masih menodong pistol ke arah Aaron. Aaron melihat pemandangan itu tiba-tiba saja kemarahannya di ubun-ubun. 


"Tuan kita di jebak oleh Ayya dan Leo." Bisik Agam.


"Sialan, Kalian ternyata menjebakku." Murka Aaron.


Salah satu tangan Aaron mengeluarkan sebuah pedang tajam dan menyerang pasutri tersebut. Karena repleks, Leo bangkit sambil menggendong Gava ala bridal style akibat serangan tiba-tiba Aaron yang sangat brutal. Gava menyembunyikan pistol dibalik jubahnya lalu mengeluarkan pedang yang dibawa suaminya.


Perkelahian 2 Vs 1, membuat Lou ingin kesana tetapi Adam menahannya. Adam sebenarnya juga ingin ikut tetapi ada peringatan untuk tidak mengganggu mereka.


Agam dan beberapa anak buah Mafia Xlevanos tersudut dan diringkus. Agam, dia mati di tangan Vori dengan pedang yang tercantap di jantungnya.


"Apa yang kau suntikan jalang." Parau Aaron.


"Obat bius mengandung racun berbahaya." Sahut Gava menyeringai.


Tubuh Aaron tengkurap tak berdaya bahkan matanya tertutup akibat seluruh tubuhnya mati rasa.


"Ringkus dia, bawa ke markas Askala." Perintah Gava.


Beberapa anak buah Askala mengangguk. Mereka meringkus tubuh Aaron tak berdaya. Gava di turunkan Leo dengan hati-hati. Lou berlari ke arah sepupunya.


"Gav." Lou memeluk Gava dengan kekhawatiran luar biasa.


"Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Tenanglah. Aku baik-baik saja." Gava menenangkan Lou sambil mengelus punggung Lou bak anak kecil.


"Siksaan apa untuk Aaron kak?" Tanya Vori datar.


"Besok kalian akan tau sebaiknya kita ke mansion." Sahut Gava dengan senyum pepsodent.


Semuanya mengangguk mengiyakan. Gava dan Leo satu mobil bersama Adam dan Zafar.


"Nona, keberadaan nona Laila tidak di ketahui sampai sekarang." Sahut Adam datar.


"Tenanglah, kak Adam. Laila sudah berada di tangan Kak Lucas, kak Ryker dan Shafa. Laila berada di markas Askala." Tenang Gava sambil memeluk Leo.

__ADS_1


Leo yang tau Gava lagi manja-manja akibat kehamilannya saat ini terus saja mengelus perut agak buncit istrinya.


"Sejak kapan nona Gava melakukannya?" Tanya Adam datar sambil terheran-heran.


"4 hari yang lalu dibantu kak Lucas." Balas Gava.


Adam mengangguk saja. Zafar yang mengemudi hanya menyimak saja. Tetapi tiba-tiba saja dia kepikiran Miya.


"Nona Ayya." Panggil Zafar.


"Ya kak. Ada apa?" Tanya Gava menghirup aroma tubuh Leo.


"Nona Ayya bisa bantu saya. Saya mencintai dan menyukai nona Miya." Balas Zafar malu-malu.


Gava yang kaget melepaskan tubuhnya dari tubuh Leo. Leo yang memiliki repleks bagus menahan tubuh Gava agar tidak terjadi benturan. Leo menatap tajam Gava, sedangkan Gava hanya cengengesan.


"Kak Zafar serius suka sama Miya?! Kakak gak halu kan?! Kakak gak prank aku kan?! Setahu aku, kakak dan Miya minim interaksi?!" Cerocos Gava.


Leo dan Adam hanya melongo mendengar perkataan Gava bak rel kereta api.


"Nona Ayya, kamu ngomong apa?" Tanya Zafar heran dan bingung.


"Hhufffftt. Aku ulang deh pertanyaannya kakak jawab dengan tegas dan singkat." Sahut Gava.


Zafar menganggukkan kepalanya tegas, Leo dan Adam menyimak dengan wajah datar tetapi penasaran.


"Kakak serius suka sama Miya?"


"Ya, Nona Ayya. Kakak serius."


"Kakak gak halu maupun prank aku kan?"


"Tidak nona."


"Kakak sejak kapan suka sama Miya, setahu aku selama ini kakak dan miya minim sekali berinteraksi?"


"Apa kau ingat waktu kita mencari si kembar?" Tanya Zafar balik.


"Ya, aku ingat. Jangan, jangan kakak suka sama Miya waktu aku menyuruh kakak dan Miya jadi satu kelompok." Tebak Gava.


"Kamu benar, Nona Ayya." Angguk Zafar.


"Lantas tuan Zafar kalo di dekat Miya anda malu-malu." Tebak Adam datar.


Zafar menoleh saat tebakan Adam benar. Gava dan Leo saling pandang dan senyum manis Gava terbit.


"Tapi aku ..........


...♤♤♤♤♤♤♤...


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up 🥰😍🤩😘...

__ADS_1


__ADS_2