
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...♡♡♡♡♡♡♡...
"Kenapa lagi dengan Aaron?" Tanya Gava to the point.
"Aaron mulai bergerak Gav. Dia mencari tau tentang diri lo dengan orang-orang disekitar lo." cemas Amel.
"Haha hanya karena itu kalian panik hahaha Mel, Si tua bangka itu tidak bisa menembus data pribadi kita semua. Gue udah nyuruh Ryker melindungi data pribadi kita." Tenang Gava tertawa puas.
"Ryker itu robot manusia seperti Agungkan. Yang wajahnya macem tembok berjalan seperti Tuan Leo, kak Adam lalu Vori." Tebak Amel berpikir.
Gava mengangguk membenarkan. Adam dan Leo yang disebutkan hanya mendengus saat Amel dengan menyebutkan mereka wajah tembok berjalan. King dan Zafar tertawa terbahak-bahak. Agra dan Miko hanya tersenyum tipis.
"Gue penasaran kerjaan Ryker apaan sih?" kepo Amel.
"Tanya aja sendiri." Sahut Gava santai.
"Gue nanya ke manusia robot itu, M.A.L.E.S." sahut Amel menekan kata MALES.
Bbbrraaakkkkkk
Pintu dibuka dengan sangat keras membuat semua yang berasa di ruangan ceo terlonjak kaget. Seorang pemuda 15an tergesa-gesa memasuki ruangan tersebut.
"Kenapa orang-orang gue rata-rata barbar semua. Pintu ruangan baru beberapa hari lalu diganti, masa harus diganti lagi." gumam Gava miris sekaligus kesal, Leo yang disebelahnya hanya tersenyum tipis.
"Kak Gava, kak Kanebo kering. Si kembar tidak ada di sekolah." Heboh pemuda 15an.
Semua disana melotot kaget. Gava panik dan bangkit, dia mendekati pemuda itu dan menggoyangkan tubuh pemuda itu.
"Cei, kamu serius. Bukannya gue sudah menugaskan lo dan Agung menjemput mereka." Panik Gava sambil menggoyangkan pundak Ceilo.
Leo cepat bertindak karena Gava seperti orang kesetanan saat ini. Leo mendekap tubuh Gava. Gava terus memberontak di dekapan Leo. Leo hampir kewalahan karena tenaga Gava seperti tenaga lelaki.
"Leo lepasin aku, aku ingin mencari kembar." histeris Gava berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan Leo.
"Tenanglah sayang. Kita akan mencarinya sama-sama." Lembut Leo tanpa melepaskan dekapannya.
__ADS_1
"Tapi mereka hilang Leo." Lirih Gava didekapan Leo.
"Biarkan aku dan para lelaki mencari kembar. Kamu dan para wanita ke mansion." Mutlak Leo lembut mengusap pucuk kepala Gava.
Amel dan Miko bersedih dipelukan King dan Agra. King dan Agra menenangkan istri mereka. Gava sebenarnya ingin melanggar perintah mutlak Leo tetapi karena takut karma jadi dia mengangguk saja.
Adam memberitahukan organisasi Zero Zone melacak kalung si kembar. Zafar memberitahukan mafia Alaskar. King memberitahukan Mafia Askala, sedangkan Leo memberitahukan kedua orang tuanya agar pulang ke mansion karena si kembar hilang. Fira kaget saat sikembar hilang menyuruh Dewa ikut mencari keberadaan si kembar.
...♡♡♡♡♡♡♡♡...
Di hotel XXX negara A
Di sebuah kamar VVIP, Aaron sedang bermain panas dengan Laila. Laila terus saja mengeluarkan suara merdu. Aaron bahkan membayangkan tubuh Gava yang berada didepannya saat ini.
Aaron sangat beringas dan kuat kalo dalam urusan ranjang hanya Feli dan Clari yang mampu mengimbangi stamina Aaron.
Setelah selesai bermain kuda-kudaan dengan durasi hampir 3 jam, Laila tertidur nyenyak karena kelelahan akibat Aaron terus saja bermain tanpa henti.
Aaron menyelimuti tubuh polos putrinya. Aaron menyuruh Agam masuk karena dirinya sudah selesai. Dia masih belum puas kalo bermain dengan Laila. Berbeda dengan Feli dan Clari.
"Agam, apa kau mendapatkan barang bagus?" Tanya Aaron menyesap alk***l.
"Iya tuan. Ada beberapa anak-anak berumur 7-10 tahun." Sahut Agam menunduk.
Aaron walaupun licik dan picik, dia selalu melakukan percobaan kepada tubuh anak-anak berusia 6-10 tahun agar bisa menjadi budaknya.
...♡♡♡♡♡♡♡...
Sekolah Dasar Internasional Ramos
Dua bocah kembar sedang menunggu di depan gerbang. Satpam yang berjaga hanya memantau anak dari pemilik sekolah ini.
"Tumben jemputan kita lama, lan." Sungut gadis bocah berusia 6 tahun.
"Sabar Lana. Kata mama : Kak Ceilo dan uncle Agung yang jemput." Balas Alan berusaha sabar.
"Kak Ceilo, serius kak ceilo, lan?" Tanya Alana berbinar.
Alan mengangguk saja. Alan dan Alana menunggu hampir 30 menit, Alana melihat sebuah mobil Van hitam.
"Lan, coba kamu lihat." Sahut Alana menunjukkan mobil Van hitam mencurigakan.
__ADS_1
Alan mengikuti arah pandang Alana. Dia juga mengamati situasi mobil Van hitam tersebut.
"Kok mereka tertidur Lan?" Tanya Alana heran.
Alan yang paham saat melihat salah satu anak memberontak, dibius kemudian di masukkan kedalam Van hitam.
"Na, mereka korban penculikan." Balas Alan.
Alana dan Alan saling pandang kemudian mereka bangkit dari tempat duduk yang di pos satpam.
"Pak, kami ke supermarket depan ya." Sahut Alana sopan.
"Silahkan nona Alana. Apa mau bapak temenin?" Tawar satpam itu.
"Tidak perlu pak. Kami hanya beli minum saja." Tolak Alana sopan.
"Baiklah, hati-hati nona Alana, tuan Alan." Tawar satpam itu.
"Iya pak. Yuk lan." Sahut Alana sopan dan menggandeng Alan.
Alan dan Alana pura-pura ke supermarket depan. Sebenarnya mereka ke arah mobil van hitam. Mereka mengendap-endap dan memasuki mobil van hitam itu perlahan-lahan.
Beberapa anak berusia 7-10 tahun sedikit sadar, mereka kaget saat si kembar dengan beraninya masuk ke mobil penculik mereka. Mobil van hitam itu bergerak entah kemana membawa mereka.
Saat ini, Ceilo dan Agung baru saja tiba di gerbang sekolah dasar. Ceilo dan Agung turun dan berjalan ke arah pos satpam.
"Pak, liat si kembar?" Tanya Ceilo sopan.
"Nona Alana, tuan Alan ke supermarket depan." Balas satpam itu sopan.
"Terima kasih pak." Tunduk Ceilo sopan.
"Agung, ke supermarket depan. Si bocah kembar berada disana." Sahut Ceilo saat Agung menengok dari jendela mobil.
Agung keluar saat Ceilo memberitahukan sikembar ke supermarket depan. Ceilo dan Agung sampai ke supermarket. Mereka menanyakan ke pegawai supermarket. Pegawai supermarket menyarankan agar ke ruang kendali CCTV.
Ceilo dan Agung ke ruang kendali CCTV. Mereka meminta putar rekaman beberapa menit yang lalu. Ceilo dan Agung tidak melihat si kembar di sudut supermarket manapun.
Ceilo dan Agung keluar dari ruang kendali CCTV. Ceilo dan Agung menampilkan wajah cemas mereka. Mereka takut si bocah kembar di culik atau apapun.
Ceilo dan Agung dibantu para satpam sekitar mencari hampir 2 jam lamanya tetapi tidak menemukan si kembar. Akhirnya ceilo memutuskan ke perusahaan AG menggunakan taksi sedangkan Agung akan mencari si kembar.
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up 🥰😍🤩😘...