Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
(S2) Page 77


__ADS_3

...⚠ïļ Warning ⚠ïļ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ðŸĪŦðŸĪ­ðŸ˜šðŸ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ðŸĪ­ðŸ˜ŒðŸĪ—...


...ðŸŽĨðŸŽĨðŸŽĨðŸŽĨðŸŽĨðŸŽĨðŸŽĨ...


Seminggu telah berlalu, dimana penyekapan Gava bersama kedua anak kembarnya di sebuah gedung tua. Selama seminggu, Gava terus saja di gempur Jacob bahkan anak perempuan Gava-Leo sudah tidak bernyawa karena makanan yang dimakan mengandung racun mematikan dan tidak berbau. Anak lelaki Gava-Leo di gantung dengan kedua tangan diikat keatas.


Jacob, Jeslin dan Meli tidak pernah berhenti menyiksa fisik maupun mental Gava dengan cara menyiksa kedua anak kembarnya. Bahkan Neira sudah di kirim 3 hari yang lalu ke negara dimana Friska tinggal tetapi Jeslin, Meli, dan Jacob tidak tau bahwa Neira dikirim ke negara lain bukan di kirim ke negara Friska oleh Gita dan salah satu pengawal berwajah datar itu.


Saat ini tubuh Gava tidak bisa dikatakan baik, tubuh yang mulai kurus, kulit yang tidak terawat, mata sayu dan kelelahan, bibir pucat bak zombie, luka disana sini hanya memandang tajam Gita dibelakang Jeslin artinya dosis yang dimakan Gava habis.


Gita yang ditatap hanya mengeluarkan kata-kata tanpa suara."Buka mulut. Mati."


Berbeda dengan Jeslin yang ditatap tajam oleh Gava malah menatap tajam balik lalu berjalan ke arah kursi Gava dan menarik rambutnya agak kasar.


Aaarrggghhhh


"Ngapain liat aku hem?! Kamu sudah kalah, kak Ratu Ayya!!" bentak Jeslin kasar dan sinis.


"Nona Jeslin ini saya Gita." Ucap Gava terbata-bata.


"Hah?! Gita. Jangan halu kamu. Gita ada tuh berdiri dekat Meli."


"Ini beneran saya, nona Jeslin. Gita yang disana, dia penipu." Ucap Gava dengan pandangan berkaca-kaca dan terbata-bata.


"Saatnya menjalankan peran." batin Gita.


Gita menunduk bahkan meremas kedua tangannya bahkan tubuhnya bergetar hebat. Meli dan Jacob yang sudah lama mengenal Gita memahami sikap dan gerak geriknya.


"Woy ******. Jangan provokasi ya. Gita disebelah saya jelas-jelas Gita asli. Kamu itu Ratu Ayya, tawanan kami." sarkas Meli menatap tajam Gava.


"Dia bukan saya, nona Meli. Percayalah pada saya, nona Jeslin." Ucap Gava terbata-bata dan memandang Jeslin sayu. Jeslin yang dipandang sendu oleh Gava, hatinya mulai bimbang.


"Nona Jeslin, apa anda percaya dengan ucapan ratu Ayya. Bukannya ratu Ayya musuh nona sendiri." Ucap Gita memandang Jeslin dengan pandangan sendu.


"Gak nona, saya Gita asli. Bukan dia." Ucap Gava agak keras memandang sendu Jeslin.


Jeslin memandang Gava dan Gita bergantian, hatinya bimbang siapa Gita asli dan Gita Palsu.


"Hati anda bimbang nyonya?" Sarkas Hansa datar dan dingin. "Anda seharusnya tau siapa kawan dan siapa lawan." lanjutnya datar.


Jeslin menatap Gava dengan aura membunuh dengan berkata sinis: "Saya tidak percaya sama anda. Saya sangat mengenal anda karena anda licik seperti ular berbisa."


"Percayalah sama saya nona. Dia adalah ratu Ayyaa sebenarnya bukan saya." Ucap Gava memohon.


Plak


Wajah Gava berpaling kesebelah kiri bahkan sudut bibirnya robek. Lalu Jeslin mencengkram dagu Gava.


"Anda bukan Gita, asisten saya. Jadi jangan ngaku-ngaku sebagai asisten kesayangan saya." Sinis Jeslin.


Gita melihat hal itu hanya tersenyum amat tipis lalu Gita menekan sebuah earphone dibalik telinga kirinya.


"Baby, mereka sudah tiba. Bersiap-siaplah."


"Apa sekarang?"

__ADS_1


"Iya, sudah cukup selama hampir setengah bulan kita bermain-main dengan mereka. Lagipula dosis yang diberikan oleh dia sudah habis. Lalu 2 orang monster juga berada disini."


"Itu benar Ayya. Kamu harus bersiap-siap. Hansa bersiaplah jalani peranmu."


"Baik, tuan."


"Baiklah. Gue ikuti aja deh rencana kalian."


Jangan tanyakan salah satu mata-mata yang menyamar jadi pengawal tidak jauh dari Gita, Hansa dan salah satu pengawal berwajah datar.


Beberapa menit kemudian, salah satu anak buah Shadow datang dengan tubuh penuh luka memasuki ruangan.


"Ada apa?"


"Organisasi AZZA sudah mengepung tempat ini, tuan Jacob, nyonya Jeslin, nyonya Meli."


"Apa?! Bagaimana bisa?! Bukannya tempat ini sangat susah dicari keberadaannya." teriak Meli dan Jeslin bersamaan dengan nada kaget.


"Bagaimana keadaan diluar?" tanya Jacob dengan rahang mengeras.


"Keadaan di luar sangat tidak baik. Tuan Adam dan tuan Zafar serta dua orang bertopeng berbeda usia memimpin saat ini."


"Hansa/Gita bersiap-siap untuk bertarung." titah Jacob dan Jeslin.


"Baik, tuan Jacob/nona Jeslin." angguk Gita dan Hansa dengan menyeringai tipis.


...ðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠī...


Sementara diluar gedung tua sebelah Selatan, Negara A. Organisasi AZZA bergerak secara santai tetapi mematikan dipimpin oleh 2 orang bertopeng berbeda usia bahkan mata mereka berbeda yang satu biru laut sedangkan yang satunya biru laut dan merah darah, Adam-Shafa, Zafar, Vori, Agra-Miko, dan Amel-King.


Dor


Srak Srek Srak


Bagh Bugh


Krak


Arrgghhh


Suara tembakan, pedang, pukulan serta teriakan terus saja bersahutan-sahutan. Strategi Organisasi AZZA yang di susun oleh Zafar dan Adam sangat susah ditembus sehingga pihak mafia Shadow terpukul mundur bahkan banyak yang sudah tidak bernyawa alias meninggal.


"Dad. Bisakah kita lebih dulu masuk ke dalam. Aku sangat merindukan mama papa, dad." rengek seorang anak cowok berusia 11 tahun memakai topeng dimana kedua matanya berbeda yaitu merah dan biru akibat dua keturunan sekaligus.


"Tidak, son. Daddy tidak mau jadi samsak oleh mamamu. Kamu tau sendiri bagaimana sifat mamamu yang aduhai itu." Ucap pria yang memakai topeng dipanggil "dad".


"Cih .... daddy gak asyik." decak anak cowok itu berdecih.


"Woy ,,, anak setan bin iblis. Lebih baik gue cari aman daripada jadi amukan massa emak bapak lo." batinnya menatap sekitar.


"Kata mama anak cowok yang diikat itu masih hidup biarpun nyawanya di ujung tanduk, kemungkinan mama atau paman Hide yang akan melakukan operasi dihadapan orangtuanya karena membuat adik sepupuku masih koma dan membutuhkan jantung, ginjal serta hati." Ucap anak cowok itu menatap situasi dimana anak buah mafia Shadow benar-benar terpukul mundur.


"Ya, kamu benar, Son. Dia sudah membangunkan sang malaikat berhati iblis sebenarnya. Rencana mama papamu juga sangat akurat dan tepat sehingga membuat kami kelimpungan." Sahut pria bertopeng itu. (Nanti ada flashbacknya 😊)


"Tuan muda xxxxx, tuan xxx. Ayok, musuh sudah terpukul mundur sebaiknya kita masuk. Tuan muda xxxxx, jangan jauh dari jangkauan kami. Karena keselamatan anda jauh lebih penting." sahut Zafar menatap dua orang berbeda usia itu.


"Iya, ayah Zafar. Aku paham." angguk anak cowok itu.


Mereka memasuki gedung tua itu perlahan-lahan. Anak cowok memakai topeng itu berada di dekat Shafa, Miko dan Amel. Sedangkan pria memakai topeng berada didekat Adam, Zafar dan Vori. King dan Agra berada dibelakang untuk memantau keadaan.

__ADS_1


Setelah menemukan sebuah ruangan yang diyakini adalah tempat penyekapan. Sebuah pintu terbuka lebar dimana Jacob, Meli, Jeslin, Hansa dan Gita beserta beberapa pengawal terlatih berada di ruangan tersebut dengan senjata masing-masing.


"Mama, Abang kangen sama mama." batin anak cowok bertopeng itu menatap Gita dengan penuh kerinduan.


Gita yang berada di sebelah Jeslin menatap anak cowok memakai topeng dengan penuh kasih sayang. Gita hampir saja melototkan matanya karena putra sulungnya memiliki matanya yang berbeda.


"Apa dia bangkit? Cepat sekali? Apa gue bisa menenangkannya? Suami gue aja gue harus berakhir diatas ranjang, kalo putra gue gimana?!" batin Gita meronta.


Salah satu pengawal berwajah datar tetapi juga memiliki mata merah darah hanya tersenyum menyeringai.


"Baby, biarkan aku menenangkannya. Nanti kamu harus melayaniku, aku tersiksa baby selama seminggu kamu sibuk terus." batinnya menatap lapar ke arah Gita.


"Wow,, ternyata kalian datang ya. tetapi sayang coba kalian lihat 3 orang disana." sinis Jeslin sambil menunjukkan Gava dan dua orang kembaran.


Mereka semua menatap dengan berbagai ekspresi alias bermain peran untuk mengelabui Jeslin, Meli dan Jacob.


"DASAR IBLIS LO?! LO APAIN SAHABAT GUE HAH?!" Murka Amel memprovokasi.


"Ya, saya siksalah, apalagi." jawabnya enteng seperti tidak merasa bersalah sama sekali.


"ðŸĪŽðŸĪŽðŸĪŽ (Author sensor ye ðŸĪ­)" teriak Amel mengumpat.


"Hahahaha" tawa Jeslin penuh kemenangan.


Anak cowok yang memakai topeng terus saja menatap Gita. Gita yang ditatap hanya memberi kode untuk diam dan jangan mengacau.


Hansa mendekati Jacob kemudian berbisik :"kita sudah terkepung tuan, anak buah kita banyak yang tertangkap."


Jacob mengepalkan tangannya kemudian mengarahkan pistolnya ke Gava alias tepat di kepala Gava. Amel dkk melihat hal itu mengeraskan rahangnya.


"Tuan Jacob, bisakah anda melepaskan nona Ayya?" tawar Zafar


"TIDAK !!!" teriak Jacob keras dan menolak bahkan pistolnya tepat berada di dahi Gava.


"Tuan Jacob, ini saya Gita. Tolong lepaskan saya." lirih Gava memohon.


"DIAM, ****** !!!" bentak Jacob.


"Ada apa bang?" tanya Meli.


"Kita terkepung."


"Tenang saja honey. Biarkan kita terkepung mereka tidak akan bisa menyerang kita karena ada ratu Ayya." sombong dan angkuh Jeslin.


"Cih ... sudah terkepung masih aja sombong. Sabar Amel, belum saatnya." gumam Amel mencibir dan masih didengar Zafar dan lain-lain.


Gita dan seorang pengawal berwajah datar mengawasi dari ekor mata dan memberi kode.


"Nona Jeslin, apa yang harus kita lakukan? Kita sudah terkepung, kita sudah kalah?" tanya Gita dengan wajah datar.


"Mereka tidak akan menyerang kita, Gita. Kamu tenang saja." Balasnya angkuh dan sombong.


...🔜🔜🔜🔜🔜🔜...


...Adakan diawal langsung author bilang seminggu kemudian, ya penyiksaan Gava dan kedua anak kembarnya sama aja lebih baik author percepat aja daripada di ulang ðŸĪĢ...


...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote âĪâĪ, like 👍👍 dan komentar 💎💎...

__ADS_1


__ADS_2