Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 43 [Revisi]


__ADS_3

...โš ๏ธ Warning โš ๏ธ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐Ÿคซ๐Ÿคญ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Œ๐Ÿค—...


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


Perusahaan Pusat AG Corp


Di ruang meeting, Gava bersama King dan Adam meeting bersama dengan Laila dari perusahaan White Corp. Laila di temani dua pria paruh baya berusia 50an dan berusia 45an.


Dalam hati Gava saat ini terus saja mengumpat nama-nama hewan. Tangan Gava sungguh gatal ingin mencolok dan menonjok pria paruh baya berusia 50an di samping Laila.


Adam dan King menatap datar dan dingin pria paruh baya itu. Suasana di ruang meeting seperti awark-awark dan canggung.


"Bagaimana nona Ayya? Hasil proposal yang saya bikin? Apa ada kendala?" Tanya Laila tersenyum mengejek.


"Bagus, nona Laila. Saya menerima proposal ini." Balas Gava sambil mengangguk saja.


"Hmm nona Ayya."


"Ya."


"Kenalin ini daddy saya namanya Aaron Blenda White."


Aaron, pria paruh baya berusia 50an bangkit dari tempat duduknya sambil mengangkat tangannya untuk salaman. Gava bangkit dari tempat duduknya kemudian membalas jabat tangannya Aaron.


"Salam kenal nona Ayya." Sahut Aaron tersenyum menggoda.


"Salam kenal tuan Aaron." Sahut Gava tersenyum tipis.


"Nona Ayya. Daddy saya sangat kagum pada anda. Walaupun sangat muda, anda sudah memiliki perusahaan sendiri. Bahkan perusahaan anda sudah menjadi top 3 di negara A." puji Laila mengejek.


"Terima kasih atas pujian anda nona Laila. Saya merasa terhormat dan tersanjung." Balas Gava polos dan tersenyum tipis.


"Proposal kerja sama ini siapa yang tanggung jawab?" Tanya Gava memancing.


"Nona Ayya, karena saya sangat sibuk jadi daddy saya akan tanggung jawab." Balas Laila pura-pura polos.


Gava mengangguk membenarkan. Dalam hatinya dia tertawa mengejek. Aaron dan Laila sudah masuk perangkap yang dibuat Gava. Adam hanya memandang dingin dan datar, sebenarnya dia tidak mau mengikuti permainan nonanya ini. Sama halnya King, dia khawatir kepada nonanya.


"Let's play game, Aaron." Batin Gava memutar pulpennya.

__ADS_1


"Teruslah puji dia, putriku. Setelah masuk perangkat kita, aku tidak sabar untuk menjadikannya jalang koleksiku." Batin Aaron bersorak sambil menatap Gava seperti tatapan lapar.


"Nona Ayya sudah masuk perangkap. Hahahaha nikmati kehancuranmu nona Ayya." Batin Laila bersorak.


Setelah membahas proposal kerja sama. Laila dan Aaron pamit undur diri. Gava mempersilahkan mereka keluar. Gava melihat Hide lewat ekor mata sepertinya Hide memberitahukan Leo.


"Ckck... bayi besar gue pasti ngamuk ini." gumam Gava berdecak.


King dan Adam hanya mengela napas saja. Saat ini Dewa dan Leo memerintahkan Hide, pengawal bayangan mafia Alaskar untuk melindungi menantu dan istrinya agar tidak terjadi apa-apa.


{Sekilas info: mafia Alaskar memiliki beberapa anggota bayangan tetapi memiliki beberapa anggota benar-benar inti yaitu Hideki Yogaswara (Hide), Thomas Naja (Tom), Kin Dhananjaya (Kin) serta Haris Susanto (Haris)}.


"Pergilah nona Gava, biarkan proposal ini saya dan King yang akan mengurusnya." datar Adam saat melihat wajah memelas Gava.


"Hehehe kakak tau aja hehehe." kekeh Gava.


"Yaiyalah kak Adam, dari wajah nona Ayya aja dipastikan tuan Leo sedang menunggu." cibir King watados.


Wajah Gava memandang King sinis dan kesal. King dan Amel merupakan pasangan yang suka mengajak Gava adu gelud dan urat.


Bbrraakk


Pintu ruangan meeting tiba-tiba saja di dobrak oleh Amel, membuat Gava, King dan Adam menatap tajam.


"Iyaiya, nih gue mau kesana." Ucap Gava bangkit dari tempat kursinya.


Gava berjalan santai sekaligus gontai menuju ruangan Ceo. Saat di lorong, dia melihat Miko menatapnya lembut. dibalas dengan senyuman lembut oleh Gava.


"Nona Gava. Tuan Leo sudah menunggu di dalam" Sahut Miko.


"Handel semuanya ajak Agra agar paham seluk beluk perusahaan. Terus beritahu Lou, Grace, dan Vori." Titah Gava lembut.


Gava di depan pintu ruangannya. Dia membuka pintu itu dengan hati-hati dan menutupnya.


"Sayang." Sahut suara bass dan seksi terdengar di indra pendengarannya.


Gava mendongak melihat wajah tampan dan rupawan suaminya. Leo mendekati tubuh Gava dan memeluknya. Gava berusaha menenangkan bayi besarnya.


"Kita ke kamar pribadiku saja Leo." Ucap Gava lembut dan menenangkan Leo.


Leo mengangguk kemudian merangkul pinggang istrinya posesif. Sesampai di kamar, Gava dan Leo duduk di sofa panjang. Leo memangku tubuh Gava.


"Kenapa kau menerima penawaran nona Laila dan tuan Aaron, sayang?" Tanya Leo membuka pembicaraan.

__ADS_1


"Sayang, aku sudah menjelaskan padamu. Aku tidak akan kenapa-kenapa. Aaron sudah mulai terperangkap oleh rencananya sendiri. Kita ikuti saja alurnya sayang. Lagipula Hide sudah kau tugaskan untuk menjagaku." manja Gava membalikkan tubuhnya.


"Kenapa tidak langsung saja?" Gemas Leo mencium bibir Gava sekilas..


"Gak asyik sayang. Kematian terlalu cepat untuk si tua bangka itu. Aku ingin main terlebih dahulu, biarkan dia menyerah dan meminta kematiannya." Seringai Gava layaknya psikopat.


Leo terkekeh dan menggelengkan kepalanya.


"Baiklah, aku ikutin rencanamu. Tapi jika kamu terluka atau apapun, Aaron akan bunuh dengan tanganku sendiri." Mutlak Leo.


Gava mengangguk kepalanya polos. Leo mendekap tubuh Gava seperti tidak ada hari esok. Kedua tangan Gava terus saja mengusap punggung Leo agar tenang kembali.


Tok tok tok Tok tok tok


"Gav, woy Gav. Lo ngapain dikamar hah?! Kalo mau kuda-kudaan nanti saja?! Gue ada berita penting dari markas." Sahut suara cempreng mengganggu aktivitas mereka.


"Mel, pakai telpon kan bisa." teriak Gava kesal.


"Mana bisa bego. Gue dapat kabar tentang Aaron ini." Teriak Amel tak kalah kesal.


"Iya iya, tunggu beberapa menit lagi. Gue dan suami gue akan keluar." Teriak Gava.


"Iya !!! Yang cepat !!! Awas Lama, gue akan dobrak nih pintu !!!" teriak Amel mengancam dibalik pintu.


"Iya !!! Bawel !!!" Teriak Gava tak kalah keras.


Leo bangkit dari kursi kemudian membawa tubuh Gava ke tepi ranjang. Posisi Gava terduduk dimana Leo berjongkok dan membuka kaki Gava lebar-lebar. Gava yang paham kalo Leo ingin bermain secara kilat tiba-tiba saja terlentang. Gava membiarkan Leo bermain di rumahnya.


Selang beberapa menit, bagian bawah Gava dan Leo tanpa memakai apapun. Gava sudah menekan tombol ruangan kedap suara agar tidak ada menganggu aktivitas mereka. Kepemilikkan Leo masuk ke rumah Gava. Seketika ruangan pribadi menjadi suara burung bersahutan antara Leo dan Gava. Setelah 30 menit, Kepemilikkan Keo mengeluarkan cairan dirumah Gava membuat rahim Gava hangat.


Leo melepaskan kepemilikkannya dari rumah Gava lalu membersihkan dengan tisu. Gava dan Leo lalu memasang bagian bawah masing-masing.


"Terima kasih." lembut Leo mencium bibir Gava sekilas.


"Sebaiknya kita keluar, aku tidak mau si bawel ngamuk." manja Gava memeluk Leo.


Sejam kemudian, Gava dan Leo baru saja keluar dari kamar pribadi mereka. Di ruangan Ceo, Amel dan yang lain menunggu dengan berbagai ekspresi.


"Hibernasi terus lo." Sindir Amel.


Gava hanya memutarkan matanya malas. Lalu duduk di sofa panjang di ikuti Leo disebelahnya.


"Kenapa lagi dengan Aaron?" Tanya Gava to the point.

__ADS_1


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿคฉ๐Ÿ˜˜...


__ADS_2