
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...☘☘☘☘☘☘☘...
Gava Pov On
Setelah seminggu gue dan suami gue liburan keluarga sekaligus honeymoon.Gue dan suami gue datang ke mansion hari sabtu pada malam hari.
Liburan kali ini membuat tubuh gue lelah akibat Leo yang selalu meminta jatah. Gue dan Leo tau kalo pasangan Lou-Grace, Zafar-Miya, Adam-Shafa, dan Miko-Agra memandang iri ke gue dan Leo. Padahal gue maupun Leo mempersilahkan mereka liburan biarkan urusan perusahaan dan organisasi akan gue dan Leo tangani.
Siang hari di ruang keluarga, gue dan para orangtua lainnya berkumpul berbeda dengan para anak-anak termasuk keenam anak gue sedang latihan di taman belakang mansion bersama dengan Malik dan Ryker.
Gue bersandar di dada pelukable Leo bahkan ada selimut yang menutupi sampai batas leher gue. Leo memeluk gue bahkan kedua tangannya berada di perut gue.
"Gav, gimana liburan lo? menyenangkan gak?" tanya Amel memulai sesi tanya jawab.
"Liburan gue ya menyenangkan sekaligus melelahkan." balas gue santai. "Baby, ambilin cemilan kue kering satu toples rasa vanilla coklat ya." lanjut gue manja.
Leo menganggukkan kepala lalu mengambil toples yang diinginkan gue. Lalu membukakan toples dan memberikannya ke gue.
"Terima kasih."
Gue mendongakkan kepala ke atas dengan bibir tersenyum manis walaupun tetap bersandar di dada bidang Leo lalu dibalas ciuman bibir agak lama.
"Woyyyy .... sudah ciumannya nanti dilanjutkan dikamar. Gak ngehargai kita sebagai tamu disini." cibir Amel protes saat melihat adegan ciuman Live antara gue dan Leo.
Gue dan Leo menyudahi ciuman kami lalu menatap Amel dan King dengan menyindir dengan wajah polos : "Iri bilang bos."
"Iri?! Gak ya." delik Amel sebal.
Gue dan yang lain terkekeh karena gue suka banget jahilin Amel.
"Kak Gava." panggil Calis polos.
Gue menoleh ke Calis dengan pandangan bertanya-tanya.
"Kak Gava dan Tuan Leo liburan kemana selama ini? Kemana kami semua tidak boleh ikut dengan kak Gava dan tuan Leo? Bahkan saat kami ingin melancak ponsel kak Gava dan tuan Leo selalu mendapatkan peringatan?" tanya Calis polos dengan panjang lebar.
"Maafkan gue ya semuanya. Sebenarnya liburan kali ini hanya alibi saja, ada sesuatu yang harus gue dan suami gue selidiki biarpun ada plusnya si dengan Leo alias sering minta jatah bahkan gue sering memakai selimut." batin gue menatap mata Leo dimana tatapan Leo menandakan jangan memberitahukan yang lain.
"Rahasia Calis. Gue dan suami gue ingin merasakan liburan keluarga saja. Papi dan mami ikut kok. Kami emang melakukan itu agar liburan kami tidak terganggu." bohong gue polos dan manis seperti menyakinkan Calis dan yang lain.
"Kak Adam. Kak Zafar"
Kak Adam dan Kak Zafa menoleh bersaman ke arah gue.
"Bagaimana pekerjaan nona Jeslin di perusahaan AG sebagai karyawan lalu pekerjaan nona Meli sebagai pelayan di kediaman tuan Edward?" tanya gue ke mereka berdua.
__ADS_1
Nona Jeslin sudah bekerja di perusahaan cabang AG sebagai karyawan hampir 5 hari yang lalu. Sedangkan nona Meli bekerja sebagai pelayan hampir 4 hari yang lalu. Baik nona Jeslin dan nona Meli masih dalam pengawasan gue dan suami gue secara diam-diam bahkan Edward, daddy Sekar juga ikut membantu mengawasi.
"Pekerjaan nona Jeslin sangat bagus dan detail nona Gava. Sedangkan pekerjaan nona Meli juga sama." Jelas kak Zafar.
Kalo Kak Adam hanya menganggukkan kepala. Gue hanya menganggukkan kepala saja.
Gava Pov Off
...🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋...
Di gazebo mansion belakang, para anak-anak sedang istirahat sambil menikmati cemilan setelah latihan dengan Ryker dan Malik kecuali Gilang, Kenzo dan Bintang yang diungsikan dikota C.
"Mansion sepi ya kalo gak ada trio bocil." Ucap Intan Lesu.
"Iya, tan. Kamu benar. Aku sebagai seorang kakak merasakan kesepian kalo tidak ada Bintang dan Gilang." timpal Resmi menganggukkan kepala.
"Kak Resmi, nei kangen Bintang." lirih Neira Lesu.
"Gak kamu aja Nei kangen. Kakak sama abang juga kangen." Ucap Resmi.
"Kak Alana, Bang Alan, Kak Sekar dan bang Ceilo kemana?" tanya Ahsan celingak celinguk mencari keberadaan kedua kakak sepupunya yang lain.
"Mereka liburan, malam sabtu kemaren sudah berangkat di jemput orang papa mama."
"Kemana kak Res?"
"Kakak gak tau pada kemana." Ucap Resmi menggelengkan kepalanya.
Para anak-anak menyudahi istirahat mereka dan keluar dari gazebo untuk meneruskan latihan mereka.
...🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳...
Kita beralih ke dua pasutri muda terlebih dahulu yaitu hari sabtu dimana Alan dan Sekar serta Alana dan Ceilo berada di villa sederhana bagian Selatan mansion RR yang dikhususkan untuk pengantin baru.
Di Villa bagian Selatan ini pasangan pengantin baru akan menikmati danau buatan yang dikelilingi berbagai bunga dan pepohonan yang indah. Tidak ada binatang buas dan peliharaan sama sekali melainkan manusia robot siap tempur baik itu di air, darat dan udara.
Beralih ke kamar Ceilo dan Alana
Hari sabtu pagi hari, Alana hanya memakai jubah mandi. Dibalik jubah mandi, tubuh Alana polos tanpa pakaian satupun sama halnya tubuh Ceilo.
Kamar Alana dan Ceilo dilengkapi kolam renang mini, pemandian air panas terbuka dan pemandangan indah jadi tidak ada yang mengintip.
Alana dan Ceilo memakan sarapan pagi mereka di kursi panjang dekat kolam renang mini dengan jubah mandi. Tidak ada kecanggungan sama sekali bahkan mereka suap-suapan layaknya sepasang pengantin baru sampai sarapan pagi mereka habis tak tersisa.
Ceilo menyingkirkan sarapan pagi tersebut kemudian mendekap Alana. Alana bersandar di dada bidang Ceilo.
"Kak, hadiah bulan madu dari papa mama benar-benar luar biasa." Ucap Alana menatap pemandangan di depannya.
"Iya, kita harus memberikan papa mama hadiah baby." Ucap Ceilo mengusap perut rata Alana dimana jubah mandi Alana maupun dirinya sudah terlepas ditubuh mereka.
"Maksud Kakak?"
__ADS_1
"Kita harus ektra bikin adonan agar para kecebong kakak bisa tumbuh." frontal Ceilo dengan mesum.
Bblluuussshhhh
Kedua pipi Alana memerah dan wajahnya disembunyikan dari dada bidang Ceilo.
"Tadi malam kan kakak sudah gempur Alana? Apa kakak masih kurang?"
"Kurang sayang. Kurang banget." Ucap Ceilo cepat.
"Aku capek kak."
"Kamu bawa ramuan mama gak?" tanya Ceilo mendongakkan kepala Alana.
"Bawa." balas Alana heran dan bingung.
"Minumlah ramuan itu. Kakak yakin kamu tidak akan mudah lelah." Ucap Ceilo lembut sekaligus mesum.
Saat Alana ingin bangkit, Ceilo menahan tangannya. "Mau kemana?"
"Mengambil ramuan pemberian mama." balas Alana polos.
"Ramuannya sudah kakak siapkan di atas meja sayang." Ucap Ceilo lembut lalu menunjukkan sebotol ramuan.
Alana mengambil sebotol ramuan itu dan meminumnya. Beberapa detik kemudian, ramuan itu bekerja dan tubuh Alana merasakan nyaman.
"Kamu siap." serak Ceilo.
Alana mengangguk malu. Ceilo dan Alana akhirnya bertempur membuat adonan.
Beralih ke kamar Sekar dan Alan
Setelah sarapan pagi selesai, lagi dan lagi Alan meminta lagi ke sekar membuat Sekar kewalahan dan mendesah terus menerus. Bahkan Alan dan Sekar menggunakan berbagai gaya dalam membuat adonan. Tubuh candu Sekar membuat Alan tidak ingin melewatkan bulan madu yang diberikan oleh kedua orang tuanya.
Setelah hampir 2 jam, Alan dan Sekar sama-sama pelepasan. Alan mengeluarkan boynya dari rumah Sekar. Alan dan Sekar sama-sama menarik napas rakus akibat kelelahan.
"Capek?" tanya Alan memeluk Sekar.
Sekar hanya menganggukkan kepala.
"Tidurlah."
Alan mengelus kepala Sekar agar Sekar mau tertidur. Usapan lembut yang diberikan Alan membuat Sekar tertidur. Alan menarik selimut kemudian tertidur dimana Sekar berada dipelukannya.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Hujan Membawa Berkah 🌧🌧🌧...
...Author lagi berada di tempat kerja padahal udah jam pulang kerja, jadi author nunggu hujan mulai reda baru deh pulang ke rumah masing-masing, makanya author agak lama menyelesainnya 😁...
...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...