
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...♡♡♡♡♡♡♡...
Gava memberi kode ke Vori dan Lou untuk membawa istri mereka beristirahat di kamar yang sudah di siapkan. Vori dan Lou mengangguk paham. Mereka menarik istri mereka masing-masing.
"Vori, Lou kalian mau kemana? Kok Grace dan Calis di tarik?" Tanya Amel heran.
"Kamar." Singkat Lou dan vori.
"Eeehhh woy ini belum selesai. Nanti dulu kalo mau olahraga." Frontal Amel.
Pletak pletak
Dua jitakan manis mendarat di dahi Amel yang disebabkan Gava dan Miko.
"Aduh ... kalian kok jitak gue sih?" Tanya Amel sengit.
"Lo kalo ngomong di filter bego, mereka walaupun sudah menikah. Mereka masih polos dan lugu." Kesal Gava ngegas.
Amel dan Gava lagi-lagi berdebat dan hampir adu gelut. King dan Leo membawa istri mereka agar tidak terjadi baku hantam. Leo membawa Gava ke taman belakang mansion. Leo mendudukkan Gava di kursi taman.
"Baby." Sahut Leo lembut.
Gava hanya berdehem karena kesal Leo memisahkan dia dan Amel yang ingin adu gelud. Gava tiba-tiba saja menangkup wajah Leo dan mencium bibir Leo. Leo syok dan kaget saat Gava dengan beraninya nyosor di hadapan banyak anak buah mafia Askala dan Mafia Alaskar.
Bibir Gava dengan rakus mencium bibir Leo. Leo berusaha menyeimbangkan permainan Gava yang panas dan hot.
"Ada apa denganmu sayang?! Kenapa kamu tiba-tiba agresif?!" Batin Leo bertanya-tanya.
Astaga mataku ternodai
Gava, woy jangan mesum, kalo mau olahraga ke kamar sana
Ciuman hot dan panas
Nona Ayya dan tuan Leo tolong hargai para jomblo
Tuan Leo bawa nona Ayya ke kamar
Sorak-sorakan dari para anak buah mafia Alaskar atau mafia Askala membuat Gava menghentikan ciuman panas dan hotnya. Wajah Gava bak kepiting rebus dan bersembunyi dada bidang Leo. Leo yang tidak tahan langsung membawa Gava ke kamarnya. Leo menggendong Gava ala koala.
...♡♡♡♡♡♡♡♡...
Bandara Internasional Negara D.
Amel dan King baru saja tiba. Mereka melakukan rencana untuk memancing Aaron lewat putrinya Kirana. Pesan Gava, diingat oleh Amel maupun King. Mereka mendapatkan alamat apartemen Kiran. Amel dan King menaiki mobil jemputan dari anak buah mafia Askala.
Beberapa menit kemudian, Amel dan King tiba di apartemen mewah, megah dan elegan. Amel dan King menyewa apartemen nomor 346, bersebelahan dengan apartemen Kiran nomor 345. Saat ini Kiran bersekolah SMA terkenal dan terpopuler di negara D.
__ADS_1
King dan Amel baru saja sampai apartemen. Amel duduk di ruang tamu. King juga melakukan hal yang sama. Dimana kepalanya bersandar di kepala sofa.
"Baby." Panggil King manja.
Amel hanya berdehem kemudian tubuh Amel memeluk King.
"Apa robot manusia itu sudah datang?" Tanya King mengelus pucuk kepala Amel.
"Ya. Dia ada di kamar tamu sayang. Gava sudah merencanakan semuanya." Balas Amel manja.
"Aku sama sekali tidak paham pemikiran nona Ayya." Bingung King.
"Jangankan kau, aku saja yang dari kecil kadang gak paham sama sekali rencana yang dia buat." Balas Amel menggelengkan kepala.
King hanya mengelus pucuk kepala istrinya dengan sayang.
"Apa kau lelah?" Tanya King lembut.
"Sedikit. Kenapa?" Jawab Amel sekaligus tanya balik.
"Kita berolahraga sebentar. Setelah itu, kita akan melaksanakan rencana nona Ayya." Serak King.
Amel mendongak kan kepalanya. Bibir King mencium bibir Amel dengan intens. Perang lidah bibir King dan Amel sangat panas dan hot.
Amel menepuk dada bidang King karena kehabisan napas. King yang tau langsung melepaskan bibir mereka. Amel menghirup napas rakus kemudian mereka olahraga.
...♧♧♧♧♧♧♧♧...
Markas Xlevanos Negara A
"Gam." Sahut pria paruh baya itu.
"Ya, tuan Aaron." Jawab Agam tegas.
"Aku ingin kau menjadikan Kiran sebagai penggantiku." Serius Aaron.
"Kenapa nona muda Kiran? Kenapa bukan Nona Laila?" Tanya Agam bingung.
"Laila tidak cocok Gam, dia terlalu manja berbeda dengan Kiran yang bisa melakukan sesuatu tanpa pikir panjang."Jelas Aaron menyeringai.
"Apa yang harus saya lakukan tuan Aaron?" Tanya Agam to the point.
Aaron menjelaskan ke Agam tentang rencananya untuk masa depan Kiran.
...♧♧♧♧♧♧♧♧♧...
Kamar Utama Mansion RR
Akhir-akhirnya Leo dibuat bingung dengan tingkah laku Gava. Mood Gava berubah seperti pagi tadi saat Leo mau berangkat ke perusahaan.
"Baby, kau serius mau ke perusahaan. Hari ini gak usah ya." Rengek Gava sambil memeluk Leo yang masih memakai lilitan handuk di pinggangnya.
"Tapi aku ada meeting sayang." Lembut Leo heran.
__ADS_1
"Pokoknya hari ini gak usah berangkat. Kalo kamu berangkat, aku akan tidur sama twin." Ngambek Gava melepaskan dekapannya.
Wajah Leo kentara sekali kebingungan melihat Gava tiba-tiba manja kemudian merengek.
"Ada apa denganmu sayang?! Kenapa pagi ini kau seperti ini?!" Batin Leo bingung.
Tok tok tok
"Leo, Ayya. Ayok keluar nak. Saatnya sarapan pagi." Panggil Fira teriak dibalik pintu.
"Iya mi." Jawab Gava agak teriak.
"Sayang pakaian kantor aku mana?" Tanya Leo saat Gava bangkit menuju pintu kamar.
"Ambil sendiri." Rajuk Gava sambil menghentakkan kakinya.
Gava berjalan menuju arah pintu. Leo hanya mengernyit bingung kemudian mengambil ponselnya. Dia mengabari Zafar untuk menghandle meeting.
Kamar Agra dan Miko
Hoeeekk hoooeeeek
Hoeeekk hoooeeekkk
Sejak tadi pagi di kamar mandi, Miko terus saja mual dan muntah di toilet tetapi yang keluar hanya cairan bening. Agra sangat khawatir melihat wajah pucat Miko. Dia terus saja mengurut leher Miko.
Miko terduduk di toilet. Agra mengangkat Miko ala bridal style. Tubuh Miko lemas dengan wajah pucat. Agra meletakkan tubuh lemas Miko dengan hati-hati.
"Sayang, aku panggil bunda ya?" Ucap Agra khawatir.
Miko mengangguk lemes. Saat Agra ingin menuju pintu kamar, Agra dan Miko mendengar teriakan dari Fira dari arah dapur.
"LEO !!!!!! SIAPKAN MOBIL ANTAR AYYA KE RUMAH SAKIT !!!!! AYYA PINGSAN !!!!" teriakan menggelegar Fira memenuhi mansion.
"BUNDA !!!! TOLONGIN CALIS, KAK VORI PINGSAN." Teriakan menggelegar Calis memenuhi mansion.
Miko mendengar Gava dan Vori pingsan berusaha bangkit dibantu oleh Agra.
Saat Agra dan Miko keluar menemui mereka. Gava di gendong Leo dengan wajah panik dan cemas, Lou dan Dewa memapah Vori yang sedang pingsan. Fira menenangkan si kembar karena saat pingsan Gava tepat di depan si kembar yang lagi makan.
Adam kaget saat melihat wajah Miko pucat dan di papah Agra.
"Ada apa Agra?! Kenapa Miko lemes dan wajahnya pucat?!" Tanya Adam datar terkesan khawatir.
Fira mendekati Miko dan Agra. Dia juga terlihat khawatir.
"Sayang, sebaiknya kita bawa mereka kerumah sakit." Lembut Dewa khawatir dengan keadaan Gava, Vori dan Miko.
Si kembar tidak bisa ikut tetapi Agung, Ceilo, serta Shafa dan Miya yang akan menjaga mansion. Mereka memakai puluhan mobil bahkan Dewa memberitahukan kepada direktur rumah sakit untuk mempersiapkan kamar VVIP untuk Gava, Vori dan Calis.
Di mobil yang ditumpangi Lou, Grace, Leo dan Gava. Leo terus mengeluarkan air mata. Pikirannya saat ini ......
...♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤...
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up 🥰😍🤩😘...