Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 47


__ADS_3

...โš ๏ธ Warning โš ๏ธ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐Ÿคซ๐Ÿคญ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Œ๐Ÿค—...


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


"Sebentar lagi Nona Gava, tuan Leo, Kak Adam, tuan Zafar lalu yang lainnya akan kesini." Ucap Miko memberi kabar ke Gava.


Selang beberapa menit, mobil yang ditumpangi Gava, Leo, Adam dan Zafar tiba. Disusul beberapa mobil lainnya.


"Mama, papa." Panggil Alana dan Alan berlari ke arah Gava dan Leo.


Gava dan Leo baru saja keluar dari mobil langsung merentanhkan tangannya untuk menyambut si kembar nakal. Si kembar berada di pelukan Leo dan Gava terisak.


"Maafkan hiks kami hiks mama papa hiks" isak Alana dan Alan.


"Mama sebenarnya ingin sekali marah ke kalian karena selalu bikin orang tua pada khawatir dan cemas takutnya kalian di culik." Ucap Gava memeluk si kembar


Leo juga mengelus kepala si kembar bergantian. Setelah memeluk si kembar, Gava melihat sebuah mansion di tengah hutan. Lalu Gava beralih ke kembar.


"Alana, Alan. Apa kalian diculik?" Tanya Gava heran. Alana dan Alan hanya menggeleng.


"Terus kalo tidak di culik?! Kenapa kalian bisa berada di sini?!" Tanya Gava lagi dengan dahi mengkerut.


Alana dan Alan menceritakan semuanya. Gava dan Leo menegang saat mendengar cerita Alana dan Alan.


"Papi, Ayya ingin papi jaga si kembar ya." Mohon Gava.


"Sayang, tanpa kau suruh papi akan jaga mereka. Lebih baik kalian selidiki mansion ini." Balas Dewa lembut kemudian memerintah.


"Agung, lo semobil dengan papi dan kembar. Apapun yang terjadi jangan sekali-kali lo jauh sari mertua dan kedua anak gue." tegas Gava mutlak.


Agung dengan tegas dan hormat mengangguk kepala.


"Nona Gava." Sapa Miya.


"Miya. Astaga, lo sejak kapan disini?" Tanya Gava dengan raut wajah kaget.


"Saat bersama si kembar nona." Balas Miya tersenyum teduh dan hangat.

__ADS_1


Miya Andara, di sapa Miya. Gadis berusia 19an dengan wajah cantik terkesan manis dan teduh. Memiliki sikap tenang, feminim, dan susah ditebak. Anggota inti Zero Zone dikenal dengan aura bayangan dan penembak jitu.


Gava dan Leo mengangguk. Gava menyusun strategi agar yang lain kebagian tugas.


"Sayang. Kau dan aku." Perintah Leo lembut.


Gava mengangguk lembut dan beralih ke Miya.


"Miya lo ikut dengan Kak Zafar. Karena pasti kak Zafar membutuhkan bantuan lo." Sahut Gava ke Miya. Miya mengangguk saja.


"Lou, Vori, Grace serta Shafa, kalian bersama Ryker. Cei, lo ikut bersama Agung, papi dan si kembar." Perintah Gava lagi.


"Ma, alana ikut ya. Alana kasian sama anak-anak di dalam sana." Mohon Alana.


"Untuk kali ini kau tidak bisa ikut sayang. Berbahaya untukmu." Tolak halus Gava. Alana hanya mendesah kecewa.


"Alana, papa dan mama tidak akan membiarkan kalian dalam bahaya. Papa mama akan menjemput serta membebaskan mereka." Jelas Leo lembut.


Alana dan Alan mengangguk paham. Mereka merasa bersalah karena sudah melibatkan mama papa mereka.


"Jangan merasa bersalah twin, mama sangat bangga ke kalian. Kalian bisa menolong sesama. Tetapi sekarang kalian pulang ke mansion, kasian oma dan aunty Calis menunggu kalian. Lagipula disini sangat berbahaya." Nasehat Gava memeluk Alana dan Alan bersamaan.


Alana dan Alan merasa tenang saat para orang dewasa menyelamatkan anak-anak yang diculik tadi.


"Leo, lihat ada sebuah ruangan. Kita kesana." Bisik Gava melihat ada ruangan yang mencurigakan.


Saat pintu ruangan itu terbuka terdapat penampakan tulang belulang manusia yang dipajang di sepanjang lorong. Gava yang mudah takut langsung saja mendekap tubuh Leo.


"Tenanglah sayang. Ada aku." Sahut Leo mengelus punggung Gava yang gemetar.


Leo dan Gava memasuki ruang tersebut. Leo berjalan pelan karena Gava yang masih gemetaran. Leo terus memberikan ketenangan.


"Sayang, kalo aku tau kau takut. Kita tadi bersama Adam dan Zafar." Batin Leo merasa bersalah.


Gava mendengar suara samar-samar di pojok ruangan di tutupi sebuah tirai transparan.


"Leo, apa kau mendengarnya?" Tanya Gava mendongak.


"Ya. Ayok kita kesana. Kau jangan jauh dari ku sayang." Angguk Leo kemudian menggenggam tangan Gava erat.


Leo dan Gava menuju ruangan yang bertirai transparan. Leo dan Gava syok serta saling pandang saat melihat empat orang yang mereka kenal.

__ADS_1


"Aaron" "Nona Clarinta"


Ucap Gava dan Leo bersamaan kemudian saling pandang.


Gava mulai curiga dan memicingkan matanya saat Leo menyebutkan nama wanita lain.


"Siapa Clarinta?" Tanya Gava tak suka dan cemburu ke Leo dengan nada berbisik.


Leo meneguk salivanya kasar saat tatapan Gava yang tajam.


"Klien di negara J." Gugup Leo saat melihat wajah Gava tak bersahabat.


"Benar hanya klien?" Tanya Gava sekali lagi. Leo mengangguk cepat.


"Awas aja kau berbohong, jangan menyentuhku selamanya." Ancam Gava dengan nada marah.ย 


Gava melihat Aaron, Clarinta, Agam dan Lucas. Lalu melihat seorang gadis polos tanpa mengenakan pakaian ditubuhnya.


Gava terbelalak saat gadis itu dijadikan seorang jalang di club Blenda. Leo juga melihat hal itu dengan pandangan jijik. Aaron, Lucas, Agam, dan Clarinta tidak tau bahwa Gava dan Leo sedang mengintip dan menguping.


"Tubuh yang bagus. Pasti bayarannya akan mahal. Apalagi dia masih gadis." Goda Aaron saat melihat gadis didepannya ini.


"Apa daddy Aaron tidak bermain dengannya?" Tanya Clari menggoda.


"Tidak sayang, dia masih belum bisa memuaskanku. Berbeda denganmu." Balas Aaron menggoda kemudian mer***s salah satu gunung kembar Clari.


"Hahahaha daddy bisa saja." Goda Clari senang.


"Gadis manis, kau akan ku jadikan salah satu jalang diklub ku. Kau harus bisa memuaskan pria yang haus belaian." Sahut Aaron sambil memainkan gunung kembar Clari.


Gadis itu hanya mengangguk saja. Aaron menyuruh salah satu manajer mengantarkan gadis itu ke klub Blenda.ย 


"Monster tua bangka sialan, selain suka s** ternyata menjual seorang gadis yang masih belia untuk dijadikan jalang. Bahkan anak-anakpun di jadikan budak. Lalu orang-orang tak bersalah di ambil organnya untuk di jual ke pasar gelap." Batin Gava murka.


Salah satu anak buah Aaron memberitahukan bahwa anak-anak yang baru saja di culik tiba-tiba saja menghilang. Aaron bangkit dari tempat duduk lalu keluar dari ruangan tersebut. Gava dan Leo menyeringai saat rencana mereka berhasil.


"Sebaiknya kita keluar sayang." Sahut Leo lembut.


Gava menganggukkan kepala. Mereka keluar dari mansion tak terurus ini. Tetapi Gava dan Leo menyuruh salah satu anak buahnya yang terlatih menyelidiki mansion di tengah hutan ini.


Beberapa menit kemudian, semua rombongan menunggu kedatangan raja dan ratu karena misi mereka selesai. Mereka tahu ...........

__ADS_1


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿคฉ๐Ÿ˜˜...


__ADS_2