Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 34


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🚦🚦🚦🚦🚦🚦🚦🚦...


"Ma, maksud mama kami akan dinikahkan bukannya pernikahan kami setelah lulus?" Tanya Alana tak percaya.


"Ya, kalian akan di nikahkan tanpa resepsi terlebih dahulu. Mama dan papa sepakat, jadi setelah kalian menikah kami tidak akan ngelarang kalian untuk berbuat apapun, gak dosa malah halal dan surga." Angguk dan sindir Gava.


"Ma, menurut Alan apa tidak terlalu cepat untuk kami menikah?" Tanya Alan keberatan.


"Tidak sama sekali Alan, lebih cepat lebih baik. Mama dan papa tidak selalu mengawasi kalian. Mama dan papa takut kalian akan khilaf." Ucap Gava menatap satu persatu dari Sekar, Alan, Alana dan Ceilo.


"Apa grandpa dan grandma tau kalo Sekar akan menikah muda mama Gava?" Tanya Sekar polos dengan nada khawatir.


"Grandpa dan grandma mu sudah mama beritahukan perihal ini. Bahkan grandpa maupun grandma mu sangat antusias saat kami memberikan kabar bahwa kamu dan Alan akan menikah dua minggu lagi." Lembut Gava.


"Terima kasih kak Gava." Lirih Ceilo dengan wajah babak belur.


"Bwahaaaaaaa wajah lo kenapa Cei hahahaha kok hancur hahaha." Ejek Gava tertawa terbahak-bahak.


"Alan bogem membabi buta mah karena Alana dan Kak Ceilo ingin melakukan surga dunia." Sindir Alan datar.


"Hahahaha kenapa gak kamu pake pistol, pisau, jarum atau pedang prince agar lebih ekstrim hahahaha." Tawar Gava yang masih tertawa terbahak-bahak.


"Mama Gava tadi marah nyeremin sambil meja terbelah dua, sekarang mama Gava tertawa terbahak-bahak. Calon mertua Sekar ajaib." Batin Sekar terkekeh.


"Kak Ga- eh salah calon mertua gue gak pernah berubah." Batin Ceilo menghela napas.


"Mama tidak pernah berubah kalo menertawakan orang terdekat seperti gak ada beban." Batin Alan dan Alana menggelengkan kepala.


"Prince, kamu obati calon kakak iparmu." Ucap Gava memberhentikan tawanya.


"Gak mau mah. Alan masih marah dan kecewa sama kak Ceilo maupun Alana." Tolak Alan mentah-mentah.


"Terus siapa yang ngobatin Alana, Sekar. kalo Ceilo khilaf gimana? tadi aja berduaan mau menikmati surga dunia." Ucap Gava frontal.


Alan melototkan matanya saat mendengar nama Alana dan Sekar di sebutkan Gava.


"ya, sudah biarkan Alan yang ngobatin daripada Sekar atau Alana." sahut Alan pasrah.


Alan mengambil kotak P3K untuk mengobati luka Ceilo. Ceilo meringis saat Alan dengan seenaknya menekan luka agak keras. Ceilo membuka pakaian atasnya dimana perut sixpacknya terlihat lebam. Sekar dan Alana terbiasa karena Ceilo dan Alan sering latihan hanya memakai celana panjang kalo dilapangan indoor markas organisasi AZZA.


"Auuu ... Lan, lo ikhlas gak nih ngobatin gue." decak Ceilo meringis.


"Gak sama sekali, gue terpaksa daripada Alana dan Sekar yang ngobati Lo. Nanti khilaf lagi, belum nikah udah JEBOL." sahut Alan menyindir sambil menekan agak keras ke luka Ceilo.


Alana dan Sekar terkekeh melihat wajah Alan yang badmood saat mengobati luka yang berada di wajah dan tubuh Ceilo. Lalu Alana tanpa sengaja melihat wajah Gava di layar seperti agak pucat.

__ADS_1


"mama sakit?" tanya Alana khawatir mengalirkan perhatian Alan, Ceilo dan Sekar.


"Tidak, mama baik-baik saja. mama hanya kelelahan saja." sahut Gava berbohong agar anak-anaknya tidak khawatir atau cemas.


"mama bohong. Alana tau mama sepertinya sakit. wajah mama agak pucat." batin Alana bersedih.


"ma. Apa mama menyembunyikan sesuatu dari kami agar kami tidak khawatir." batin Alan bertanya-tanya.


"mama istirahat saja. Sekar tidak mau mama kelelahan." Ucap Sekar tersenyum manis.


"terima kasih calon menantu mama yang cantik. Mama ada kelupaan buat kalian, Cei kamu tinggal di apartemen dulu sebelum menjadi suami sah Alana ya. Kalo kamu di mansion takutnya khilaf lagi. Mama tutup dulu ya. Kalian antarkan mereka dengan selamat, salah satu terluka MATI." Gava memuji sekaligus memberi pesan dan titah.


Video Call di matikan secara sepihak oleh Gava. Alana, Alan, Ceilo dan Sekar diberi penutup kepala kembali lalu digiring ala militer.


Itulah Flashback yang dikatakan Alan episode kemaren. Kejam ya emak Gava, tuh meja sampai belah dua, mudahan aja keluarga Oliver gak nuntut harga meja di kamar tamu 😂


...💐💐💐💐💐💐💐💐...


Kita kembali hari ke-4 setelah kaburnya Neira yang menggemparkan seluruh keluarganya.


Di dalam sebuah mobil sport yang ditumpangi Alana dan Ceilo menuju arah Barat, raut wajah Alana kentara sekali cemas dan khawatir. Kedua tangannya seperti berdoa untuk keselamatan sang adik.


Ceilo yang menyetir juga merasakan cemas dan khawatir. Salah satu tangan Ceilo menggenggam tangan Alana berusaha untuk menguatkan.


"sayang, aku yakin Neira akan baik-baik saja. lagipula Neira termasuk anak yang susah di dekati. Kamu tau sendiri sikapnya seperti apa 11 12 sama Radith dan Kak Leo." Ucap Ceilo berusaha menenangkan Alana.


"iya, kamu benar kak. Neira termasuk anak yang susah didekati." angguk Alana menghembuskan napas.


Ponsel Alana berbunyi di dashboard. Tangan Alana meraih ponselnya dengan mengernyitkan dahi saat nomor tak dikenal.


"siapa?"


"nomor tak di kenal kak."


"angkat. Siapa tau orang-orang kita?"


"ya, kakak benar."


Alana mengangkat telpon nomor tak di kenal tersebut dengan meloudspeaker.


"Hal-" "Kak Alana !!!! Jemput Neira di arah timur yang ada restoran XXX (Sensor) !!!!" Alana menjauhkan ponselnya saat Neira teriak di seberang ponsel.


"Nei, itu kamu dek?" tanya Alana berusaha memastikan itu suara cempreng sang adik.


"Iya, Kak Alana. Ini suara Neira."


"Kamu gak apa-apakan?"


"Gak apa-apa, kak. Nei baik-baik aja kok."


Alana dan Ceilo bernapas lega saat mendengar sang adik dan calon adik ipar tidak terluka.

__ADS_1


"terus ini nomor siapa?"


"nomor Om Jacob yang nolongin Nei, kak."


"Benarkah?! Apa om itu berada di dekatmu?"


"iya, kak."


"kakak mau ngomong?"


"om Jacob, nih dari Kak Alana mau ngomong?"


"Kakak? jadi tadi kamu menelpon kakakmu gadis kecil?"


"iya, om. lebih baik om Jacob jawab nih, tangan Nei pegal banget dari tadi ponsel om mengambang."


"hahahaha iya iya. sini biarkan om yang ngomong sama kakakmu."


"hallo, saya Jacob pemilik ponsel ini." Ucap Jacob mengambil alih ponsel.


"Hallo tuan Jacob, terima kasih sudah menemukan adik saya."


"iya, apakah anda akan menjemput adik anda?"


"saya akan menelpon seseorang untuk menjemput adik saya. Seseorang itu sepertinya juga mengarah ke arah Timur."


"baik, saya tunggu."


Tut


Alana mematikan sambungan telepon kemudian menelpon Alan dan Sekar.


"Hallo, Na. Ada apa?" tanya Sekar to the point.


"Neira berada direstoran XXX (Sensor) di arah timur. Lo dan Alan jemput ke restoran itu. Neira bersama tuan Jacob, orang yang menyelamatkan Neira." Balas Alana.


"okey. Gue dan Alan akan menghubungi sebagian orang untuk mundur. Lo dan kak Ceilo hubungin para orang tua kalo Neira udah ketemu."


"Terima Kasih, adik ipar."


"sama-sama kakak ipar."


Tut


Alana dan Ceilo menghubungi para orang tua untuk segera pulang, para orang tua seketika bernapas lega saat Neira sudah ketemu dan sekarang Alan serta Sekar sedang menjemput sang adik.


...🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱...


...Akhirnya selesai 😊 Ketemu lagi hari senin ☺...


...Jangan lupa tekan Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤❤, like 👍👍👍 dan komentar 💬💬💬 agar author semangat update 🥰😍🤩😘...

__ADS_1


__ADS_2