
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
"Mereka tidak akan menyerang kita, Gita. Kamu tenang saja." Balasnya angkuh dan sombong.
"Sudah tersudut masih saja sombong dan angkuh. Baby maaf ya rencana kita tiba-tiba gue ubah mendadak, kalo gue terluka atau apapun gue akan usahain menuruti keinginan kamu, baby." batin Gita mencibir lalu memiliki ide cermelang.
Gita seperti memberi kode ke Hansa untuk melakukan sesuatu di dekat Jacob. Hansa yang paham kode Gita, beberapa kali mengedipkan matanya tanda tidak setuju. Gita bersmrik ria dan mematikan earphonenya.
"Tuan ×××, nona ×××× sedang menjalankan sesuatu. Kita ubah rencana dengan rencana cadangan." jelas Hansa berbisik.
"Hem." balas pengawal berwajah datar itu dengan nada singkat.
Gita yang memakai sebuah jarum langsung menyerang Jeslin. Jeslin yang repleksnya bagus langsung menangkis serangan tiba-tiba Gita.
"GITA !!! APA YANG KAMU LAKUKAN !!!" bentak Jeslin beberapa langkah dari Gita.
"MEMBUNUHMU !!!" balas Gita dingin dan datar.
"APA MEMBUNUHKU !!! KAU SUNGGUH GAK WARAS, AKU ATASANMU DAN NONAMU !!!" murka Jeslin dengan emosi meluap-luap.
Seseorang menekan earphone memberitahukan Adam dan Zafar untuk melindungi dua orang bertopeng agar tidak terluka sedikitpun karena kedua pasutri sekarang sudah mode mengamuk dan tanpa dicegah bahkan diperintahkan jangan ada ikut campur sampai kedua pasutri puas.
"Tuan ×××, tuan muda ×××××, serta yang lain tetap berada ditempat." Ucap Zafar memberi perintah.
"Kenapa?" tanya Amel heran.
"Nona ××× dan tuan ××× dalam mode mengamuk untuk saat ini." jelas Zafar pelan.
"Apa?! Serius?! Wow. Akhirnya dia mengamuk juga, si ****** itu meninggal gak yah." Sahut Amel dengan berbagai ekspresi dan menebak.
"Kenapa tidak dibantu ayah Zafar?" singkat anak bertopeng itu.
"Nanti akan ada kode dari papa mama anda tuan muda." balas Zafar.
Mereka semua menganggukkan kepala tanda setuju lalu melihat Gita dan Jeslin sedang berdebat.
"GITA !!! APA KAU LUPA SIAPA DIRIKU?!" Marah Jeslin.
"G.U.E B.U.K.A.N G.I.T.A, G.U.E R.A.T.U A.Y.Y.A" Ucap Gita dengan penuh penekanan dan kedua tangannya membuka topeng.
Setelah Gita melepaskan topengnya. Jeslin, Meli dan Jacob melototkan matanya. Hansa langsung saja menendang punggung Jacob dengan lututnya membuat tubuh Jacob maju beberapa langkah.
"APA-APAAN KAMU HANSA?!" bentak Jacob murka sambil menahan sakit di daerah punggungnya.
Hansa mengedikkan bahu acuh bahkan wajahnya datar sedatar tembok.
"KAU BEKERJA SAMA DENGAN ****** INI?!" bentak Jacob menunjuk Gava yang baru saja melepaskan penyamarannya.
Gava yang ditunjuk hanya terkekeh sinis lalu memanggil Hansa dengan sebutan : "Lucas."
Kedua tangan Hansa melepaskan topengnya lalu terpampanglah wajah Lucas yang datar bak tembok. Seketika wajah Jeslin, Meli dan Jacob mengeras lalu Jeslin dan Meli menatap tajam Gava, Jacob pun sama menatap tajam Lucas.
"Bagaimana nona Jeslin?! Kaget gak?! Ya kagetlah. Hahahaha." tawa Gava dengan wajah sinis dan datar.
Emosi Jeslin yang sudah di ubun-ubun langsung menyerang Gava. Perkelahian Gava dan Jeslin dengan tangan kosong menimbulkan suara.
Bagh Bugh
Bagh bugh
Bagh bugh
Jeslin terus saja menyerang dengan sangat brutal ke Gava, tetapi Gava dengan sangat mudah bisa menangkis dan menahan serangan Jeslin karena Gava yang sudah menguasai ilmu beladiri.
__ADS_1
Jacob yang memiliki kesempatan untuk melukai Gava, salah satu tangannya menggenggam pistol dan mengarahkan ke Gava.
Dor
Trang
Peluru yang ditembakan Jacob ke Gava dihalangi oleh seorang pengawal berwajah datar. Jeslin dan Gava mundur beberapa langkah saat mendengar ada suara tembakan mengalihkan pertempuran mereka.
"ANAK BUAH KURANG AJAR !!! KENAPA KAMU MENGHALANGIKU !!!" murka Jacob tak terima.
Seorang pengawal berwajah datar itu melangkah mendekati Jacob. Jacob yang murka mengarahkan pistolnya ke pengawal berwajah datar.
Dor
Trang
Dor
Aaauuuu
Sekali lagi peluru yang ingin menembak pengawal berwajah datar itu ditepis oleh peluru lain bahkan pistol disalah satu tangan Jacob terlepas akibat tembakan seseorang membuat telapak tangannya mengeluarkan darah dan meringis.
"Brengsek !!! kalian benar-benar brengsek !!! Arrrgghhhh." frustasi Jacob sambil memegang salah satu telapak tangannya yang terluka dengan salah satu tangannya yang lain.
"Jangan lukai my baby." sahut seorang pengawal berwajah datar itu berada dihadapan Jacob.
Jacob melototkan matanya saat wajah dan tubuh Leo terpampang di hadapannya. Meli dan Jeslin melototkan matanya tak percaya.
"KALIAN SUNGGUH LICIK." sinis Jeslin dengan penuh dendam.
Gava melihat Leo seketika melototkan matanya karena mata Leo berwarna merah darah menandakan monster sudah bangkit.
"Ya Allah, baby. Kenapa kamu bangkit juga sih?! Ya Allah, bantu gue untuk menjinakkan si monster mesum. Tuan Jacob pasti akan selamat tapi sekarat, lah gue di hajar habis-habisan di atas ranjang." batin Gava berbagai ekspresi.
Leo melihat wajah Gava berbagai ekspresi tersenyum tipis tetapi penuh arti.
Jeslin memberi kode ke Meli untuk membantunya menyerang Gava. Meli menganggukkan kepala lalu Jeslin dan Meli menyerang bersamaan ke arah Gava.
Perkelahian 2 versus 1 membuat suasana lebih tegang, anak bertopeng itu ingin sekali bergerak tetapi dihalangi Adam.
"tuan muda saya mohon jangan ikut campur untuk sementara."
"Tapi ayah Adam."
Adam menggeleng keras artinya tidak ada yang bisa membantu Gava maupun Leo yang sedang dalam mode mengamuk.
Sementara Jacob dan Leo terlibat perkelahian sengit, Jacob terus saja terkena serangan Leo dibeberapa bagian sensitif.
Krak
Aaarrrgggghhhhhhh
Teriak Jacob terduduk kesakitan saat tangan kirinya patah yang disebabkan oleh Leo. Leo dengan wajah datar dan dingin sama sekali tidak kasian saat melihat lawannya kesakitan.
Bugh
Tubuh Meli terlempar ke dinding yang disebabkan tendangan Gava.
Uuhhuuukkk
Sssshhhhh
Meli meringis sambil terbatuk dan mengeluarkan darah segar di mulutnya.
Aarrrgggghhhh Saaakiiittt
Teriakan Jeslin menggema karena tangan kanannya dipelintir ke belakang oleh Gava. Mereka yang menonton hanya meringis, Adam dan Vori notabene si kulkas berjalan juga meringis kesakitan melihat lawan mereka babak belur karena Gava dan Leo menyerang tanpa ampun.
"Tangkap." perintah Gava dan Leo saat melihat Jacob, Meli dan Jeslin tidak berdaya.
__ADS_1
Miko dan Shafa langsung menahan Jeslin dan Meli, Agra dan Vori menahan Jacob. Gava berjalan ke arah Leo
"Bukalah topeng kalian, Lou. Boy." Ucap Gava lembut.
Kedua orang bertopeng itu membuka topengnya terpampanglah wajah Lou dan Radith dengan mata khas keturunan Rajendra dan Ramos. Radith berlari ke arah kedua orangtuanya.
"Mama, papa."
Gava dan Leo memeluk Radith erat lalu Gava memeriksa seluruh tubuh anaknya.
"Syukurlah, kamu baik-baik saja. little boy." Ucap Gava menghela napas.
Jeslin, Meli dan Jacob yang masih sadar berusaha berontak. Gava memberi kode kepada salah satu pria gemulai bernama Light Leaman kearah anak lelaki sekarat yang digantung.
"Serius nona Ayya."Ucapnya gemulai dan ambigu.
"Benar, light. Tidak ada waktu lagi. Ambillah organnya. Waktunya tidak lama lagi. Putra gue yang lain membutuhkan donor hati, ginjal dan jantung. Jangan lupa lepaskan topeng anak itu. Gue gak mau wajah putra gue jadi kena getahnya." Ucap Gava dengan nada santai.
Light yang mendengar hal itu langsung saja mendekati anak yang digantung itu. Lalu melepaskan topeng. Gita histeris saat putra kandungnya dengan Hansa yang jadi tumbal antara Gava dan Leo.
"Kamu sungguh iblis, ratu Ayya." histeris Gita bak orang gila dan berusaha melepaskan ikatannya dikursi.
"Hide, lepaskan juga topeng yang berada dijasad anak perempuan itu. Gue gak mau anak perempuan gue kena getahnya." titah Gava ke Hide.
Hide masuk ke kurungan mayat anak perempuan itu lalu melepaskan topengnya. Meli, Jacob dan Jeslin histeris melihat wajah Friska terbujur kaku.
"KAMU KEJAM RATU AYYA !!! ANAK SAYA TIDAK TAU APA-APA BAHKAN TIDAK BERDOSA SAMA SEKALI !!! KENAPA ANDA MALAH MELAKUKAN HAL INI !!!" histeris Meli tak terima.
"Kejam lo bilang. Kalian yang kejam. Misahkan gue dengan salah satu anak gue, terus ingin membunuh keponakan kembar gue. Bahkan kalian ingin membuat gue mengandung si playboy Jacob agar keluarga gue terpecah belah. Siapa yang kejam, gue apa kalian?!" bentak Gava emosi.
Leo terus saja mengusap punggung istrinya. Radith berada di pelukan Adam karena Adam tau kalo emosi Gava masih belum stabil.
"Nona Ayya, sudah selesai." Light mengangkat boks yang berisi jantung, hati dan ginjal putra Gita dan Hansa.
Gita histeris karena melihat tubuh putranya dibedah dihadapannya. Jeslin, Meli dan Jacob hanya menatap Gava dengan penuh amarah.
"Light pergi bawa Lou, siapkan operasi untuk Ahsan. Helikopter berada tidak jauh dari sini." titah Gava.
Light menganggukkan kepalanya lalu menarik Lou. Lou melepaskan tangannya saat di tarik Light.
"Kenapa ganteng?" Ucapnya gemulai.
"jangan sentuh gue. Gue jijik, pria gemulai." sinis Lou.
Light yang mendengar hal itu langsung mencium pipi kiri dan mencolek dagu Lou kemudian berlari takut teriakan Lou.
"PRIA JADI-JADIAN !!! KENAPA LO CIUM PIPI DAN COLEK DAGU GUE !!!" teriak Lou murka lalu mengejar Light.
Mereka semua tertawa terbahak-bahak saat Lou murka ke Light. Gava memberikan kode ke Leo untuk menjinakkan monster yang berada di putra mereka.
Leo berjalan kearah Adam dan Radith. Adam menyerahkan Radith ke Leo. Leo menutup mata Radith dan membisikkan sesuatu. Seketika Radith tidak sadarkan diri.
Leo juga mulai meredakan emosinya dibantu Gava membuat mata Leo kembali hitam. Leo berbisik :"bersiaplah baby."
Gava yang dibisiki Leo meremangkan tubuhnya kemudian tersenyum manis dan lembut menandakan dia siap.
"Bawa mereka semua ke markas." titah Zafar.
Jeslin, Jacob, Meli dan Gita dibawa paksa oleh Shafa, Miko, Amel, Hide, Vori, Agra dan Lucas. Mereka keluar dari gedung tua itu lalu Adam meletakkan bom selama 30 detik.
BOOM
Ledakan bom itu membuat bangunan hancur lebur tanpa sisa. Rombongan Gava dan Leo kembali memasuki mobil masing-masing bahkan helikopter dan pergi menuju markas organisasi AZZA.
...🔜🔜🔜🔜🔜🔜...
...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...
__ADS_1