
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
Gava Pov On
Setelah keberangkatan Neira, putri gue. Gue dan yang lain pulang ke kediaman. Gue dan Leo sekarang berada di kamar pasutri tepatnya di balkon kamar dan duduk di kursi. Tubuh gue bersandar di dada pelukable Leo.
"Baby."
"ya."
"kata kamu para penghianat itu sudah dibereskan putra putri kita?"
Leo menganggukkan kepalanya. Gue menengakkan tubuh lalu menghadap Leo.
"Kenapa bisa baby? bukannya mereka masih anak-anak berusia 11 tahun?"
"Mau aku ceritakan, bagaimana Radith dan Resmi membunuh para penghianat itu?"
Gue menganggukkan kepala karena penasaran.
Flashback beberapa minggu yang lalu
3 hari telah berlalu, dimana tubuh Gava terbaring diatas ranjang dilengkapi oksigen dan infus. Gava mengalami demam cukup tinggi bahkan Leo, Radith dan Resmi masih juga sama terbaring diatas ranjang.
Lucas, Light, Hide serta 4 orang profesor senior memantau perkembangan Gava, Leo, Radith dan Resmi.
Light terus saja menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi kepada Gava, Leo, Radith dan Resmi. "maafkan saya kaisar Ramos, permaisuri Ramos. Raja Rajendra, Ratu Rajendra. Saya gagal menjaga keturunan kalian."
"Prof Light, jangan menyalahkan diri anda. Percaya sama kuasa Allah." Ucap salah satu profesor senior sambil menepuk punggung Light.
Light menatap mata profesor senior itu lalu beralih ke empat ranjang. Tiba-tiba saja jari-jari Radith, Resmi dan Leo bergerak membuat Light dan ketiga profesor senior langsung mendekati ranjang Leo Radith dan Resmi.
Kelopak mata Leo, Radith dan Resmi perlahan-lahan terbuka. Mereka mengedarkan pandangan ke segala arah dan terpaku saat tubuh Gava terbaring dengan oksigen dan inpus.
"Mama/Baby" Serak mereka bersamaan.
Salah satu profesor senior terpaku dan membeku saat melihat kedua warna mata Resmi berwarna coklat keemasan. Berbeda dengan Leo dan Radith memiliki mata hitam.
Tanpa sengaja Leo melihat salah satu tubuh profesor senior yang terpaku dan membeku langsung mengarahkan pandangan ke Resmi.
"Mata coklat keemasan?!" batin Leo tercekat saat melihat kedua mata Resmi.
Leo perlahan-lahan bangkit dari ranjang dibantu Light.
"Little princess." panggil Leo lirih.
Resmi mengarahkan pandangannya dengan tatapan tajam dan dingin. "dimana?"
"Apa yang dimana little princess?"
"Penghianatnya."
"Markas nona muda." jawab Light.
"Antarkan aku kesana."
"Tapi ...." Light ragu-ragu menatap Leo meminta persetujuan. Leo menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.
__ADS_1
"Maaf nona muda, anda baru saja sadar setelah anda 10 hari."
"kursi roda."
"Little princess, istirahat dulu."
"Tidak papa. Sudah cukup Resmi istirahat." tolak Resmi halus.
Leo menatap Light dimana Light mengambil kursi roda untuk Resmi. Hide mengangkat tubuh Resmi ke kursi roda.
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
Markas Mafia Askala di ruang penyiksaan
Jacob, Meli, Jeslin, Hansa, Gita dan mantan kaisar Awan dan mantan permaisuri Genia di ikat di sebuah kursi dalam keadaan memprihatinkan. Pasangan Zafar-Miya, Adam-Shafa, King-Amel, Vori-Calis, Lou-Grace, Agra-Miko, Kaisar Ali-permaisuri Kamala, Raja Raden-Ratu Freya, serta kaisar Ello berada di hadapan ketujuh orang tersebut. Pasangan Alana-Ceilo dan Alan-Sekar berada di kediaman mansion RR untuk menjaga anak-anak.
Bbyyuuuurrrr
Air dari ember di siram ketujuh orang tersebut. Mereka semua mengerjapkan mata.
"Hallo semuanya ,,, ups ..." sapa Lou menyeringai.
"Dimana ****** itu." Umpat Jeslin.
"Maksudmu?" tanya kaisar Ali dingin.
"Siapa lagi kalo bukan ratu Ayya." sahut Jeslin angkuh.
Ssreeettt
Aaaaaa
Sssshhhh
"Nona muda Resmi."
Resmi dengan wajah datar dan dingin datang dengan menyeringai. Raja Raden melihat bola mata Resmi seketika dadanya berdegub kencang.
"Ya allah, tidak mungkin." gumam raja Ali menggelengkan kepala.
"Apa yang kau lakukan anak sialan?" murka Jeslin menahan perih.
Resmi tetap diam dan hanya melirik ketujuh orang penghianat dengan tatapan tajam. Mantan kaisar dan permaisuri juga merasakan hawa yang tidak biasa di diri resmi.
Resmi perlahan-lahan bangkit dari kursi roda. Light berusaha menjaga tubuh Resmi yang masih tertatih-tatih menuju arah perlengkapan penyiksaan.
Resmi memilih sebuah pisau dengan setajam silet, jarum dan benang serta sebuah suntikan yang diisi cairan warna hitam. Dia berjalan ke arah Meli dengan seringai dibibirnya. Dengan wajah psikopat dia menjahit bibir Meli dan Meli berteriak kencang karena kesakitan.
Semuanya bergidik ngeri saat melihat Resmi, anak gadis berusia 11an sudah melakukan penyiksaan yang amat sakit.
Setelah menjahit bibir Meli, dia dengan telaten mengiris kulit tubuh Meli membuat Meli menangis sampai mengeluarkan darah. Terakhir, Resmi mensuntikan cairan ke jantung Meli membuat Meli kejang-kejang dan berakhir tewas.
Semuanya meneguk saliva kasar bahkan Calis, Ratu Freya dan permaisuri Kamala sudah tidak sadarkan diri dipelukan suami masing-masing akibat kesadisan Resmi dalam membunuh penghianat.
"Gak asyik." Ucap Resmi dingin dengan nada cemberut. "Nambah lagi deh." lanjutnya tenang setenang lautan.
Para penghianat satu persatu dibunuh oleh Resmi dengan cara tidak wajar membuat semua orang disana memuntahkan apa yang ada di perut mereka.
Flashback selesai.
Setelah gue mendengar cerita Leo. Gue langsung memukul dada Leo secara brutal.
"Ya Allah, baby. Ada apa?! Au au au ... ampun baby ... au au au ... ampun baby." ringis Leo berusaha menghalau serangan gue.
__ADS_1
"Seharusnya kamu halangin Resmi, baby. Apapun caranya mau tubuh kamu lemes atau apapun tetap halangin Resmi untuk tidak melakukan hal itu." cerca gue sambil terus memukul dada Leo.
Leo dengan sigap memeluk tubuh gue. Gue terisak didalam dekapan Leo.
"Maaf baby. Maafkan aku yang tidak becus menjadi papah yang baik untuk mereka." Ucap Leo lembut sambil terus menepuk punggung gue.
"kamu sudah menjadi papah yang baik dan siap siaga baby. Tapi kali ini kita kecolongan karena Resmi memiliki mata coklat keemasan artinya jiwa psikopat dan iblisnya sudah mulai bangkit."
"Apa maksudmu baby?"
"Keturunan Rajendra memiliki dua mata berbeda, kalo warna mata biru laut artinya tenang dan mematikan berbeda dengan warna mata coklat keemasan artinya brutal dan sadis seperti psikopat dan tidak punya hati."
"Baby, bukannya keluarga Rajendra hanya memiliki warna mata biru laut ketimbang warna coklat keemasan?"
"Baby, warna coklat keemasan itu sangat langka bagi keturunan Rajendra. Apa kamu tau yang memiliki warna coklat keemasan, cuman dua raja yaitu raja ketiga dan raja keenam. Raja pertama sampai raja kedua puluh yaitu kak Raden rata-rata kedua mata berwarna biru laut."
"Jadi, putri kita Resmi adalah orang ketiga yang memiliki warna bola mata langka itu." Gue menganggukkan kepala.
Gava Pov Off
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
Pantai daerah Barat Negara A
Di pinggir pantai malam hari, sebuah mobil baru saja tiba. Keluarlah tubuh Leo dengan pakaian formal dan tubuh Gava dengan gaun elegan. Kedua mata Gava ditutup dengan sebuah kain hitam.
"Baby, angkat kedua tanganmu."
Gava mengangkat kedua tangannya, Leo mengambil kedua tangan Gava lalu menarik perlahan-lahan seperti menuntun.
"Baby, kita mau kemana?"
"Ada kejutan untukmu."
"Kejutan apa?"
"Nanti kamu akan tau baby."
Leo dan Gava terus saja berjalan tetapi kedua telinga Gava mendengar suara musik klasik.
(Gambarnya seperti itu lah 😊)
Leo menuntun tubuh Gava untuk duduk yang kedua matanya ditutup kain. Leo melepaskan ikatan kain dibelakang kepala Gava.
"Bukalah perlahan-lahan baby."
Kedua mata Gava perlahan-lahan terbuka. Gava terharu dan bahagia mendapat kejutan dari Leo.
"Suka?" Gava menganggukkan kepala.
"Selamat ulang tahun yang ke-32 baby. Terima kasih sudah menemaniku selama 11 tahun. Kamu merupakan istri yang luar biasa untuk ku dan anak-anak." Tulus Leo lembut menatap manik mata Gava.
"Terima kasih baby. Terima kasih untuk kejutannya. Terima kasih juga sudah menemaniku selama 11 tahun pernikahan kita. Kamu merupakan suami terbaik dan luar biasa untukku dan anak-anak." Tulus Gava dengan air mata kebahagiaan.
Tubuh Leo dan Gava sama-sama bangkit lalu berpelukan dimana musik klasik, bulan dan bintang serta lilin yang menerangi malam romantis mereka dipinggir pantai.
...🔚🔚🔚🔚🔚🔚...
...TAMAT BENERAN ,,, GAK KEJAR TAYANG 😁...
...Author gak ada pake ekstra part atau bonus part 😊...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...