
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโก...
"Selamat berpusing ria, Grace. Lo akan di interogasi habis-habisan. Hahahaha...... mana mau gue membongkar identitas rahasia gue sebenarnya ke mereka. Belum saatnya mereka tau, little." Batin Gava bersorak.
"Grace, gue nanya ya?! Jawab sejujur-jujurnya?! lo kenal kak Adam dari mana?!" selidik Amel.
" Waktu Grace masih berusia 15an" Balas Grace polos.
"Lalu kenal Ayya?" Tanya Fira mulai kepo.
"Dari ka Adam Soalnya Ka Adam sering banget membawa Grace ke perusahaan kak Gava." Jawab Grace berbohong.
"Grace terus kenapa bareng kak Vori dan Kak Lou?! ketemu mereka dimana?! terus kenapa kamu gak hubungi kak Adam saat sampai disini?!" tanya Calis beruntun tetapi nada polos, lugu serta tak tau malu.
Wajah Grace bengong mendengar pertanyaan beruntun Calis. Dia bingung jawab yang mana takut salah lebih baik dia diam dan tersenyum saja.
"Kenapa nih anak tiba-tiba cerocos. Mirip lagi sama kak Gava. Ya Allah, satu human aja bikin gue naik darah, nambah satu human lagi." Batin Grace menangis.
"Kok diam Grace. Jawab pertanyaan Calis." Desak Calis cemberut.
"Pertanyaan kamu kebanyakan. Aku gak bisa jawab." Jujur Grace acuh.
Semua disana terbahak-bahak mendengar kejujuran Grace. Calis cemberut karena Grace gak bisa jawab pertanyaannya, dirinya penasaran bagaimana bisa Grace dan Gava seperti saudara kandung.
"Lebih baik kita istirahat. Soalnya 4 hari lagi calon pengantin mau nikah." Usul Fira.
"Siapa menikah tan- ett panggil tante, kamu Grace panggil bunda Fira." Fira memotong ucapan Grace tiba-tiba.
"Hah?! Bunda?! Aku gak salah dengerkan?!" Cengo Grace.
"Gak sama sekali." Balas Fira lembut.
"Ya udah. bunda tadi aku dengar tadi calon pengantin, siapa bunda?" Tanya Grace kepo.
"Gava dan Leo, putra bunda." Jawab Fira.
Grace melotot tak percaya bahwa lelaki yang ditemuinya di perusahaan AG beberapa hari lalu adalah calon suami atasannya.
"Setelah mereka menikah kita akan pindah mansion. Kamu ikut sama kami."
__ADS_1
"Kenapa bunda?"
"Soalnya kita semua akan tinggal disana." Heboh Fira.
Mereka semua mengangguk saja mendengar keputusan Fira.
"Mibun, piya pulang ya?" Pamit Fira berlaru.
"Iya mi/bun." Jawab mereka layaknya paduan suara.
Sebelum pamit Leo mencium bibir Gava sekilas. Setelah itu bangkit sambil tersenyum hangat. Gava sangat malu sekali karena kemesuman Leo tak tau tempat. Semua disana mendengus melihat adegan LIVE, cuman satu orang yang ditutup matanya yaitu Calis.
Fira dan Dewa hanya terkekeh melihat wajah kesal Amel dkk. Bahkan Grace, Ryker dan Agung ternganga tak percaya.
Setelah keluarga Ramos pergi dari mansion AG. Mereka kekamar masing-masing untuk istirahat tetapi sebelum kekamar.
"Mel, mik, calis, grace. Girl time yuk." Ajak Gava ceria.
Semuanya mengangguk. Para gadis kekamar yang sudah disiapkan oleh nyonya mansion kalo mau girl time.
...โกโกโกโกโก...
Pulau Y, Markas Mafia Xlevanos
Disebuah kamar mewah dan elegan, seorang pria paruh baya berusia 50an sedang marah karena Agam dan Lucas serta para anak buahnya yang lain akibat tidak becus menangkap tiga orang penyusup.
Seorang gadis berusia 20an yang hanya memakai selimut sedang mengusap punggung pria paruh baya itu untuk menenangkannya.
"Daddy Aaron tenanglah. Daddy jangan emosi." Ucap gadis itu dengan nada menjijikkan.
"Kau memancing daddy sayang." Goda Aaron.
"Gak dad. Daddy aja yang tergoda." Nakalnya mengerlingkan matanya.
Lucas hanya memasang wajah datar melihat sepasang manusia jijik dihadapannya. Agam, dia bak patung hidup.
"Fel, daddy ingin kau melakukan sesuatu?" Goda Aaron tetapi serius.
"Apa itu dad? Feli akan melakukan apapun untuk daddy, asal daddy senang." Manja Feli.
"Apa kau tau gadis bernama Alayya?." Ucap Aaron.
"Pemilik perusahaan AG kan." Balas Feli.
"Ya, ini fotonya." Ucap Aaron menyerahkan sebuah foto Gava yang diam-diam melalui Agam.
__ADS_1
"Apa yang harus Feli lakukan dad?" Tanya Feli suara dibuat agak mendesah.
"Buat daddy bertemu dengannya secara natural. Daddy ingin dia menjadi koleksi jalang daddy." Goda Aaron sambil memainkan gunung kembar feli.
"Itu bisa diatur dad." Desah dan manja Feli.
"Ayok kita keranjang, puaskan daddy dulu baby." Goda Aaron
Feli mengangguk kemudian Feli membawa Aaron ke ranjang. Aaron mengusir Lucas dan Agam. Di luar kamar Lucas, Agam beberapa anak buah mendengar suara ranjang bergoyang dan burung bersahutan.
"Saya pergi ingin istirahat tuan Agam." datar Lucas memasang wajah pura-pura kelelahan.
Agam mempersilahkan Lucas untuk istirahat. Di dalam Kamar, Lucas mengambil ponsel untuk menghubungi Gava tentang rencana Aaron dan Feli.
"Halo. Ada apa?" tanya suara seberang dengan nada ceria dan to the point.
"Nona Gava berada dimana?"
"Di mansion AG. Mereka ada disini. Apa ada hal yang serius?"
"Anda loudspeaker nona. Agar mereka bisa mendengar suara saya."
"Ya, semuanya." Jawab Gava bingung.
"Berhati-hatilah kalian disana, Aaron mulai bergerak. Tuan Leo lindungi nona Ayya dengan benar. Nona Ayya target utama Aaron." jelas Lucas datar dan dingin terkesan cemas.
"Maksud kamu apa?! Kenapa Gava jadi target utama Aaron?!" Sahut Amel diseberang sana.
"Sepertinya Aaron menyuruh anak buahnya bernama Agam untuk mengikuti saya saat bertemu kalian, saya tidak menyadarinya. Aaron penasaran siapa pemilik perusahaan AG yang mau membeli 3 perusahaan besar yang hampir bangkrut itu. Diam-diam dia berhasil masuk ke restoran nona Gava tanpa dicurigai." Jelas Lucas datar.
"Permainan yang menarik." Sahut Gava tenang.
"Lo gila Gav, kita gak tau maksud dari si tua bangka itu. Gav, gue mohon deh lo jangan ikuti permainan si tua bangka itu." Sahut Amel terkesan emosi.
"Mel, lo tau gue kan. Gue terima permainan Aaron. Lo tenang aja gue gak akan kenapa-kenapa." Sahut Gava menenangkan Amel.
"Aku tidak setuju baby. Kau kenapa-kenapa, aku yang akan turun tangan." Ucap suara dingin tetapi penuh intimidasi.
Lucas hanya diam dan menunggu perdebatan Gava, Amel dan seorang pria.
"Jadi apa keputusanmu nona?" Tanya Lucas to the point.
"Ikuti permainan mereka. Kau liat situasi kondisi di markas Mafia Xlevanos dan pergerakan Aaron dan Agam." Sahut Gava seperti perintah.
"Baiklah. Saya akan mengikuti perintahmu." Sahut Lucas tegas.
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...