
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
Author flashbacknya sesuai episode agar author gak pusing 😁 Bebeberapa episode lagi akan berakhir, author juga ngerjain novel kisah Neira makanya kadang-kadang author lupa kalo novel ini belum tamat 🤭 Kalo novel satunya author bingung kelanjutannya kemungkinan gak author lanjutkan ya 🙏
Episode 72 : negara A bagian Selatan puluhan mobil dengan lambang 2AZ menandakan kepunyaan organisasi AZZA memasuki kawasan hutan yang sangat lebat, sunyi dan mencekam yang diketuai langsung oleh pasangan Leo dan Gava.
Pasangan Leo dan Gava satu mobil dengan pangeran Ello si pemegang tablet, Lou, dan Hide sebagai supir dadakan.
Pangeran Ello dan Lou terus memantau pergerakan titik merah yang berada di tablet seketika Lou panik dan berteriak : "Hide, percepat kecepatan mobil. Mereka sudah mulai bergerak."
Hide menancapkan gas mobil dengan kecepatan penuh. Leo dan Gava yang sejak awal menggunakan earphone hanya memerintahkan berpencar ke seluruh arah agar melaksanakan tugas masing-masing.
Lou berdoa kepada tuhan agar putranya tidak kenapa-kenapa berbeda dengan Gava dan Leo yang cemas karena takut terlambat untuk melihat Neira. Leo memeluk Gava dimana Gava berbisik lirih apakah bisa bertemu sama putri bungsu mereka atau tidak. Leo memberikan kata-kata penenang dan menyakinkan Gava bahwa mereka akan sempat untuk melihat Neira.
Berbeda dengan di rumah duka Dekat Mansion RR, Grace ditemani Calis menangis jasad putra bungsunya, Ahsan dengan wajah pucat. Radith dan Resmi tau kalo itu bukan jasad adik sepupu mereka karena orangtua mereka memberitahukan itu jasad orang lain. Adik sepupu mereka berada ditempat yang aman sehingga Radith dan Resmi akan segera menemuinya. Berbeda dengan mantan kaisar Awan dan mantan permaisuri Genia yang hanya tersenyum amat tipis. Kaisar Ali dan Raja Raden memantau pergerakan kedua paruh baya itu hanya mengepalkan tangan mereka dibalik jubah kekaisaran.
Calis terus saja menenangkan Grace yang meracau bahkan memberontak ingin ikut dengan Ahsan. Radith dan Resmi melihat keadaan Grace menangis tetapi dirangkul oleh Intan, Noe dan Akbar.
Radith dan Resmi berdoa agar Neira dapat dipertemukan dengan Gava dan Leo terlebih dahulu sebelum menjalankan takdirnya yang sangat muda yaitu 9an.
Salah satu pengawal meneriaki kata PENYUSUP membuat semua orang di rumah duka menoleh, Radith dan Resmi saling memberi kode bahwa mantan kaisar Awan dan mantan permaisuri Genia sudah bergerak lalu mundur perlahan dan menekan tombol tersembunyi di dinding.
Radith berlari ke luar rumah duka membuat ketiga pasutri paruh baya berteriak bahkan Resmi dan yang lain menyusul dari arah belakang. Radith berteriak memanggil para pengawal agar bisa melindungi orang-orang kesayangannya.
Di luar rumah duka, pertempuran tidak bisa di lerai. Radith dan Resmi bekerja sama dalam menghadapi para penyusup hampir berjumlah 100 orang.
"Tuan muda, nona muda. Ini saya." Ucap Yusran tanpa suara disebelanya Malik menatap kedua majikan kecilnya.
"Res, paman Yusran dan Malik sudah masuk ke para penyusup. Ayok kita pergi dari sini biarkan bang Alan dan bang Ceilo bermain peran." bisik Radith.
"iya, bang. Ayok." bisik Resmi merobek ujung baju.
Radith dan Resmi pergi diam-diam bersama Yusran dan Malik tanpa sepengetahuan yang lain.
Ketua penyusup sudah dibekuk Agung bahkan Alan mengintrogasinya tetapi ketua penyusup itu memandang mantan Kaisar Awan. Alan tersenyum amat tipis dan memberi perintah ke Agung untuk menyeret ketua penyusup itu.
Alan memandang sekitar dan melihat ada dua sobekan kain yang Radith dan Resmi artinya kedua adiknya sudah dibawa oleh Yusran dan Malik. Alan memberi kode ke Alana agar histeris dan panik membuat Alana histeris saat tidak melihat tubuh kedua adiknya tidak ada.
Akbar mendekati lokasi pertarungan Resmi dan Radith hanya menemukan dua sobekan kain di tanah.
"Sobekan baju Resmi." tangis Sekar.
__ADS_1
Alana pura-pura syok dan kaget mendengar ucapan Sekar dan bergegas ke arah Akbar untuk mengambil sobekan kain Resmi.
"Kita kecolongan, mereka memiliki bantuan dan menculik Radith dan Resmi." Lirih Alana berakting.
Alan dan Ceilo berakting mengepalkan tangannya saat mendengar kecolongan. Mantan Kaisar Awan tersenyum smirk.
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
Episode 73 :
Mobil yang ditumpangi pasangan Gava-Leo, pangeran Ello, Lou dan Hide sedang menuju ke arah Selatan. Gava terus saja menatap jam tangan yang dimodifikasi dan tablet cadangan.
Gava berteriak : "STOP !!!!"
Membuat Hide sebagai sopir memberhentika mobil secara mendadak bahkan hampir terjadi kecelakaan kecil. Lou langsung menyentil kepala belakang Gava membuat Gava meringis.
"Woy setan. Lo kalo bilang stop jangan mendadak dong. Kita semua hampir kecelakaan." sarkas Lou mengusap dada.
"Ya, kak Gava. Jangan bilanginnya mendadak dong. Syukur kita semua pake seatbell. Coba gak pake, kita pasti akan celaka." Omel Pangeran Ello sambil menghembuskan napasnya.
"Baby, kamu hampir membuat kita celaka." lembut Leo sambil mengelus kepala Gava.
Gava hanya cengengesan lalu pura-pura memeriksa tablet.
"Tapi bisakan jangan mendadak." Sarkas Lou kesal.
Pangeran Ello dan Lou langsung menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan-lahan. Lalu keluar dari dalam mobil.
"Sebaiknya kita berpencar. Gue ....." Ucap Gava terpotong karena melihat keempat pria melototkan mata seperti tanda tidak setuju.
Gava menjelaskan keempat laki-laki dihadapannya dengan nada kesal dan mencibir membuat Lou menganggukkan kepala. Lalu menarik tangan Leo meninggal Pangeran Ello, Lou dan Hide.
Sementara dirumah duka, Grace murka dan histeris karena menerima kain sobekan Resmi dan memerintahkan Alan dan Ceilo untuk mencari keberadaan Resmi dan Radith.
Alana dan Sekar terus saja menenangkan Grace sebenarnya kedua pasangan muda itu tau dimana keberadaan si kembar R. Si kembar R bersama Malik dan Yusran sedang berusaha menyelamatkan Ahsan asli yang kritis.
Di ruangan Gedung Tua Selatan Negara A, tubuh Amzar dan Alfa tergeletak pingsan begitu saja di pojok ruangan. Neira yang dikurung tidak jauh dari tubuh kedua bocah laki-laki itu terus saja merasa bersalah dan menangis akibat dirinya yang melawan membuat Ahsan diracun, Amzar tidak sadarkan diri dan Alfa disiksa.
Jacob memasuki kurungan dan mendekati Neira lalu mengelus pucuk kepala Neira : "Jangan menangis putriku."
"Lapor ketua Jacob." Ucap salah satu anak buah Shadow memasuki ruangan tersebut.
"Ada apa?" tanya Hansa ~ Lucas dingin dan datar.
"Organisasi AZZA mengepung di segala sisi tetapi mereka berpencar bahkan king and queen mereka juga berpisah dengan kelompoknya. Ketua tim lain juga sudah menculik Radith dan Resmi, tuan Jacob, nyonya Meli dan Nyonya Jeslin." balas salah satu anak buah Shadow.
"Honey." sapa Jeslin sambil mengerlingkan matanya.
__ADS_1
Jacob menyeringai lalu menggendong tubuh Neira. Neira berontak dari gendongan Jacob.
"Lepaskan Neira, om gila. Biarkan Neira bersama Amzar dan Alfa." sarkas Neira berontak di gendongan Jacob.
"Mulutmu emang sangat tajam, putriku. Tetapi om tidak akan melepaskanmu. Kamu akan menjadi aset berharga untuk keluarga om. Kamu akan menjadi putri angkat om karena om akan menjadi daddymu." Ucap Jacob sambil memberikan Neira ke salah satu anak buahnya, sayanglah adalah Karim.
"Cih .... Om gila, jangan mimpi. Neira gak akan sudi memanggil om dengan sebutan daddy." sarkas Neira.
Plak
Kepala Neira tertoleh ke kanan dengan pipi memerah akibat ulah Jacob.
Aaaaaa .... Sssssshhhhh ....
Teriak Neira saat rambutnya dicengkram kuat oleh Jacob.
"Jangan lancang kamu. Mau tidak mau, suka tidak suka. Mama mu akan mengandung anak saya." sarkas Jacob dengan rahang mengeras.
"Bawa dia ke tempat yang sudah ditentukan. Honey, Meli. Kita berburu." titah Jacob ke anak buahnya lalu menyeringai ke Meli dan Jeslin, serta Hansa ~ Lucas dan Gita asli.
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
Pasangan Gava dan Leo menelusuri hutan sambil melihat jam tangan yang dimodifikasi. Gava merapatkan tubuhnya ke Leo alias memeluk Leo sambil menyembunyikan diri di dada bidang Leo. Leo terkekeh lalu membalas pelukan Gava.
"Jangan takut, ada aku disini, baby." Lembut Leo menenangkan Gava dipelukannya.
"Aku gak takut, baby. Cuman gedung tuanya serem aja." elak Gava padahal hatinya sudah berdisco ria.
Leo gemes saat melihat wajah tegang Gava dan bibir komat kamit seperti baca mantra. Gava melihat siluet seorang anak kecil dan memicingkan matanya.
"Baby, lakukan rencana kita." bisik Gava.
Leo menganggukkan kepalanya lalu memberi kode Chan dan Hansa (Lucas) rencana akan dimulai. Gava dan Leo menyadari rombongan Jacob ada dibelakang mereka lalu menembakkan jarum bius.
Gava dan Leo yang merasakan ada sesuatu di leher langsung berhenti dan mencabut jarum bius itu dan pura-pura pingsan serta menyebutkan kata : KALIAN.
"Hansa, selagi tuan Leonard dan putri Alayya pingsan. Kamu, buang tubuh tuan Leonard ke jurang. Aku akan membawa tubuh putri Alayya untuk dijadikan tempat keturunanku." titah Jacob mengangkat tubuh Gava ala bridal style.
Hansa (Lucas) menganggukkan kepala lalu memerintahkan anak buahnya untuk mengangkat tubuh Leo. Tubuh Leo di angkat kedua anak buah Shadow yang juga anak buah Gava-Leo lalu pamit kepada Jacob, Jeslin dan Meli.
Jurang tidak jauh dari tempat Jacob dan yang lain berdiri. Jacob menyaksikan bahwa tubuh tuan Leonard di lempar ke jurang oleh Hansa (Lucas) dan anak buah Gava-Leo. Selama berjalan menuju jurang Leo dan Hansa (Lucas) bekerja sama untuk bertukar posisi jadilah jasad Hansa asli yang terkena rencana Gava-Leo.
Jacob dan yang lain meninggalkan tempat tersebut. Neira pura-pura histeris saat melihat jasad Leo padahal jasad Hansa sebenarnya dan pura-pura berontak di gendongan Karim. Meli memberikan obat bius untuk Neira agar tidak berontak.
...🔜🔜🔜🔜🔜🔜...
...Banyak part panjang ya flashback 😊...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...