
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
"Baby, Neira, Bintang." lirih Gava.
Leo, Neira dan Bintang bergegas mendekati tubuh Gava. Seorang suster senior mundur beberapa langkah.
"Tuan besar Leo, sebaiknya nyonya besar Ayya perbanyak istirahat." ucap seorang profesor senior.
"ya." singkat Leo.
"Kami permisi tuan besar Leo, nyonya besar Ayya." pamit profesor senior.
Profesor senior itu keluar bersama 2 orang perawat senior. Gava memeluk kedua anaknya.
"Mana Radith dan Resmi baby?" tanya Gava menatap sekitar.
"Mereka sudah berangkat ke keluarga Ramos baby."
"Kapan?"
"2 minggu yang lalu."
" 2 minggu yang lalu. Maksudmu apa?"
"mama pingsan hampir sebulan mama." jawab Neira polos.
"Apa?!" kaget Gava. "Neira, Bintang. Kalian disini sejak kapan?" lanjutnya menatap ke Neira dan Bintang bergantian.
"2 minggu yang lalu, sehari sebelum keberangkatan bang Radith dan kak Resmi." jawab Neira polos.
Gava menatap Leo seperti meminta jawaban lebih dari ucapan Neira.
"iya, baby. Yang dikatakan Neira benar. Kamu pingsan selama hampir sebulan. Apa kamu tidak melihat perubahan yang berada didalam diriku."
Gava meneliti tubuh Leo dengan seksama dari atas sampai bawah.
"ya allah ... kenapa gue baru sadar ya kalo suami gue seperti gembel, mata panda, rambut agak gondrong, tubuh agak kurus, ada kumis sama jenggot lagi."
"Baby, sudah gak ngeliatin aku."
Gava tersadar dari lamunannya lalu cengar-cengir.
"mah, tangtang tidur dengan mama ya." sahut Bintang bisa menyebutkan huruf R. Sekali lagi Gava menatap tidak percaya.
"Sejak kapan baby boy bisa nyebut huruf R?" goda Gava agak serak.
"Gak tau, tiba-tiba saja bisa nyebut huruf R dengan lancar." sahut Bintang polos.
"nona Ayya, tuan muda kecil Bintang bisa menyebutkan huruf R karena Reiner dan Sara selalu ngeledek anak kecil. Di mansion sering sekali berantem bahkan sampai pamud Kenan dan mamud Vivi turun tangan." jelas Lusi tersenyum manis sambil mengelus perut agak buncit.
"Benarkah? syukurlah. Gak sia-sia aku menitipkan putraku pada kalian." Ucap Gava bernapas lega.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu istirahat baby. Kamu baru saja sadar." Ucap Leo dengan protektif dan posesifnya.
Ranjang Gava diturunkan agar Gava merebahkan diri. Bintang disebelah kiri karena disebelah kanan tangan Gava masih di infus. Lusi dan tuan Athaya pamit untuk undur diri.
...🎞🎞🎞🎞🎞...
Rumah Sakit Pribadi Organisasi AZZA
Pagi hari diruangan VVIP, Gava yang tertidur lelap merasa terusik karena seseorang mendengkur halus. Gava meraba-raba tubuh yang berada dihadapannya sambil mengernyitkan dahinya.
"Ini Bintang apa bukan sih?! kok tubuhnya besar dan kekar?! terus perutnya ada 8 kotak?!" batin Gava tidak sadar.
"Baby, jangan mancing." serak suara pria dengan nada bass dan seksi.
"Kok suara Bintang seperti suara Leo. Masa iya sih Leo?!" batin Gava tidak sadar.
"Baby, bangun." sahutnya dengan suara serak.
Gava perlahan-lahan membuka matanya dan dihadapannya disuguhkan tubuh kekar dan perut 8 kotak membuat Gava mendongakkan kepalanya lalu matanya melototnya melihat senyum manis pria dihadapannya ini.
"Leo, sejak kapan kita satu ranjang? bukannya tadi malam Bintang yang aku peluk?" cerca Gava serak khas bangun tidur.
Leo yang gemes langsung mencium bibir Gava beberapa kali. Saat ingin mencium bibir Gava kembali, salah satu tangan Gava menutup mulutnya membuat Leo mengerucutkan bibirnya.
"Jangan merajuk baby. Jawab pertanyaanku?" tanya Gava melepaskan salah satu tangannya dari mulutnya.
"aku memindahkan putra kita baby. Di dalam kamar bersama dengan Neira dan Anita." Ucapnya menunjuk salah satu kamar pribadi.
Gava memicingkan mata saat mendengar ucapan Leo menurutnya ambigu.
"Memindahkan?! Masa sih?! Kamu pindahkan kali?! Bintang kalo sudah bersamaku dia akan tenang dan damai bak pangeran tidur." tebak dan sinis Gava dengan memicingkan mata.
Suara pintu ruangan digeser masuklah Light, seorang prof senior dan seorang perawat senior. Leo hanya bergeser beberapa langkah, membuat Gava menghembuskan napas.
"Ya Allah baby, jauh dikit kenapa?! tubuh gue lagi diperiksa bukan dioperasi." batin Gava menghembuskan napasnya.
Hampir 20 menit Gava diperiksa oleh Light dan prof senior membuat Light dan prof senior saling pandang.
"Bagaimana?" dingin Leo.
"Tubuh nyonya Ayya baik-baik saja. Tubuh nyonya Ayya sekarang hanya butuh istirahat, 3 hari lagi akan kembali ke mansion." jelas profesor Senior.
Leo menganggukkan kepalanya. Ligth, prof senior dan perawat senior pamit undur diri. Leo mendekati ranjang Gava lalu duduk ditepi sambil memeluk tubuh Gava.
" Ada apa?"
"Aku bersyukur sama Tuhan, baby. Kamu sudah sadar dan kita bisa berkumpul kembali, merawat dan memberikan kasih sayang untuk anak-anak kita sampai dewasa."
Gava hanya membalas pelukan tubuh Leo. Leo terus saja memeluk tubuh Gava bahkan memberikan ciuman di pucuk kepala Gava.
"Baby, mandilah lalu cukurlah kumis dan jenggotmu."
"baiklah."
Leo melepaskan pelukannya dari tubuh Gava, sebelum ke kamar mandi, Leo mencium bibir Gava sekilas baru melangkah ke kamar mandi.
Tubuh Gava bersandar dikepala ranjang. Gava memandang keluar jendela dengan tersenyum manis sedangkan dipikirannya sudah kemana-mana.
__ADS_1
MAMA !!!!!!
Teriakan Bintang di kamar pribadi membuat Gava tersadar dan menutup kedua telinganya berbeda halnya dengan Leo di kamar mandi juga menutup kedua telinganya mendengar suara toa Bintang.
BRAK
Pintu dibuka secara kasar oleh Bintang. Tubuh gendut Bintang keluar dari kamar pribadi dan bergegas ke ranjang Gava.
Tubuh Neira juga mengikuti dari belakang dengan mata merem melek karena kaget saat Bintang teriak dimana dirinya berada disebelah tubuh Bintang.
Bintang dengan susah payah menaiki ranjang Gava dan duduk ditepi ranjang berbeda dengan Neira yang rebahan di kursi panjang.
"Bagaimana keadaan mama?! Mama baik-baik sajakan?! Ada yang mama perlukan?! Loh papah kemana mah?! Wah ,,, papah kayanya mau jadi samsak tangtang deh?!" cerocos Bintang bak rel kereta api dan mencari keberadaan Leo.
Gava hanya terkekeh saat cerocosan Bintang bak rel kereta api berbeda dengan Neira beberapa kali menghela napas pasrah.
Leo keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai lalu melihat kedua anaknya serta istrinya. Leo mendekati Neira terlebih dahulu lalu mengecup dahi Neira. Neira merentangkan tangannya meminta di gendong dan Leo mengangkat Neira lalu berjalan ke arah Bintang dan Gava.
"baby boy, baby girl. Kalian belum mandi ya?"
Bintang dan Neira menganggukkan kepala.
"Pantas papa mencium bau kecut ternyata dari kalian." jahil Leo ke Neira dan Bintang sambil menutup hidung dengan salah satu tangannya.
PAPA !!!!
Teriak Neira dan Bintang bersamaan membuat Gava terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
"Anita, bisakah kamu bawa kedua anakku untuk dimandikan?"
"Baik nyonya Ayya." angguk Anita datar.
"Kalian mandi bareng bibi Anita."
"mamah gimana?"
"papah akan melap mamah."
Neira dan Bintang dibawa Anita ke kamar pribadi yang disediakan diruangan Gava.
"Aku akan melapmu baby."
Leo pergi ke kamar mandi dengan sebuah baskom ukuran besar dan kain lap untuk Gava. Setelah sudah disediakan, Leo membuka semua pakaian Gava sampai tubuh Gava polos. Wajah Gava memerah karena Leo dengan telaten membersihkan tubuhnya.
"Kalo kamu sehat baby, aku pastikan akan menyerangmu habis-habisan." Goda Leo.
"Jangan mesum baby." cicit Gava malu.
Leo terkekeh dan terus saja membersihkan tubuh Gava. Hampir 20 menit, tubuh Gava sudah dibersihkan oleh Leo. Leo membereskan semua perlengkapan Gava dan menuju kamar mandi.
Setelah Leo keluar dari kamar mandi, dia lagi-lagi melihat istrinya seperti kesusahan memasang pakaian membuatnya mau tidak mau membantu dan istri.
Neira dan Bintang sudah selesai mandi dengan tubuh wangi khas anak-anak keluar dari kamar pribadi. Leo menekan video call untuk kedua anak kembarnya yang berada dinegara berbeda. Radith dan Resmi tersenyum bahagia karena Gava sudah sadar dari tidur panjangnya.
Gava diberitahukan Leo kalo Radith dan Resmi ke kerajaan Ramos bersama kaisar Ali dan permaisuri Kamala. Gava sangat berterima kasih kepada kefua kakak sepupunya itu.
...🔜🔜🔜🔜🔜🔜...
__ADS_1
...Akhir bulan ☺ Baru bisa update 😘...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...