
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋...
Hari Ke-4 tanpa pasangan Gava-Leo, Agra-Miko, Bintang, Ben dan Anita masih berada di kota C.
Saat ini perusahaan pusat AG terjadi kericuhan yang disebabkan salah satu ceo dari perusahaan lain dengan seenak jidat ingin bertemu langsung dengan Gava yang notabene ceo perusahaan AG yang lagi tidak ada di tempat.
Adam dan Shafa berada di ruangan asisten menampilkan wajah kesal dan marah. Gilang yang ikut orangtuanya hanya menampilkan wajah flat dan kaku.
"papi, mami ada apa cih? emang ciapa yang datang campai wajah kalian cepelti belum makan belhali-hali?." tanya Gilang cadel dengan nada manja dan ceria, ingat ya Gilang akan bersikap ceria, manja, lembut dan hangat kepada orang tuanya dan orang tua lainnya.
"Ceo dari perusahaan Bagaskara Corp, ingin bertemu sama aunty Gava sayang." hangat dan Lembut Adam.
"Kok bica?! Nama ceonya ciapa pi?!" tanya Bintang Cadel dengan wajah polos.
"Ceonya bernama Faiz Bagaskara." balas Adam hangat dan lembut.
"Kak, apa yang harus kita lakukan?" tanya Shafa datar terkesan agak cemas.
"Kamu tenang aja, kakak akan menghubungi tuan Lou. Mudahan saja tuan Lou bisa memberikan solusi untuk masalah ini." sahut Adam berusaha menenangkan istrinya.
Wajah Shafa yang datar hanya menganggukkan kepala. Adam merogoh ponsel di saku celana dan menekan mencari nomor tuan Lou.
"Halo kak Adam. Ada apa?" Sapa dan tanya Lou di seberang ponsel dengan nada to the point.
"Tuan Lou, bisakah anda datang ke perusahaan AG." Ucap Adam datar tetapi suaranya terkesan khawatir dan berharap.
"Apa ada masalah di perusahaan Gava?"
"Sedikit ada masalah tuan Lou."
"Masalahnya?"
"Ceo Faiz Bagaskara ingin bertemu langsung dengan nona Gava. Dia tidak mau diwakilkan oleh siapapun termasuk asistennya."
"Ooooo ... cuman itu. Kalo gue kasih saran lebih baik anak-anak Gava dan Leo yang turun tangan."
Adam mengernyitkan dahinya bingung saat Lou dengan santai dan mudahnya menyebutkan anak-anak Gava dan Leo.
"Gue gak asal ngomong ya, Kak Adam. Maksud gue hanya anak-anak Gava dan Leo yang bisa membantu kakak sekarang menemui ceo Bagaskara Corp yang terkenal sombong dan angkuh itu. Biarkan anak-anak Gava dan Leo yang melakukan sesuatu, sedangkan kak Adam cukup ikuti arusnya saja."
__ADS_1
"Kenapa tidak kamu saja?"
"Gue gak bisa kak Adam. Berkas Perusahaan Rajendra Corp sudah bikin gue sakit kepala dan hampir botak. Ikutin deh saran gue, yakin gue 1000% tuh ceo kicep sekicepnya dah."
"Baiklah, aku akan mengikuti saranmu."
"sejak tadi kek. Jadi gue gak akan panjang lebar jelasinnya. Dah ya, gue banyak kerjaan di perusahaan Rajendra akibat gue tinggal 2 hari."
"Tunggu tuan Lou aku mau nanya bagaimana keadaan nona Gava di kota C?"
"Sehat wal'afiat. Sebenarnya gue dan Grace mau disana tetapi kakak tau sendiri gimana kelakuan Gava dengan wajah polos dan manis, ngusir gue dan Grace agar kembali ke sini untuk ngurus perusahaan Rajendra."
Adam hanya menganggukkan kepala saat Lou tanpa sengaja curhat.
"Baby, sebentar lagi kita harus rapat?"
"Iya, sayang." teriak Lou di seberang ponsel. "kak, udahan dulu ye. gue mau rapat bulanan. Biasanyalah." lanjut Lou.
"Ya."
Tut
Sambungan Ponsel dimatikan sepihak oleh Lou. Adam memandang Shafa dengan penuh cinta walaupun wajahnya kaku dan flat.
"Bagaimana?! Apa ada solusi dari kak Lou, kak?!" cerca Shafa datar.
"Maksudnya solusi dari kak Lou itu, anak-anak kak Gava dan tuan Leo yang bisa menangani masalah ini?!" Tanya Shafa heran dan bingung.
"Iya, sayang." Angguk Adam.
"Masalahnya kak mereka masih anak-anak usia 10an dan 8an. Kak Gava dan tuan Leo tidak pernah sama sekali menyuruh anak-anaknya untuk menangani perusahaan." Datar Shafa terkesan cemas.
"Mi, kita ikutin aja salan uncle Lou." Cadel Gilang polos.
Shafa dan Adam saling pandang kemudian tersenyum tipis. Adam langsung menghubungi Kin agar membawa salah satu dari anak atasannya untuk membantu perusahaan pusat AG.
"Halo tuan Adam."
"cari. tuan. nona. perusahaan AG."
"Masalah?"
"Ceo."
"Baik. 30 menit."
__ADS_1
"Ya."
Tut
Ponsel di tutup sepihak oleh Adam. Shafa berjalan ke arah mejanya kemudian mengambil berkas proposal perusahaan Bagaskara Corp ke tangan Adam.
"Itu proposal perusahaan Bagaskara, Kak." Ucap Shafa datar terkesan lembut dan hangat.
Adam memeriksa berkas proposal itu dengan sangat teliti dan cermat.
...🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴...
Jam istirahat di kantin sekolah SD Internasional Ramos, Radith dkk sedang makan dan minum sambil bersenda gurau.
Banyak sekali anak-anak ingin mendekati mereka atau lebih tepatnya 3 orang anak sang pemilik sekolah tetapi selalu saja berakhir dengan sangat memalukan akibat kata-kata Radith, Resmi maupun Neira yang pedas dan nyelekit.
"Nei, kangen banget sama papah, mamah dan Bintang." Lesu Neira mengaduk jus rasa coklat.
Radith memeluk Neira dengan penuh kasih sayang. Neira walaupun memiliki sikap acuh, irit bicara, dan dingin sebenarnya manja banget sama Gava dan Leo bahkan Neira dan Bintang akan mencari celah buat menguasai Gava dan Leo dari ke-4 kakaknya.
"Gak kamu aja Nei, Kak Res juga kangen sama mama, papa dan Bintang." Ucap Resmi sambil mengelus pucuk kepala Neira di pelukan Radith.
"Tapi ini sudah hari ke-4 mereka berada di kota C. Bahkan kita cuman bisa VCan aja." Ucap Neira memeluk tubuh Radith erat.
Resmi terus mengusap pucuk kepala Neira. Dia menatap sendu mata Radith. Salah satu tangan Radith yang bebas menggenggam tangan Resmi.
"Tuan muda, nona muda, nona muda kecil." Sapa Kin hormat.
Neira melepaskan pelukannya dari tubuh Radith dengan pandangan bertanya-tanya ke arah Kin, bodyguard robot yang ditugaskan untuk menjaga Neira, Radith, dan Resmi. Radith dan Resmi juga melakukan hal yang sama.
"Perusahaan nona Ayya sekarang mengalami masalah, saya disuruh -" "Perusahaan mama?! Ada apa dengan perusahaan mama, paman?! Bukannya sudah ada papi Adam dan Mami Shafa di perusahaan mama?!" Cerocos Neira polos memotong ucapan Kin yang belum selesai.
"Nei, tolong jangan di potong dulu ya omongan paman Kin. Paman Kin belum selesai ngomong." Tegur Resmi gemes.
"Hehehehe ... maafkan Nei ya kak Res. Paman lanjutkan deh." Cengenges Neira malu.
Radith dan Resmi hanya menggelengkan kepala lalu menatap Kin untuk melanjutkan ucapan yang terpotong tadi.
"Perusahaan nona Ayya sekarang mengalami masalah, saya di suruh tuan Adam untuk membawa tuan muda, nona muda, nona muda kecil ke perusahaan." Datar Kin menyelesaikan ucapannya.
Radith, Resmi dan Neira saling pandang kemudian mereka menyeringai Amzar, Ahsan, Intan, Alfa, Noe dan Akbar bergidik ngeri.
"Siapa di antara kita yang akan datang ke kantor mama?" Tanya Radith kedua adiknya, Resmi dan Neira.
...💐💐💐💐💐💐💐💐💐...
__ADS_1
...Segini dulu ya reader 😊 author sibuk di dunia nyata, tapi nyempatin nyelesain novel ini dulu ☺ Young Grandmom masih proses 🤭 Updatenya kemungkinan tengah malam kalo gak update berarti author 😪😴😊...
...Jangan lupa tekan Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤❤, like 👍👍👍 dan komentar 💬💬💬 agar author semangat update 😘🤗🥰...