
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโกโก...
Mansion Utama AG
Semuanya berkumpul diruang keluarga. Leo dan Zafar pun juga tiba di mansion sejam sebelum makan siang kecuali Alana dan Alan yang masih sekolah.
Setelah mereka makan siang, mereka bercengkrama dan bercanda. Saat mereka asyik, suara ponsel Gava mengalihkan perhatian mereka.
Gava melihat ponselnya tertera 'lucas'. Gava mendongak dan menatap mereka. Kemudian mengangkat tanpa mereka tau dari siapa, Leo dia tau bahwa Lucas yang menelpon Gava.
"Halo. Ada apa?" tanya Gava ceria dan to the point.
"Nona Gava berada dimana?"
"Di mansion AG. Mereka ada disini. Apa ada hal yang serius?" Ucap Gava dengan dahi mengkerut.
"Anda loudspeaker nona. Agar mereka bisa mendengar suara saya."
"Baiklah." bingung Gava.
"Berhati-hatilah kalian disana, Aaron mulai bergerak. Tuan Leo lindungi nona Ayya dengan benar. Nona Ayya target utama Aaron."
"Maksud kamu apa?! Kenapa Gava jadi target utama Aaron?!" Marah Amel.
__ADS_1
"Sepertinya Aaron menyuruh anak buahnya bernama Agam untuk mengikuti saya saat bertemu kalian, saya tidak menyadarinya. Aaron penasaran siapa pemilik perusahaan AG yang mau membeli 3 perusahaan besar yang hampir bangkrut itu. Diam-diam dia berhasil masuk ke restoran nona Gava tanpa dicurigai."
"Permainan yang menarik." Sahut Gava tenang.
"Lo gila Gav, kita gak tau maksud dari si tua bangka itu. Gav, gue mohon deh lo jangan ikuti permainan si tua bangka itu." Kesal Amel emosi.
"Mel, lo tau gue kan. Gue terima permainan Aaron. Lo tenang aja gue gak akan kenapa-kenapa." Sahut Gava menenangkan Amel.
"Aku tidak setuju baby. Kau kenapa-kenapa, aku yang akan turun tangan." Ucap Leo dingin dan datar serta aura penuh intimidasi.
Lucas yang diseberang ponsel hanya diam dan menunggu perdebatan Gava, Amel dan Leo.
"Jadi apa keputusanmu nona?"
"Ikuti permainan mereka. Kau liat situasi kondisi di markas Mafia Xlevanos dan pergerakan Aaron dan Agam." Sahut Gava seperti perintah.
"Baiklah. Saya akan mengikuti perintahmu."
"Kalian mau tau rencana gue?" Tanya Gava rendah.
"Ya, kita harus tau Gav. Agar mempersiapkan rencana cadangan." Sahut Amel datar.
Gava menghela napas panjang dan menceritakan rencananya kepada mereka semua. Leo awalnya tidak setuju akhirnya setuju saja.
"Kak Gava, gue udah hubungi Ceilo dan Kak Shafa." Sahut Grace.
Gava, Adam, dan Ryker melotot saat Grace menyebutkan Ceilo dan Shafa.
"Grace, kenapa lo hubungin dua makhluk laknat itu hah?!" Tanya Gava geram.
__ADS_1
"Kak Gava. Gue ngehubungin Ceilo dan Kak Shafa agar ada rencana cadangan." Terang Grace santai tanpa memandang orang lain terutama Amel yang kepo.
"Gav. Apa orang lo lagi?! Kemaren Ryker dan Agung, lalu Grace sekarang Ceilo dan Shafa. Apa yang lo rahasiain sih Gav dari kita?! Apa lo bilang lagi belum saatnya kita tau?! Iya, lo nutupin sesuatu dari kita semua seakan-akan lo memiliki beban berat yang tidak bisa dibagi?!" Tanya Amel dengan nada ingin tahu disertai kecewa.
"Iya, gue nutupin Mel. Lo atau kalian akan paham suatu hari nanti. Gue, lou, si kembar merupakan keturunan Rajendra yang masih hidup. Gue gak bisa berbagi rahasia pada siapapun." Jelas Gava memejamkan matanya.
"Mengapa Gav?! Mengapa?! Apa lo gak percaya lagi kepada kami hah?! Gav, kita sahabat layaknya saudara?! Gav, gue tau lo seperti apa?! Tapi kenapa lo menutupi rapat-rapat semua ini?!" Marah dan kecewa Amel sambil menangis.
Air mata Gava meluncur begitu saja saat mendengar ucapan Amel terlihat marah, kecewa dan menangis. King memeluk calon istrinya. Dia berusaha menenangkan Amel.
"Mel, lo akan tau suatu saat nanti setelah Aaron sudah tidak ada di dunia ini." Lirih Gava sambil bercucuran air mata.
Leo memeluk calon istrinya dan menepuk punggungnya agar tenang. Lou hanya menundukkan kepalanya, dia sebenarnya tau organisasi Zero Zone yang diketuai oleh Gava sendiri. Tapi Lou diam karena dia merupakan keturunan Rajendra.
Keturunan Rajendra merupakan keturunan penguasa dunia bawah tanah sesungguhnya. Setiap keturunan Rajendra baik perempuan maupun laki-laki harus siap menjadi pemimpin organisasi Zero Zone yang merupakan organisasi turun temurun yang tidak bisa dimasuki sembarangan orang kecuali Adam, Agung, Ryker, Grace, Ceilo, shafa dan masih ada satu cewek lagi yang masih misterius keberadaannya dengan organisasi Zero Zone.
Lou selama ini tau dia dijaga oleh Ryker, si kembar dijaga Agung dan satu cewek misterius, Gava di jaga Adam sendiri karena Gava pimpinan tertinggi organisasi.
"Kak Amel, gue beri saran ya. Lebih baik kakak gak boleh tau tentang seluk beluk keluarga Rajendra kecuali itu Kak Leo." Nasehat Grace dingin kemudian tersenyum menatap Leo memeluk Gava.
"Tapi keluarga gue dan keluarga Gava sahabat dari kecil. Bahkan orangtua kami bersahabat." Kekeh Amel egois.
"Kak, gue tau tapi tidak semua rahasia gak bisa kakak tau semua termasuk keluarga Rajendra. Kecuali anak-anak kakak menikah dengan salah satu keturunan Rajendra." Sahut Grace dingin.
"Mel, walaupun lo sahabat kami. Keluarga kami bukan keluarga sembarangan. Bahkan gue aja masih gak sanggup kadang-kadang menjalankan tugas dari Rajendra. Berbeda dengan bang Azka dan Gava." Jelas Lou agak dingin.
"Baiklah. Maafin gue Gav. Seharusnya gue gak menuntut atau egois." Lirih Amel menyesal sambil mendekati Gava.
Gava melepaskan pelukan Leo kemudian memeluk sahabatnya. Isak tangis keluar dari Gava dan Amel. Semuanya merasakan perasaan campur aduk karena hampir saja Gava dan Amel terjadi perselisihan.
__ADS_1
...Merevisi season 1 agar nyambung season 2 โบ...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...