
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโกโก...
Markas AZZA negara A bagian Barat.
Malam hari di kamar Gava dan Leo, tubuh Gava yang berbalut kain mini dan celana pantai bersandar serta salah satu tangan Gava berada di dada bidang Leo.
"Kapan kau memberitahukan Kenan baby?" tanya Leo melepaskan kain mini dan celana pantai Gava.
"Saat kita diruang rapat sayang." Manja Gava.
"Apa dia tau kalo kita membawa Bintang?" tanya Leo dimana salah satu tangannya asyik bermain dirumah Gava.
"Dia tidak tau sayang." desah Gava saat salah satu tangan Leo asyik di rumah Gava.
"Sayang, kita main seronde ya." serak Leo memelas.
"Gak, aku capek." tolak Gava berusaha menjauhkan tubuhnya tetapi di tahan Leo.
"Kamu gak kasian sama juni aku. Ini udah tegang loh, sakit sekali." ringis Leo sambil mengambil salah satu tangan Gava.
Wajah Gava meringis saat menyentuh juni Leo.
"Ya ya ya. Mau ya. Dosa lo tolak suami." rayu Leo bak anak kucing.
Gava dilema saat ini, di satu sisi dia ingin menolak disisi lain berdosa kalo menolak suami. Akhirnya Gava mengganggukkan kepalanya. Wajah Leo seakan-akan mendapat durian runtuh.
"Kau diam saja sayang. biarkan aku yang bergerak, kau hanya perlu mengeluarkan suara kenikmatan saja." Serak Leo dengan mata berkabut.
Hampir 4 jam Leo dan Gava berolahraga, seharusnya hanya 1 ronde malah hampir beberapa ronde bahkan Leo masih semangat untuk berolahraga. Gava benar-benar kewalahan untuk mengimbangi stamina over Leo. Selang 1 jam kemudian, Leo mengeluarkan kecebongnya di rumah Gava. Leo ambruk di atas tubuh Gava. Keringat mereka menyatu satu sama lain.
"Leo, tubuhmu berat." Lirih Gava saat tubuh Leo berada di atas tubuhnya dimana kepalanya berada di ceruk leher Gava.
Leo kemudian menyampingkan tubuhnya dan memeluk Gava. Gava mendongkak kepalanya.
"Terima kasih sayang. Terima kasih juga sama Vitaminnya." Ucap Leo mencium bibir Gava sekilas.
Gava memeluk dan mengelus punggung kekar Leo.
"Bisakah kau lepaskan j****rmu." Sahut Gava merasa tidak nyaman.
"Tidak akan. Tidurlah." tolak Leo dan mengelus pucuk kepala Gava.
Gava yang kelelahan akhirnya tertidur. Tangan Leo menarik selimut agar menutupi tubuh polos mereka. Lalu Leo menyusul ke alam mimpi.
__ADS_1
...โกโกโกโกโกโกโกโก...
Pagi hari, masih di markas AZZA.
Gava, Leo, Bintang, Anita, Agra, Miko, dan Ben serta beberapa anak buah AZZA mempersiapkan keberangkatan mereka menuju kota C.
Tetapi pagi ini terasa berbeda karena Ceilo baru saja tiba di markas AZZA saat jam 3 subuh. Dia mendapat kabar bahwa Gava dan Leo akan ke kota C meninggalkan ke-5 anak mereka bersama dengan para orang tua dan pasangan paruh baya.
Sarapan pagipun juga berbeda dari biasanya. Bintang malah bermanja-manja dengan Alana. Bahkan Ceilo jadi baby sitter dadakan harus menyuapi Bintang.
"Aaaa gemesnya. Ceilo, Alana dan Bintang berasa keluarga kecil bahagia." Ucap Gava senang sekaligus gemes.
Semuanya melirik horor Gava kecuali para anak-anak yang sama sekali tak tau apa-apa.
"Gav, lo sehatkan." Celetuk Amel polos.
Wajah Gava menatap horor Amel seperti tak terima. "Maksud lo gue sakit gitu?"
"Bisa jadi bisa gak. Soalnya kemaren lo normal sekarang ..... " ucap Amel bergidik ngeri.
Gava mendengus dan bergumam tak jelas. Lalu Gava kemudian memandang Ceilo dan Alana bergantian.
"Baby." Bisik Gava ke Leo.
"Ya." Bisik Leo lembut.
"Putri kita masih 17 tahun sayang. Tunggu sampai usianya 20 tahun baru kita nikahkan." bisik Leo menjelaskan sekaligus menatap horor Gava.
"Kaku gak kasian apa sama Ceilo, masa nanti nikah mau 30an." Bisik Gava polos.
"Siapa suruh mencintai putri kita." bisik Leo mencium bibir Gava agak lama.
Para orang tua melihat adegan yang tidak boleh di lihat anak-anak seketika menutup mata anak-anak mereka saat melihat adegan ciuman Gava dan Leo kecuali Alana dan Alan.
"Papa mama kalo mau 'itu' jangan disini. Kasian ada anak dibawah umur." Protes Alana dengan wajah horror.
Wajah Gava dan Leo memerah seketika saat di tegur putri remaja mereka.
"Leo, malu." tunduk Gava malu.
Tubuh Gava bersembunyi dalam dekapan Leo. Leo terkekeh sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala kecuali Alan dan Alana.
"Kalian serius bawa Bintang?!" Tanya Fira cemas.
"Iya mi. Mi jangan cemas ya, disana Bintang akan aman. Ayya sudah menyeleksi siapa yang akan membantu kami dalam merawat Bintang." Jawab Gava lembut sambil tersenyum manis.
"Siapa mah?!" Tanya Bintang polos + berbinar.
"Om kenan. Kau masih ingat baby?" Jawab dan tanya Gava tersenyum manis.
__ADS_1
"Woah!!! Om kenan, masih ingat mama. Tangtang masih ingat." Seru Bintang.
"Berarti mama akan tinggal di mansion Sanjaya?" Tanya Alan.
"Iya." Angguk Gava.
Setelah sarapan mereka menunggu beberapa anak buah AZZA yang masih mempersiapkan keperluan mereka ke kota C.
"Gue gak habis pikir sama jalan pikiran lo, kak Gav." Ucap Ceilo ambigu.
Semuanya menoleh saat mendengar ucapan ambigu Ceilo.
"Maksud lo?" Tanya Gava heran.
"Kakak lupa apa pura-pura lupa sih?! Masa kakak sama kak kanebo kering harus turun tangan sama masalah keluarga Oliver. Seharusnya kan perintahkan Kenan, Darius atau orang lain yang berada di kota C?!" Tanya Ceilo panjang lebar.
"Kakak gak lupa sama sekali. Kakak turun tangan karena musuh keluarga Oliver berbeda dari sebelumnya. Musuh keluarga Oliver sudah masuk ke daftar hitam pemerintah. Bahkan Gue mendapat kabar bahwa nona Vivi traumanya kambuh saat ini." Jawab Gava serius.
"Tapi gak bawa si Bintang juga kan?! Dia masih anak kecil kak?!" Protes Ceilo tak terima.
Bintang, Kenzo dan Gilang hanya melihat dengan wajah polos bak anak kecil dan melanjutkan main di karpet.
"Kalo alter egonya kembali apa kau bisa menanganinya Cei?" Tanya Gava serius.
"Alter ego, maksud kakak, Arya muncul kembali." Gagap Ceilo.
"Ya, cei. Kemaren saat latihan dia membuat 3 robot manusia terpental. Yang paling parah adalah tubuh Kin. Berbeda dengan tubuh Ryker dan Malik." Jelas Gava sendu.
"Bagaimana mungkin Arya keluar kak?! Bukannya Arya sudah tersegel?!" Tanya Ceilo tak percaya.
"Dia masih belum tersegel dengan sempurna, dia bisa kapan saja keluar Cei. Malahan Kin tidak sadar bahwa Bintang menyusup ke ruang rapat Cei. Gue memeriksa kamera CCTV tersembunyi, Bintang mendengar penjelasan di ruang rapat sangat jelas." Jawab Gava sendu.
Para orang tua juga merasa sedih. Mereka sangat tau bagaimana Gava dan Leo menahan alter ego Bintang yang brutal, kejam dan arogan.
Para anak-anak sedang latihan setelah makan tersisa hanya Gilang, Kenzo dan Bintang bersama orangtua karena Kin harus mendapat perawatan intensif.
"Semuanya sudah beres nyonya besar dan tuan besar." Ucap salah satu anak buah AZZA.
"Agung, lo panggil anak-anak gue dan Noe agar kami bisa berpamitan." Titah Gava.
"Baik, nona Ayya." Tegas Agung.
Agung menuju ke tempat latihan anak-anak. Para orang tua mengantarkan pasangan Gava-Leo, Agra-Miko, Bintang, Ben dan Anita ke depan pintu markas AZZA.
...โกโกโกโกโกโกโกโก...
...Segini dulu ya, tunggu beberapa hari lagi ๐๐ apalagi sebentar lagi lebaran idul Fitri kemungkinan author seminggulah gak nulis novel untuk sementara ๐๐๐...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like dan koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...
__ADS_1