
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...♡♡♡♡♡♡♡...
Leo selesai mandi kemudian keluar dari kamar mandi. Dia melihat wajah Gava yang melamun kemudian memeluk tubuh Gava. Gava yang sedang melamun tersentak saat Leo memeluknya dari depan.
"Ada apa baby?" Tanya Leo lembut.
"Anak-anakmu pengen mangga muda tetapi kamu yang petik sendiri dari pohonnya." Balas Gava mendongakkan kepalanya.
"Pohon mangga ada di belakang mansion sayang. Ayok kita kesana. Aku akan lakukan apapun untuk si kembar. Tetapi kita sarapan dulu, si kembar butuh sarapan." Tulus Leo dengan semangat.
Leo menggendong Gava ala bridal style ke arah luar kamar. Mereka menuju meja makan. Gava melihat ke-8 pasutri di meja makan.
"Kalian gak kerja?" Tanya Gava heran.
"Bukannya kita mau ke markas Gav." Balas Lou.
Gava menepuk jidatnya. Dia benar-benar lupa hari ini harus membereskan si tua bangka.
Setelah sarapan pagi sedikit drama antara Gava dan Leo akhirnya ke-10 pasangan berangkat ke markas mafia Askala. Gava benar-benar lupa bahwa dia meminta Leo untuk mengambil mangga muda di belakang mansion.
...¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤...
Markas Mafia Askala
Kesepuluh pautri berada di markas mafia Askala dimana Aaron dan ke - 4 wanita di ikat di kursi tetapi satu gadis di ikat dengan huruf X.
Bbyyuuuurrrr
Air dari ember di sirap ke Aaron dan ke-4 wanita tersebut. Mereka semua mengerjapkan mata.
"Hai daddy Aaron ups salah om Aaron." Sapa Gava menyeringai.
"Jalang bedebah." Umpat Aaron murka berusaha melepaskan ikatannya.
"Owwhh takut haha." ledek Gava tertawa bak iblis.
"Lepaskan ikatanku jalang." Teriak Aaron murka.
Ssreeettt
Aaaaaa
Sssshhhh
Pisau melesat mengenai pipi Aaron. Darah mengalir dari pipi Aaron. Gava menoleh, Leo menembakkan pisau itu tetapi pura-pura meleset.
__ADS_1
"Good job baby." Senyum Gava sambil mengangkat dua jempolnya ke atas.
"Jangan sebut istriku jalang Aaron." Sinis Leon dengan wajah bak iblis.
Wajah Aaron menampilkan wajah murka dan marah.
"Aaron coba kau lihat di ranjang itu." Ucap Gava menunjukkan seorang gadis tanpa busana diranjang.
Aaron melihat arah tangan Gava seketika matanya melotot. Dia menatap sengit dan tatapan membunuh ke Gava.
"Lepaskan kedua putriku jalang." Murka Aaron.
"Hahaha kenapa Aaron?! Tak terima. Hahahaha itulah yang aku rasakan saat kau membunuh semua keluargaku." Tawa Gava menatap sinis dan penuh dendam.
Aaron dan para jalangnya mengernyit dahi.
"Apa kau ingat keluarga Rajendra, Aaron?! APA KAU INGAT KELUARGA RAJENDRA 16 TAHUN YANG LALU, DIMANA KAU MEMBUNUH MEREKA DENGAN KEJAM DAN SADIS HAH?!" bentak Gava dengan nada tinggi.
Aaron berpikir kemudian melotot kaget. Leo bangkit dari kursinya, langkahnya yang santai tapi aura yang di keluarkan sungguh membuat para musuh manapun bertekuk lutut.
"Hahahaha jangan bilang kau adalah gadis kecil yang melihat aksi ku itu?" tanya Aaron tertawa bak orang gak waras.
"YA,, AKU GADIS KECIL ITU." sinis Gava penuh amarah.
Leo mendekati tubuh Gava kemudian memeluknya dari belakang. Dia menyalurkan kehangatan dan kenyamanan agar istrinya tidak terlalu emosi.
"Tenanglah baby. Ingat anak kita." Bisik Leo sambil mengelus perut istrinya agak buncit.
"Sayang kenapa kau memeluk jalang itu. Aku kekasihmu. Bukan jalang itu." Teriak Feli tak terima melihat adegan mesra di depannya.
Aaaaaaa
Saaakkitttt
Hiks hiks
Teriak Feli kesakitan saat pipi dan bibirnya tergores pisau yang di berikan oleh Grace.
"Diam kau jalang, mulut kotormu itu sungguh membuat aku mual." Sinis Grace.
Lou memeluk tubuh Grace agar tidak ikut campur. Dia menenangkan kata-kata agar emosi Grace tidak stabil.
"Daddy, tolong hiks ... tolong kiran." Lirih Kiran di atas ranjang dengan nada memohon.
"Kiran, daddy janji kita akan keluar dari sini. Kau tenang saja Kiran." Lirih Aaron mendengar nada pilu putrinya.
"Kau jalang, lepaskan putriku." Murka Aaron.
"Lepaskan hahahaha Aaron, Aaron. Aku gak akan pernah melepaskan putrimu. Siapkan al***onya." Sinis Gava tertawa sambil memberi perintah.
"Grace bawa Calis dan Ceilo keluar dari sini." Perintah Gava lembut.
__ADS_1
Grace yang paham menarik salah satu tangan Calis dan Ceilo.
"Kak Gava biarkan Calis disini. Calis tidak apa-apa." Mantap Calis.
"Tidak Cal, kau harus pergi. Penyiksaan ini tidak baik buat mental lemahmu. Grace, bawa Calis cepat." Ucap Gava menggelengkan kepalanya kemudian memberi perintah ke Grace.
Grace di bantu Vori agar Calis mengikuti mereka. Gava memberikan earphone dan ponsel agar Vori bisa melihat penyiksaan ini.
Setelah Grace, Calis, Vori dan Ceilo keluar. Datanglah 4 al***o dengan tubuh kekar menatap penuh ha***t dan nafsu.
"Tunggu saya memberi perintah." Peringat Gava.
Al***o itu menganggukkan kepalanya mantap.
"Seret Feli, Laila, Clari ke ranjang disana. Kemudian ikat dan lepaskan pakaian mereka." Perintah Gava tegas.
Feli, Laila, Clari berontak tetapi tenaga mereka lemah. Pakaian mereka dirobek sehingga tubuh polos mereka terekspos sempurna. Aaron benar-benar murka saat ini. Dia ingin membunuh wanita yang didepannya ini.
"Kau sungguh biadap, iblis." Murka Aaron.
"Aku iblis Aaron. Apa kabar dirimu Aaron, kau lebih iblis dariku. Kau sudah membunuh, memperk**a bahkan menjual gadis-gadis untuk di jadikan ja***g untuk clubmu." Cibir Gava sinis.
Gava melihat mereka berempat di ikat dengan huruf X. Gava tersenyum puas.
"Para al***o silahkan cicipilah mereka. Buat mereka mengeluarkan suara merdu dan indah saat bersama kalian." Perintah Gava tersenyum amat manis.
4 alg**o yang diperintahkan langsung senang bukan main. Mereka langsung mendekati satu persatu gadis itu.
Aaron melihat hal menjijikan di depan matanya hanya bisa menangis dan memberontak. Kiran meminta tolong ke Aaron dengan nada memohon. Feli pun sama. Laila dan Clari, mereka juga meminta ampun.
Permainan para alg**o itu sangat mengerikan, dimana para alg**o menikmati tubuh 3 wanita dan seorang gadis dengan sangat brutal dan menyiksa agar bisa memuaskan na**u setan para alg**o.
Agra menutup mata Miko kemudian memeluk tubuh Miko yang agak syok dan gemetar.
"Agra bawalah Miko pergi dari sini." Perintah Gava datar dan dingin.
Agra mengangguk kemudian menggendong tubuh Miko ala bridal style. Amel hanya memandang jijik bahkan mual saat adegan live itu. King berusaha menenangkan istrinya.
"Keluar mel. Gue gak mau lo trauma dalam hal ini." Sahut Gava tanpa menoleh.
"Tapi Gav. Lo gimana?" Tanya Amel di topang oleh King.
"Gue gak papa. Gue akan melihat semenderita apa Aaron saat melihat Laila dan Kiran di siksa." Datar Gava.
Amel melihat wajah datar Gava yang berbeda saat ini Kemudian Amel mengangguk.
"Hati-hati." Nasehat Amel saat keluar dari ruang penyiksaan bersama King.
Amel melihat wajah tanpa ekspresi Gava saat ini. Leo dan Lou melihat hal itu hanya memasang wajah tak bisa diartikan.
Permainan terus berlanjut bahkan ......
__ADS_1
...♤♤♤♤♤♤♤♤...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up 🥰😍🤩😘...