
hari dimana acara yang diadakan dimulai**
Alunan musik mulai menghiasi suasana. tawa dan senang yang dirasakan bagi para tamu yang datang. Bagaimanapun acara ini hanya satu tahun sekali. Taki beberapa kali melihat disekelilingnya, mencari seseorang.
"aku yakin sekali pasti Mei-chan tidak akan hadir,,"
"tapi, bukankah kakaknya sebagai ramu besar?"
"tapi bisa jadi, hanya kakaknya saja yang hadir,"
sepeintas percakapan tersebut dapat membuat perhatian Taki tertejut. Apalagi Taki mengetahui bahwa Mei tak menyukai keramaian. sepuluh menit sebelum acara resmi dimulai.
"wah lihat pria yang disana, dia tampan sekali,"
"aku dengar dia dari keluarga Yoshida,"
Bisikan-bisikan tersebut dapat membuat sedikit Taki tak merasa nyaman. Membutnya mencoba melangkahkan kakinya, berkeliling di area sekitar demi menghindari hal tersebut. Namun lagi dan lagi sesuatu dapat menarik perhatiannya.
"lihat, bukankah dia gadis dari kelas 1-3?"
"benar, Mei-chan adalah saingan terbesarnya."
"jika Mei hadir, aku yakin kecantikan dia akan mengalahkan Mei."
Gadis dengan dress ungun berjalan dari pintu, dengan senyumnya seperti matahari yang bersinar. rambut yang terurai bergelombang seperti ombak laut. Dengan percaya dirinya gadis itu mengibaskan rambutnya. Sebuah tangan menyenggol Taki, Daisuke.
" hey, bukankah dia sangat cantik?" tanya Daisuke.
"iya, siapa dia?"
"Keiko, murid dari kelas 1-3,"
Taki menyenderkan tubuhnya pada tembok, sekilas menghela napas beratnya. Daisuke melihat jam ditangannya, waktu menujukan.
"sebaiknya kau didalam, acara akan mulai tiga menit lagi."
__ADS_1
ucap Daisuke menepuk bahu Taki, Daisuke berjalan kedalam disusul dengan Taki. Kini Taki merenung sejekan, dan sudah tahu bahwa Mei tidak akan hadir dalam acara ini.
Suasana didalam gedung memang sudah meriah, tamu-tamu sudah mulai menempati tempat duduknya masing-masing.
"Taki-kun, semua tamu sudah berdatangan hanya saja Presiden Ainsoft dan Mei-chan belum hadir, sedangkan masih ada tiga menit sebelum acara dimulai.
Dua orang pria berpakaian setelan jaz hitam tampak berdiri dengan gagahnya. Membuat sepasang mata yang ada didalam gedung menatapnya. Tak hanya itu semua murid yang ada didalam tertejut, melihat dua orang yang ada ditengah pintu masuk.
Keiko hampir menjatuhkan gelas yang ia pegang, karena melihat seorang gadis dipintu tersebut. kedua sudut bibir Taki mulai mengembang. Siapa lagi jika bukan Mei dan Makoto yang menjadi sorotan mata orang di dalam sana.
Mei dengan dress berwarna hitam mengkilat, rancangan desainer khusus asal London. dan juga rambut yang digulung dengan indahnya. Tak lupa dengan Makoto yang memakai setelan berwarna abu-abu.
Tangan dingin Mei terasa seperti es, memegang lengan Makoto.
"ku kira Mei tak akan hadir,"
"sama, aku bahkan tidak menyangka,"
Senyum licik menghiasi bibir Keiko, "Mei-chan aku tidak ingin mengalah lagi!" batin Keiko.
"karena semua para tamu, dan juga para murid sudah hadir, kita langsung saja ke sambutan orang-orang penting sekolah ini," sambut MC acara.
sang kepala sekolah dengan gagah berpidato dipanggung, begitu pula dengan yang lainnya. Mei benar-benar sanga jenuh, dan lagi-lagi pusing menyerangnya.
Mei bangkit dari duduknya dengan tiba-tiba. Mei berjalan menuju luar gedung. Mei memilih untuk duduk dibangku taman, susana hening tentu akan membuatnya tenang.
"nona muda, anda sangat tiba-tiba pergi, apa kau baik-baik saja nona?" tanya butler Yang.
Mei menyandarkan tubuhnya, sesekali ia mengejamkan matanya.
"ambilkan saya sebuah apel."
"baik nona muda."
dengan cepat Bulter Yang pergi untuk mengambil sebuah apel.
__ADS_1
"sudah kuduga kau tidak akan tahan dengan keramaian,"
"nona muda," ucap Butler Yang memberi sebuah apel pada Mei.
Mei mengambil apel tersebut, dan mulai memakannya.
"anda boleh kembali," ucap Mei di sela-sela makannya. Tak lama dari itu, Makoto berjalan dengan gagahnya menuju Mei.
"apa kau merasa tidak nyaman?" tanya Makoto.
"hem"
"aku harus pergi, ada sedikit masalah di perusahaan." ucap Makoto sembari mendecak pelan ujung kepala Mei.
Mei hnya berdiam, ia terus menikmati segarnya buah apel. Sedangkan Makoto berjalan meninggalkan Mei.
****
Tatapan dingin melintas di depan Taki. Taki bingung dengan Makoto yang sedang berjalan meninggalkan tempat tersebut tanpa Mei. Terlihat Makoto sedang menaiki mobil sembari berbicara pada seorang diluar.
"*sebaiknya kau jaga dia!"
"Baik Tuan*!"
Taki berusaha mendekat pada mobil tersebut, namun mobil tersebut sudah melaju sebelum Taki mendekat. seorang yang tadi berbicara pada Makoto melihat heran Taki.
"bukankah acara ini belum selesai?" tanya orang tersebut yang bermaksud menyuruh Taki agar kembali kedalam.
"bukankah-"
"Tuan, saya harus pergi." potong orang tersebut sebelum Taki menyelesaikan kalimatnya, segera orang tersebut pergi meninggalkan Taki.
Taki sekilas mengingat Mei, gadis tersebut masih berada di tempat ini. Taki mengelilingi luar gedung, dan siapa tahu ia melihat dan menanya sesekali pada seorang yang berada di sekitar
"aku melihatnya, ia berada di taman samping bagian barat."
__ADS_1