
"Baiklah, Aku setuju! Kau pikir aku takut dengan tantangan itu, uang kekasihku sangat banyak dan lebih dari cukup jika harus membayar seluruh orang yang makan disini, iya kan sayang" kata Tara masih memasang senyum sombongnya, ia menatap Zachary yang juga memasang wajah angkuh.
"Ya, Aku terima tantangan itu, Lagipula aku yakin kalau kau tidak akan mampu membayarnya" kata Zachary memandang Zoya dengan tatapan meremehkannya.
Zoya menarik sudut bibirnya, ia tampak puas karena dua orang sombong itu termakan umpannya. "Baiklah, Aku ikuti aturannya, aku akan membayar terlebih dulu" kata Zoya mengeluarkan kartunya dan menyerahkannya pada pelayan.
Dewa menatap Zoya cemas, ia berpikir kalau Zoya mungkin hanya mengada-ngada saja. Tapi wanita itu malah tersenyum manis padanya seolah mengatakan semuanya akan baik-baik saja.
"Nona, tolong masukan pin anda" kata Pelayan.
Zoya mengangguk dan segera mengetikkan kode pin miliknya agar pembayarannya segera di proses.
"Nona maaf, tapi kartu anda di tolak" kata Pelayan itu membuat Zoya mengerutkan dahinya.
Tara dan Zachary tersenyum puas melihat hal itu merasa sudah bisa mempermalukan Zoya.
"Aku bilang apa? dua orang ini pasti tidak bisa membayarnya" kata Tara kembali menghina Zoya.
Zoya mengambil kartu itu dan ternyata ia salah memberikan kartunya, ia kembali mengambil kartu debitnya yang lain.
"Coba yang ini, aku tadi salah memberikan kartuku" kata Zoya tersenyum sedikit, ia sempat melirik Dewa yang hanya diam saja sejak tadi.
Pelayan itu mengangguk menutupi kecurigaannya, ia benar-benar berpikir kalau Zoya pasti tak bisa membayarnya. Ia kembali melakukan transaksi pembayaran.
__ADS_1
"Hahaha, masih mau bergaya? Sudah, tak perlu kau lakukan, kartunya pasti di tol....."
"Terimakasih Nona, pembayaran anda sudah berhasil, mohon maaf atas ketidak nyamannya" ucapan Pelayan itu membuat perkataan Tara menguap begitu saja di udara.
Tara dan Zachary tampak kaget saat melihat Zoya bisa membayar makanannya, Dewa pun kaget karena Zoya punya banyak uang untuk membayar makan, ia menatap Zoya yang kini tersenyum penuh kemenangan.
"Bagaimana? Seorang yang kaya seperti dirimu pasti akan menepati janjinya bukan? kalian berdua harus memohon maaf padaku dan membayar semua orang yang makan disini" kata Zoya mengulas senyum penuh ejekkan pada Tara dan Zachary.
"Jangan harap kami mau meminta maaf pada orang miskin seperti kalian" kata Tara begitu kesal rasanya.
"Setidaknya orang miskin seperti kami tidak ingkar janji seperti kalian, Pelayan? Kau tadi mendengar sendiri bukan kalau mereka berdua akan membayar semua orang yang makan disini? Sekarang mereka malah menolaknya, aku jadi curiga, apakah mereka berdua yang sebenarnya tidak punya uang tapi mau sok-sokan makan disini?" kata Zoya melirik sinis pada mereka, jangan ditanya kemampuannya memutar balikkan fakta, Zoya pasti akan dengan mudah melawan orang remeh seperti mereka.
"Tutup mulutmu! Kau pikir aku tidak punya uang? Uangku lebih dari cukup jika hanya membayar makanan orang yang ada disini, bahkan untuk membeli mulut kotormu aku juga bisa" kata Zachary tak terima harga dirinya di injak-injak seperti ini.
"Jaga bicaramu jika berbicara dengan istriku, kau sama sekali tak berhak bersikap kasar padanya" kata Dewa angkat bicara, ia tak suka dengan cara Zachary yang menyebut Zoya seperti itu.
"Apa? Kalian berdua sama saja, Pelayan ambil ini dan bayar semua makanan orang-orang itu, Aku ingin menunjukkan pada kedua orang ini kalau aku baik hati karena mau mentraktir mereka semua" kata Zachary menyerahkan kartu debit platinum nya.
"Baguslah, tolong tambahkan juga makanan terenak dan termahal disini, aku juga ingin di traktir oleh pria baik hati ini" kata Zoya menekan kata baik hati dengan gayanya yang membuat Zachary benar-benar sangat kesal sekali.
"Oh ya, Aku belum mengumumkan kepada semua orang kalau ada pria baik hati yang akan mentraktir mereka, sebentar aku akan mengumumkannya, tak perlu malu begitu Zac" kata Zoya melirik Zachary yang memasang wajah masamnya itu.
"Selamat sore Tuan, Nyonya, mohon maaf mengganggu makan kalian, Saya ingin memberitahukan kepada anda sekalian kalau hari ini makanan kalian semua gratis karena ada Tuan Baik hati yang mentraktir makanan kalian semua, Jadi kalian semua harus berterimakasih pada Tuan baik hati ini ya, Selamat makan semua" kata Zoya dengan suara yang keras hingga menggema di restoran itu.
__ADS_1
Semua orang tampak kebingungan dan kaget dengan hal itu, tapi satu persatu dari mereka mengucapkan terimakasih pada Zachary yang sangat kesal itu, ia terus menerus menatap Zoya tajam tapi wanita itu tak terpengaruh sama sekali, ia malah menikmati makanannya dengan santai.
"Sayang, buka mulutmu, Aku akan menyuapi mu, makanan disini sangat enak, apakah kau tidak mau mengucapkan terima kasih juga kepada Tuan baik hati ini" kata Zoya menyuapkan sesendok steak kepada Dewa, wajahnya tampak sangat sumringah karena berhasil mengerjai Zachary.
Dewa ikut tersenyum dan membuka mulutnya perlahan. "Iya, aku harus ber terima kasih dengannya, Terimakasih tuan baik hati" kata Dewa ikut memasang wajah mengejeknya pada Zachary dan Tara.
"Awas saja kalian, Aku pasti akan membalas perbuatan kalian" kata Zachary merasa sangat di permalukan, ia segera pergi darisana setelah pelayan mengembalikan kartunya.
"Sayang, kau mau kemana? Tunggu aku" Tara kalang kabut saat melihat Zachary pergi begitu saja, ia sempat melihat Dewa sekilas sebelum menyusul kekasihnya itu.
Zoya tertawa puas melihat kepergian mereka, makanya jangan main-main denganku, pikirnya. Sekarang rasakan saja akibatnya harus membuang uang yang begitu banyak untuk membayar semua makanan disini.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Zoya mengangkat alisnya, ia baru sadar kalau sejak tadi Dewa menatapnya.
"Aku ingin bertanya satu hal padamu, dan kau harus menjawabnya jujur" kata Dewa menatap lurus mata Zoya.
"Bertanya apa? Kita makan saja dulu, aku sangat lapar sekali" kata Zoya menghindar, ia sepertinya tau apa yang akan di tanyakan Dewa.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, Aku ingin bertanya padamu, darimana kau mendapatkan uang? Kau tidak bekerja dan aku juga tidak pernah memberimu uang sebanyak itu, bagaimana kau bisa memiliki uang yang banyak?" kata Dewa langsung mencerca Zoya, ia curiga darimana istrinya mendapatkan uang yang cukup banyak.
"Tentu saja bisa, Uang di rekening masih ada makanya aku bisa membayarnya" kata Zoya.
"Benarkah? bukankah kau bilang rekening mu di blokir oleh Ayahmu?" kata Dewa semakin curiga, ia sangat ingat kalau Zoya pernah berkata seperti itu saat awal dia di usir dari rumah.
__ADS_1
Happy Reading.
Tbc.