
Zoya tersenyum manis saat melihat wajah Dewa yang terkaget-kaget melihat pesanannya.
"Ya serius, Aku laper banget" kata Zoya dengan mata berbinar ingin melahap makanan yang sudah di pesannya.
"Tapi ini terlalu banyak, Apa kau yakin bisa menghabiskannya?" kata Dewa masih syok rasanya.
"Bawel banget sih, kan ada kau, kalau tidak habis kau yang harus menghabiskannya" kata Zoya enteng saja, ia mulai memakan siomay miliknya.
"Kenapa harus aku? Kau kan yang memesan, jadi kau yang harus menghabiskan, awas saja kalau tidak kau habiskan, aku akan mencabik-cabik dirimu sampai di rumah nanti" kata Dewa menatap Zoya tajam. Ia sudah punya feeling tak enak melihat banyaknya makanan yang di pesan Zoya.
"Uhuk....Uhukk...." Zoya terbatuk saat mendengar ucapan Dewa. Ia merasa merinding kalau Dewa benar-benar mencabik-cabik dirinya.
"Kau ini jahat sekali, aku hanya ingin makan" kata Zoya melirik Dewa sebal.
"Aku bukannya jahat, tapi aku tidak mau kau sakit karena makan terlalu banyak. Sudah jangan banyak bicara, cepat habiskan makananmu" kata Dewa lagi.
"Iya iya, dasar cerewet" seru Zoya kembali menikmati makanannya. Ia kini bergantian mencoba seblak pedas miliknya.
Dewa hanya diam saja menatap Zoya yang makan begitu lahap, ia benar-benar heran saat melihat tingkah wanita itu. Padahal perut Zoya begitu mungil kenapa bisa muat makanan begitu banyaknya. Dewa mendesah pelan saat melihat gaya makan Zoya yang serampangan itu, tidak ada anggun-anggunnya sama sekali tapi kenapa malah terlihat seksi sekali di matanya.
Dengan wajah yang penuh keringat dan bibir merah karena kepedasan, Zoya malah semakin cantik sekali menurutnya.
"Dewa.....Aku nyerah..." kata Zoya menggelengkan kepalanya tak sanggup. Perutnya sudah terasa penuh sekali hanya dengan mencicipi sedikit makanan.
"Sudah aku duga, kau harus menghabiskannya" kata Dewa mengambil tisu untuk mengelap peluh di dahi istrinya, meski kesal ia juga tak bisa mengabaikan wanita ini begitu saja.
"Aku kenyang" kata Zoya sedikit kaget dengan tingkah Dewa, namun ia hanya diam.
"Makanya jangan tamak, makanan sebanyak ini buat apa?" kata Dewa mengomel.
"Maaf" kata Zoya langsung memasang wajah bersalahnya yang imut.
Dewa menghela nafas panjang, kenapa sih Zoya ini menyebalkan sekali, hanya karena memasang wajah seperti itu membuat kekesalannya menguap begitu saja.
"Dasar menyebalkan" seru Dewa mencium bibir Zoya singkat sebelum mengambil makanan yang belum di habiskan oleh Zoya lalu memakannya.
__ADS_1
Zoya tersentak kaget namun sedetik kemudian tersenyum manis saat melihat Dewa mau mengabiskan sisa makanannya. Pria itu tampak meliriknya kesal tapi Zoya malah membalasnya dengan senyum indah.
"Cepat habiskan ya, aku mau melihat naga" bisik Zoya dengan senyum menggodanya.
Ucapannya itu hampir membuat Dewa tersedak, ia melirik wanita itu tajam, berani-beraninya memasang wajah seperti itu.
"Kau tidak boleh melihatnya, tapi kau harus menciumnya nanti" kata Dewa masih dengan suara kesalnya.
"All yours tonight, babe" bisik Zoya begitu mesranya.
Dewa sedikit tersenyum mendengarnya, ia semakin semangat menghabiskan makanannya agar bisa segera pulang.
Setelah menghabiskan makannya, Dewa segera membayar semuanya. Zoya memilih duduk menunggu saja, ia membuka ponselnya untuk melihat-lihat, tapi ia tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang, Zoya pikir itu Dewa tapi ternyata....
"Leon!" seru Zoya kaget bukan kepalang.
"Akhirnya aku menemukanmu wanita kurang ajar" kata Leon menatap Zoya dengan sangat tajam.
Zoya menelan ludahnya kasar, ia menatap Leon yang datang tidak sendirian melainkan datang bersama lima anak buahnya. Zoya ketakutan, ia ingin secepatnya lari tapi lengannya langsung di tarik oleh Leon.
"Lepaskan, sakit" kata Zoya meringis kesakitan.
"Sakit? ini bahkan belum ada apa-apanya dengan ap yang kau lakukan padaku, ayo ikut aku" kata Leon segera menarik tangan Zoya dengan kasar.
"Tidak mau, Lepaskan aku brengsek" kata Zoya berontak agar terlepas dari cengkeraman Leon, tapi tenaganya kalah kuat.
"Diam! Aku masih bersabar padamu, Tapi jika kau terus berontak, aku pastikan kau akan menyesal" kata Leon semakin menekan tangan Zoya dengan keras seolah bisa meremukkan tulang kecil itu.
"Sakit....." Zoya merintih kesakitan saat merasakan nyeri yang luar bisa di tangannya, matanya bahkan sudah berkaca-kaca karena cengkeraman itu sangat kuat sekali.
Leon tersenyum sinis, ia puas sekali melihat wajah Zoya yang kesakitan itu, akhirnya ia bisa mendapatkan wanita ini setelah sekian lama.
"LEPASKAN TANGANMU DARI ISTRIKU!"
Dewa berteriak penuh amarah saat melihat Zoya ditarik dengan kasar oleh Leon. Ia melangkahkan kakinya dengan cepat mendekati Zoya yang terlihat sekali sedang ketakutan itu. Entah takut karena ada Leon atau karena hal lain.
__ADS_1
Leon mengerutkan dahinya melihat pria yang tak di kenalnya, selain itu ia merasa bingung saat mendengar pria itu menyebut Zoya istrinya.
"Dewa" kata Zoya ingin berlari ke arah Dewa tapi Leon dengan cepat menahannya. Dewa semakin menatap Leon dengan tajam.
"Oh, jadi wanita ini istrimu?" kata Leon kaget sebenarnya, tapi ia bersikap biasa saja.
"Lepaskan tanganmu darinya dan jangan pernah berani menganggu istriku" kata Dewa penuh penekanan. Ia berdiri tepat di hadapan Leon.
"Memangnya apa yang akan kau lakukan? Kau tau, wanita yang kau bilang istrimu ini sudah menjadi seorang pencuri" kata Leon melirik Zoya dengan sinis.
Dewa menekuk wajahnya, ia ikut melihat Zoya yang menggelengkan kepalanya.
"Kau pikir aku percaya padamu, cepat lepaskan istriku atau kau akan tau akibatnya" kata Dewa.
Leon justru tertawa mendengar ucapan Dewa. "Kau mau mendapatkan istrimu? Langkahi dulu mayat ku" kata Leon memberikan gestur kepada anak buahnya untuk menghajar Dewa.
Dewa langsung melawan saat anak buah Leon ingin melancarkan aksinya, ia menangkis beberapa pukulan yang di berikan anak buah Leon, tapi ia juga kewalahan karena di kepung oleh lima orang orang.
"Dewa!!!!!" teriak Zoya kaget melihat Dewa di keroyok seperti itu, Dewa pasti tidak akan bisa melawan karena kalah jumlah. Semua orang memekik kaget saat melihat orang-orang berkelahi, namun juga takut ingin menolong.
Dewa awalnya masih bisa melawan tapi tubuhnya pun lama-lama tak tahan jika mendapatkan serangan bertubi-tubi dari lima orang. Hingga punggungnya di tendang dari belakang membuat ia tersungkur jatuh.
"Dewa!!!!" teriak Zoya ingin menolong Dewa tapi Leon dengan cepat menarik tangannya.
"Lepaskan aku! Kau ba ji ngan Leon" kata Zoya menangis putus asa saat melihat Dewa sudah babak belur.
"Kau salah sudah menantang ku! Sekarang kau menyesal, habisi dia" kata Leon dengan bengis, ia menyuruh anak buahnya untuk kembali mengajar Dewa.
"Jangan! Ampuni aku Leon, Tolong jangan lakukan apapun padanya, Aku akan mengembalikan uangmu dan aku janji tidak akan berani melawan mu, tolong jangan sakiti Dewa lagi" kata Zoya langsung menjatuhkan dirinya di kaki Leon, ia tak ingin sampai Leon melukai Dewa lebih parah. Pria itu tak salah apapun dan tidak sepantasnya ia menanggung akibat perbuatannya.
Happy Reading.
Tbc.
Jangan lupa like dan komen ygy....
__ADS_1