I'M FINE

I'M FINE
Mengurus Pernikahan.


__ADS_3

Sarapan pagi kali ini terasa lebih berwarna, Dewa tampak begitu menikmati nasi goreng yang di buatkan Zoya, sebenarnya rasanya biasa saja, tapi entah kenapa dia menyukainya, apa mungkin karena Zoya yang membuatnya?


"Jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Anderson mulai pembicaraan.


"Secepatnya Ayah, aku sudah menyuruh Bayu mengurus surat-suratnya" kata Dewa seadanya.


Zoya hanya diam menyimak seraya menyuapi Rayden yang duduk tenang di samping Ayahnya.


"Secepatnya lebih bagus, Ayah punya kenalan untuk mengurus jasa pesta pernikahan, kau bisa menghubunginya nanti" kata Anderson lagi.


"Kau ingin pernikahan yang bagaimana?" tanya Dewa menatap Zoya.


"Yang bagaimana saja" kata Zoya tak punya gambaran sebuah pesta pernikahan.


"Sesuai keinginanmu, aku pasti akan setuju, jadi kau pilih ya?" kata Dewa.


"Ehm, yang sederhana saja menurutku, lagipula Rayden sudah besar" kata Zoya sedikit canggung jika harus mengadakan pesta pernikahan tapi mereka sudah punya anak yang besar.


"Baiklah, aku akan mengurusnya nanti, setelah ini aku dan Ayah akan membahas pekerjaan dulu, aku tinggal dulu nggak apa-apa kan?" kata Dewa sebenarnya enggan untuk berjauhan dengan Zoya dan juga anaknya.


"Iya selesaikan saja pekerjaanmu, aku dan Rayden nggak apa-apa kok" kata Zoya tersenyum tipis, tau jika Dewa berat untuk berpisah barang sejenak dengan mereka.


"Ya kalau butuh sesuatu katakan saja padaku, jangan terlalu capek, aku rindu kalau kau sering manja padaku" kata Dewa berbisik lirih seraya mencium pipi Zoya sebelum pergi menyusul Ayahnya yang sudah terlebih dulu masuk ke dalam ruang kerja.


"Dewa ish" kata Zoya melotot karena tingkah impulsif Dewa yang tak terduga itu.


"Ibu, sampai kapan kita akan tinggal disini?" tanya Rayden.


"Eh? Kenapa Rayden bertanya seperti itu?" kata Zoya memandang anaknya bingung.


"Ya tidak apa-apa. Aku seneng bu tinggal disini, Ayah baik, Kakek juga baik sering ajak aku main, boleh nggak Bu kalau kita tinggal disini terus?" kata Rayden menatap ibunya penuh harap, dalam otak kecilnya Rayden merasa takut jika semua yang didapatnya ini hanya sesaat.


"Rayden, sekarang kita sudah tinggal bersama Ayah kan? Itu artinya kita akan terus tinggal bersama Ayah" kata Zoya mengerti apa yang ditakutkan putranya.


"Ayah itu memang beneran ayah aku kan Bu?" kata Rayden sekali lagi ingin memuaskan hatinya.

__ADS_1


"Iya sayang, Ayah Dewa itu Ayahnya Rayden, jadi Rayden harus sayang sama Ayah dan harus hormat juga" kata Zoya mencubit gemas pipi anaknya.


"Aku sayang kok sama Ayah, sama ibu sayang juga setinggi langit" kata Rayden langsung mendapatkan hadiah pelukan dari Zoya.


*****


"Apa yang akan Ayah katakan?" tanya Dewa kini sudah duduk berhadapan dengan Ayahnya.


"Ini mengenai Aldin, Ayah kemarin baru saja menjenguknya dan dia sudah lumayan membaik" kata Anderson menghela nafas sejenak.


"Baguslah, aku pikir dia mati" kata Dewa sinis sekali jika menyangkut tentang Aldin.


"Ayah tau semua perbuatannya itu tidak di benarkan, Ayah juga tidak ingin memberikan pembelaan padanya. Saat dia sembuh nanti, Ayah mungkin akan langsung mengirimnya ke negara X untuk mengurus perusahaan kita yang disana" kata Anderson lagi.


"Terserah Ayah mau mengirimnya kemana, yang jelas jangan sampai dia bertemu denganku lagi, kalau tidak aku tidak akan ragu untuk menghabisi pengkhianat itu" kata Dewa masih dikuasai emosi.


"Nak, Ayah tau kalau kau sangat tidak menyukai tindakannya, tapi jangan karena satu kesalahan kau menutup mata dan hatimu, kau harus ingat kalau dia juga pernah membantumu dan dia juga yang menjaga putramu selama ini, kalau bukan karena Aldin mungkin saja Zoya..." kata Anderson tak bisa lagi melanjutkan ucapannya.


"Aku tau Ayah, tapi dia juga salah karena sengaja menyembunyikan Zoya dariku. Lima tahun Ayah, aku mencari Zoya, tapi apa yang dilakukan?" kata Dewa.


"Ayah mengerti, Ayah juga sudah mengatakan kepadanya kalau sudah ada celah lagi untuk dirinya masuk kedalam hubungan kalian" kata Anderson memberikan jeda sejenak sebelum melanjutkan.


"Kemarin Aldin mengatakan pada Ayah, jika kau memang tidak bisa memaafkannya, dia minta izin untuk bertemu Rayden dan juga Zoya sebelum dia berangkat ke negara X" kata Anderson.


"Untuk apalagi pengkhianat itu ingin bertemu Zoya, aku tidak akan mengizinkannya" kata Dewa kesal.


"Lalu bagaimana dengan Zoya? Apa kau tidak memikirkan pendapatnya juga? Nak, ingat perkataan Ayah, kau boleh membenci tapi jangan pernah melupakan perbuatan baiknya juga, kau juga harus ingat kalau bukan tanpa Aldin belum tentu Rayden itu ada" kata Anderson tegas dan menatap Dewa sedikit tajam.


Dewa hanya diam saja, namun ia membenarkan perkataan Ayahnya. Tak lama setelah itu, pintu ruangan di ketuk dan sosok Bayu datang membawa berkas ditangannya.


"Bay, apakah kau sudah mengurus semuanya?" kata Dewa langsung.


"Semua surat-surat tentang Tuan muda Rayden sudah selesai, mungkin tiga hari lagi akta kelahirannya sudah diperbarui" kata Bayu melaporkan.


"Baiklah, lalu bagaimana dengan surat pernikahanku?" kata Dewa lagi.

__ADS_1


Bayu terlihat menghela nafas sejenak, wajahnya berubah tak enak membuat Dewa dan Anderson mengerutkan dahinya.


"Kenapa? apa ada masalah?" tanya Dewa mendadak tak enak perasaannya.


"Ya ada, kau dan Zoya tidak bisa menikah karena saat ini status Zoya masih menjadi istri sah Bryan" kata Bayu menyerahkan beberapa data yang didapatnya.


Dewa langsung kaget dan membaca data yang memang menyebutkan kalau Zoya masih istri sahnya Bryan. Dewa tidak pernah berpikir sampai sejauh ini karena dia juga lupa.


"Tapi Zoya tetap bisa menceraikannya kan?" kata Dewa menatap Bayu.


"Bisa saja, tapi jika Zoya yang menggugatnya, dia harus ganti rugi besar, sebelum mereka menikah ternyata mereka sudah mendatangani surat pra nikah perjanjian itu" kata Bayu lagi.


"Itu bukan masalah besar Bay, aku akan mengganti rugi semuanya, kau urus saja surat perceraian itu" kata Dewa tak memikirkan apapun lagi. Jika hanya masalah uang dia tak akan mempermasalahkannya berapapun itu asalkan Zoya kembali bersamanya.


"Baiklah, aku akan mengurusnya nanti" kata Bayu menurut saja.


*****


"Jadi dia sudah kembali?"


Disisi lain, Bryan tengah duduk di kursi kerjanya, ia tampak menikmati rokoknya dengan ditemani oleh seorang wanita yang bergelayut manja di sampingnya. Ia baru saja mendapatkan laporan dari asistennya kalau ada yang meminta data-data tentang pernikahannya dengan Zoya.


"Benar, saya rasa setelah ini dia akan menggugat cerai anda karena menurut laporan, Nona Zoya akan mendaftarkan pernikahannya dengan suaminya yang dulu" kata Asisten Bryan.


"Bagus sekali, aku sudah tidak sabar ingin menemui istriku yang nakal itu"


Happy Reading.


Tbc.


Maaf baru bisa up ygy... lagi sibuk banget...


Jangan lupa like dan komen yah...


Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2